Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Inspirasi

5 Bukti Bahwa LDR Zaman Pacaran Nggak Ada Apa-apanya Dibanding LDR Pasca Menikah

Published

on

Usai dinyatakan sah sebagai suami istri, kehidupan selanjutnya yang ada dalam bayangan adalah tentang rumah tangga seperti seharusnya sebuah keluarga itu berjalan. Kamu dan pasangan ada dalam satu rumah yang sama, menjalani aktifitas sehari-hari bersama tanpa ada jarak yang harus memisahkan. Namun faktanya banyak pasangan yang terpaksa harus menjalani pernikahan jarak jauh alias Long Distance Marriage (LDM).  

Karir dan pekerjaan, biaya hidup yang lebih terjangkau, masalah anak, serta pendidikan, jadi beberapa alasan mengapa beberapa pasangan memilih jalan ini—meski dengan sangat berat hati. Jika kamu saat ini juga sedang dalam fase sebuah hubungan jarak jauh dan merasa sangat tersiksa karena adanya jarak, percayalah, itu tak seberapa dibanding dengan mereka yang berjarak dalam status pernikahan. 5 hal berikut adalah buktinya.

1. Saat masalah datang

img: https://www.shutterstock.com

Menjadi suami istri otomatis menjadi satu kesatuan dalam hal apapun. Jika sedang bahagia inginnya dibagi bersama, duka rasanya ingin dilampiaskan pada pasangan sebagai teman bercerita, ‘tempat sampah’, serta partner mencari solusi. Mudah rasanya jika ada dalam satu tempat yang sama, tapi jarak lagi-lagi membuat semuanya justru menjadi kian rumit saja. Namun biasanya pelaku LDM menjadi lebih kuat karena terbiasa mandiri, termasuk dalam menyelesaikan masalah sendiri.

2. Urusan domestik dari rumah tangga hingga anak

img: http://motor-junkie.com

Khususnya untukmu para kaum wanita, urusan rumah hingga anak yang seharusnya ringan karena dipikul berdua, terpaksa harus dihadapi sendiri. Mulai dari mengangkat galon, mengganti gas yang sudah habis, hingga merawat anak yang sakit, atau bahkan kontrol kehamilan sendiri di antara istri-istri lain yang ditemani suaminya. Tak hanya itu, dari pihak laki-laki pun tak jauh berbeda. Urusan masak, cuci dan setrika hingga kebersihan tak seperti jika ada istri di dekatnya.  Nggak heran kalau pelaku LDM layak disebut pejuang.

3. Momen-momen penting yang terlewatkan

img: https://www.huffingtonpost.com

Saya sendiri pernah melahirkan tanpa didampingi suami. Rasanya sebal, kesal, tapi mau bagaimana lagi. Hal-hal ini sangat mungkin dialami oleh mereka yang menjalani pernikahan jarak jauh. Selain proses kelahiran, hal lain seperti ulang tahun, wedding anniversary, atau sekadar melihat calon anak di layar USG yang terlewatkan benar-benar sebuah momen yang akhirnya hanya berlalu begitu saja. Sedih sudah pasti, namun komitmen menjadikan semua dijalani dengan ikhlas dan sabar.

4. Akan ada puluhan atau mungkin ratusan kali miss communication

img: https://www.huffingtonpost.com/

Beda kota, beda pulau atau bahkan beda negara, komunikasi jadi pilar utama sebuah hubungan jarak jauh bisa terus berjalan. Namun, zona waktu yang berbeda, kesibukan yang selalu ada, serta koneksi yang tak bisa terus diandalkan seringkali membuat komunikasi jadi buyar. Ada beberapa hal yang memicu perdebatan hingga pertengkaran kecil. Namun, membahasnya hanya via chat atau bahkan video call rasanya cukup membuang-buang energi saja. Sisi positifnya, pelaku LDM jadi jarang berantem. Kalau ketemu juga maunya yang mesra-mesra aja deh.

5. Urusan orang ketiga jadi yang paling berat

img: http://youqueen.com

Jangankan jarak jauh, yang tinggal serumah saja urusan orang ketiga jadi hal yang paling berat. Kalau masih pacaran, paling mudah adalah putus dan berhenti berharap dengannya. Kalau sudah menikah, semuanya tak semudah yang dibayangkan. Makannya selain dilandasi rasa percaya, untuk yang satu ini juga harus melibatkan Tuhan agar rumah tangga selalu dikuatkan dan dibentengi dari godaan-godaan yang bisa merusak sebuah pernikahan.

Karenanya, para pejuang-pejuang LDM benar-benar sangat memanfaatkan kesempatan jika sedang bertemu. Dari sini, mereka justru lebih menghargai pasangan, pintar mengelola waktu, hingga saling menguatkan bahwa jarak hanyalah hitungan kilometer yang tak sebanding dengan kokohnya cinta dan juga komitmen.

Komentar

Desain Rumah

5 Ide Rooftop Rumah Minimalis, Bikin Betah Di Rumah!

Published

on

Buat kamu yang ingin memiliki hunian nyaman namun terkendala dengan luas tanah yang tak mencukupi, membuat rumah dengan dua lantai adalah salah satu solusinya. Desain lantai atas pun tak melulu harus dipenuhi dengan ruangan lho! Kamu bisa mendesain lantai atas menjadi rooftop yang nyaman untuk bersantai. Berikut beberapa inspirasi rooftop untuk rumah minimalis.

