Connect with us

Inspirasi

Tips Menghadapi Malam Pertama Bagi Pemula

Published

on

Bagi sebagian orang, malam pertama adalah kiasan yang sakral setelah hingar bingar resepsi pernikahan. Suatu malam yang akan mengubah status seorang laki-laki dan perempuan yang baru saja menjalin ikatan suci.

Teruntuk mereka yang pernah menikah, lalu gagal, dan kemudian menikah lagi, bisa jadi malam pertama dengan istri/suami barunya tidak lagi menegangkan. Mau menegangkan gimana kalau pernah merasakan sensasi itu bersama pasangan sebelumnya.

Oleh karena itu, kami secara khusus ingin memberikan tips menghadapi malam pertama bagi pemula ini untuk kamu yang belum pernah mengalaminya. Perlu dipahami disini bahwa kamu sudah harus memiliki pasangan sah secara hukum dan agama. Sebab kalau melakukannya dengan pasangan yang tidak sah, maka itu artinya adalah zina!

Astagfirullahhaladzim……

Yang pertama kamu perhatikan adalah kondisi tubuhmu sendiri. Menggelar resepsi pernikahan selama sehari penuh pasti akan sangat menguras tenaga. Semisal kamu merasa sangat lelah, ada baiknya menunda dulu prosesi malam pertama itu. Kalau dipaksakan hasilnya tentu tak akan maksimal.

Boro-boro mau “nembus benteng”, baru dipegang dikit aja bisa lembek lagi. Eh iya, jangan-jangan saking lelahnya, mau berdiri aja susah. Tak perlu kami jelaskan lebih jauh kan apanya yang “berdiri”?

Selanjutnya adalah kondisi lingkungan tempat tinggalmu. Dalam sebuah pesta hajatan, pasti banyak saudara ataupun kerabat jauh yang masih menginap di rumahmu pasca resepsi. Seandainya kamu diberi kamar yang terpisah jauh dari kamar tamu ataupun tempat mereka tidur, tak masalah kalau kamu segera menggelar “hajatan khusus” itu.

Tapi kalau kamarmu bersebelahan dengan tempat istirahat mereka, udah gitu hanya dibatasi bilik bambu, maka sebaiknya kalian tinggal tidur saja. Soalnya sebagian besar keluarga kamu yang berusia dewasa pasti banyak yang sengaja tidak tidur cepat demi menggoda kamu yang baru menikah. Jika mereka masih pada kumpul-kumpul, dan kamu memaksakan diri untuk “ngamar”, siap-siap saja kamu jadi bahan rerasan mereka yang sambil ngopi dan main remi.

Tips ketiga dalam menghadapi malam pertama adalah jangan sekali-kali membuat suasana gaduh di dalam kamar sebelum melaksanakan “tradisi”. Gaduh disini dalam artian membuat suara yang memancing rasa penasaran dari orang lain.

Misalnya saja kalian mendapatkan kado sepatu dari temanmu. Pas mau mencoba ternyata sepatu itu agak kecil ukurannya sehingga susah masuknya. Kamu jangan bilang dengan suara keras, “aduh mas gimana nih kok susah masuknya?”. Kalau sampai terdengar dari luar kan kurang etis.

Setelah memperhatikan situasi serta kondisi, apabila benar-benar siap maka berarti kamu dinyatakan sudah ready untuk mengakhiri status perjaka/perawan. Langkah selanjutnya sepertinya tak perlu dijelaskan lebih rinci disini karena ini hitsbanget.com, situs anti spaneng, bukan situs cerita dewasa ataupun cerita panas yang mungkin kamu baca jelang tidur itu.

Oh iya, demi kelancaran acara, jangan lupa juga buat berdoa. Niscaya kamu akan memperoleh hasil yang membahagiakan. Jangan grogi, ikuti saja alunan suasana yang tercipta ketika kamu dan dia duduk di satu ranjang yang sama. Percaya pada prinsip alon-alon waton kelakon. Jangan grusa-grusu karena itu hanya akan membuat semua yang indah-indah akan terlewat begitu saja.

Sebelum mengakhiri tulisan ini, akan lebih baik lagi kalau sebelum menikah nanti kamu bertanya kepada teman dekatmu yang sudah menikah. Terkesan agak saru sih, tapi itu lebih baik daripada kamu bingung mesti ngapain karena saking polosnya. Selamat mencoba yaa…

 

 

Komentar

Inspirasi

Inspirasi Resepsi Pernikahan Dengan Budget Pas-pasan, Sederhana Tapi Bermakna

Published

on

By

Sebenarnya menikah biaya menikah itu murah. Kalaupun ada yang membuatnya terlihat mahal, itu adalah biaya “pamer”nya. Ya, pada intinya menikah itu harus ada kedua mempelai, saksi, mas kawin, akad, dan dilengkapi dengan restu kedua orang tua. Hanya saja karena itu diharapkan menjadi momen sekali seumur hidup, sebagian besar orang menjadikannya sebagai ritual yang harus terlihat mewah dan berkualitas.

Tak jarang sampai ada yang harus berhutang sana-sini demi melangsungkan pesta resepsi pernikahan yang meriah. Pasti terkenang sih, tapi bagaimana dengan mereka yang hanya punya budget pas-pasan tapi ingin resepsi pernikahan yang berkesan?

Tenang….kami ada solusinya. Berikut akan kami berikan beberapa tips untuk kamu yang ingin melangsungkan resepsi pernikahan yang berkesan meskipun hanya dibekali dengan budget pas-pasan.

