Inspirasi, Kisah Nyata

Sekelumit Cerita Dari Mereka yang Tidak Bisa Libur di Hari Lebaran

Libur lebaran yang lebih panjang dari biasanya sudah di depan mata. Bagi pegawai negeri dan kantoran, total libur yang diberikan bisa mencapai 10 hari. Sedangkan bagi mereka yang sedang kuliah atau sekolah bisa lebih lama lagi. Mudik dan liburan pun menjadi agenda yang tak terpisahkan.

Namun tak semua orang bisa menikmati libur lebaran. Umumnya hal itu terjadi karena tuntutan pekerjaan. Bukan karena kantornya gak ngasih jatah libur sih, tapi masalahnya kalau mereka libur maka nasib jutaan orang yang sedang ingin pulang ke kampung halaman bisa kelimpungan.

Tim mudik hitsbanget.com sebelum melaksanakan cuti lebaran menyempatkan diri untuk mewawancarai mereka. Terlihat sedih sih, tapi mau gimana lagi. Penyemangat mereka cuma satu, “anda berlebaran dengan tenang, kami pun sudah senang”.

  1. Polisi
images: terbitsport.com

Profesi yang paling sibuk saat idul fitri tiba. Total pasukan berbaju coklat ini akan siaga selama 16 hari atau setengah bulan. Dimulai dari H-7, 2 hari idul fitri, sampai dengan H+7. Saat kamu dan keluargamu bisa bersenda gurau menikmati momen kebersamaan, mereka justru akrab dengan jalanan.

“Pas pertama ngerasain gak kumpul keluarga itu rasanya sedih juga mas, tapi lama-lama biasa juga kok. Cuma yang agak emosi itu pas jaga waktu arus mudik. Itu kan masih suasana puasa, kondisinya macet, udah gitu pengendara pada susah diatur pengennya cepet nyampe rumah. Ngalamin itu pas siang hari, rasanya pengen berbuka lebih awal mas. Kalau arus balik sih biasa aja mas. Godaannya gak seberat pas arus mudik.” Bripda Bargo-22 tahun.

2. Reporter TV

images: ytimg.com

Mungkin kamu yang sekarang sedang kuliah di jurusan multimedia memiliki cita-cita untuk menjadi seorang reporter tv. Pastinya jadi reporter tv itu profesi yang keren sekali. Namun satu hal yang cukup mengganjal, yaitu kalau pas kebagian jatah meliput arus mudik dan arus balik. Selalu stanby di jalan-jalan utama jelas bukan hal yang menggembirakan di saat sanak saudara yang lainnya sedang berkumpul di ruang keluarga sambil menikmati opor ayam dan ketupat.

“Haduh mas, ngeliput suasana arus mudik itu capeknya bukan main mas. Kita dikejar deadline terus. Belum lagi kalau liputannya itu di pinggir jalan besar kaya di pantura. Keselamatan jadi taruhan mas. Pernah saya hampir diserempet bus gara-gara agak ketengah dikit. Dikit lho mas! gak banyak-banyak. Mungkin waktu itu si sopir bus lagi kejar setoran buat beliin baju anak sama istrinya, jadi nyetirnya agak sembrono gitu.”Nufi-23 tahun.

3. Pegawai PT KAI

images: sukita.info

Salah satu moda transportasi paling diminati untuk mudik adalah kereta api. Harga terjangkau, nyaman, dan tepat waktu sampai tujuan. Maka jangan heran kalau pas musim lebaran stasiun dan kereta api selalu penuh sesak dengan penumpang. Tanpa kamu sadari, orang-orang yang bekerja di perkeretaapian yang sangat berjasa mengantarmu ke kampung halaman juga memiliki perasaan yang sama seperti kamu. Bukan, bukan jatuh cinta sama kamu. Bukan itu. Tapi mereka terkadang juga pengen mudik pas lebaran.

“Rasanya pengen resign mas dari pekerjaan ini. Beban mentalnya itu berat mas. Bayangin aja, selama berhari-hari saya nganterin orang mudik. Bolak-balik rute Bandung-Yogyakarta-Solo. Sedangkan saya sendiri hanya lewat saja di kampung halaman saya di Kebumen. Opo ora ngenes mas kalau kaya gitu? Yah…cuma mau gimana lagi, jalanin aja. Toh semua itu ada waktunya. Duh kok saya jadi sok bijak gini ya.” Rahmat-32 tahun.

