Connect with us

Parenting

Ternyata Inilah Alasan Kenapa Stres Membuat Menstruasi Jadi Tak Teratur

Published

on

Dalam kondisi normal, seorang perempuan idealnya mengalami siklus menstruasi yang teratur dari bulan ke bulan. Apabila biasanya menstruasi pada tanggal 3, maka pada bulan berikutnya pun tak jauh berbeda dari tanggal itu.

Akan tetapi pada kenyataannya seringkali siklus menstruasi tersebut datang tak beraturan. Kalau berbeda satu atau dua hari mungkin masih bisa ditoleransi. Cuma kalau sering terlambat sampai satu atau dua minggu itu berarti ada yang salah dengan kondisi tubuh perempuan.

Salah satu faktor yang menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur adalah stres. Kondisi psikis yang terganggu karena berbagai macam tekanan ternyata membawa pengaruh buruk terhadap hormon reproduksi.

Siklus menstruasi yang berhenti sementara waktu ini disebut sebagai secondary amenorrhea. Stres memiliki pengaruh yang besar dalam menekan fungsi hipotalamus. Hipotalamus ini bisa mengontrol kelenjar di bawah otak (pituitari) dan sekaligus mengontrol tiroid dan kelenjar adrenal sekaligus ovarium.

Gangguan pada ovariaum akan menyebabkan sejumlah masalah yang berhubungan dengan produksi estrogen, ovulasi, dan proses reproduksi lainnya. Jika ada gangguan dalam produksi estrogen dan ovarium, siklus menstruasi pun akan ikut bermasalah.

Nah itulah penjelasan singkat kenapa stres bisa mengakibatkan siklus menstruasi perempuan menjadi tak teratur. Kalau kamu sering mengalaminya, maka ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter agar semuanya kembali menjadi normal.

Kamu juga jangan langsung panik jika terlambat datang bulan. Coba merenung sejenak, barangkali beberapa waktu belakangan ini kamu sedang banyak pikiran sehingga mengganggu kinerja hormon reproduksi. Untuk kamu yang baru menikah dan sedang dalam “tekanan”untuk segera punya momongan, stres yang mengganggu kerja hormon reproduksi justru bisa membuat semakin sulit untuk segera hamil.

Jadi, jangan stres yaa biar hidupmu tetap sehat dan normal!

Komentar

Kesehatan

Tips Agar Hamil Anak Laki-Laki

Published

on

Setiap anak adalah anugerah dan titipan, apapun jenis kelaminnya. Namun ada beberapa pasangan yang memilih untuk mengusahakan salah satu jenis kelamin karena suatu hal. Misalnya pasangan yang telah memiliki tiga anak perempuan berturut-turut dan ingin program anak laki-laki. Dan untuk Sobat Spaneng yang sedang promil anak laki-laki, berikut ini beberapa tips yang bisa kamu coba

  1. Pilih menu makanan yang bersifat basa seperti ikan, brokoli, cabe, alpukat, jamur, jagung manis, roti, kacang almond, kacang panjang, kacang hijau, tahu, kelapa segar, bayam, dll. Karena makanan yang bersifat basa dapat meningkatkan peluang untuk mengandung anak laki-laki.

    img: hello sehat

     

  2. Hindari produk susu dan kafein, karena hal ini dipercaya dapat membuat gen laki-laki atau kromosom Y menjadi lebih aktif.

    img: reportshealthcare.com

  3. Posisi sex yang tepat, dengan tujuan agar penetrasi lebih dalam sehingga kromosom Y dapat lebih cepat mencapai sel telur

    img: refynery29.com

     

  4. Sebisa mungkin mencapai orgasme ketika berhubungan. Alasannya, orgasme yang dialami oleh calon ibu memicu produksi cairan vagina bersifat basa yang bisa membantu sperma kromosom-Y bertahan hidup lebih lama dengan menciptakan lingkungan yang kurang bersahabat bagi sperma anak perempuan.

    img: upliftconnect.com

     

  5. Tunggu masa ovulasi ketika akan berhubungan intim, sebab kemampuan renang sperma laki-laki lebih cepat dari sperma perempuan tapi lebih cepat mati dalam lingkungan vagina.

    img: www.pregnancy.com

     

  6. Konsumsi makanan dengan kalori lebih tinggi. Karena menurut penelitian, wanita yang mengonsumsi lebih banyak kalori terutama yang makan sereal saat sarapan dan makan makanan tinggi kalium, memiliki peluang yang lebih tinggi untuk bisa hamil anak laki-laki.

    img: carolroth.com

    Itulah 6 tips untuk program kehamilan anak laki-laki, semoga bermanfaat!

Komentar
Continue Reading

Parenting

Cara Mudah Mencegah Gigi Berlubang Pada Anak

Published

on

By

Tumbuh kembang anak yang berlangsung dengan baik tentunya menjadi impian setiap orang tua. Akan tetapi dalam perjalanannya, pasti ada hambatan yang menyertainya. Entah itu hambatan yang besar maupun yang kecil.

