Connect with us

Inspirasi

Mereka yang Tidak Suka Dengan Piala Dunia

Published

on

images: ugetuget.com

Sudah menjadi hal yang wajar kalau segala sesuatu di dunia ini ada yang suka dan tidak suka. Tidak terkecuali untuk hajatan akbar sekelas piala dunia. Disaat jutaan mata tertuju ke Rusia serta merayakan pesta besar sepakbola itu, ada saja pihak-pihak yang tidak suka dengan piala dunia.

Biasanya, mereka yang tidak suka ini bukan berarti membenci sepak bola. Melainkan merasa terganggu kehidupannya hanya karena hajatan sepakbola yang digelar tiap empat tahun sekali itu. Terkadang malahan mereka yang tidak suka pada piala dunia sebenarnya juga penikmat bola, hanya saja levelnya masih amatiran. Jadi pilih tanding kalau ingin menonton suatu pertandingan.

Lantas siapa saja yang tidak suka dengan event akbar yang mampu mengalihkan perhatian dunia itu? Berikut ini kami berikan beberapa golongan orang yang tidak suka dengan piala dunia.

  1. Supporter bola yang total hanya mendukung klub, bukan timnas.

Bagi golongan supporter seperti ini, jeda kompetisi macam libur musim panas dan libur musim dingin adalah hal yang sangat menyiksa. Bagimana tidak, akhir pekan biasanya menjadi harapan untuk menyaksikan klub kesayangan beraksi. Namun karena adanya libur kompetisi, maka akhir pekan pun akan terasa hambar. Apalagi kalau mereka ini jomblo, kepedihan di akhir pekan serasa tiada habisnya.

Lantas kenapa tidak mendukung timnas saja? Ah…namanya rasa cinta dan benci itu absurd. Tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Sekali tidak suka ya tetap tidak suka. Lagian sejak kapan rasa tidak sukaitu butuh alasan?

2. Para supporter timnas yang negaranya gagal lolos piala dunia.

Bisa dibilang mereka ini barisan sakit hati. Namanya orang patah hati, apapun bisa dilakukan. Jangankan sekedar tidak menonton piala dunia, mengancam bunuh diri pun bisa mereka lakukan. Harapan tinggi bisa menyaksikan negaranya berlaga di Rusia tampaknya tak sesuai dengan kenyataan. Meskipun jumlahnya tidak banyak, tetap saja ada sekelompok orang yang kemudian memutuskan untuk membenci piala dunia.

Untuk Indonesia mungkin pengecualian. Sebab saking seringnya gagal lolos, hal itu sudah dianggap sesuatu yang biasa. Jadi jangan heran kalau di acara nobar nanti kamu akan menemukan hooligan Inggris ataupun pendukung Spanyol garis keras tapi bahasanya lo..gue... Jangan lupakan juga tifosi Italia yang selalu fanatis. Eh bentar Italia gak lolos piala dunia ya, maaf nanti diedit lagi tulisannya.

3. Para mamah muda yang kesulitan menidurkan bayinya.

Di komplek perumahan ataupun perkampungan, acara nobar biasanya digelar di pos ronda. Selain jaga keamanan, tempat tersebut juga strategis untuk didatangi. Sayangnya tingkat kebisingan nonton bola jelas berbeda dengan olahraga lainnya seperti bulu tangkis atau tinju. Tidak puas rasanya kalau tak berteriak sambil sesekali marah.

Nah itulah yang menjadi riskan. Jam tayang piala dunia yang berlangsung malam hingga dini hari bisa mengganggu istirahat warga yang lain. Terutama para mamah muda yang anaknya lagi rewel dan susah ditidurkan. Mereka pasti akan sangat membenci piala dunia. Apa sebabnya? Coba saja kamu bayangkan, susah-susah menina bobokan si dedek bayi, baru tidur 5 menit langsung bangun lagi begitu Ronaldo mencetak gol penentu di menit akhir. Goooooolllllllll…..yes…gooolllllll…..modyar kamu…gol…

Dan tak akan lama setelah orang-orang yang nobar jingkrak-jingkrak karena gol tadi, si mamah muda akan membuka pintu sambil teriak :“woii…bisa diem gak!!! anakku mau tidur…rame-rame bae…diem-diem napa.”

4. Para pemilik warung kopi.

Lhoh harusnya kan mereka seneng, jadi banyak yang begadangan. Iya sih idealnya gitu. Tapi hidup ini tidak selalu ideal. Banyak yang datang ke warung kopi hanya untuk sekedar nobar saja, beli kopi sama jajanannya tidak. Kalaupun beli kopi, paling juga cuma satu gelas. Itu pun bolak-balik minta teh tawar yang gratis. Biasanya tutup jam 12 malam, eh ini jadi jam 4 subuh.

