Relationship, Tips

Tips Menjalani Long Distance Marriage Untuk Kamu yang Baru Menikah

Kalau saat ini kamu tengah menjalani Long Distance Relationship dan sering galau, percayalah bahwa hal tersebut tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Long Distance Marriage. Apalagi bagi kamu yang terbiasa berdua saat pacaran, namun harus saling berjauhan saat menikah. Kegelisahan jelas akan terjadi hampir sepanjang hari. Bukan bermaksud lebay sih, tapi kebanyakan memang begitu adanya. Terutama bagi mereka yang baru saja menikah.

Menjalani LDM jelas berbeda dengan LDR. Perubahan status dari pacaran ke menikah setidaknya sudah membuat kebebasan menjadi sedikit berkurang. Dulu saat LDR, kamu yang kesepian biasa saja mengajak teman lawan jenis untuk sekedar jalan-jalan melepas kepenatan. Tapi kalau hal itu kamu lakukan saat LDM, bisa-bisa pasanganmu akan ngambek beberapa hari.

Mungkin bagi yang sudah menjalani LDM bertahun-tahun, beberapa kegelisahan akan terasa biasa saja. Tapi bagi yang baru menikah, hari-hari awal tanpa pasangan karena harus tinggal beda kota adalah saat-saat yang cukup berat. Harusnya masih romantis-romantisan tapi sudah harus pisah karena kerjaan. Harusnya masih mesra-mesraan tapi cuma bisa telfonan.

Agar kamu tetap mampu menjalani masa awal pernikahan dengan normal meski berjauhan, lakukan saja tips-tips berikut ini.

  1. Komunikasi ringan sesering mungkin
images: www.inovasee.com

Jangan pernah ada anggapan bahwa keseringan berkomunikasi itu membosankan. Ingat kamu sekarang sudah menikah, bukan lagi sedang pdkt atau pacaran. Komunikasi ringan juga tidak hanya sekedar bertanya “sudah makan belum?” atau “lagi apa?”, tapi bisa juga dengan sesekali mengirimi gambar meme lucu atau melempar jokes-jokes ringan. Jangan lupa juga untuk menggombal. Kesannya sederhana dan sepele sih, tapi kamu tentu ingin bahagia yang sederhana kan?

2. Atur jadwal bertemu dengan baik

images: kelascinta.com

Tidak perlu menunggu cuti yang datangnya 6 bulan sekali. Ada moment libur panjang atau hari kejepit nasional, manfaatkan waktu tersebut untuk pulang kerumah dan menemui pasanganmu. Tidak menjadi masalah kamu harus terkena potongan gaji karena ijin 1-2 hari. Uang bisa dicari tapi waktu yang hilang tak akan pernah kembali.

3. Selagi masih positif, jangan batasi kesenanganmu dan pasanganmu

images: media2.fishtank.my

Kamu dan pasanganmu tentu memiliki hobi masing-masing. Saat menjalani Long Distance Marriage tidak jarang kebosanan muncul. Salah satu cara mengatasi kebosanan itu adalah dengan melakukan kegiatan yang kamu sukai. Selama itu positif lakukan saja. Misalnya pasanganmu hobi belanja, biarkan saja dia melakukan itu (asal tidak berlebihan sih). Atau kamu hobi nongkrong sampai larut malam sama teman-temanmu, selagi tidak mengabaikan perhatianmu ke pasangan maka sah-sah saja. Daripada kamu menyalurkan kegelisahan ke hal-hal negatif seperti dugem atau mabuk-mabukan, maka solusi diatas lebih bisa diterima.

4. Saling jaga kepercayaan, jangan jadi pasangan yang curigaan

images: www.tipscaraterbaik.com

Menjalani Long Distance Marriage berarti harus bisa percaya dan menjaga kepercayaan. Jangan sampai baru telat membalas pesan saja kamu sudah beranggapan bahwa dia mulai cuek dan lupa. Bisa saja dia sedang lembur sibuk bekerja untuk mengejar setoran. Kamu yang diberikan kepercayaan juga jangan main-main. Mentang-mentang jauh dari pasangan kamu jadi bebas untuk melakukan apa saja. Ingat, serapat apapun bangkai nanti akan tercium juga. Waspadalah…waspadalah!!! *eh kok jadi gini sih.

5. Segeralah mutasi

images: amazonaws.com

Kalau 4 hal diatas ternyata sulit kamu jalani, maka tips terakhir adalah segera ajukan mutasi untuk pekerjaanmu atau resign dan cari tempat kerja yang dekat dengan pasanganmu. Percuma saja kalau kamu bisa menghasilkan banyak rejeki tapi keluargamu yang baru seumur jagung jadi berantakan. Yang ada kalau keluargamu berantakan maka akan berimbas juga dalam pekerjaan. Mood bekerja kamu akan ikut berantakan dan pekerjaanmu juga akan kacau. Jadi pilihan ada di tanganmu, pekerjaan atau pasangan?

Dengan segala suka dukanya, Long Distance Marriage memang tetap harus dijalani bagi mereka yang terpaksa karena keadaan. Namun setiap permasalahan tentu ada solusinya. Tinggal bagaimana kamu mau menjalani solusi itu atau tetap bertahan dengan keadaan saling berjauhan.

Comments

comments