Inspirasi, Wedding

Suka Duka Menyelenggarakan Hajatan Setelah Lebaran

Entah darimana asal mulanya, bulan syawal sering dianggap sebagai bulan baik untuk menyelenggarakan hajatan. Entah itu lamaran, khitanan ataupun pernikahan. Oleh karena itu kamu jangan heran kalau setelah lebaran nanti akan banyak melihat tenda hajatan.

Terutama dikalangan orang jawa, bulan setelah ramadhan dalam kalender hijriah tersebut sangat direkomendasikan untuk menggelar hajatan. Selama bulan ramadhan ini tentu kamu sering mendapatkan undangan yang waktu pelaksanaanya satu bulan kedepan. Jadi bagi kamu yang sedang menyusun budgeting mudik, jangan lupa juga untuk menyiapkan budgeting kondangan.

Segala hal pasti ada sisi positif maupun negatifnya. Termasuk dalam hal ini menggelar hajatan di bulan syawal. Pemangku hajat pasti sudah mempersiapkan segala kemungkinan yang bakal terjadi.

Berdasarkan sejumlah pengalaman pihak-pihak yang pernah menggelar hajatan pasca ramadhan, terdapat berbagai macam suka maupun duka dalam mempersiapkan maupun menjalaninya.

  1. Dapat menggelar hajatan di “bulan baik”
images: http://rukun-islam.com

Seperti yang sudah disebutkan diatas, bulan syawal termasuk “bulan baik” untuk menggelar hajatan. Karena itu beruntunglah mereka yang bisa menggelar hajatan di bulan ini. Karena melangsungkan acara beberapa saat setelah lebaran, maka mengingat-ingatnya pun mudah.

“Eh, dulu si Abdul nikahnya bulan apa ya? kok istrinya udah ngelahirin?”

“Udah 11 bulan yang lalu kali, kan itu seminggu abis lebaran.”

Nah…bener-bener “bulan baik” kan? Orang jadi gampang mengingatnya.

2. Hajatan bakalan ramai, saudara-saudara yang mudik masih pada ngumpul.

images : dwifantyaquina.files.wordpress.com

Biasanya saudara-saudara dari jauh yang jarang bisa datang jadi bisa hadir karena acara hajatannya sekalian mudik. Bisa dibilang sekalian mudik + menghadiri undangan. Hemat biaya, hemat waktu dan hemat tenaga. Bayangkan kalau menggelar hajatannya 3 bulan setelah lebaran, kasihan juga kan kalau mereka harus bolak-balik menempuh jarak ratusan kilometer.

3. Selain saudara pemangku hajat, acara hajatan tersebut juga menjadi ajang reunian bagi teman-temannya.

images:http://papasemar.com

Misalnya saja dalam sebuah acara pernikahan dan kamu menggelarnya satu minggu setelah lebaran. Otomatis teman-temanmu yang telah merantau pun biasanya masih ada dirumah. Mereka biasanya menunda kepulangannya untuk hadir di acara kamu. Bukan sekedar memenuhi undanganmu saja, tapi juga karena ingin bereuni dengan teman-temanmu yang lain yang pastinya juga kamu undang.

4. Sayangnya, di bulan syawal harga kebutuhan pokok terbilang masih tinggi.

images: borneonews.co.id

Sudah menjadi rutinitas tiap tahun kalau harga kebutuhan pokok saat lebaran akan lebih tinggi daripada hari biasa. Jadi kalau kamu ingin menggelar hajatan, otomatis harus siap budget ekstra. Intinya kamu harus paham bahwa banyak harga naik saat musim lebaran, kecuali baju-baju di Rama*yana dan Mata*hari yang diskon besar-besaran.

5. Karena acaranya pas rangkaian hari lebaran, maka jangan kaget kalau harus banyak persiapan di bulan ramadhan.

images: limakaki.com

Kalau acaranya khitanan atau lamaran mungkin tak akan terlalu ribet. Tapi kalau pernikahan, jangan kaget kalau saat puasa kamu harus persiapan ini itu. Iya sih beberapa bulan sebelumnya bisa disiapin biar pas puasa sudah bisa fokus untuk beribadah. Cuma kalau sempetnya pas bulan puasa gimana donk? Ya udah jalanin aja.

Bisa-bisa kamu mondar-mandir kesana-sini buat nyari seserahan pas perut lagi lapar-laparnya. Atau ngabuburit sambil foto prewedding. Terus abis buka bersama lanjut rapat panitia nikahan. Oh…sungguh berat mungkin hari yang kamu hadapi, tapi ya itu…akan berkesan untuk diceritakan.

6. Kalau memakai iring-iringan kendaraan, maka bersiaplah menghadapi kemacetan.

images: tribunnews

Kepadatan jalan raya jelas akan bertambah saat libur lebaran. Jadi kamu jangan heran kalau harus menembus kemacetan meski kamu berada dalam iring-iringan rombongan. Bahkan kalaupun meminta bantuan kawal dari kepolisian, tetap saja perjalananmu menuju tempat berlangsungnya acara tak akan se lancar di hari biasa. Entah itu rombongan pengantin, pengantar sunat maupun pengantar lamaran tetap sama saja di mata jalan raya saat lebaran.

Itulah beberapa suka duka yang dialami para pemangku hajat saat menggelar acara di bulan syawal. Hal itu bisa memberi sedikit pandangan kalau kamu nanti ingin menggelar hajat. Semoga bermanfaat ya mas, mbak, pakde, om, simbah dan poro sederek sekalian.

 

Comments

comments