Mau ditolak kok mereka ini pembeli, tapi mau dilayani kok ya rugi tenaga. Haduh…sungguh kondisi yang dilematis. Tapi tidak jarang juga terjadi dari tidak suka menjadi sangat cinta. Dari yang benci piala dunia menjadi penggila. Kenapa bisa begitu? ya karena witing tresno jalaran seko kulino. Kulino lihat piala dunia maksudnya.

5. Para peserta arisan yang mendapat timnas non unggulan.

Arisan piala dunia adalah hal yang jamak ditemui di masyarakat. Dengan menyetorkan sejumlah uang para peserta akan diundi secara acak untuk dapat timnas negara mana. Bagi yang mendapat kesebelasan besar macam Jerman atau Brasil, peluang mendapatkan “arisan” jelas cukup besar. Sedangkan mereka yang mendapat negara kecil macam Peru atau Panama, sudah ikhlaskan saja uangnya.

Biasanya mereka yang mendapat undian tim gurem jadi malas untuk menonton piala dunia. Bukan apa-apa, harapan untuk menang sangatlah kecil. Butuh keajaiban dari langit untuk membawa tim-tim gurem itu melenggang minimal sampai semifinal. Jadi…tidak usah menonton piala dunia saja. Anggap uang yang hilang sebagai sedekah kepada mereka yang membutuhkan. Iya membutuhkan kemenangan maksudnya.

6. Cewek-cewek yang dicuekin cowoknya.

Bola dulu baru kamu! Sepertinya itu filosofi yang pas untuk satu bulan kedepan. Jadwal tayang piala dunia bisa disaksikan mulai pukul 19.00 WIB atau jam prime time untuk chattingan. Kalau cowokmu jadi agak cuek dan lama balas chat, bisa jadi ia sedang fokus menonton piala dunia.

Terus kalau besok paginya ia terlihat bete dan muka kusam, maka bisa dipastikan ia begadang lalu kalah taruhan. Para kaum cewek harus bersabar, karena mood cowok akan berubah sesuai kondisi tim idolanya. Semarah apapun kamu sama dia, tetap saja dia akan seperti itu. Karena cewek bisa dicari, tapi piala dunia hanya empat tahun sekali.

 

Komentar

Inspirasi

Inspirasi Resepsi Pernikahan Dengan Budget Pas-pasan, Sederhana Tapi Bermakna

Published

on

By

Sebenarnya menikah biaya menikah itu murah. Kalaupun ada yang membuatnya terlihat mahal, itu adalah biaya “pamer”nya. Ya, pada intinya menikah itu harus ada kedua mempelai, saksi, mas kawin, akad, dan dilengkapi dengan restu kedua orang tua. Hanya saja karena itu diharapkan menjadi momen sekali seumur hidup, sebagian besar orang menjadikannya sebagai ritual yang harus terlihat mewah dan berkualitas.

Tak jarang sampai ada yang harus berhutang sana-sini demi melangsungkan pesta resepsi pernikahan yang meriah. Pasti terkenang sih, tapi bagaimana dengan mereka yang hanya punya budget pas-pasan tapi ingin resepsi pernikahan yang berkesan?

Tenang….kami ada solusinya. Berikut akan kami berikan beberapa tips untuk kamu yang ingin melangsungkan resepsi pernikahan yang berkesan meskipun hanya dibekali dengan budget pas-pasan.

  1. Untuk menghemat biaya sewa gedung, kamu bisa mengakalinya dengan menggunakan halaman depan rumahmu. 

images: https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/

2. Seandainya rumah kamu tak memiliki halaman depan yang mencukupi, maka mau tak mau harus menyewa gedung. Tak perlu gedung yang bagus atau besar, sebab biaya sewanya bisa mahal. Kamu bisa sewa aula atau kantor desa untuk menghemat biaya.

images: http://www.bangfebrianmiandy.com/

3. Biaya membengkak karena banyaknya tamu undangan. Kamu bisa merubah konsep acara dengan tema private party. Khusus pihak keluarga dan teman terdekat saja yang diundang ke acara resepsi.

images: http://melanieduerkopp.com/

4. Manfaatkan keahlian teman-teman kamu sebagai pengisi acara.

images: https://media.karousell.com/

5. Selain sebagai pengisi acara, kamu juga bisa meminta tolong teman-temanmu yang mahir di dunia fotografi ataupun vidografi untuk mengabadikan momen. “Harga teman” pasti akan sangat membantu.

images: https://www.plazakamera.com/

6. Hindari masak sendiri untuk resepsi karena harga bahan makanan yang fluktuatif. Akan lebih baik jika kamu menggunakan jasa katering. Tapi harus selektif juga yaa, yang hemat biayanya.

images: https://www.aertsonhotel.com/

Itulah beberapa tips sederhana untuk menghemat budget resepsi pernikahan. Perkara acara resepsi kamu menjadi rasanan tetangga karena ora umum, itu bukan urusan kami yaa…..