Salah satu hambatan yang sering terjadi adalah dalam hal pertumbuhan gigi. Semua orang tentu berharap gigi anak akan tumbuh dengan baik, rapi dan bersih. Sayangnya kebanyakan anak sering mengalami fase dalam masa kecilnya yaitu terkena gigi berlubang. Bahkan terkadang, hal ini disertai rasa sakit yang cukup mengganggu aktifitas.

Gigi berlubang terjadi karena hilangnya mineral pada gigi yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini menghasilkan asam yang akan mengikis permukaan gigi. Sebenarnya, saliva (air liur) dalam mulut kita sudah bekerja keras untuk menjaga gigi kita dari bakteri dan asam. Banyaknya konsumsi makanan maupun minuman yang mengandung gula membuat saliva tak mampu bekerja secara maksimal.

Untuk itulah diperlukan bantuan agar saliva ini dapat bekerja sebagaimana mestinya untuk menjaga agar pengapuran yang mengakibatkan gigi berlubang tidak terjadi. Cara yang pertama adalah dengan menggunakan pasta gigi. Di dalam pasta gigi terdapat fluoride yang dapat mencegah gigi berlubang dengan cara mencegah hilangnya mineral dari permukaan gigi, menggantikan mineral yang hilang pada gigi, mengurangi kemampuan bakteri untuk menghasilkan asam.

Oleh karena itu biasakanlah sikat gigi teratur minimal 2 kali sehari pada anak. Cara yang kedua untuk mencegah gigi berlubang pada anak adalah dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi.

Makanan yang mengandung banyak gula seperti cokelat, permen dan kue harus dimakan dalam jumlah seperlunya saja. Pastikan juga si anak untuk menggosok gigi setelah makan makanan itu. Cara yang ketiga adalah dengan rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi.

Dokter gigi tentu akan lebih tahu bagaimana kondisi gigi anak lewat pengamatan mendetailnya. Jangan sampai anggapan sepele orang tua terhadap perkembangan gigi anak akan berakibat buruk bagi masa depan si anak itu nantinya.

Komentar
Continue Reading

Parenting

Daftar Obat Batuk dan Demam yang Aman Dikonsumsi Bayi

Published

on

By

Tak ada yang lebih membingungkan selain menghadapi bayi yang sedang sakit. Kalau orang dewasa yang sakit, ia bisa langsung pergi ke dokter untuk mengutarakan penyakitnya ataupun langsung pergi sendiri ke apotek untuk membeli obat. Sedangkan bayi hanya bisa menangis saja.

Tapi perkara mengobati sakit pada bayi, tentunya kita tak bisa asal dalam memberikan obat. Salah dalam memberikan obat yang tepat bisa berakibat fatal pada kesehatan bayi itu sendiri.

Beberapa penyakit yang paling sering diderita oleh bayi adalah flu, demam, dan batuk. Meski terkesan sepele, tapi kita juga tak bisa sembarangan dalam memberikan obatnya. Berikut ini adalah beberapa obat yang aman untuk dikonsumsi bayi untuk mengatasi penyakit tersebut.

  1. Paracetamol anak

images: cdn2.tstatic.net

Paracetamol anak dapat diberikan dengan catatan bayi tersebut sudah berusia minimal dua bulan dengan bobot setidaknya 4 kg. Paracetamol bisa meredakan demam dan nyeri. Takaran pemberian paracetamol yang tepat diberikan adalah setiap empat jam sampai enam jam sekali, dan tidak lebih dari empat kali dalam jangka waktu 24 jam.

2. Ibuprofen anak

images: shopee.co.id

Ibuprofen khusus anak juga bisa digunakan untuk membantu meredakan demam serta batuk pada bayi. Obat ini dapat diberikan ketika si kecil sudah berumur 3 bulan atau memiliki berat setidaknya 5 kg. Ibuprofen dapat mengurangi demam, nyeri tubuh, rasa sakit, dan mengurangi peradangan. Dosis tepatnya adalah tidak lebih dari 3 kali dalam 24 jam dan jarak pemberiannya minimal 6 jam.

3. Saline Drop

images: https://harga.web.id

Larutan tetes saline bisa digunakan untuk mengencerkan lendir yang kental sehingga mudah untuk dikeluarkan dan melegakan pernapasan bayi. Cara penggunaannya pun cukup mudah, yakni dengan meneteskan larutan saline ke lubang hidung bayi, lalu hisap lendir dengan menggunakan alat hisap lendir (bola karet penghisap lendir) untuk membuang lendir yang banyak.

Itulah 3 jenis obat yang aman digunakan untuk mengobati sakit demam, flu, ataupun batuk pada bayi. Ingat, selalu baca dengan teliti petunjuk penggunaan obat agar terhindar dari hal-hal yang membahayakan kesehatan bayi.

Komentar
Continue Reading

Trending