Connect with us

Relationship

Boleh Saja Jadi Working Mom, Asal Keluarga Tetap yang Utama

Published

on

images : http://www.hrreview.co.uk

Di era modern ini pandangan hidup perempuan pasti akan terbelah menjadi dua setelah mereka menikah. Yang pertama adalah mengabdikan dirinya untuk keluarga sebagai ibu rumah tangga. Sedangkan yang kedua memilih untuk melanjutkan karir dengan bekerja.

Bagi mereka yang memilih menjadi ibu rumah tangga, biasanya mereka memiliki anggapan bahwa kunci kesuksesan dari sebuah keluarga ada pada diri seorang ibu. Karena itulah mereka akan dengan sepenuh hati mengabdikan dirinya untuk mengurus suami serta anak-anaknya. Untuk ibu rumah tangga, menjadi sebuah kebanggaan tersendiri nantinya melihat suaminya sukses dalam berkarir karena dukungannya.

Sementara itu bagi working mom, mereka memiliki segudang alasan yang menyebabkan mereka memilih jalan hidup seperti itu. Alasan yang paling klasik tentu saja tingkat pendidikan. Bagi perempuan lulusan S1 misalnya, rasanya rugi bagi mereka kalau tidak bekerja dan “hanya” menjadi ibu rumah tangga. Sedangkan yang lainnya beralasan untuk membantu ekonomi keluarga. Namun adapula beberapa perempuan yang menjadi working mom hanya karena ikut-ikutan temannya.

wanita karir vs ibu rumah tangga via http://www.smartsuperwoman.com

Sampai dengan saat ini, sebagian besar masyarakat di negara kita memang masih beranggapan bahwa laki-laki adalah tulang punggung keluarga. Hal itu sebenarnya tidak salah, karena di dalam ajaran agama kewajiban laki-laki adalah memberi nafkah keluarganya setelah menikah. Hanya saja berawal dari kewajiban memberi nafkah itulah banyak laki-laki yang kemudian melarang istrinya untuk bekerja.

Hal-hal semacam itulah yang pada akhirnya akan memicu keretakan rumah tangga. Dengan posisinya sebagai kepala rumah tangga, seorang suami akan memberikan pilihan kepada istrinya, “Pilih keluarga atau pilih karir?” Kalau pilihannya jatuh pada melanjutkan karir, biasanya pernikahan ini akan berakhir dengan perpisahan.

Kalau mau berfikir secara jernih, kejadian seperti itu seharusnya bisa dihindari. Misalnya saja dengan membuat perjanjian pra-nikah yang isinya membolehkan istri untuk bekerja setelah menikah nanti. Ingin lebih kuat? Tinggal tambahi saja tanda tangan diatas materai. Seandainya si calon suami tidak menyetujuinya dalam arti menolak untuk mengijinkan istrinya bekerja, maka ada baiknya kamu pikirkan lagi untuk menikah dengannya.

tetap mengurus rumah tangga via http://hdydi.com

Lantas kalau si istri ingin melanjutkan karir di saat sudah menikah bahkan punya anak bagaimana? Simpel saja, silahkan melanjutkan karir tapi keluarga tetap jadi prioritas utama. Terutama bagi yang sudah mapan secara finansial, keinginan perempuan untuk berkarir biasanya didasari pada pendidikan tinggi yang telah mereka jalani. Bagi mereka seolah semua itu sia-sia kalau hanya digunakan untuk mengurus rumah tangga saja.

Padahal tidak ada ilmu yang sia-sia. Hanya mungkin pengamalannya saja yang semestinya bisa disesuaikan. Misalnya seorang perempuan sarjana teknik elektro yang menjadi ibu rumah tangga, bisa menyalurkan ilmunya dengan memperbaiki sendiri peralatan listrik dirumah yang rusak. Begitu juga dengan sarjana teknik arsitektur yang menjadi ibu rumah tangga. Setidaknya dia bisa membuat desain interior rumahnya sehingga menjadi semakin nyaman untuk ditempati.

