Connect with us

Parenting

Membuat Anak Cerdas dengan Gaya Parenting Kekinian

Published

on

Mempunyai anak yang cerdas, siapa sih yang nggak pengen ? Semua orang tua tentu berharap anaknya tumbuh dengan pintar dan sehat tentunya. Lalu, apa aja sih kiat-kiat agar anak kita tumbuh menjadi anak demikian ? Berikut hitsbanget akan ulas buat kamu.

  1. Mainan edukasi

Nggak melulu soal main masak-masakan atau mobil-mobilan aja, sekarang sudah banyak di pasaran bermacam-macam mainan edukasi atau edutoys yang tentunya dapat merangsang keterampilan motorik halus & motorik kasar si anak. Jika masih bingung mau beli mainan yang seperti apa, orang tua bisa memanfaatkan internet untuk browsing kira-kira mainan edukasi apa yang tepat untuk usia si anak.

mainan edukasi via duniaanak.org

  1. Biasakan mengenal buku sejak dini

Untuk melatih anak gemar membaca, tentunya perlu dibiasakan mencintai buku sejak dini. Sekarang ini buku-buku untuk anak sangat banyak inovasinya. Dari buku pop-up 3 dimensi, buku bantal, buku dengan bahan waterproof, sampai buku yang bisa mengeluarkan suara. Semua itu dibuat para produsen buku dengan tujuan agar anak semakin tertarik untuk membaca. Dan kini semuanya bisa didapatkan secara on-line ! Nah, jadi untuk para orang tua, udah ga ada alasan lagi kan untuk tidak melatih membiasakan mengenal buku sejak dini ? Karena dengan membaca, otak si anak akan selalu terasah dan pengetahuannya akan semakin luas.

buku pop-up via noorhdee.com

  1. Nutrisi a la WHO

Untuk mengasah kecerdasan anak sedari dini pasti tidak lepas dari asupan gizi yang seimbang. Lalu apakah gizi seimbang itu ? bagaimana cara memberikan gizi yang tepat untuk si kecil ? semua itu sudah dikupas tuntas dalam WHO (World Health Organization), selengkapnya klik disini 

nutrisi balita via katalogibu.com

  1. Minim smartphone, kalaupun lagi pake, gunakan utk game edukasi

Tidak bisa dipungkiri bahwa anak jaman sekarang sudah lihai bermain smartphone. Tidak melulu karena ‘sengaja’ memfasilitasi si anak, namun juga smartphone kini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi para orang tua. Jadi mau tidak mau, si anak pasti akan tertarik untuk menggunakannya. Sebagai orang tua, kita hendaknya lebih bijak dalam menggunakan smartphone. Hindari main game di depan anak, minim-kan aplikasi-aplikasi yang tidak terlalu penting. Kalaupun ada, install lah aplikasi yang mendidik. Misalnya game puzzle, belajar berhitung, membaca dll. Dan ingat, batasi waktu penggunaannya serta selalu dampingi si buah hati. Dengan begitu smartphone jauh lebih bermanfaat.

bermain smartphone via purekids.co.id

  1. Bermain “Sensory play” dengan anak di rumah

Belakangan yang sedang hits adalah meng-upload di sosial media foto sang anak yang sedang bermain berbagai macam sensory play. Di era milenial seperti sekarang ini, istilah sensory play mungkin sudah tak asing lagi di kalangan para ibu muda. Sensory play atau permainan sensori adalah istilah permainan yang melatih kepekaan indera si anak.  Manfaatnya, permainan ini dapat melatih kemampuan bahasa, kemampuan kognitif, mengasah keterampilan motorik kasar dan halus, bahkan dapat melatih anak menyelasaikan permasalahan. Keren nggak tuh ?Bagi mereka yang tidak bekerja mungkin akan terasa lebih leluasa untuk mengajak bermain sensory play dirumah. Lalu apa saja macam sensory play itu sendiri ? Selengkapnya klik disini

sensory play via learning4kids.com

  1. Membuat grup online dengan orang tua sebaya lainnya

Mendidik anak pun ternyata juga butuh sharing dengan para orang tua lainnya. Cobalah untuk membuat grup secara online (misalnya Whatsapp, BBM, dll) dengan teman yang mempunyai anak sebaya dengan buah hati kita. Dengan begitu segala permasalahan, keluh kesah, bahkan kita bisa berbagi info tentang apapun disitu. Selamat mencoba !

