Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Inspirasi

5 Hal yang Diam-diam Seorang Ayah Pikirkan Saat Melepas Anak Perempuannya Menikah

Published

on

Menikah tentu saja sebuah prosesi yang membahagiakan. Selain bersatunya dua hati yang saling mencintai, kamu dan dia akan sama-sama memasuki sebuah fase baru dalam kehidupan, yaitu menjadi suami dan istri. Sanak saudara berkumpul, sahabat dan kerabat datang, semua bergembira dan turut mendoakan agar kehidupan rumah tanggamu kelak selalu bahagia dan langgeng hingga maut memisahkan.

Namun, di balik hiruk pikuk acara pernikahan tersebut, ada satu orang yang diam-diam sebenarnya menyimpan banyak sekali perasaan yang sulit untuk digambarkan. Dialah sang ayah. Perjuangannya sejak kecil membesarkanmu, mendidikmu, memberikan seluruh kemampuannya agar terus bisa memberikan kehidupan yang layak hingga dirimu bisa sampai di titik yang sekarang, kemudian tiba-tiba harus ‘melepaskan’ anak perempuannya ke pelukan orang lain.

Tentu saja beliau bangga dan senang bukan main bahwa puteri kecilnya kini sudah dewasa dan siap menyambut tantangan kehidupan yang baru. Namun, tahukah kamu bahwa sang ayah sebenarnya merasakan beberapa hal berikut;

1. Apakah laki-laki itu adalah orang yang tepat?

img: http://thebridedept.com

‘Menyerakahkan’ anak perempuannya pada laki-laki yang baru saja dikenalnya bukanlah sebuah perkara mudah. Bayangkan jika kamu harus menyerahkan sebongkah perhiasan koleksimu pada orang yang belum lama dikenal secara ‘cuma-cuma’. Namun, karena cinta ayah begitu besar, melihat matamu sangat berbinar saat menceritakan calon suamimu itu, serta keyakinan sang ayah atas ibadah yang dijalankan bernama pernikahan, maka restunya diberikan. Tentu saja, ini semua dilakukan dengan banyaknya pertimbangan dan doa yang tak hentinya diucapkan agar laki-laki yang datang untuk melamarmu tersebut benar-benar pilihan tepat.

2. Apa anakku akan baik-baik saja?

im: http://thebridedept.comg

Sebagai pelaku sebuah biduk rumah tangga, ayah pasti sangat tahu bahwa menjalani peran suami istri bukanlah sebuah hal yang bisa dibilang mudah. Kadang akan ada badai, atau hanya kerikil kecil yang mesti dilewati. Sebagai seorang ayah, beliau juga khawatir mengenai hal ini. Apakah anak perempuannya bisa menjadi istri yang baik, apakah rumah tangganya kelak akan baik-baik saja, apakah kamu dan suami akan bisa memecahkan masalah-masalah yang datang sewaktu-waktu?

3. Waktu berlalu begitu cepat

img: https://hype.idntimes.com

Pikiran ayah tentu saja akan melanglang buana kembali ke beberapa puluh tahun yang lalu saat kali pertama mendengar tangisanmu sesaat setelah dilahirkan, waktu-waktu pertama kamu bisa berjalan, mengantarmu ke sekolah di hari pertama, hingga kemudian diwisuda jadi sarjana. Ah, betapa waktu terasa berlalu begitu cepat. Rasanya seperti baru kemarin saja, tapi kini kamu sudah mantap melenggang ke pelaminan

4. Apakah anakku masih akan punya banyak waktu untukku?

img: http://tekno.kompas.com

Ayah diam-diam juga mengkhawatirkan tentang waktu. Kamu jelas akan jadi lebih sibuk dengan tugas dan kewajiban baru sebagai istri. Tak bisa dielak bahwa baktimu juga akan berpindah tangan pada suami. Namun, kamu perlu tahu bahwa orangtua selalu takut akan waktu yang kemudian jadi terrenggut. Untuk yang satu ini, komunikasi menjadi sangat penting. Meski raga mungkin akan semakin sulit bersua, tak ada salahnya untuk terus bertegur sapa setiap harinya lewat telepon atau pesan singkat.