  1. Untuk menghemat biaya sewa gedung, kamu bisa mengakalinya dengan menggunakan halaman depan rumahmu. 

images: https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/

2. Seandainya rumah kamu tak memiliki halaman depan yang mencukupi, maka mau tak mau harus menyewa gedung. Tak perlu gedung yang bagus atau besar, sebab biaya sewanya bisa mahal. Kamu bisa sewa aula atau kantor desa untuk menghemat biaya.

images: http://www.bangfebrianmiandy.com/

3. Biaya membengkak karena banyaknya tamu undangan. Kamu bisa merubah konsep acara dengan tema private party. Khusus pihak keluarga dan teman terdekat saja yang diundang ke acara resepsi.

images: http://melanieduerkopp.com/

4. Manfaatkan keahlian teman-teman kamu sebagai pengisi acara.

images: https://media.karousell.com/

5. Selain sebagai pengisi acara, kamu juga bisa meminta tolong teman-temanmu yang mahir di dunia fotografi ataupun vidografi untuk mengabadikan momen. “Harga teman” pasti akan sangat membantu.

images: https://www.plazakamera.com/

6. Hindari masak sendiri untuk resepsi karena harga bahan makanan yang fluktuatif. Akan lebih baik jika kamu menggunakan jasa katering. Tapi harus selektif juga yaa, yang hemat biayanya.

images: https://www.aertsonhotel.com/

Itulah beberapa tips sederhana untuk menghemat budget resepsi pernikahan. Perkara acara resepsi kamu menjadi rasanan tetangga karena ora umum, itu bukan urusan kami yaa…..

Komentar
Continue Reading

Hits Banget

Keren! Ini Dia Isi Pidato Nadiem Makarim di Peringatan Hari Guru 2019

Published

on

Menjelang peringatan Hari Guru tanggal 25 November 2019 mendatang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyinggung berbagai isu tentang masalah guru di Indonesia. Mulai dari banyaknya aturan, beban administrasi, hingga berbelitnya birokrasi. Hal tersebut disampaikan dalam teks pidato yang diunggah dalam situs resmi mendikbud.

img: voa-islam.com

Berikut selengkapnya

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2019

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu,
Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,

Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke,

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

Besok, di mana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda.

– Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
– Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas
– Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
– Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
– Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru,
#merdekabelajar #gurupenggerak

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Santi Santi Santi Om,
Namo Buddhaya,
Rahayu.

Jakarta, 25 November 2019
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nadiem Anwar Makarim

Isi pidato di atas sontak menuai pujian dari para warganet karena telah mewakili sebagian besar perasaan guru di Indonesia yang terbelenggu begitu banyak aturan. Semoga Nadiem Makarim dapat membawa perubahan yang semakin baik bagi pendidikan Indonesia.

Komentar
Continue Reading

Inspirasi

Keluar dari Zona Nyaman, Ayu Kartika Dewi Kini Menjadi Stafsus Jokowi

Published

on

Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah menunjuk 7 staf khusus anak muda pada Kamis (21/11/2019). Berikut ini 7 staf khusus baru Jokowi dari kalangan milenial yang diperkenalkan:

1. Adamas Belva Syah Devara (29) – Founder dan CEO Ruang Guru
2. Putri Indahsari Tanjung (23) – Founder dan CEO Creativepreneur
3. Andi Taufan Garuda Putra (32) – Founder dan CEO Amartha
4. Ayu Kartika Dewi (36) – Pendiri Gerakan SabangMerauke
5. Gracia Billy Mambrasar (31) – Pendiri Yayasan Kitong Bisa, Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia
6. Angkie Yudistia (32) – Pendiri Thisable Enterprise
7. Aminuddin Maruf (33) – Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)

Diantara 3 milenial wanita yang ada diatas, salah satunya adalah Ayu Kartika Dewi, seorang pegiat toleransi berprestasi. Pengalaman dan prestasi Ayu yang cukup banyak membuat Presiden Jokowi yakin akan kemampuan wanita 36 tahun ini untuk menjadi staf khusus Presiden.

Ayu merupakan lulusan berprestasi Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (UNAIR). Bahkan tugas akhir skripsinya terpilih untuk mendapatkan Student Grant dari Asian Development Bank. Setelah lulus kuliah, Ayu memutuskan bekerja di P&G di Singapura sebagai Consumer Insights Manager dari 2007 hingga 2010. Namun ditengah karir yang meroket di dunia korporat, Ayu justru keluar dari zona nyaman.

img; sabangmerauke.id

Jika kamu tahu Gerakan Indonesia Mengajar yang diprakarsai Anies Baswedan, maka Ayu adalah salah satu angkatan pertama dan saat itu dia ditugaskan mengajar di SD di Maluku Utara. Berawal dari kegiatan sosial tersebut, pada 2013 Ayu mendirikan gerakan SabangMerauke, yaitu sebuah program pertukaran pelajar antar-daerah di Indonesia untuk menanamkan nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan.

Tak cukup sampai disitu, atas segudang hal yang dilakukan untuk anak-anak di Indonesia, Ayu mendapatkan beasiswa Keller Scholarship dan Fulbright Scholarship untuk melanjutkan kuliah di Duke University – Fuqua School of Business, Amerika Serikat. Ia lulus dengan gelar MBA dan sempat bekerja sebagai konsultan di McKinsey selama tiga bulan pada 2014.

Pada tahun 2015 Ayu pun dipercaya sebagai Staf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan kini wanita berhijab ini dipercaya Jokowi menjadi salah satu stafsus dalam bidang sosial.

Itulah sederet pengalaman dan prestasi Ayu Kartika Dewi, staf khusus Presiden dari kalangan milenial. Kalau Ayu bisa, mengapa kamu tidak ?

Komentar
Continue Reading

Trending