Inspirasi, Wedding

Ini Dia Panduan Lengkap Cara Mendaftarkan Pernikahan ke KUA. Ingat, Jangan Sampai Ada yang Terlewat

Menikah memang urusan hati. Tapi, karena kita tinggal di sebuah negara berlandaskan hukum, mau tak mau ada beberapa prosedur yang harus dilewati agar pernikahan kita tidak hanya sah di mata agama saja, namun juga terdaftar secara legal di bawah naungan negara. Untuk itu, kamu perlu tahu bahwa mendaftarkan pernikahan pada Kantor Urusan Agama (KUA) menjadi satu tahap yang ternyata harus dilalui terlebih dahulu disamping persiapan lainnya seperti memilih perias atau gedung untuk pesta pernikahan nantinya.

Meski tak bisa dimungkiri bahwa urusan birokrasi adalah sebuah hal yang kalau bisa maunya dihindari saja, namun, percayalah, mendaftarkan pernikahan di KUA tak sesulit kelihatannya. Apalagi mengurus sesuatu hal yang memang dilandasi hati yang berbunga-bunga, perasaan yang membuncah bahwa kelak kamu akan duduk di pelaminan dengan sang pujaan hati. Lalu, apa saja yang perlu disiapkan dan bagaimana prosedurnya? Simak ulasan berikut ini.

Untuk pihak laki-laki

  1. Datang ke RT/RW setempat untuk meminta surat pengantar yang selanjutnya diserahkan ke kantor Kelurahan. Dari situ, akan mendapatkan beberapa blanko seperti; Surat keterangan untuk nikah (model N1), Surat keterangan asal-usul (model N2), Surat persetujuan mempelai (model N3), dan Surat keterangan tentang orang tua (N4)
  2. Jika calon istri berasal dari daerah/kecamatan lain, datang ke KUA setempat untuk meminta surat pengantar nikah (surat numpang nikah)
  3. Jika calon istri berasal dari satu kecamatan, surat dari kelurahan pada poin 1 langsung diberikan pada calon pengantin perempuan

Lampiran

  1. Fotokopi KTP
  2. Akte Kelahiran & C1 (Kartu KK)
  3. Pas Foto 3 x 4 = 2 lembar, jika calon istri luar daerah
  4. Pas Foto 2 x 3 = 5 lembar, jika calon istri sedaerah/Kecamatan

Untuk pihak perempuan

  1. Datang ke RT/RW setempat untuk meminta surat pengantar yang selanjutnya diserahkan ke kantor Kelurahan. Dari situ, akan mendapatkan beberapa blanko seperti; Surat keterangan untuk nikah (model N1), Surat keterangan asal-usul (model N2), Surat persetujuan mempelai (model N3), dan Surat keterangan tentang orang tua (N4)
  2. Mendatangi KUA (bersama wali dan calon suami) untuk mendaftarkan pernikahan dengan membawa surat numpang nikah jika calon suami berasal dari daerah/kecamatan berbeda

Lampiran

  1. Fotokopi KTP,
  2. Akte Kelahiran & C1 (Kartu KK) calon pengantin
  3. Pas Foto latar biru ukuran 2 X 3 masing-masing calon pengantin 5 lembar
  4. Akta Cerai dari PA bagi janda/ duda cerai
  5. Dispensasi Pengadilan Agama bila usia kurang dari 16 tahun dan 19 tahun
  6. Izin atasan bagi anggota TNI/ POLRI
  7. Surat Keterangan Kematian Ayah bila sudah meninggal
  8. Surat Keterangan Wali jika Wali tidak sealamat dari Kelurahan setempat
  9. Dispensasi Camat bila kurang dari 10 hari
  10. N5 (surat izin orang tua) bila usia caten kurang dari 21 tahun
  11. N6 (Surat Kematian suami/istri) bagi janda/duda meninggal dunia

Saat mendatangi KUA, kamu dan calon pasangan akan diberikan surat pengantar untuk datang ke puskesmas terdekat untuk melakukan tes kehamilan (sebagai bukti bahwa calon pengantin perempuan tidak sedang dalam keadaan hamil), serta melakukan imunisasi TT.

Menikah di KUA pada jam kerja pada dasarnya gratis dan tidak ada biaya tambahan. Namun, jika pernikahan tidak dilaksanakan di KUA (rumah/masjid/gedung) dan di luar jam kerja (akhir pekan), maka ketentuannya si calon pengantin wajib membayar biaya sebesar Rp. 600.000.

Comments

comments