Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Inspirasi

Wahai Perempuan yang Terlambat Menikah, Bersabarlah! Karena Tuhan Akan Mengirimkan Jodohmu di Saat yang Tepat

Published

on

Urusan jodoh, rejeki, serta umur adalah ketetapan dari Tuhan. Kita sebagai manusia hanya bisa terus berusaha untuk mengejarnya. Perkara hasil itu bukanlah urusan kita. Usahakan saja yang terbaik, sebab niat yang baik disertai dengan usaha yang baik pula kemungkinan besar akan mendatangkan hasil yang baik.

Idealnya mungkin seperti itu. Hanya saja kita sekarang hidup di dunia yang jauh dari kata ideal. Ada yang bekerja mati-matian dari pagi sampai malam tapi penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari saja. Ada yang berusaha menjaga kesehatan dengan baik, sering berolahraga, membuat pola hidup sehat dan higienis tapi pada akhirnya terkena penyakit kronis juga.

Sebaliknya ada yang gaya hidupnya jorok dan serba asal-asalan, tapi anehnya dia sehat-sehat saja. Ada juga yang bekerja santai di rumah sambil bercanda dengan keluarga, tapi penghasilannya jauh melebihi mereka yang banting tulang sehari semalam.

Begitu juga untuk urusan jodoh. Perkara jodoh memang menjadi rahasia dari-Nya yang bisa membuat kita gundah gulana. Sehebat apapun prestasi ataupun karir, rasanya tetap ada yang kurang kalau masih single.

Laki-laki melajang sampai usia kepala tiga itu hal biasa. Tapi kalau perempuan, itu akan menjadi bahan yang selalu layak untuk dicibir dan diperbincangkan.

images: http://damesthatknow.com

Terutama untuk kaum perempuan. Entah darimana bisa muncul anggapan bahwa perempuan yang belum menikah di usia 25 adalah orang yang tidak laku. Cap jelek mulai dari tidak bisa dandan, tidak menarik kaum laki-laki sampai tidak memiliki keunggulan akan terus menghantui mereka. Sedangkan kalau mereka berparas menawan dan berkarir bagus, pasti dianggap terlalu jual mahal. Biasanya anggapan jual mahal seperti itu akan diakhiri dengan ucapan menakut-nakuti “Jangan pilih-pilih, nanti jadi perawan tua lho.”

Terkadang yang semakin menambah beban bukan hanya dari lingkungan sekitar saja, tapi justru dari keluarga sendiri. Hal yang lumrah kalau orang tua di negara kita tercinta ini menjadi galau ketika anak gadisnya belum juga menemukan pendamping hidup di usia 25. Di saat masa krisis seperti itu, saudara-saudara yang lain bukannya memotivasi tapi malah ikut-ikutan membandingkan dengan saudara perempuanmu yang sudah menikah duluan dan kebetulan bahagia dengan hidupnya.

Belum lagi saat mengikuti acara reunian ataupun acara keluarga. Dibandingkan laki-laki, beban seorang perempuan di usia seperti itu jauh lebih berat ketika mendapat pertanyaan “kapan nikah“. Mungkin itu selevel dengan pertanyaan “kerja dimana?” untuk kaum laki-laki”. Kalau sudah ada jodoh sih mending, tapi kalau masih single? Ah sudahlah tak perlu dibahas lagi rasa sakit itu.

Dan yang lebih bikin dongkol, mereka yang lebih dulu menikah mendadak menjadi sok bijak bicara ini itu soal kehidupan berumah tangga seakan-akan sudah menikah puluhan tahun. Iya sih kalian sudah mulai mencicipi asam garam pernikahan, tapi ingat, kalian baru sekedar mencicipi belum merasakan yang lebih dalam! Mungkin kalimat itu bisa muncul di status facebook ataupun twitter kamu pasca mengikuti acara reunian.

Dear perempuan, kalian tak perlu meladeni cibiran dan gunjingan mereka. Bersabar dan terus berusahalah! Tuhan akan membalasnya dengan kebaikan yang tak terduga.

images: patheos.com

Tidak ada satu orang pun yang mampu meramal rahasia dari Tuhan. Terlambat menikah bisa jadi bukan keinginanmu sepenuhnya. Siapa yang tidak ingin punya karir bagus, segera menikah, punya suami dengan gaji besar, anak yang lucu-lucu dan keluarga samawa? Pasti semua perempuan menginginkannya karena hal itu adalah kehidupan yang ideal untuk seorang perempuan.

