Connect with us

Hits Banget

Sepenggal Cerita Tentang Jogja, Kota yang Tetap Istimewa Meski Zaman Sudah Berbeda

Published

on

images : http://www.dutawisata.co.id

Kamis pahing 7 Oktober 1756 menjadi hari yang sangat bersejarah bagi Jogja. Pada hari itu Sri Sultan Hamengkubuwono 1 untuk pertama kalinya memasuki Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Sebelumnya Sultan beserta keluarganya tinggal di Pesanggrahan Ambarketawang. Prosesi boyongan inilah yang nantinya akan diperingati sebagai hari jadi kota Yogyakarta.

Itulah sepenggal kisah sejarah tentang Yogyakarta. Kamu mungkin lebih akrab dengan sebutan Jogja. Apapun itu, baik Djogja, Yogya, Yogyakarta, Ngayogyakarta ataupun Jogja pada intinya tetaplah sama, merujuk pada kota yang selalu istimewa ini.

Terkesan berlebihan dan fanatik memang. Namun begitulah adanya. Jogja selalu menawarkan keramahan yang tidak akan kamu temukan di tempat lain. Suasananya, tegur sapa penduduknya, sampai dengan adat istiadatnya. Semua itu berbalut menjadi satu dalam romantika kota Jogja.

Jogja merupakan representasi dari daerah-daerah lain di wilayah Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, atau biasa kita kenal dengan sebutan Provinsi D.I. Yogyakarta. Selain Kota Yogyakarta, DIY juga membawahi Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul serta Kabupaten Kulonprogo. Namun ketika kamu merantau dan ditanya akan mudik kemana, pasti banyak yang akan menjawab “pulang ke Jogja”, meskipun rumahnya di Bantul atau Sleman.

Membicarakan tentang Jogja berarti berbicara tentang romantikanya. Bagaimana kamu menikmati Malioboro dengan lesehannya di malam hari. Begitu juga asiknya bercerita bersama kawan seperjuangan sambil mendengar nyanyian pengamen di kawasan Code. Bahkan sekedar nongkrong di angkringan sampai larut malam pun akan menyisakan banyak kenangan.

Itu baru romantika bersama kawan. Belum lagi romantika bersama pasangan. Betapa syahdunya melewati malam dengan duduk berdua di nol kilometer Jogja sambil memandang kerlap-kerlip lampunya. Kamu bisa juga menikmati malam dengan naik sepeda hias keliling alun-alun selatan. Stasiun Tugu pun tak kalah romantisnya. Itu kalau kamu sedang mengantar pasanganmu yang akan pergi ke luar kota untuk waktu yang agak lama. Rasanya perpisahan di stasiun itu akan cukup membuatmu menangis semalaman.

Untuk kamu yang bukan orang Jogja tapi pernah kuliah di Jogja, pasti move on dari kota yang membuatmu memperoleh titel sarjana ini cukup sulit. Hari-hari mu di kampung halaman pasti akan dipenuhi oleh kenangan akan suasana Jogja. Kamu pasti akan rindu dengan sekatenan, sunday morning di UGM, ataupun juga beli mie rebus di burjonan. Semua hal yang kamu alami di kota ini akan selalu membekas di hati dan membuatmu ingin kembali.

Kota mana lagi yang penduduknya selalu menyapa ramah setiap pendatang, selain kota Jogja? Bahkan dengan mereka yang tidak dikenalnya pun warga Jogja selalu tegur sapa. Sopan santun dari anak-anak kecil pun masih terjaga. Bukti kalau adat istiadat jawa yang banyak mengajarkan tata krama masih terus dipelihara sampai saat ini.

Satu hal lagi yang tidak akan bisa dilupakan dari kota Jogja, yaitu harga-harga yang murah. Dimana lagi kita bisa makan dengan uang  10ribu, tapi menunya ayam goreng lengkap dengan lalapannya dan minumnya es teh manis kalau bukan di Jogja. Kalau tidak percaya, tanyakan saja pada mahasiswa yang pernah kuliah di Jogja. Masih kurang murah? Angkringan akan menjadi jawabannya.

Masih ragu dengan keistimewaan Jogja? Coba aja kamu lihat pendapat mereka tentang Jogja

images : trivia.id

images : trivia.id

images : trivia.id

images : trivia.id

Mungkin hal-hal itulah yang membuat orang selalu ingin kembali ke kota Jogja. Tidak heran kalau Katon Bagaskara sampai membuatkan lagu untuk Yogyakarta.

Walau kini kau tlah tiada kembali

Namun kotamu hadirkan senyummu abadi

Ijinkanlah aku tuk slalu pulang lagi

Bila hati mulai sepi tanpa terobati

 ~Yogyakarta-Kla Project~

 

Komentar

Hits Banget

Inilah Besaran Gaji PNS Setelah Resmi Dinaikkan Jokowi

Published

on

By

Kabar gembira datang untuk kalangan Pegawai Negeri Sipil. Per 1 April 2019 nanti, gaji para Aparatur Sipil Negara tersebut akan naik sebesar 5 persen. Presiden Joko Widodo secara resmi telah menandatangani Peraturan Pemerintah no 15 tahun 2019 tentang gaji PNS.

Disebutkan bahwa dalam peraturan tersebut pemerintah menaikkan gaji pegawai negeri sipil sebesar 5 persen terhitung dari tanggal 1 Januari 2019. Mengingat kenaikan gaji baru akan dibayarkan pada bulan April, maka selisih kenaikan gaji selama bulan Januari sd Maret akan dibayarkan secara rapel.