Ketika sudah memutuskan menjadi working mom, berarti seorang perempuan harus bersiap-siap untuk memiliki beban kerja yang luar biasa banyaknya. Perlu dipahami bahwa menjadi seorang working mom bukan berarti menghilangkan sepenuhnya tugas-tugas istri itu sendiri dirumah. Justru sebaliknya, tugasnya semakin banyak.  Selain pekerjaannya di kantor, ia juga harus tetap mengurus suami dan anak-anak. Kamu mungkin bisa bilang dengan gampang “kan bisa sewa pembantu”, tapi sayangnya tidak semua keluarga mampu membayar jasa asisten rumah tangga ini.

tetap bertanggung jawab di rumah via http://www.scarymommy.com

Urusan anak kan tanggung jawab bersama, gak bisa donk hanya diserahin sama istri. Iya itu memang betul, semua saling kerja sama. Tapi laki-laki mana yang tidak dongkol hatinya, ketika masih capek pulang kerja langsung disuruh istrinya untuk momong anak karena si istri merasa capek banyak kerjaan di kantor. Padahal si suami tidak pernah menyuruhnya untuk bekerja.

Sering terjadi juga, karena kesibukannya di kantor rumah jadi tidak terurus. Suami harus mencuci bajunya sendiri, menyiapkan sarapan untuk anak-anak bahkan sampai antar jemput sekolah.  Apalagi ketika karir si istri semakin menanjak dan melebihi suami, bisa jadi kepentingan suaminya akan terabaikan oleh kepentingan kantornya.

Semua catatan diatas hanya berlaku bagi perempuan yang ingin menjadi working mom karena keinginannya sendiri, bukan tuntutan suami ataupun tuntutan ekonomi. Sebab akan lain pembahasannya kalau jadi working mom karena alasan itu. Jadi dari kami para suami, silahkan saja menjadi working mom, asal kepentingan keluarga tetap diatas segala-galanya. Familie vor allem…

Komentar

Relationship

5 Kebiasaan Berikut ini Kelak Akan Membuatmu Jadi Istri Serba Bisa Saat Menikah Nanti

Published

on

By

Menjadi seorang istri adalah pekerjaan yang menyenangkan, meskipun terkadang cukup susah dijalankan. Kamu harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapinya.

Entah nanti kamu jadi ibu rumah tangga atau wanita karir, yang pasti kamu akan dituntut untuk bisa melakukan banyak hal. Kehidupan di dalam pernikahan jelas sangat berbeda dengan ketika kamu masih pacaran. Hari berganti, begitu juga dengan masalah dan tantangannya. Iya sih, masalah gak datang tiap hari. Tapi kalau kamu gak bisa mengatasinya, yang ada kehidupan keluargamu jadi berantakan.

Waktu memang akan mengajarkan cara untuk menjadi sosok ibu sekaligus istri yang baik. Hanya saja tak ada salahnya kalau sejak masa pacaran kamu mulai mempersiapkan diri untuk menghadapai berbagai hal buruk yang mungkin saja kamu temui saat menikah nanti.

  1. Wanita adalah perhiasan dunia, maka jangan malas untuk berdandan

images: bisnis.com

Kesibukan luar biasa sebagai seorang istri akan semakin bertambah ketika status kamu berubah menjadi ibu. Kalau tak bisa mengatur waktu, kesempatanmu mengurus diri sendiri akan terbengkalai lantaran sibuk mengurus si buah hati dan suami. Belum lagi pekerjaan kantor apabila kamu juga seorang working mom.

Namun semua itu tak akan terjadi kalau sejak dini sudah kamu tanamkan kewajiban untuk merias diri atau berdandan. Bagaimanapun juga salah satu hal yang membuat suami betah di rumah adalah penampilan istrinya yang menawan. Tidak perlu terlalu berlebihan, sekedar tidak membiarkan dirimu berantakan saja sudah cukup. Toh suami juga paham bahwa pekerjaan rumahmu cukup berat.

2. Mudah beradaptasi dengan lingkungan baru

images: tipshariini.files.wordpress.com

Tidak semua orang dibekali dengan kemampuan cepat beradaptasi. Kamu harus membiasakan diri untuk cepat beradaptasi dengan berbagai perubahan situasi. Termasuk nanti ketika kamu ikut hidup bersama suami di tempat antah berantah. Tidak menutup kemungkinan kamu harus ikut mendampingi suami bertugas ke tempat yang jauh dari fasilitas.

Disitulah kemampuanmu sebagai seorang istri akan teruji. Pelan tapi pasti kamu harus belajar mengatasi persoalan yang ada. Kemampuanmu untuk segera menyesuaikan diri dengan situasi yang baru akan sangat membantu dalam mengatasi berbagai persoalan yang datang.

3. Selalu belajar dan suka dengan hal baru

images: cloudfront.net

Kalau mau jadi istri serba bisa, maka salah satu syarat wajib yang harus kamu miliki adalah jangan malas untuk selalu belajar. Rasanya tak mungkin kamu akan bisa banyak hal tanpa mau belajar lebih dulu. Kecuali kamu punya ilmu sihir seperti di film-film, maka tinggal bilang sim salabim saja apa yang kamu inginkan langsung terwujud.