sosial media via petunjuk.id

  1. Dekorasi kamar kekinian

Buat si anak betah di kamar dengan membuat dekorasi se-menarik mungkin. Orang tua bisa bereksperimen dengan padu padan cat tembok yang ceria, atau dengan menambah pernak pernik yang menarik untuk sang buah hati. Dengan begitu, anak akan lebih betah belajar dan bercengkerama dengan orang tua.

kamar anak via id.pinterest.com

  1. Menjadi Sahabat Terbaik Anak

Jadilah orang tua yang akrab dengan anak, selalu menjalin komunikasi adalah suatu keharusan meskipun kita sedang bekerja. Karena jangan sampai ketika anak mempunyai masalah dia melampiaskan ke orang lain hanya karena tidak mempunyai tempat untuk berbagi di rumah. Karena sejatinya orang tualah sahabat terbaik bagi anak.

menjadi sahabat anak via remajaindi.blogspot.com

Komentar

Parenting

Menjelang Melahirkan, Ini Dia 5 Hal yang Harus Dihindari Saat Mengejan

Published

on

Salah satu hal yang pasti ada dalam proses melahirkan normal adalah mengejan, yuk pelajari apa saja yang perlu dihindari dalam mengejan, agar proses melahirkan berjalan dengan lancar.

img: mimipipi.net

1) Jangan Berteriak Super Keras
Berteriak tanpa dikontrol dan tanpa disadari dapat membuat kelelahan dan kehilangan kendali selama proses mengejan. Cobalah mengeluarkan suara lebih pelan sehingga kamu bisa mengatur napas dengan benar.

2) Jangan Menutup Mata Rapat-Rapat
Ketika mengejan, kamu seharusnya membuka mata, agar mata tidak mendapatkan tekanan yang bisa membuat pembuluh darah di selaput mata menjadi pecah. Jadi, pastikan untuk tetap membuka mata dan mengarahkan pandangan ke arah bagian perut.

3) Mengejan Tanpa Aba-Aba Dokter atau Bidan
Jangan terburu-buru mengejan sebelum dokter kandungan atau bidan memintamu untuk melakukannya. Biasanya dokter atau bidan akan memintamu untuk mengejan apabila pembukaan sudah kesepuluh. Tujuannya untuk menghindari pembengkakan atau edema pada mulut rahim.

4) Jangan Bernapas Sembarangan / Asal-asalan
Tarik napas yang benar untuk mengurangi rasa nyeri serta memberikan sumber energi ketika akan mengejan. Teknik pernapasan yang benar dapat dipelajari pada kelas senam hamil
.

5) Tidak Perlu Mengangkat Panggul atau Bokong
Usahakan untuk rileks dan lemaskan bagian panggul ketika persalinan normal agar robekan perineum tidak menjadi lebih lebar dan tidak memerlukan jahitan lebih banyak di area jalan lahir.

Semoga bermanfaat ya tips-tips di atas !

Komentar
Continue Reading

Kesehatan

Tips Berpuasa Untuk Ibu Menyusui

Published

on

Sebenarnya untuk ibu menyusui, khususnya yang masih memberi ASI eksklusif, diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Tapi banyak Ibu yang tetap berniat untuk berpuasa. Nggak ada salahnya kok untuk dicoba dulu, tapi kalau ada tanda-tanda yang harus diwaspadai, seperti sangat lemas, dehidrasi, atau ada perubahan ASI yang membuat si kecil tidak mau menyusui, sebaiknya tidak perlu dipaksakan.

Berikut beberapa tips untuk ibu menyusui agar tetap lancar menjalankan ibadah puasa.