  1. Jadikan rooftop rumah menjadi tempat nyaman untuk nongkrong bersama sahabat atau acara rapat dengan kolega. Tambahkan beberapa pernik meja dan kursi yang berbahan waterproof ya!

    sumber: https://id.pinterest.com

     

  2. Sentuhan gazebo membuat rooftop rumah kamu terkesan estetik namun tetap elegan

    sumber: https://www.99.co

     

  3. Jika kamu hobby ngopi, jadikan rooftop sebagai cafe ala-ala. Berasa punya cafe pribadi bukan?

    sumber: https://id.pinterest.com

     

  4. Ingin punya kolam renangg namun tak cukup lahan? Bikin kolam di rooftop jawabannya!

    sumber: https://id.pinterest.com

     

  5. Jadikan rooftop menjadi tempat bermain yang nyaman dan aman untuk anak-anak.

    sumber: https://www.desainbangunan.co.id

Komentar
Continue Reading

Inspirasi

Inspirasi Resepsi Pernikahan Dengan Budget Pas-pasan, Sederhana Tapi Bermakna

Published

on

By

Sebenarnya menikah biaya menikah itu murah. Kalaupun ada yang membuatnya terlihat mahal, itu adalah biaya “pamer”nya. Ya, pada intinya menikah itu harus ada kedua mempelai, saksi, mas kawin, akad, dan dilengkapi dengan restu kedua orang tua. Hanya saja karena itu diharapkan menjadi momen sekali seumur hidup, sebagian besar orang menjadikannya sebagai ritual yang harus terlihat mewah dan berkualitas.

Tak jarang sampai ada yang harus berhutang sana-sini demi melangsungkan pesta resepsi pernikahan yang meriah. Pasti terkenang sih, tapi bagaimana dengan mereka yang hanya punya budget pas-pasan tapi ingin resepsi pernikahan yang berkesan?

Tenang….kami ada solusinya. Berikut akan kami berikan beberapa tips untuk kamu yang ingin melangsungkan resepsi pernikahan yang berkesan meskipun hanya dibekali dengan budget pas-pasan.

  1. Untuk menghemat biaya sewa gedung, kamu bisa mengakalinya dengan menggunakan halaman depan rumahmu. 

images: https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/

2. Seandainya rumah kamu tak memiliki halaman depan yang mencukupi, maka mau tak mau harus menyewa gedung. Tak perlu gedung yang bagus atau besar, sebab biaya sewanya bisa mahal. Kamu bisa sewa aula atau kantor desa untuk menghemat biaya.

images: http://www.bangfebrianmiandy.com/

3. Biaya membengkak karena banyaknya tamu undangan. Kamu bisa merubah konsep acara dengan tema private party. Khusus pihak keluarga dan teman terdekat saja yang diundang ke acara resepsi.

images: http://melanieduerkopp.com/

4. Manfaatkan keahlian teman-teman kamu sebagai pengisi acara.

images: https://media.karousell.com/

5. Selain sebagai pengisi acara, kamu juga bisa meminta tolong teman-temanmu yang mahir di dunia fotografi ataupun vidografi untuk mengabadikan momen. “Harga teman” pasti akan sangat membantu.

images: https://www.plazakamera.com/

6. Hindari masak sendiri untuk resepsi karena harga bahan makanan yang fluktuatif. Akan lebih baik jika kamu menggunakan jasa katering. Tapi harus selektif juga yaa, yang hemat biayanya.

images: https://www.aertsonhotel.com/

Itulah beberapa tips sederhana untuk menghemat budget resepsi pernikahan. Perkara acara resepsi kamu menjadi rasanan tetangga karena ora umum, itu bukan urusan kami yaa…..

Komentar
Continue Reading

Hits Banget

Keren! Ini Dia Isi Pidato Nadiem Makarim di Peringatan Hari Guru 2019

Published

on

Menjelang peringatan Hari Guru tanggal 25 November 2019 mendatang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyinggung berbagai isu tentang masalah guru di Indonesia. Mulai dari banyaknya aturan, beban administrasi, hingga berbelitnya birokrasi. Hal tersebut disampaikan dalam teks pidato yang diunggah dalam situs resmi mendikbud.

img: voa-islam.com

Berikut selengkapnya

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2019

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu,
Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,

Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke,

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

Besok, di mana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda.

– Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
– Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas
– Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
– Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
– Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru,
#merdekabelajar #gurupenggerak

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Santi Santi Santi Om,
Namo Buddhaya,
Rahayu.

Jakarta, 25 November 2019
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nadiem Anwar Makarim

Isi pidato di atas sontak menuai pujian dari para warganet karena telah mewakili sebagian besar perasaan guru di Indonesia yang terbelenggu begitu banyak aturan. Semoga Nadiem Makarim dapat membawa perubahan yang semakin baik bagi pendidikan Indonesia.

Komentar
Continue Reading

Trending