5. Doanya tak pernah putus, pun harapannya yang selalu dijunjung tinggi

img: http://thebridedept.com

Meski hatinya berkecamuk dengan rasa sedih dan bahagia, doa ayah tak pernah putus agar rumah tanggamu kelak selalu diberkahi, dimudahkan jika ada kesulitan, dilapangkan jika sedang merasa sempit, serta dibukakan banyak pintu rezeki.

Ayah memang sosok paling tangguh dalam keluarga, cintanya kuat, bahkan mungkin sikapnya sesekali keras. Namun kasih sayang sayangnya pun besar. Maka, tak heran jika sebenarnya beliaulah yang paling haru ‘melepasmu’ saat sedang menjabat tangan laki-laki yang akan jadi suamimu di hari ijab kabul kelak.

 

Komentar

Inspirasi

Inspirasi Resepsi Pernikahan Dengan Budget Pas-pasan, Sederhana Tapi Bermakna

Published

on

By

Sebenarnya menikah biaya menikah itu murah. Kalaupun ada yang membuatnya terlihat mahal, itu adalah biaya “pamer”nya. Ya, pada intinya menikah itu harus ada kedua mempelai, saksi, mas kawin, akad, dan dilengkapi dengan restu kedua orang tua. Hanya saja karena itu diharapkan menjadi momen sekali seumur hidup, sebagian besar orang menjadikannya sebagai ritual yang harus terlihat mewah dan berkualitas.

Tak jarang sampai ada yang harus berhutang sana-sini demi melangsungkan pesta resepsi pernikahan yang meriah. Pasti terkenang sih, tapi bagaimana dengan mereka yang hanya punya budget pas-pasan tapi ingin resepsi pernikahan yang berkesan?

Tenang….kami ada solusinya. Berikut akan kami berikan beberapa tips untuk kamu yang ingin melangsungkan resepsi pernikahan yang berkesan meskipun hanya dibekali dengan budget pas-pasan.

  1. Untuk menghemat biaya sewa gedung, kamu bisa mengakalinya dengan menggunakan halaman depan rumahmu. 

images: https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/

2. Seandainya rumah kamu tak memiliki halaman depan yang mencukupi, maka mau tak mau harus menyewa gedung. Tak perlu gedung yang bagus atau besar, sebab biaya sewanya bisa mahal. Kamu bisa sewa aula atau kantor desa untuk menghemat biaya.

images: http://www.bangfebrianmiandy.com/

3. Biaya membengkak karena banyaknya tamu undangan. Kamu bisa merubah konsep acara dengan tema private party. Khusus pihak keluarga dan teman terdekat saja yang diundang ke acara resepsi.

images: http://melanieduerkopp.com/

4. Manfaatkan keahlian teman-teman kamu sebagai pengisi acara.

images: https://media.karousell.com/

5. Selain sebagai pengisi acara, kamu juga bisa meminta tolong teman-temanmu yang mahir di dunia fotografi ataupun vidografi untuk mengabadikan momen. “Harga teman” pasti akan sangat membantu.

images: https://www.plazakamera.com/

6. Hindari masak sendiri untuk resepsi karena harga bahan makanan yang fluktuatif. Akan lebih baik jika kamu menggunakan jasa katering. Tapi harus selektif juga yaa, yang hemat biayanya.

images: https://www.aertsonhotel.com/

Itulah beberapa tips sederhana untuk menghemat budget resepsi pernikahan. Perkara acara resepsi kamu menjadi rasanan tetangga karena ora umum, itu bukan urusan kami yaa…..