  1. Konsultasikan dengan dokter agar keputusan akan berpuasa atau tidak, bisa disesuaikan dengan kondisi si kecil

    img: hellosehat.com

  2. Pompa ASI saat malam hari, agar bisa memberikan ASIP di siang hari saat payudara terasa ‘kosong’

    img: hellosehat.com

  3. Tetap makan tiga kali sehari yaitu setelah berbuka, sebelum tidur, dan saat sahur

    img: kabar6.com

  4. Minum air putih minimal 8 gelas atau dua liter per hari, dengan rincian seperti berikut
  5. Istirahat yang cukup, terutama saat terasa lemas

    img: sindonews

  6. Jangan memaksakan diri bila ada tanda dehidrasi, berat ibu yang turun lebih dari 1 kg per minggu, atau bayi terlihat tidak cukup mendapatkan ASI
  7. Tips jitu yang terakhir adalah dengan mengkonsumsi air nabeez, yaitu air rendaman kurma/kismis yang sangat bermanfaat untuk ASI booster.

    img: keepo.me

    Berikut cara membuatnya

  • Siapkan 7 butir kurma yg sudah di buang bijinya
  • Taruh di gelas, beri air sampai semua kurma terendam, tutup gelas denga rapat.Taruh di dalam kulkas selama 8-12 jam.
  • Ketika sahur, blender kurma yang campur dengan susu full cream, susu beruang, atau susu sapi murni, jangan pakai susu kental/bubuk.
  • Saring dan tuang di gelas.
  • Air nabeez/ jus kurma susu siap di minum.

Air nabeez harus dikonsumsi setidaknya dalam waktu 12 jam sejak waktu perendaman. Tapi jika dijaga tetap kedap udara dan disimpan dalam kulkas, maka minuman kaya gizi ini tidak akan rusak hingga 2-3 hari.

Well, untuk para busui, tetap semangat berpuasa ya !

Komentar
Continue Reading

Parenting

Berapa Kali Operasi Caesar Boleh Dilakukan?

Published

on

By

Persalinan dengan operasi caesar merupakan proses persalinan dengan pembedahan yang dilakukan terhadap perut dan rahim wanita untuk mengeluarkan bayi. Proses persalinan ini dilakukan ketika kondisi ibu ataupun janin tidak memungkinkan untuk melakukan persalinan secara normal.

Meskipun bisa menentukan tanggal kelahiran, tapi banyak pertimbangan yang harus diambil ketika hendak melakukan operasi caesar mengingat resiko pemulihannya yang cukup lama. Menurut beberapa ahli, Kaisar Romawi Kuno Julius Caesar adalah orang pertama yang lahir melalui operasi ini. Oleh karena itu proses persalinan ini kemudian dinamakan dengan operasi caesar.

Ada beberapa penyebab yang membuat seorang ibu hamil harus menjalani operasi caesar. Penyebab itu antara lain posisi janin sungsang atau tidak normal, janin terlilit tali pusar, kondisi ibu tidak memungkinkan untuk melahirkan normal hingga plasenta previa serta adanya riwayat melahirkan caesar sebelumnya.

Pada beberapa kondisi, pasangan orang tua ingin melakukan operasi caesar dengan tujuan agar anaknya bisa lahir di tanggal-tanggal “cantik” seperti hari kemerdekaan negara ataupun hari-hari besar nasional lainnya. Alasannya sederhana, biar gampang mengingatnya. Namun sebenarnya alasan ini kurang tepat. Selagi bisa dilakukan persalinan secara normal, ada baiknya untuk menghindari operasi caesar.

Lantas sebenarnya berapa kali operasi caesar tersebut dapat dilakukan? Sampai saat ini belum ada penelitian yang pasti tentang berapa kali operasi caesar tersebut dapat dilakukan. Ada yang dua kali, tiga kali, ataupun cukup satu kali. Tapi cuma satu yang pasti, semakin sering dilakukan, maka resiko yang mengancam ibu maupun janin yang dikandungnya akan semakin besar.

Untuk itu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ataupun bidan ketika hendak melakukan persalinan. Apapun saran yang diberikan, itu sudah merupakan hasil analisa yang mendalam. Jadi ikuti saja saran dari dokter ataupun bidan yaa, biar semuanya selamat dan bahagia.

Komentar
Continue Reading

Trending