Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Relationship

Tipe-tipe Cewek yang Harus Kamu Tinggalkan Karena Tidak Pantas Kamu Ajak ke Pelaminan

Published

on

Pada prinsipnya membina suatu hubungan itu harus penuh dengan saling pengertian. Baik itu saat kamu masih pacaran ataupun sudah berada di jenjang pernikahan. Dan waktu yang paling pas untuk belajar saling memahami dan mengenal satu sama lain adalah saat pacaran. Emang sih ada yang bilang pacaran setelah menikah itu enak, tapi kan kalau ternyata gak cocok susah buat pisah. Sedangkan kalau sekedar pacaran, begitu tidak ada lagi kecocokan tinggal putus saja, gampang kan?

Nah bagaimana jika level cinta kamu ke pasangan sudah “love dead” alias cinta mati? tentu saja buat mengucapkan kata putus susahnya bukan main. Kalau buat cewek sih cukup rumit, soalnya ini menyangkut perasaan. Tapi kalau buat cowok lain perkaranya, sebab sudah dari sono nya cowok dianugerahi kemampuan berfikir secara logis yang lebih baik banyak daripada cewek. Selain itu, masalah harga diri buat cowok itu hukumnya mutlak, gak bisa diganggu gugat.

Kenapa??? ya karena nantinya cowok itu akan berperan sebagai kepala rumah tangga saat hubungan itu berlanjut ke jenjang pernikahan. Nah buat kalian para cowok, kalau tipe pacarmu sekarang seperti dibawah ini lebih baik kamu tinggalin aja daripada kamu ajak ke pelaminan dan nantinya akan menyusahkan.

  1. Tipe cemburuan

images : ytimg.com

Kalau kata Dilan sih cemburu itu hanya buat orang yang tidak percaya diri. Tapi kan itu kata Dilan, bukan kata cewekmu. Kalau kata cewekmu pasti cemburu itu tandanya sayang. Iya sayang, tapi rasa sayangnya kebangetan. Masa balesin chat dari temen cewek aja dimarahin? Nge like postingan instagram temen cewek aja terus ngambek? Habis itu dia juga marah-marah kalau kamu ngerjain tugas bareng temen cewek.

Hello.…gimana nanti kalau udah nikah? Bisa-bisa kamu gak boleh kerja di kantor yang ada karyawan ceweknya. Kamu juga dilarang buat punya partner bisnis cewek. Wah hidup kamu bakal suram, ketahuan punya kenalan baru seorang cewek proses interogasinya bisa semalam suntuk + bonus tidur diluar. Jadi sebelum terlambat, tinggalin aja!!!

2. Tipe posesif

images : http://papasemar.com

Perasaan saling memiliki itu hal yang wajar. Akan tetapi kalau rasa memiliki itu berlebihan jadinya ya gak wajar. Seolah-olah kamu hanya milik dia seorang. Padahal kamu juga masih punya orang tua yang membutuhkan kamu, kakak atau adik yang masih perlu bantuanmu, begitu juga dengan teman-temanmu. Sekali saja kamu mengabaikan pacarmu karena sedang ada urusan keluarga, ngambeknya bisa berhari-hari.

Itu baru pacaran. Pas udah nikah nanti all about her ada diatas segala-galanya. Kamu tidak lagi punya waktu banyak untuk orang tuamu, saudara-saudaramu serta teman-temanmu itu. Pokoknya dia harus diutamakan. Sebelum ribut tiap hari pas nikah nanti, tinggalin aja!!!

3. Suka ngatur

images : malesbanget.com

Sayang kamu harus pakai ini….sayang kamu jangan kayak gitu…sayang harusnya begini donk…sayang opo koe krungu jerite atiku? Duh kok malah jadi nyanyi ya. Ini yang paling mendasar, kalau masih pacaran saja hobinya sudah ngatur-ngatur, pas udah nikah nanti pasti lebih parah lagi. Hidup kamu akan sangat terkekang dan seperti berada di penjara. Bisa jadi aktifitasmu dari bangun tidur sampai mau tidur lagi diatur semua sama dia.

Ini bukan masalah gender, tapi sudah sepantasnya laki-laki itu dihargai. Masa iya nanti seorang kepala rumah tangga justru menjadi seperti asisten rumah tangga karena nurut terus apa kata istrinya. Mumpung belum nikah, tinggalin aja!!!

4. Suka drama

images : ytimg.com

Eits jangan salah paham dulu yaa. Bukan drama korea ataupun drama seperti di FTV itu. Tapi drama di kehidupan yang sebenarnya. Seperti dikit-dikit nangis lalu curhat ke medsos ataupun pura-pura pengen putus biar kamu ngemis cinta ke dia. Pliss, kelakuan kayak gitu gak penting banget. Daripada kamu mikirin pacarmu yang sering membuat sensasi seperti artis di TV, mendingan kamu pikirin masa depan kamu.