Kamu juga mesti membiasakan diri untuk menyukai tantangan baru. Hal-hal baru yang datang di kehidupan kamu harus kamu hadapi dan bukan untuk dihindari. Meski terkadang cukup sulit, namun hal itu akan sangat membantu dalam mengasah kemampuan serta skill yang kamu miliki.

4. Jangan ragu untuk punya banyak mimpi

images: http://gemintang.com

Punya banyak mimpi bukan berarti kamu harus memperbanyak tidur lho ya! Biasanya orang yang suka dengan hal baru akan memiliki banyak mimpi untuk masa depannya. Dengan banyaknya mimpi yang harus diwujudkan, secara otomatis dia akan bekerja keras untuk membuat mimpi itu terwujud.

5. Pantang menyerah dan jarang mengeluh

images: www.hipwee.com

Mengeluh itu manusiawi. Namun menjadi tak wajar kalau itu kamu lakukan berulang kali. Sering mengeluh atas kondisi yang ada hanya akan membuatmu tidak bisa mengatasi persoalan yang sedang kamu hadapi. Tanamkan dalam diri semangat untuk pantang menyerah. Terdengar cukup naif memang, namun itu benar adanya. Lagian pekerjaan yang menumpuk tak akan selesai begitu saja dengan sekedar berkeluh kesah bukan?

 

Komentar
Continue Reading

Relationship

Beberapa Hal yang Harus Kamu Pertimbangkan Sebelum Menikah, Biar Gak Salah Langkah dan Berujung Berpisah

Published

on

By

Biasanya, menjelang akhir tahun seperti ini akan ada banyak undangan hajatan, terutama hajatan nikah. Entah karena sudah menjadi tradisi atau hanya kebetulan saja, jadwal hajatan pernikahan di akhir tahun selalu saja banyak. Kamu tentu pernah mengalami kejadian seperti ini.

Berbicara soal pernikahan, ternyata bukan hanya sebatas menghalalkan suatu hubungan dua insan manusia berlainan jenis saja. Menikah lebih dari itu. Oleh karenanya, banyak pertimbangan yang harus kamu ambil ketika hendak memutuskan menikah dengan seseorang yang kamu yakini sebagai jodohmu. Perasaan dan logika tak selamanya berjalan beriringan. Terkadang, hati kamu akan berkata iya, namun ketika mulai mempertimbangkan logika, pikiranmu jadi mengatakan tidak.

Banyaknya kasus perceraian mungkin salah satu pertanda bahwa sebelum mereka menikah, mereka kurang mempertimbangkan berbagai kesulitan yang akan mereka hadapi nantinya. Cobalah berfikir sejenak, agar tidak salah dalam melangkah, perhatikan hal-hal berikut ini agar kamu bisa lebih mantap dalam mengambil keputusan untuk menikah.

  1. Pastikan kamu yakin betul dengan pilihanmu, begitu juga sebaliknya

images: http://tanya.asmaraku.com

Memantapkan hati pada satu pilihan seumur hidup bukan perkara sederhana. Setelah janji suci terucap, hatimu hanya milik satu orang saja. Kamu tak bisa lagi tebar pesona kesana-kemari seperti dulu waktu masih single. Hubungan serta pergaulanmu dengan lawan jenis pun akan lebih terbatas dibandingkan sebelumnya. Pikirkan baik-baik soal ini. Kalau merasa belum siap, jangan dipaksakan. Tidak ada salahnya untuk menunda sementara, daripada nantinya akan menyakiti pasanganmu di kemudian hari.

Begitu juga sebaliknya, kamu harus benar-benar pastikan pasanganmu sudah yakin dengan kamu. Jangan sampai ia masih terbayang dengan masa lalunya bersama mantan kekasihnya terdahulu. Hal-hal seperti itu bisa menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja dan menghancurkan ikatan pernikahan kalian. Sama-sama yakin adalah salah satu kunci sukses dalam menjalani pernikahan.

2. Restu orang tua adalah hal wajib yang harus kamu miliki

images: http://harianbernas.com

Doa dan restu orang tua adalah segalanya. Memang sih ada juga pasangan yang memaksakan diri untuk menikah meski tanpa restu orang tua dan mereka tetap berhasil menjalaninya. Hanya saja apa kamu tega menyaksikan orang tua yang sudah membesarkanmu susah payah terlihat bersedih di hari bahagiamu? Coba kamu renungkan hal itu. Menyenangkan hati orang tua adalah salah satu kewajiban kita sebagai seorang anak.