Komentar
Continue Reading

Hits Banget

Keren! Ini Dia Isi Pidato Nadiem Makarim di Peringatan Hari Guru 2019

Published

on

Menjelang peringatan Hari Guru tanggal 25 November 2019 mendatang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyinggung berbagai isu tentang masalah guru di Indonesia. Mulai dari banyaknya aturan, beban administrasi, hingga berbelitnya birokrasi. Hal tersebut disampaikan dalam teks pidato yang diunggah dalam situs resmi mendikbud.

img: voa-islam.com

Berikut selengkapnya

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2019

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu,
Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,

Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke,

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

Besok, di mana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda.

– Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
– Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas
– Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
– Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
– Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru,
#merdekabelajar #gurupenggerak

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Santi Santi Santi Om,
Namo Buddhaya,
Rahayu.

Jakarta, 25 November 2019
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nadiem Anwar Makarim

Isi pidato di atas sontak menuai pujian dari para warganet karena telah mewakili sebagian besar perasaan guru di Indonesia yang terbelenggu begitu banyak aturan. Semoga Nadiem Makarim dapat membawa perubahan yang semakin baik bagi pendidikan Indonesia.

Komentar
Continue Reading

Inspirasi

Keluar dari Zona Nyaman, Ayu Kartika Dewi Kini Menjadi Stafsus Jokowi

Published

on

Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah menunjuk 7 staf khusus anak muda pada Kamis (21/11/2019). Berikut ini 7 staf khusus baru Jokowi dari kalangan milenial yang diperkenalkan:

1. Adamas Belva Syah Devara (29) – Founder dan CEO Ruang Guru
2. Putri Indahsari Tanjung (23) – Founder dan CEO Creativepreneur
3. Andi Taufan Garuda Putra (32) – Founder dan CEO Amartha
4. Ayu Kartika Dewi (36) – Pendiri Gerakan SabangMerauke
5. Gracia Billy Mambrasar (31) – Pendiri Yayasan Kitong Bisa, Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia
6. Angkie Yudistia (32) – Pendiri Thisable Enterprise
7. Aminuddin Maruf (33) – Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)

Diantara 3 milenial wanita yang ada diatas, salah satunya adalah Ayu Kartika Dewi, seorang pegiat toleransi berprestasi. Pengalaman dan prestasi Ayu yang cukup banyak membuat Presiden Jokowi yakin akan kemampuan wanita 36 tahun ini untuk menjadi staf khusus Presiden.

Ayu merupakan lulusan berprestasi Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (UNAIR). Bahkan tugas akhir skripsinya terpilih untuk mendapatkan Student Grant dari Asian Development Bank. Setelah lulus kuliah, Ayu memutuskan bekerja di P&G di Singapura sebagai Consumer Insights Manager dari 2007 hingga 2010. Namun ditengah karir yang meroket di dunia korporat, Ayu justru keluar dari zona nyaman.

img; sabangmerauke.id

Jika kamu tahu Gerakan Indonesia Mengajar yang diprakarsai Anies Baswedan, maka Ayu adalah salah satu angkatan pertama dan saat itu dia ditugaskan mengajar di SD di Maluku Utara. Berawal dari kegiatan sosial tersebut, pada 2013 Ayu mendirikan gerakan SabangMerauke, yaitu sebuah program pertukaran pelajar antar-daerah di Indonesia untuk menanamkan nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan.

Tak cukup sampai disitu, atas segudang hal yang dilakukan untuk anak-anak di Indonesia, Ayu mendapatkan beasiswa Keller Scholarship dan Fulbright Scholarship untuk melanjutkan kuliah di Duke University – Fuqua School of Business, Amerika Serikat. Ia lulus dengan gelar MBA dan sempat bekerja sebagai konsultan di McKinsey selama tiga bulan pada 2014.

Pada tahun 2015 Ayu pun dipercaya sebagai Staf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan kini wanita berhijab ini dipercaya Jokowi menjadi salah satu stafsus dalam bidang sosial.

Itulah sederet pengalaman dan prestasi Ayu Kartika Dewi, staf khusus Presiden dari kalangan milenial. Kalau Ayu bisa, mengapa kamu tidak ?

Komentar
Continue Reading

Trending