Gadget

Inilah Alasan Kenapa Ponsel Xiaomi Bisa Dijual Murah

Xiaomi Redmi 5
img: unbox.ph

Akhir-akhir ini Xiaomi kembali menjadi fenomena di pasar ponsel Tanah Air. Desember 2017 lalu Xiaomi merilis ponsel low-end dengan nama Redmi 5a yang hanya dibandrol 999 ribu saja saat Flash Sale. Flash Sale sendiri adalah strategi penjualan Xiaomi dengan menunjuk satu website e-commerce secara eksklusif misalnya Lazada kalau di Indonesia. Ponsel yang dijual saat flash sale jumlahnya sangat terbatas dan akan habis dalam kurang dari 5 menit. Bayangkan saja, semua orang Indonesia yang mengincar ponsel murah berkumpul di satu website dalam satu waktu. Terkadang server pun sampai kewalahan.

Ponsel-ponsel Xiaomi sebenarnya tidak bisa diremehkan dari segi spesifikasi dan kualitas, walaupun harganya cenderung lebih murah dari kompetitor. Spesifikasi yang mirip dengan Xiaomi Redmi 5A bisa dibandrol 1,5 jutaan bahkan lebih untuk merk lain, sementara Xiaomi menjualnya dengan harga 999 ribu saja.

xiaomi redmi 5 plus
img: facebook/ Mi Indonesia

Pada 14 Februari, Xiaomi juga resmi merilis 2 ponsel barunya yaitu Redmi 5 dan Redmi 5 Plus. Kedua Ponsel tersebut dibandrol 1,899 juta untuk Redmi 5 varian tertinggi dengan RAM 3GB dan Memori Internal 32GB, dan 2,699 juta untuk Redmi 5 Plus varian tertinggi dengan Ram 4GB dan Memori Internal 64GB.

Dari varian tertinggi Redmi 5 Plus sudah jelas lebih murah dibanding pesaingnya, sebut saja Vivo 7 plus yang dipasaran masih 4 jutaan.

Kenapa Harga Xiaomi lebih murah? Apakah kualitasnya buruk? Mungkin pertanyaan itu yang ada di benak kamu

Berikut adalah beberapa alasan yang membuat Xiaomi dijual murah.

Nyaris Tanpa Iklan

Pernahkah kamu melihat iklan Xiaomi di Televisi? Berbeda dengan Vivo yang sering muncul di TV dengan Agnes Monica, atau Oppo yang muncul di TV dengan Chelsea Islan. Xiaomi hanya memanfaatkan media sosial dan para fansnya untuk berpromosi, sehingga akan cepat menyebar dari mulut ke mulut. Metode promosi ini tentunya menghemat banyak biaya.

Fokus Penjualan Online

Tak seperti brand besar seperti Samsung dan Apple yang gencar membuka offline store, Xiaomi justru gencar menjajakan produknya dengan cara online. Xiaomi memilih bekerjasama dengan beberapa website e-commerce seperti Lazada untuk pemasaran produknya. Hal tersebut tentunya akan menghemat biaya perawatan toko, gaji karyawan, dan tentunya memangkas biaya distribusi yang cukup lumayan.

Bekerjasama dengan Vendor Besar

Xiaomi banyak bekerjasama dengan produsen-produsen besar, salah satunya adalah Qualcomm. Dengan menjalin kerjasama, Xiaomi bisa mendapat pasokan komponen dengan mudah dan tentunya dengan harga yang lebih murah.

Membatasi Jumlah Produksi

Xiaomi memproduksi ponsel dengan jumlah terbatas dan akan langsung menjualnya. Jika hasil produksi tahap pertama sudah terjual, kemudian akan memproduksi lagi. Hal tersebut juga yang membuat penjualan ponsel Xiaomi kadang terbatas, yang biasa dijual dengan sistem Flash Sale. Dalam satu event Flash Sale, stock ponsel Xiaomi akan habis dalam hitungan menit. Dibatasinya jumlah produksi akan menghemat biaya penyimpanan dan perawatan, selain tetap menjaga Demand > Supply tentunya.

Berfokus pada Market Share

Berbeda dengan Apple yang menjual produk mahal dan berfokus pada keuntungan. Xiaomi memilih mengambil sedikit keuntungan tapi dengan penjualan yang banyak, dengan kata lain ingin menguasai Pangsa Pasar (Market Share). Hasil akhirnya tentu saja keuntungannya juga akan banyak.

Nah, itulah beberapa alasan yang membuat ponsel Xiaomi dijual murah.

Comments

comments