Inspirasi, Kisah Nyata

6 Cara Menjadi Kaya Sebelum Usia 25

Menjadi kaya raya adalah cita-cita sebagian besar umat manusia. Kaya disini maksudnya adalah kaya harta sebab terlalu absurd rasanya kalau kita membahas tentang kaya hati. Rasa-rasanya ilmu yang saya dapatkan masih terlalu dangkal untuk membahas tentang apa itu kaya hati. Mungkin ada saatnya nanti setelah saya cukup umur dan cukup bijaksana barulah akan saya bahas tentang kaya hati tersebut. Tetapi kali ini yang akan saya bahas adalah tentang kaya harta, iya harta benda duniawi yang biasa kalian sebut fana itu.

Orang mungkin berbeda pandangan ketika menentukan kadar kesuksesan seseorang. Ada yang bilang sukses itu kalau sudah punya mobil. Tapi ada juga yang bilang sukses  itu ketika sudah mampu membeli motor dengan uang sendiri meskipun bayarnya nyicil. Tapi bisa dipastikan semua orang akan kompak dalam mendefinisikan pengertian dari kaya.

Orang secara otomatis akan bilang kalau kamu itu kaya ketika kamu punya mobil mewah, rumah mewah, banyak tanah, punya banyak usaha, sampai punya banyak pendamping hidup. Tidak peduli darimana asal uangnya, disaat kamu bisa nongkrong dengan membawa mobil BMW keluaran terbaru sambil menenteng i phone X maka kamu akan dicap sebagai orang kaya. Apalagi ketika kamu mendapatkan semua kekayaan itu sebelum memasuki usia 25 jelas akan memberikan nilai plus tersendiri dalam hidupmu.

Ada banyak cara untuk mengejar kekayaan. Mulai dari yang sah dan legal sampai yang dilarang agama serta ilegal. Berikut ini akan kami berikan beberapa cara agar cepat menjadi kaya sebelum usia 25. Tapi satu hal yang harus kamu ingat, karena situs ini anti spaneng maka tulisan dibawah ini juga jangan ditanggapi dengan spaneng. Rileks saja dan nikmati alur ceritanya.

  1. Terlahir di keluarga kaya
terlahir kaya via http://www.babyprepping.com

Ketika kamu terlahir dari keluarga kaya, maka secara otomatis cap sebagai orang terlanjur kaya akan langsung melekat dalam diri kamu. Misalnya saja kamu ini anak dari Aburizal Bakrie, tentu saja begitu kamu menangis untuk pertama kalinya di dunia kamu akan langsung jadi orang kaya. Kamu tidak perlu lagi bingung mencari sekolah yang bagus kemudian mencari pekerjaan yang layak, sebab itu semua sudah ada yang mengatur.

Lagian kalau kamu ingin santai-santai saja juga tidak salah kok, orang sebelum usia 25 kamu sudah memiliki segalanya yang menjadi standarisasi penyebutan kaya. Lantas kalau kamu bukan anak Aburizal Bakrie bagaimana? Ya sudah kalem aja, itu sudah takdir kamu dan Tuhan pasti tau apa yang terbaik untuk kamu.

  1. Berteman dengan orang kaya
deretan orang terkaya via yahoo.com

Kalau kamu ingin wangi maka bergaulah dengan penjual minyak wangi. Rasanya peribahasa itu pas dan cocok untuk kamu yang biasa saja tapi ingin cepat menjadi kaya. Untuk menjadi kaya dengan cepat,  hal sederhana yang perlu kamu lakkan hanyalah berteman denga orang kaya. Lha kok bisa? Ya bisa, saat kamu berteman baik dengan mereka dan bisa mengambil hatinya, maka kekayaan yang mereka punya bisa turut kamu nikmati.

Kamu dengan mudah akan bisa meminjam mobilnya, gadget, bahkan uangnya. Dengan semua hal yang kamu pinjam dari dia, itu sudah bisa membuat kamu kelihatan kaya. Meskipun hanya bohong-bohongan setidaknya kamu akan merasakan bagaimana rasanya menjadi anak muda yang kaya raya.

  1. Berpacaran dengan orang kaya
bisa ikut terlihat kaya via http://www.amebovillage.com

Selain berteman kamu juga bisa berpacaran dengan orang kaya. Memacari orang kaya kemudian ikut menikmati kekayaan yang dimilikinya sudah bisa membuatmu berasa jadi orang kaya. Selayaknya orang jatuh cinta pasti apapun akan dilakukan untuk kekasih tercintanya. Jangankan harta benda, harga diri pun terkadang sampai diberikan.

Sudah banyak contoh di sinetron-sinetron ataupun FTV tentang cara itu. Jadi tidak perlu lagi saya ulas panjang dan lebar disini. Tapi kalau dalam aksimu itu ada unsur penipuan, maka siap-siap saja untuk berurusan dengan pihak kepolisian. Pokoknya lakukan semua itu atas dasar suka sama suka sukarela. Kamu suka dengan kekayaannya dan dia rela memberikannya.

  1. Cari mertua kaya
mertua kaya bebas ngapain aja via http://www.motherjones.com

Seperti halnya berpacaran dengan orang kaya, mencari mertua kaya pun bukan suatu tindakan pelanggaran hukum. Dengan catatan itu tadi, tidak ada unsur penipuan dan tidak ada yang dirugikan. Memiliki mertua kaya berarti sedikit banyak kamu akan kecipratan kekayaannya. Apalagi kalau kamu menjadi menantu tunggal, dan mertuamu itu sudah tua serta sakit-sakitan, maka sudah hampir pasti warisan akan jatuh ke tanganmu.

Kamu tidak perlu takut dengan film-film yang mengisahkan kalau harta warisan si orang kaya seluruhnya akan disumbangkan ke panti asuhan, sebab peluang terjadinya hal seperti itu hanya 1:1000. Kamu tinggal duduk manis, pakai sarung, baca koran sambil dengerin burung berkicau. Lalu satu per satu anak buahmu datang sambil membawa setoran.

  1. Mencari pesugihan
sesajen via http://uun-halimah.blogspot.co.id

Mohon maaf cara ini sangat tidak direkomendasikan. Selain dilarang agama, cara ini juga terlalu kuno untuk jaman yang serba digital ini. Masak iya ketika orang memberikan gratifikasi berupa lembaran dolar, mobil mewah ataupun rumah besar kamu mau memberikan hal serupa dalam bentuk satu gelas kopi hitam, uang recehan, satu batang rokok kretek, nasi putih sama jajan pasar?

  1. Korupsi
jadi tahanan KPK via http://berdemokrasi.com

Kalau cara ke 5 sudah tidak direkomendasikan, maka cara ke enam ini DILARANG. Selain merugikan diri sendiri (kalau ketangkep) cara ini juga merugikan orang lain. Lagian harta yang diperoleh dari cara yang tidak benar dan melanggar hukum itu tidak akan barokah.

Tapi kalau kamu merasa itu cara tercepat untuk kaya dan harus kamu lakukan, ya monggo saja. Asal jangan malu saja kalau muncul di headline news dengan judul “KPK tangkap pemuda 24 tahun yang mengelapkan dana desa 1,2 M”. Bukan hanya dirasani dan dibenci tetangga, tapi kamu akan jadi bahan pergunjingan netizen seluruh Indonesia. Masak pemuda harapan bangsa korupsi, mau jadi apa negara ini nanti. Tahu kan kejamnya netizen negeri ini?

 

Comments

comments