4. Sopir Bis

images: kompas.com

Selain kereta api, bus juga banyak peminatnya. Saking banyaknya, tidak jarang armada bus sampai menyewa bus pariwisata sebagai tambahan angkutan lebaran. Semakin banyak penumpang yang diangkut, semakin besar pula pendapatan kenek dan sopirnya. Belum lagi adanya pemberlakuan kenaikan tarif dari pemerintah. Lebaran benar-benar jadi ajang kejar setoran paling kenceng dalam satu tahun.

“Saya sudah hampir 20 tahun mas tidak pernah lebaran di rumah. Hampir semuanya lebaran di jalan. Pernah di tahun 2000an saya putuskan buat berhenti di daerah Pemalang buat shalat id di lapangan pinggir jalur Pantura. Soalnya waktu itu macet parah jadi datangnya terlambat. Biasanya saya datang di tujuan itu pagi jam 6. Tapi pas situasi mudik kaya sekarang bisa molor sampai jam 10an. Nanti jam 2 siang saya harus berangkat lagi. Kesel? yo jelas lah mas. Tapi ya itu, uangnya gede. Lumayan lah buat beliin baju baru buat anak sama istri.” Joyo-45 tahun.

5. Petugas Kesehatan

images: sindonews.net

Sebenarnya jatah libur untuk petugas kesehatan biasanya terbagi menjadi dua, yaitu libur sebelum lebaran dan sesudah lebaran. Cuma terkadang ada beberapa tempat yang mewajibkan dokter atau perawat baru untuk stby saat hari H lebaran. Maklum masih junior, ngalah donk sama yang senior. Kalau yang tinggalnya di sekitar tempat kerja mungkin biasa saja. Cuma bagi mereka yang kampung halamanya berjarak sehari semalam ya otomatis gak bisa lebaran bareng keluarga.

“Saya kerja di Sukabumi mas, kampung halaman saya di Situbondo. Lebaran 2 tahun ini saya kebagian jaga di hari ke-2 lebaran. Mau pulang lak yo tanggung to mas, cuma capek di jalan aja. Akhirnya ya sudah saya nikmati saja takbiran di perantauan. Anggap saja ini laku prihatin untuk karir yang lebih terang benderang. Hehehe…” Suryo-25 tahun.

6. Maskapai Penerbangan

images: tespenerbangan.web.id

Sama halnya dengan bus dan kereta api, mereka yang bekerja di maskapai penerbangan juga kejar tayang saat lebaran. Pokoknya saat musim liburan apalagi yang bebarengan dengan hari raya idul fitri, jadwal padat pasti menanti. Waktu buat keluarga pun terbilang sangat minim di saat orang lain menghabiskan waktu untuk melepas rindu dengan keluarganya selama berhari-hari.

“Wah musim lebaran gini bisa terbang beberapa kali mas,. Capek sih. Tapi….uangnya lumayan. Hehehe…lumayan banget lah buat nabung, ngirim orang tua, sama ngasih angpao ke adik-adik di kampung. Prinsipnya sih hasil tidak akan mengkhianati kerja keras mas. Waktu boleh hilang, tapi uang harus datang. Hahahahaa.” Yuni-22 tahun.

7. Pramuniaga

images: tribunnews

Memang sih gak semua toko tetap buka saat lebaran. Tapi toko-toko besar seperti yang ada di pusat perbelanjaan tetap buka. Biasanya mereka juga menggunakan sistem shift. Ada liburnya, cuma gak seberapa lama. Terkadang para pramuniaga ini sudah harus kembali bekerja saat di kampungnya masih berlangsung acara halal-bihalal.

“Pas hari pertama lebaran habis sholat id saya langsung ganti pakaian mas, siap-siap buat masuk kerja. Padahal di rumah keluarga lagi pada kumpul semua mau sungkeman. Akhirnya saya pun mendahului saja. Hilang sudah momen mengharu biru yang datangnya cuma setahun sekali itu.” Rara-20 tahun.

Beberapa contoh diatas hanyalah sekelumit cerita saja dari beberapa orang yang tidak bisa menikmati liburan saat lebaran tiba. Masih banyak profesi lain yang juga tetap stanby on call saat lebaran. Kepada orang-orang seperti merekalah kita sepatutnya mengucapkan banyak terimakasih.

Comments

comments