Hanya saja banyak faktor yang membuat perempuan menjadi terlambat menikah. Tidak melulu soal belum adanya pasangan, tapi bisa jadi karena keadaan keluarga, tuntutan pekerjaan, sampai dengan persetujuan orang tua.

Kamu tak perlu merisaukan hal itu. Percaya saja kalau jodoh itu tak akan tertukar walaupun pernah tertikung. Kalau tak kunjung menemukan jodoh dan menikah, mungkin rejekimu saat ini bukan itu, tapi dalam bentuk lain. Misalnya saja dalam hal karir. Teman-temanmu yang lebih dulu menikah bisa saja harus meninggalkan karirnya untuk mengikuti suami dan merawat anak. Kamu juga bisa fokus untuk terus membahagiakan orang tua yang selama ini membesarkanmu dengan susah payah.

Jangan terlalu khawatir dengan anggapan bahwa materi bukan segalanya untuk orang tua. Seandainya saat ini kamu belum bisa memberikan cucu untuk mereka, maka memberikan kebahagiaan secara materi adalah hal yang cukup adil untuk kamu dan mereka. Tetap positive thinking dan yang terakhir, jangan lelah untuk berdoa kepada-Nya.

Komentar

Inspirasi

Inspirasi Resepsi Pernikahan Dengan Budget Pas-pasan, Sederhana Tapi Bermakna

Published

on

By

Sebenarnya menikah biaya menikah itu murah. Kalaupun ada yang membuatnya terlihat mahal, itu adalah biaya “pamer”nya. Ya, pada intinya menikah itu harus ada kedua mempelai, saksi, mas kawin, akad, dan dilengkapi dengan restu kedua orang tua. Hanya saja karena itu diharapkan menjadi momen sekali seumur hidup, sebagian besar orang menjadikannya sebagai ritual yang harus terlihat mewah dan berkualitas.

Tak jarang sampai ada yang harus berhutang sana-sini demi melangsungkan pesta resepsi pernikahan yang meriah. Pasti terkenang sih, tapi bagaimana dengan mereka yang hanya punya budget pas-pasan tapi ingin resepsi pernikahan yang berkesan?

Tenang….kami ada solusinya. Berikut akan kami berikan beberapa tips untuk kamu yang ingin melangsungkan resepsi pernikahan yang berkesan meskipun hanya dibekali dengan budget pas-pasan.

  1. Untuk menghemat biaya sewa gedung, kamu bisa mengakalinya dengan menggunakan halaman depan rumahmu. 

images: https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/

2. Seandainya rumah kamu tak memiliki halaman depan yang mencukupi, maka mau tak mau harus menyewa gedung. Tak perlu gedung yang bagus atau besar, sebab biaya sewanya bisa mahal. Kamu bisa sewa aula atau kantor desa untuk menghemat biaya.

images: http://www.bangfebrianmiandy.com/

3. Biaya membengkak karena banyaknya tamu undangan. Kamu bisa merubah konsep acara dengan tema private party. Khusus pihak keluarga dan teman terdekat saja yang diundang ke acara resepsi.

images: http://melanieduerkopp.com/

4. Manfaatkan keahlian teman-teman kamu sebagai pengisi acara.

images: https://media.karousell.com/

5. Selain sebagai pengisi acara, kamu juga bisa meminta tolong teman-temanmu yang mahir di dunia fotografi ataupun vidografi untuk mengabadikan momen. “Harga teman” pasti akan sangat membantu.

images: https://www.plazakamera.com/

6. Hindari masak sendiri untuk resepsi karena harga bahan makanan yang fluktuatif. Akan lebih baik jika kamu menggunakan jasa katering. Tapi harus selektif juga yaa, yang hemat biayanya.

images: https://www.aertsonhotel.com/

Itulah beberapa tips sederhana untuk menghemat budget resepsi pernikahan. Perkara acara resepsi kamu menjadi rasanan tetangga karena ora umum, itu bukan urusan kami yaa…..