Komentar
Continue Reading

Hits Banget

Keren! Ini Dia Isi Pidato Nadiem Makarim di Peringatan Hari Guru 2019

Published

on

Menjelang peringatan Hari Guru tanggal 25 November 2019 mendatang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyinggung berbagai isu tentang masalah guru di Indonesia. Mulai dari banyaknya aturan, beban administrasi, hingga berbelitnya birokrasi. Hal tersebut disampaikan dalam teks pidato yang diunggah dalam situs resmi mendikbud.

img: voa-islam.com

Berikut selengkapnya

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2019

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu,
Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,

Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke,

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

Besok, di mana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda.

– Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
– Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas
– Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
– Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
– Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru,
#merdekabelajar #gurupenggerak

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Santi Santi Santi Om,
Namo Buddhaya,
Rahayu.

Jakarta, 25 November 2019
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nadiem Anwar Makarim

Isi pidato di atas sontak menuai pujian dari para warganet karena telah mewakili sebagian besar perasaan guru di Indonesia yang terbelenggu begitu banyak aturan. Semoga Nadiem Makarim dapat membawa perubahan yang semakin baik bagi pendidikan Indonesia.

Komentar
Continue Reading

Inspirasi

Keluar dari Zona Nyaman, Ayu Kartika Dewi Kini Menjadi Stafsus Jokowi

Published

on

Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah menunjuk 7 staf khusus anak muda pada Kamis (21/11/2019). Berikut ini 7 staf khusus baru Jokowi dari kalangan milenial yang diperkenalkan:

1. Adamas Belva Syah Devara (29) – Founder dan CEO Ruang Guru
2. Putri Indahsari Tanjung (23) – Founder dan CEO Creativepreneur
3. Andi Taufan Garuda Putra (32) – Founder dan CEO Amartha
4. Ayu Kartika Dewi (36) – Pendiri Gerakan SabangMerauke
5. Gracia Billy Mambrasar (31) – Pendiri Yayasan Kitong Bisa, Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia
6. Angkie Yudistia (32) – Pendiri Thisable Enterprise
7. Aminuddin Maruf (33) – Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)

Diantara 3 milenial wanita yang ada diatas, salah satunya adalah Ayu Kartika Dewi, seorang pegiat toleransi berprestasi. Pengalaman dan prestasi Ayu yang cukup banyak membuat Presiden Jokowi yakin akan kemampuan wanita 36 tahun ini untuk menjadi staf khusus Presiden.

Ayu merupakan lulusan berprestasi Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (UNAIR). Bahkan tugas akhir skripsinya terpilih untuk mendapatkan Student Grant dari Asian Development Bank. Setelah lulus kuliah, Ayu memutuskan bekerja di P&G di Singapura sebagai Consumer Insights Manager dari 2007 hingga 2010. Namun ditengah karir yang meroket di dunia korporat, Ayu justru keluar dari zona nyaman.

img; sabangmerauke.id

Jika kamu tahu Gerakan Indonesia Mengajar yang diprakarsai Anies Baswedan, maka Ayu adalah salah satu angkatan pertama dan saat itu dia ditugaskan mengajar di SD di Maluku Utara. Berawal dari kegiatan sosial tersebut, pada 2013 Ayu mendirikan gerakan SabangMerauke, yaitu sebuah program pertukaran pelajar antar-daerah di Indonesia untuk menanamkan nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan.

Tak cukup sampai disitu, atas segudang hal yang dilakukan untuk anak-anak di Indonesia, Ayu mendapatkan beasiswa Keller Scholarship dan Fulbright Scholarship untuk melanjutkan kuliah di Duke University – Fuqua School of Business, Amerika Serikat. Ia lulus dengan gelar MBA dan sempat bekerja sebagai konsultan di McKinsey selama tiga bulan pada 2014.

Pada tahun 2015 Ayu pun dipercaya sebagai Staf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan kini wanita berhijab ini dipercaya Jokowi menjadi salah satu stafsus dalam bidang sosial.

Itulah sederet pengalaman dan prestasi Ayu Kartika Dewi, staf khusus Presiden dari kalangan milenial. Kalau Ayu bisa, mengapa kamu tidak ?

Komentar
Continue Reading

Trending