Hits Banget, Uncategorized

Menebak Karakter Manusia Berdasarkan Status Facebook yang Ia Buat

images : medium.com

Sempat meredup ketika twitter dan path muncul, kini facebook kembali menjadi sosial media yang banyak digunakan berbagai lapisan masyarakat. Kamu bisa coba survey ke lingkunganmu, mulai dari anak TK sampai bapak-bapak yang sudah menikmati masa pensiunnya dengan momong cucu. Mereka rata-rata memiliki akun facebook. Sedangkan kalau kamu tanya instagram, path atau twitter, maka biasanya mereka hanya akan menjawab “punya sih, tapi jarang dibuka”. Udah gitu aja.

Terutama sejak pilpres 2014 lalu ditambah serangkaian pilkada serentak, facebook pun semakin ramai dengan berbagai kampanye politik. Saat itulah popularitas facebook kembali merangkak naik. Sayangnya hal ini justru dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertaggung jawab untuk menyebar berita-berita hoax dan ujaran kebencian. Untungnya saat ini kepolisian sudah memiliki direktorat cyber crime. Sehingga penyebar berita semacam ini bisa ditindak lanjuti dan dituntut secara hukum.

Salah satu fitur yang paling disukai dari facebook tentu saja urusan update status-nya. Di fitur itu kamu dapat berbagi dengan teman tentang apa yang sedang kamu lakukan, lagi dimana, sampai bagaimana perasaanmu saat ini. Sayangnya banyak netizen yang terlalu berlebihan dalam menggunakan fitur itu sehingga membuat beranda facebook jadi terlihat membosankan.

Dari cara seseorang membuat status di facebook, kita setidaknya bisa menyimpulkan karater seseorang itu. Nih beberapa contohnya

  1. Karakter Pengusaha
promosi via http://writepreneurs.com

Hampir di setiap status yang ia buat, isinya adalah tentang produk yang sedang ia promosikan. “ready stock, pil peninggi badan Satu minggu tambah 15 cm”. Kalau sesekali sih gapapa. Tapi kalau sehari sampai 4 kali ya bikin males juga kan? Belum lagi testimoni serta ucapan terimakasih untuk konsumennya juga dibuatkan status. Seakan-akan facebook hanya punya dia dan pelanggannya saja.

  1. Karakter Ustadz/ustadzah
dianggap salah via 1.bp.blogspot.com

Untuk karakter orang yang satu ini sebenarnya cukup baik. Ia seringkali membagikan tausyiah atau pengetahuannya tentang agama. Namun yang menjadi masalah adalah ketika ia mulai menganggap golongan yang tidak sependapat dengannya itu salah. Apalagi langsung menghakimi dengan masuk surga atau neraka. Sebaiknya golongan orang semacam ini harus dimasukkan pesantren dulu, agar pemahaman agamanya semakin baik dan tidak asal men-judge seseorang.

  1. Karakter Motivator
kata bijak via www.maxmanroe.com

Seakan-akan hidupnya sudah ideal, golongan orang seperti ini seringkali membagikan status tentang kata-kata bijak yang diharapkan dapat membuat semangat dalam menjalani hidup ini. Sayangnya, banyak netizen yang berpendapat bahwa “hidup tak semudah cocote mar*io te*guh”. Seorang motivator ulung yang kini tak lagi suka berbagi motivasi. Banyak juga yang menilai, mereka yang membuat status sok bijak biasanya sedang dalam kesusahan, dan sekedar bermain kata agar tidak putus asa.

  1. Karakter Suka Curhat
curhat via brilio.net

Siapa lagi yan suka curhat kalau bukan golongan ibu-ibu. Biasanya mereka yang baru saja menjadi ibu akan sering menceritakan pengalamannya dalam mengasuh anak ke status facebooknya. Entah tendensinya ingin berbagi atau ingin biar dipuji, yang jelas seandainya nenek-neneknya punya facebook pasti langsung akan berkomentar “iseh susah jamanku nduk, ngono ae sambat”.

  1. Karakter Ingin Viral
biar viral via kompas.com

Rekam setiap moment, buat caption panjang lebar, lalu share sosmed. Siapa tau bisa jadi viral. Kalau sudah viral pengikut kita pasti akan bertambah. Endingnya adalah jadi selebritis sosmed lalu dijadiin tempat promosi produk. Pokoknya popularitas adalah segala-galanya. Meski tidak jarang orang seperti ini justru sering kena bullying kalau aktifitasnya itu tidak bermutu.

  1. Karakter Sombong
sombong ia http://2.bp.blogspot.com

Hidup hanya sekali, rugi kalau tidak sombong. Mungkin itu semboyan golongan ini. Mulai dari harta benda sampai romantisme kehidupannya di unggah semua ke facebook. Sepertinya kehidupan mereka itu sempurna. Meski sebenarnya kita tak pernah tahu itu nyata atau pencitraan belaka.

Mungkin orang dengan entengnya akan bilang “kalau gak suka, tinggal unfriend aja” . Kalau gak kenal sih gapapa, tapi kalau itu saudara sendiri atau teman dekat? Kan serba gak enak. Beruntunglah di facebook ada fitur unfollow, sehingga kita tidak perlu melihat aktifitas orang-orang menyebalkan semacam itu, tanpa harus menghapus pertemanan.

Comments

comments