Inspirasi, Motivasi

Wahai Perempuan yang Terlambat Menikah, Bersabarlah! Karena Tuhan Akan Mengirimkan Jodohmu di Saat yang Tepat

Urusan jodoh, rejeki, serta umur adalah ketetapan dari Tuhan. Kita sebagai manusia hanya bisa terus berusaha untuk mengejarnya. Perkara hasil itu bukanlah urusan kita. Usahakan saja yang terbaik, sebab niat yang baik disertai dengan usaha yang baik pula kemungkinan besar akan mendatangkan hasil yang baik.

Idealnya mungkin seperti itu. Hanya saja kita sekarang hidup di dunia yang jauh dari kata ideal. Ada yang bekerja mati-matian dari pagi sampai malam tapi penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari saja. Ada yang berusaha menjaga kesehatan dengan baik, sering berolahraga, membuat pola hidup sehat dan higienis tapi pada akhirnya terkena penyakit kronis juga.

Sebaliknya ada yang gaya hidupnya jorok dan serba asal-asalan, tapi anehnya dia sehat-sehat saja. Ada juga yang bekerja santai di rumah sambil bercanda dengan keluarga, tapi penghasilannya jauh melebihi mereka yang banting tulang sehari semalam.

Begitu juga untuk urusan jodoh. Perkara jodoh memang menjadi rahasia dari-Nya yang bisa membuat kita gundah gulana. Sehebat apapun prestasi ataupun karir, rasanya tetap ada yang kurang kalau masih single.

Laki-laki melajang sampai usia kepala tiga itu hal biasa. Tapi kalau perempuan, itu akan menjadi bahan yang selalu layak untuk dicibir dan diperbincangkan.

images: http://damesthatknow.com

Terutama untuk kaum perempuan. Entah darimana bisa muncul anggapan bahwa perempuan yang belum menikah di usia 25 adalah orang yang tidak laku. Cap jelek mulai dari tidak bisa dandan, tidak menarik kaum laki-laki sampai tidak memiliki keunggulan akan terus menghantui mereka. Sedangkan kalau mereka berparas menawan dan berkarir bagus, pasti dianggap terlalu jual mahal. Biasanya anggapan jual mahal seperti itu akan diakhiri dengan ucapan menakut-nakuti “Jangan pilih-pilih, nanti jadi perawan tua lho.”

Terkadang yang semakin menambah beban bukan hanya dari lingkungan sekitar saja, tapi justru dari keluarga sendiri. Hal yang lumrah kalau orang tua di negara kita tercinta ini menjadi galau ketika anak gadisnya belum juga menemukan pendamping hidup di usia 25. Di saat masa krisis seperti itu, saudara-saudara yang lain bukannya memotivasi tapi malah ikut-ikutan membandingkan dengan saudara perempuanmu yang sudah menikah duluan dan kebetulan bahagia dengan hidupnya.

Belum lagi saat mengikuti acara reunian ataupun acara keluarga. Dibandingkan laki-laki, beban seorang perempuan di usia seperti itu jauh lebih berat ketika mendapat pertanyaan “kapan nikah“. Mungkin itu selevel dengan pertanyaan “kerja dimana?” untuk kaum laki-laki”. Kalau sudah ada jodoh sih mending, tapi kalau masih single? Ah sudahlah tak perlu dibahas lagi rasa sakit itu.

Dan yang lebih bikin dongkol, mereka yang lebih dulu menikah mendadak menjadi sok bijak bicara ini itu soal kehidupan berumah tangga seakan-akan sudah menikah puluhan tahun. Iya sih kalian sudah mulai mencicipi asam garam pernikahan, tapi ingat, kalian baru sekedar mencicipi belum merasakan yang lebih dalam! Mungkin kalimat itu bisa muncul di status facebook ataupun twitter kamu pasca mengikuti acara reunian.

Dear perempuan, kalian tak perlu meladeni cibiran dan gunjingan mereka. Bersabar dan terus berusahalah! Tuhan akan membalasnya dengan kebaikan yang tak terduga.

images: patheos.com

Tidak ada satu orang pun yang mampu meramal rahasia dari Tuhan. Terlambat menikah bisa jadi bukan keinginanmu sepenuhnya. Siapa yang tidak ingin punya karir bagus, segera menikah, punya suami dengan gaji besar, anak yang lucu-lucu dan keluarga samawa? Pasti semua perempuan menginginkannya karena hal itu adalah kehidupan yang ideal untuk seorang perempuan.

Hanya saja banyak faktor yang membuat perempuan menjadi terlambat menikah. Tidak melulu soal belum adanya pasangan, tapi bisa jadi karena keadaan keluarga, tuntutan pekerjaan, sampai dengan persetujuan orang tua.

Kamu tak perlu merisaukan hal itu. Percaya saja kalau jodoh itu tak akan tertukar walaupun pernah tertikung. Kalau tak kunjung menemukan jodoh dan menikah, mungkin rejekimu saat ini bukan itu, tapi dalam bentuk lain. Misalnya saja dalam hal karir. Teman-temanmu yang lebih dulu menikah bisa saja harus meninggalkan karirnya untuk mengikuti suami dan merawat anak. Kamu juga bisa fokus untuk terus membahagiakan orang tua yang selama ini membesarkanmu dengan susah payah.

Jangan terlalu khawatir dengan anggapan bahwa materi bukan segalanya untuk orang tua. Seandainya saat ini kamu belum bisa memberikan cucu untuk mereka, maka memberikan kebahagiaan secara materi adalah hal yang cukup adil untuk kamu dan mereka. Tetap positive thinking dan yang terakhir, jangan lelah untuk berdoa kepada-Nya.

Comments

comments