Inspirasi, Wedding

5 Hal yang Diam-diam Seorang Ayah Pikirkan Saat Melepas Anak Perempuannya Menikah

Menikah tentu saja sebuah prosesi yang membahagiakan. Selain bersatunya dua hati yang saling mencintai, kamu dan dia akan sama-sama memasuki sebuah fase baru dalam kehidupan, yaitu menjadi suami dan istri. Sanak saudara berkumpul, sahabat dan kerabat datang, semua bergembira dan turut mendoakan agar kehidupan rumah tanggamu kelak selalu bahagia dan langgeng hingga maut memisahkan.

Namun, di balik hiruk pikuk acara pernikahan tersebut, ada satu orang yang diam-diam sebenarnya menyimpan banyak sekali perasaan yang sulit untuk digambarkan. Dialah sang ayah. Perjuangannya sejak kecil membesarkanmu, mendidikmu, memberikan seluruh kemampuannya agar terus bisa memberikan kehidupan yang layak hingga dirimu bisa sampai di titik yang sekarang, kemudian tiba-tiba harus ‘melepaskan’ anak perempuannya ke pelukan orang lain.

Tentu saja beliau bangga dan senang bukan main bahwa puteri kecilnya kini sudah dewasa dan siap menyambut tantangan kehidupan yang baru. Namun, tahukah kamu bahwa sang ayah sebenarnya merasakan beberapa hal berikut;

1. Apakah laki-laki itu adalah orang yang tepat?

img: http://thebridedept.com

‘Menyerakahkan’ anak perempuannya pada laki-laki yang baru saja dikenalnya bukanlah sebuah perkara mudah. Bayangkan jika kamu harus menyerahkan sebongkah perhiasan koleksimu pada orang yang belum lama dikenal secara ‘cuma-cuma’. Namun, karena cinta ayah begitu besar, melihat matamu sangat berbinar saat menceritakan calon suamimu itu, serta keyakinan sang ayah atas ibadah yang dijalankan bernama pernikahan, maka restunya diberikan. Tentu saja, ini semua dilakukan dengan banyaknya pertimbangan dan doa yang tak hentinya diucapkan agar laki-laki yang datang untuk melamarmu tersebut benar-benar pilihan tepat.

2. Apa anakku akan baik-baik saja?

im: http://thebridedept.comg

Sebagai pelaku sebuah biduk rumah tangga, ayah pasti sangat tahu bahwa menjalani peran suami istri bukanlah sebuah hal yang bisa dibilang mudah. Kadang akan ada badai, atau hanya kerikil kecil yang mesti dilewati. Sebagai seorang ayah, beliau juga khawatir mengenai hal ini. Apakah anak perempuannya bisa menjadi istri yang baik, apakah rumah tangganya kelak akan baik-baik saja, apakah kamu dan suami akan bisa memecahkan masalah-masalah yang datang sewaktu-waktu?

3. Waktu berlalu begitu cepat

img: https://hype.idntimes.com

Pikiran ayah tentu saja akan melanglang buana kembali ke beberapa puluh tahun yang lalu saat kali pertama mendengar tangisanmu sesaat setelah dilahirkan, waktu-waktu pertama kamu bisa berjalan, mengantarmu ke sekolah di hari pertama, hingga kemudian diwisuda jadi sarjana. Ah, betapa waktu terasa berlalu begitu cepat. Rasanya seperti baru kemarin saja, tapi kini kamu sudah mantap melenggang ke pelaminan

4. Apakah anakku masih akan punya banyak waktu untukku?

img: http://tekno.kompas.com

Ayah diam-diam juga mengkhawatirkan tentang waktu. Kamu jelas akan jadi lebih sibuk dengan tugas dan kewajiban baru sebagai istri. Tak bisa dielak bahwa baktimu juga akan berpindah tangan pada suami. Namun, kamu perlu tahu bahwa orangtua selalu takut akan waktu yang kemudian jadi terrenggut. Untuk yang satu ini, komunikasi menjadi sangat penting. Meski raga mungkin akan semakin sulit bersua, tak ada salahnya untuk terus bertegur sapa setiap harinya lewat telepon atau pesan singkat.

5. Doanya tak pernah putus, pun harapannya yang selalu dijunjung tinggi

img: http://thebridedept.com

Meski hatinya berkecamuk dengan rasa sedih dan bahagia, doa ayah tak pernah putus agar rumah tanggamu kelak selalu diberkahi, dimudahkan jika ada kesulitan, dilapangkan jika sedang merasa sempit, serta dibukakan banyak pintu rezeki.

Ayah memang sosok paling tangguh dalam keluarga, cintanya kuat, bahkan mungkin sikapnya sesekali keras. Namun kasih sayang sayangnya pun besar. Maka, tak heran jika sebenarnya beliaulah yang paling haru ‘melepasmu’ saat sedang menjabat tangan laki-laki yang akan jadi suamimu di hari ijab kabul kelak.

 

Comments

comments