Lagian menikah itu cuma buat orang yang dewasa saja, baik umurnya ataupun pemikirannya. Kalau cewekmu seperti itu, berarti dia masih kekanak-kanakan. Kecuali kamu suka hidupmu penuh drama, maka menikahlah sama dia. Tapi kalau tidak suka dengan drama, tinggalin aja!!!

5. Tukang ngadu

images : liputan6.com

Bukan ngadu ayam atau ngadu domba, tapi ngadu ke orang tua ataupun orang lain yang tidak ada kepentingannya dengan hubunganmu. Curhat sih boleh saja, tapi kalau terus ingin menggiring opini orang agar menyalahkanmu atas masalah yang sedang kalian hadapi, itu sama saja mengumbar aib. Lagian kalau mau curhat juga harus lihat-lihat dulu orang yang di curhatin. Gak sembarangan orang boleh tahu tentang masalah kalian.

Lah kalau ngadunya ke media sosial? Wah kalau itu sih udah termasuk pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan. Tapi daripada harus ribet melaporkan ke kantor polisi, udah tinggalin aja!!!

6. Boros

images : vebma.com

Kalau yang ini tidak perlu dijelaskan panjang dan lebar. Sebanyak apapun harta yang kamu punya, kalau pasanganmu boros pasti akan habis juga. Bisa jadi juga dia hanya mengincar harta kamu seperti di sinetron-sinetron. Jadi pilih mana, harta atau wanita?

Udah bilang aja kalau pilih harta, jadi tunggu apa lagi… udah tinggalin aja!!!

Beberapa hal yang disebutkan diatas hanya sebatas saran saja. Semua keputusan ada di tangan kamu sepenuhnya, bukan di tangan saya. Sebab yang mau menjalani hidup kan kamu, bukan saya. Oh iya saya lupa, masih ada tangan Tuhan yang akan membantu membimbingmu ke arah yang terbaik.

Komentar

Relationship

4 Hal yang Harus Kamu Perhatikan Sebelum Melangkah ke Jenjang Pernikahan

Published

on

By

Bagi sebagian besar orang, menikah menjadi salah satu tujuan hidup yang harus dicapai. Bahkan tak sedikit yang sampai mematok target harus menikah di usia tertentu. Padahal ada banyak hal yang harus diperhatikan ketika seseorang hendak memutuskan untuk menikah.

Meskipun kami bukan merupakan bagian dari tim pemerintah yang menyusun pedoman untuk pernikahan, tapi setidaknya kami sudah merangkum 4 hal yang harus diperhatikan sebelum kamu memutuskan untuk merubah status dari “lajang” menjadi “menikah”. Yah, semoga saja bermanfaat yaa, lumayan, bisa menjadi tambahan tabungan untuk amal kebaikan tim penulis di akherat nanti.

Cekidot….

1. Pastikan keluarga kalian nanti punya penghasilan

Rumah tangga itu dibangun dengan perasaan. Tapi untuk merawatnya dibutuhkan penghasilan. Kenapa demikian? Karena beli beras dan bayar tagihan listrik nanti tak bisa dilakukan dengan rasa cinta.

Jadi demi kestabilan rumah tangga, sangat diperlukan adanya penghasilan. Permasalahan besar atau kecilnya penghasilan yang didapatkan itu bisa dinomor duakan. Yang penting ada dulu penghasilannya, baru disesuaikan dengan gaya dan kebutuhan hidup.

2. Yakinkan hati kalau dia benar-benar orang yang tepat

Kalau belum yakin, mending tunda dulu rencana untuk menikah. Orang bisa dengan mudah berkata cinta bisa tumbuh karena terbiasa. Tapi pelaksanaannya tak semudah itu…Markonah!

Mumpung belum menikah, kamu masih bisa mempertimbangkan dulu keputusan yang akan diambil dengan akal serta logika. Jangan terfokus dengan perasaan, sebab terkadang itu bisa menipu. Pernah dengar kan alasab ketika orang bercerai karena tidak cocok lagi??? Percayalah, mengatakan putus itu lebih mudah dibanding mengurus berkas perceraian.

3. Sebisa mungkin keluarga kalian merestuinya

Menikah itu tak hanya menyatukan kamu dan dia saja. Tapi juga kedua keluarga kalian. Ketika dari awal sudah tidak saling mendukung, maka kemungkinan besar perjalanan hidup kalian nanti akan banyak rintangannya.

Kecuali kalian termasuk orang yang punya semangat juang yang tinggi dalam menentang arus. Maka keputusan beresiko untuk selalu debat dengan keluarga bisa kamu ambil. Silahkan saja, toh setiap pilihan yang diambil tetap memiliki resiko.

