Inspirasi, Wedding

4 Alasan Mengapa Sebaiknya Sebuah Gelaran Pernikahan Tak Perlu Dibuat Mewah

Beberapa hari belakangan ini, muncul sebuah berita mengenai hubungan Herjunot Ali dan Tatjana Saphira yang kabarnya sudah masuk ke jenjang yang lebih serius. Meski belum akan menikah dalam waktu dekat, mereka sudah ada rencana untuk melangkah ke jenjang tersebut. Junot berujar, ia tak ingin menggelar pesta pernikahan yang mewah dengan mengundang banyak orang seperti yang lazim dilakukan di Indonesia.

Baginya, tak begitu masuk akal bahwa mengeluarkan uang ratusan juta bahkan hingga miliaran hanya untuk satu perayaan yang mungkin saja banyak di antara tamu-tamu tersebut yang justru tak semuanya dikenal. Ia ingin mengundang sekitar 40 tamu undangan saja di mana dari kesemuanya itu memiliki arti penting bagi dirinya dan juga Tatjana.

Jika diruntut lebih dalam, sebenarnya sebuah gelaran pesta pernikahan memang tak perlu harus dibuat mewah, meriah, dengan ribuan tamu undangan. 4 alasan ini yang akan membuatmu ikut mengangguk setuju.

1. Dana yang dikeluarkan akan lebih bermanfaat jika dipakai pasca menikah

img: https://www.gobankingrates.com

Kamu tahu, memasuki kehidupan rumah tangga berarti harus siap dengan kebutuhan sehari-hari yang jauh lebih banyak dibandingkan saat masih sendiri. Untuk itu, wajar kiranya jika sebaiknya kita mengerem keinginan untuk berfoya-foya di dalam sebuah gelaran resepsi dan lebih memanfaatkan dana yang ada untuk kehidupan rumah tangga pasca menikah nanti, seperti; biaya tempat tinggal, kendaraan, dan lain sebagainya.

2. Mengundang sedikit orang, lebih berasa ‘feel’-nya, lebih hemat budget-nya

img: http://thebridedept.com

Jika kamu pernah jadi manten, bisa dipastikan tak semua tamu yang datang bisa kamu kenali. Tentu saja ini karena tamu undangan yang hadir bukan hanya saudara dekat dan juga teman-temanmu saja, namun baik orangtua bahkan kakak dan adik kita juga turut mengundang semua kerabat dekatnya. Itulah Indonesia.

Jika ditelaah lagi, akan lebih menyenangkan jika bisa menggelar resepsi dengan sedikit tamu yang terdiri dari keluarga dan juga beberapa sahabat terdekat yang sangat mempunyai arti dalam hidupmu. Bukan berarti kemudian melupakan dan mengesampingkan yang lainnya. Namun, di sini kamu benar-benar ingin sebuah acara yang intimate, tak hanya para tamu yang menghampiri si pengantin, tapi juga kamu sebagai pengantin yang juga berbaur dengan tamu undangan, saling sapa, penuh tawa, mengahdirkan kenangan yang hangat. Dan tentu saja ini akan memangkas budget sangat banyak. Terutama soal katering.

3. Menghindari hutang (yang terlalu banyak)

img: http://hopgiang.com

Coba sekarang kita kalkulasikan dana yang dibutuhkan untuk satu kali pesta pernikahan.

Uang gedung : Rp. 10.000.000

Katering : Rp. 20.000/orang x 1000 tamu undangan = Rp. 20.000.000

Rias manten dan keluarga : Rp. 8.000.000

Dokumentasi : Rp. 5.000.000

Souvenir : Rp. 2.000.000

Undangan : Rp. 3.000.000

Lain-lain : Rp. 2.000.000

Total Rp. 50.000.000

Rincian di atas hanyalah gambaran, aslinya bisa jauh di atasnya. Kalau tabungan belum mencukupi, jatuhnya biasanya cari pinjaman. Dengan membuat gelaran pernikahan yang sederhana, kamu bisa meminimalisir pinjaman tersebut, atau lebih baik lagi jika bisa disesuaikan dengan tabungan yang ada.

4. Terakhir, jangan jadikan alasan belum menikah karena belum punya modal, yang penting sah, bukan?

img: http://www.nu.or.id

Ini dia kunci utamanya. Menikah hanya soal bersatunya dua hati di bawah naungan agama dan negara. Jika justru patokan gelaran pernikahan mewah dan meriah yang malah membuat kamu dan si dia menunda-nunda pernikahan dengan alasan belum cukup modal, ah, itu yang sebenarnya kurang baik.

Menikah itu memang dasarnya sederhana, lingkungan dan tradisi yang membuat semuanya seperti mengharuskan begini dan begitu. Jadi, bukan bagaimana mewahnya pesta pernikahanmu akan dinilai banyak orang, tapi lebih kepada bagaimana rumah tanggamu berjalan yang kelak dinilai Tuhan.

Comments

comments