Komentar
Continue Reading

Hits Banget

Keren! Ini Dia Isi Pidato Nadiem Makarim di Peringatan Hari Guru 2019

Published

on

Menjelang peringatan Hari Guru tanggal 25 November 2019 mendatang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyinggung berbagai isu tentang masalah guru di Indonesia. Mulai dari banyaknya aturan, beban administrasi, hingga berbelitnya birokrasi. Hal tersebut disampaikan dalam teks pidato yang diunggah dalam situs resmi mendikbud.

img: voa-islam.com

Berikut selengkapnya

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2019

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu,
Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,

Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke,

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

Besok, di mana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda.

– Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
– Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas
– Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
– Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
– Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru,
#merdekabelajar #gurupenggerak

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Santi Santi Santi Om,
Namo Buddhaya,
Rahayu.

Jakarta, 25 November 2019
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nadiem Anwar Makarim

Isi pidato di atas sontak menuai pujian dari para warganet karena telah mewakili sebagian besar perasaan guru di Indonesia yang terbelenggu begitu banyak aturan. Semoga Nadiem Makarim dapat membawa perubahan yang semakin baik bagi pendidikan Indonesia.

Komentar
Continue Reading

Inspirasi

Keluar dari Zona Nyaman, Ayu Kartika Dewi Kini Menjadi Stafsus Jokowi

Published

on

Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah menunjuk 7 staf khusus anak muda pada Kamis (21/11/2019). Berikut ini 7 staf khusus baru Jokowi dari kalangan milenial yang diperkenalkan:

1. Adamas Belva Syah Devara (29) – Founder dan CEO Ruang Guru
2. Putri Indahsari Tanjung (23) – Founder dan CEO Creativepreneur
3. Andi Taufan Garuda Putra (32) – Founder dan CEO Amartha
4. Ayu Kartika Dewi (36) – Pendiri Gerakan SabangMerauke
5. Gracia Billy Mambrasar (31) – Pendiri Yayasan Kitong Bisa, Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia
6. Angkie Yudistia (32) – Pendiri Thisable Enterprise
7. Aminuddin Maruf (33) – Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)

Diantara 3 milenial wanita yang ada diatas, salah satunya adalah Ayu Kartika Dewi, seorang pegiat toleransi berprestasi. Pengalaman dan prestasi Ayu yang cukup banyak membuat Presiden Jokowi yakin akan kemampuan wanita 36 tahun ini untuk menjadi staf khusus Presiden.

Ayu merupakan lulusan berprestasi Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (UNAIR). Bahkan tugas akhir skripsinya terpilih untuk mendapatkan Student Grant dari Asian Development Bank. Setelah lulus kuliah, Ayu memutuskan bekerja di P&G di Singapura sebagai Consumer Insights Manager dari 2007 hingga 2010. Namun ditengah karir yang meroket di dunia korporat, Ayu justru keluar dari zona nyaman.

img; sabangmerauke.id

Jika kamu tahu Gerakan Indonesia Mengajar yang diprakarsai Anies Baswedan, maka Ayu adalah salah satu angkatan pertama dan saat itu dia ditugaskan mengajar di SD di Maluku Utara. Berawal dari kegiatan sosial tersebut, pada 2013 Ayu mendirikan gerakan SabangMerauke, yaitu sebuah program pertukaran pelajar antar-daerah di Indonesia untuk menanamkan nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan.

Tak cukup sampai disitu, atas segudang hal yang dilakukan untuk anak-anak di Indonesia, Ayu mendapatkan beasiswa Keller Scholarship dan Fulbright Scholarship untuk melanjutkan kuliah di Duke University – Fuqua School of Business, Amerika Serikat. Ia lulus dengan gelar MBA dan sempat bekerja sebagai konsultan di McKinsey selama tiga bulan pada 2014.

Pada tahun 2015 Ayu pun dipercaya sebagai Staf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan kini wanita berhijab ini dipercaya Jokowi menjadi salah satu stafsus dalam bidang sosial.

Itulah sederet pengalaman dan prestasi Ayu Kartika Dewi, staf khusus Presiden dari kalangan milenial. Kalau Ayu bisa, mengapa kamu tidak ?

Komentar
Continue Reading

Trending