4. Sudah punya calon

Keluarga mendukung, umur sudah tepat, dan penghasilan sudah ada, tapi tak punya calon untuk dinikahi. Terus yang mau kamu ajak duduk di kursi pelaminan itu siapaaaaaa???? Kotak sumbangan???

Komentar
Continue Reading

Relationship

Tips Agar Tetap Tampil Elegan Saat Datang ke Pernikahan Mantan

Published

on

By

Mantanmu sudah mau menikah, kamu diundang, tapi kamunya masih jomblo? Sabar…dunia masih terus berputar pada porosnya kok. Jadi hal itu bukanlah akhir dari perjalanan semesta ini.

Kamu harus sanggup menghadapi kenyataan bahwa orang yang pernah menghiasi hari-hari indahmu akan lebih dulu mengikat janji suci dengan orang lain yang ternyata menjadi jodohnya. Kamu harus kuat, jangan terpikirkan untuk bunuh diri! Itu dosa dan kamu nanti bisa ditempatkan di keraknya api neraka.

Jangan pula punya pemikiran untuk datang ke pernikahannya, lalu berniat sedikit mengacaukan acara resepsi dengan menyanyikan lagu Ditinggal Rabi-nya NDX AKA atau Pamer Bojo-nya Didi Kempot. Meski bakal viral, ada cara lain yang lebih elegan untuk membuat mantan terkesima dengan kedatanganmu di hari pernikahannya.

  1. Walaupun posisi saat ini kamu sedang sendiri, wajib hukumnya untuk membawa pasangan ke nikahan mantan. Usahakan dia yang kamu ajak itu orangnya lebih cantik/ganteng dari mantanmu. Buktikan kalau kamu bisa dapat yang lebih baik.

harus punya gandengan via http://talknews24.com

2. Berpenampilanlah yang menarik. Jangan tampil acak-acakan meskipun dalam keseharian kamu tampil seenaknya. Di acara penting semacam itu kamu harus bisa melakukan pencitraan.

tampil elegan via idntimes.com

3. Acara nikahan juga identik dengan reuni. Jangan terlihat sedih seandainya ada teman yang mengungkit masa lalumu dengan dia. Seremuk apapun hatimu, kamu harus terlihat kuat!

jangan baper yaa via https://ginabrocker.com

4. Siapkan jawaban atas pertanyaan “kapan nyusul” yang biasanya datang dari rekan-rekanmu atau bahkan mantanmu. Jawab singkat saja: “Nanti sore habis mandi.”

jangan lupa senyum sambil jawab via https://gema.id

5. Kado terindah untuk dia adalah suami/istrinya yang duduk di pelaminan. Tapi kamu juga mesti memberikan kado spesial untuk dia. Jangan sebatas amplop dengan isi uang yang tak seberapa. Apalagi amplop kosong!

kasih kado spesial via https://mamikos.com

Komentar
Continue Reading

Relationship

Cara Paling Elegan Untuk Menikung Pacar Teman

Published

on

By

Sudahi dulu ribut-ribut soal Pilpres ataupun Pileg. Bukannya hal itu tidak penting, tapi akan lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Kalau kata pak Kyai sih, Tinggalken!!!

Ada baiknya kamu mikirin hubunganmu sama dia. Iya, dia yang masih menjadi pacar temanmu. Coba kamu renungkan, sampai kapan kamu mau terus memendam rasa? Sampai Arsenal juara Piala Presiden?

Jatuh cinta adalah anugerah, karena tidak semua orang bisa merasakannya. Termasuk jatuh cinta kepada pacar teman sendiri. Kalau hati boleh milih, tak ada satu orang pun yang mau berada dalam posisi seperti ini. Sayangnya, rasa cinta yang mulia itu datang tanpa pernah diundang dan sialnya, ditujukan kepada pacar teman sendiri. Eh, apa itu kesialan ya? Kayaknya bukan deh.

Ketika rasa cinta kepada pacar teman sendiri itu datang, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah bertanya kepada diri sendiri. Ada tiga hal yang harus kamu tanyakan. Mau dihentikan, mau disimpan dalam hati, atau diteruskan? Kalau jawabanmu adalah mau diteruskan, maka tak ada salahnya kamu baca artikel ini.

Memang sih, jatuh cinta kepada pacar teman sendiri itu perkara rumit. Mungkin kadar kerumitannya sama dengan rumus-rumus integral dan defferensial. Tapi karena cinta bukan ilmu pasti, semua kerumitan itu akan menemukan jalan keluarnya.