Lantas berapa jadinya gaji PNS setelah dinaikkan?

Gaji terendah PNS (golongan I/a masa kerja 0 tahun) menjadi Rp1.560.800 dari sebelumnya Rp 1.486.500. Sementara gaji tertinggi PNS (golongan IV/2) dengan masa kerja lebih 30 tahun menjadi Rp 5.901.200 dari sebelumnya Rp 5.620.300.

Untuk PNS golongan II (II/a masa kerja 0 tahun), kini gaji terendah menjadi Rp 2.022.200 dari sebelumnya Rp 1.926.000. Sedangkan pangkat tertinggi di golongan II (II/d masa kerja 33 tahun) menjadi Rp 3.820.000 dari sebelumnya Rp3.638.200.

Golongan III (III/a masa kerja 0 tahun), kini gaji terendah menjadi Rp 2.579.400 dari sebelumnya Rp 2.456.700 dan yang tertinggi (III/d masa kerja 32 tahun) menjadi Rp 4.797.000 dari sebelumnya Rp 4.568.000.

Sementara itu gaji PNS golongan IV terendah (IV/a masa kerja 0 tahun) menjadi Rp 3.044.300 dari sebelumnya Rp 2.899.500, dan tertinggi (IV/e masa kerja 32 tahun) menjadi Rp 5.901.200 dari sebelumnya Rp5.620.300.

Keputusan pemerintah untuk menaikkan gaji PNS tentu saja dengan sejumlah pertimbangan matang. Salah satunya adalah meningkatnya kinerja PNS selama ini. Walaupun demikian beberapa pihak menyikapi kenaikan gaji ini dengan skeptis. Alasannya adalah terkait dengan dekatnya waktu pilpres 2019.

Terlepas dari ada tidaknya muatan politis dalam kenaikan gaji PNS, hal itu tetaplah harus disyukuri. Kenaikan sekecil apapun, tetap saja akan ada tambahan penghasilan yang masuk ke kantong. Gaji PNS akan bertambah antara 100 hingga 300 ribu rupiah. Jumlah yang cukup alhamdulilah untuk menambah uang belanja.

Jangan terlalu sombong bilang, “200 ribu dapet apa?”. Kalau ada yang bingung tentang cara bersenang-senang dengan uang segitu, datang aja ke saya. Tak ajarin!!!

Komentar
Continue Reading

Hits Banget

Menkominfo: Jangan Sebar Video Penembakan di Masjid New Zealand !

Published

on

Peristiwa penembakan secara brutal yang terjadi di Masjid Al Noor, Christchurch, New Zealand (Selandia Baru) menorehkan duka yang mendalam bagi seluruh umat manusia, tak terkecuali rakyat tanah air. Video yang direkam oleh si pelaku pun dengan begitu cepat tersebar ke dunia maya. Dalam video tersebut terlihat si pelaku dengan membabi buta menembaki orang-orang yang sedang beribadah di masjid.

Berkaitan dengan hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meminta para warga dan netizen Indonesia untuk tidak ikut menyebarkan video penembakan di Masjid New Zealand karena di video tersebut mengandung kekerasan yang amat sadis.

Rudiantara pun menyebut video brutal berdarah di Masjid New Zealand yang beredar di internet dan media sosial tersebut telah ditapis dengan bekerjasama dengan instansi pemerintah lainnya. Dan ternyata dalam peristiwa berdarah yang menewaskan 49 orang tersebut terdapat dua WNI, yakni ayah dan anak, yang kini dirawat di Christchurch Public Hospital. Selain di Masjid An Noor, rupanya penembakan juga terjadi di sebuah masjid di pinggiran Linwood yang menewaskan 7 orang.

Menurut Kepolisian Selandia Baru, penembakan brutal itu ‘direncanakan sangat matang’. Perdana Menteri (PM) Jacinda Ardern pun juga mengecam serta menyebut penembakan brutal ini sebagai ‘serangan teroris’.

Jadi, stop menyebarkan video-video tentang terorisme ya !

 

Komentar
Continue Reading

Hits Banget

Patut Berbangga! Monumen Presiden Soekarno Akan Segera Dibagun di Aljazair

Published

on

Kabar gembira datang dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut telah bekerjasama dengan negara Aljazair untuk membangun monumen Presiden Soekarno di pusat Kota Aljir.

Melalui akun instagramnya, Emil mengunggah kabar membanggakan tersebut

 

Kerjasama tersebut disepakati ketika Ridwan Kamil berangkat ke Aljazair untuk kunjungan kerja. Selain memperkuat kemitraan dalam bidang ekonomi, hadirnya monumen ini tentunya juga akan menambah kebanggan rakyat Indonesia. Monumen Bung Karno memiliki desain lima pilar bulat dengan patung Bung Karno di tengahnya. Arti filosofisnya yaitu jika dari atas ada bulan sabit seperti lambang Aljazair, sedangkan patung Bung Karno dikelilingi oleh lima pilar yang berarti lima prinsip untuk Pancasila.

www.instagram.com/ridwankamil

Aljazair sendiri merupakan salah satu negara yang menghormati Bung Karno sebagai bapak proklamator Indonesia bahkan salah satu tokoh yang berpengaruh di dunia. Karena itu, Aljazair diilhami secara independen dari semangat Bung Karno. Hal ini dimulai dari undangan Soekarno ke Aljazair untuk menghadiri KTT Asia-Afrika di Bandung pada tahun 1955.

Keren ya Sob !

Komentar
Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 HitsBanget.com. Powered by WordPress.