Cara paling ekstrem yang bisa kamu lakukan adalah dengan langsung mengungkapkannya tanpo tedeng aling-aling. Nyatakan saja kalau kamu cinta dia. Cukup sampai disitu saja. Perkara dia punya perasaan yang sama atau tidak, itu bukan urusan kamu. Tapi cara ini jelas sangat beresiko. Bukan hanya hubunganmu dengan dia saja yang dipertaruhkan, tapi juga hubunganmu dengan temanmu.

Kalau kamu termasuk orang yang tak percaya teori cinta tidak harus memiliki, maka cara pertama yang harus kamu lakukan adalah bersabar. Simpan sendiri perasaanmu itu dalam hati. Jangan sampai ada orang lain yang tahu. Ingat, rahasia sudah bukan menjadi rahasia lagi jika sudah diketahui orang meskipun orang itu berjanji untuk merahasiakannya lagi.

Dalam masa-masa penuh kesabaran itu, lakukanlah kebiasaanmu dengan sewajarnya. Jangan mendadak sok dekat dengan dia, ataupun sebaliknya malah menjauh. Justru saat itulah kamu harus belajar. Iya, mempelajari seperti apa sesungguhnya hubungan dia dengan temanmu.

Kamu tak perlu mempelajari banyak hal soal kekurangan temanmu dihadapan dia, sebab manusia tak ada yang sempurna. Perlu diperjelas disini adalah yang kamu pelajari itu soal hubungan pacarannya, bukan kekurangan secara personal temanmu. Jadi paham kan? Kalau belum paham coba semedi  dulu sana.

Ketika kisi-kisi soal kisah cinta mereka sudah kamu dapatkan, maka langkah selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah mencari kekurangannya. Ambil contoh tidak disetujui orang tua, beda agama, beda status sosial, ataupun mungkin beda pilihan capres. Potensi konflik pasti akan muncul dari situ. Dan hal ini patut kamu manfaatkan sebaik mungkin.

Kamu bisa saja tetap menjadi diri sendiri. Tapi tak ada salahnya juga untuk mencoba menjadi sosok seideal mungkin di mata dia. Setidaknya sampai tujuanmu tercapai. Eh bentar, difokuskan dulu yaa tujuannya, dia jadi milikmu. Bukan hanya sebatas mengungkapkan rasa tapi ujungnya dibiarkan saja sama dia.

Di saat konflik itu benar-benar muncul ke permukaan, jangan buru-buru untuk segera hadir sebagai pihak ketiga penengah konflik. Kamu bukan PBB yang bisa mengirim misi perdamaian. Kamu adalah seseorang yang sedang menunggu peluang. Biarkan mengalir dulu sampai dia mengungkapkannya sendiri. Baru kemudian kamu mulai masuk.

Jangan lupakan juga temanmu. Di mata temanmu, kamu harus tetap terlihat netral. Tahan dulu hasratmu untuk segera mengeluarkan senjata pamungkas agar segera putus saja.

Jika pada akhirnya dia dan temanmu berakhir dengan kata putus, maka langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah menenangkan kedua pihak. Kenapa harus kedua pihak? Ya biar kamu tetap terlihat netral. Memangnya cuma TNI-Polri saja yang harus netral?

Saat keduanya sudah mulai move on, dikala itulah kamu baru mulai masuk lebih dalam ke kehidupan dia. Tinggalkan sejenak temanmu. Anggap saja temanmu itu bagian masa lalu dia yang sudah habis masa berlakunya biar kamu tidak merasa risih.

Terus nyatakan cinta sama dia-nya kapan? Eits, sabar dulu. Meskipun dia sudah menjadi mantan temanmu, masih ada unggah-ungguh yang harus kamu lakukan. Kamu setidaknya bilang dulu ke temanmu bahwa kamu sudah jatuh cinta sama mantannya. Tapi jangan bilang kalau kamu sudah jatuh hati sejak dia masih pacaran sama temanmu itu.

Gunakan bahasa yang tepat. Hal ini cukup sensitif. Salah ucap sedikit saja bisa merusak cara menikung pacar teman secara elegan. Seandainya temanmu legowo, pasti ia akan menerima. Tapi kalaupun tak terima, ya abaikan saja. Kan fokusmu sudah sama dia, bukan ke temanmu itu lagi.

Barulah setelah langkah demi langkah tadi kamu jalani, kamu bisa nyatakan cinta kepada dia. Perkara diterima atau ditolak, itu bukan urusan kami. Itu sepenuhnya jadi urusan kamu. Sebab jodoh ada di tangan Tuhan dan akan ditentukan dengan aksimu di lapangan, bukan ditentukan oleh kami.

Semoga langkah-langkah di atas bisa sedikit membantu ya. Biar kalimat teman makan teman hilang dari kamus perpacaran tahun 2019.

 

 

Komentar
Continue Reading

Trending