Lantas bagaimana jika sudah cinta setengah mati tapi tetap tak direstui? Mungkin kamu bisa membicarakannya baik-baik dengan orang tua. Komunikasi adalah koentji. Kalau masih tak bisa, berarti kamu harus memilih salah satu. Dan sebagai orang yang telah dewasa, kamu tentu bisa memilih mana yang terbaik untukmu.

3. Kesepakatan soal keuangan sepertinya sepele, tapi itu sangatlah penting

images: maxmanroe.com

Membahas masalah keuangan dalam hubungan suami istri sebenarnya cukup sensitif. Apalagi buat pasangan yang baru menikah dan keuangannya terbatas. Lain cerita kalau hartamu berlimpah ruah. Untuk itulah sebelum menikah nanti buatlah terlebih dahulu kesepakatan tentang bagaimana mengatur keuangan keluarga. Entah itu dikelola istri, suami, ataupun dikelola bersama. Kamu harus mau terbuka soal hal itu.

Ketimpangan penghasilan biasanya jadi faktor utama terjadinya perceraian. Jangan sampai hal itu terjadi di rumah tanggamu nanti. Meski penghasilan istri lebih besar, usahakan kamu tetap menafkahinya selayak mungkin karena itu kewajiban laki-laki. Itu semua tergantung bagaimana kamu membuat kesepakatan sebelum menikah agar tak terjadi perdebatan di kemudian hari.

4. Jangan lupakan juga soal tempat tinggal

images: kompas.com

Bersyukurlah kamu pasangan yang baru menikah tapi sudah punya rumah pribadi. Sebenarnya, pasangan yang baru menikah akan lebih baik hidup terpisah dari orang tua ataupun mertua. Bukan apa-apa, hal itu bertujuan untuk menghindari friksi yang mungkin terjadi. Ingat, tak selamanya kehidupan rumah tangga itu berjalan mulus. Jangan sampai saat kamu sedang berdebat dengan pasanganmu nanti, mertua atau orang tua jadi ikut campur.

Bukannya beres, persoalan yang kamu hadapi akan semakin bertambah rumit karena kehadiran pihak ketiga. Orang tua atau mertua mungkin bisa jadi penengah, tapi juga tak menutup kemungkinan untuk membela salah satu diantara kalian dan memojokkan yang lainnya.

5. Kamu harus siap dengan segala kekurangan pasanganmu

images: idntimes.com

Jangankan kamu yang baru kenal beberapa bulan saja langsung nikah, mereka yang pacaran bertahun-tahun saja bisa jadi belum kenal betul dengan pasangannya. Kebanyakan orang akan menyembunyikan kekurangannya saat mereka masih pacaran, jaga image lah. Saat menikah nanti, barulah mereka kan jujur soal itu. Sebenernya bukan jujur sih, hanya saja akan keluar dengan sendirinya.

Semua itu harus kamu terima. Kamu harus pahami bahwa menikah itu bukan soal kamu, atau dia. Kamu dan dia akan menjadi kalian, itu poin pentingnya. Kalian harus bisa saling menerima, apa yang salah ya tinggal perbaiki saja. Selalu jujur dan jangan ada yang ditutupi sedikitpun. Kalau tak suka ya bilang saja tak suka. Jangan sampai karena ingin melihat pasanganmu bahagia, kamu sendiri justru jadi menderita.

 

 

 

 

 

Komentar
Continue Reading

Relationship

Hal-hal Positif yang Bisa Kamu Lakukan Setelah Cinta Ditolak

Published

on

By

Jatuh cinta memang bisa menghampiri siapa saja dan hampir setiap orang pernah melewati fase ini. Namun bagaimana jadinya apabila kamu mecintai seseorang namun ditolak dengan berbagai alasan? Seperti dianggap teman, terlalu baik jika  dijadikan pacar, atau ditolak karena doi lebih mentingin cita-cita. Okelah, setiap keputusan memang harus kamu terima dengan segela resikonya.

Tidak sedikit seseorang yang ditolak cintanya akan merasa kalut dan sedih yang hampir tak berujung. Wajar sih sebab perjuangannya selama ini tidak membuahkan hasil tapi justru penolakan yang ia rasakan.

Beranjak dari seseorang yang menolak rasa itu bukan hal yang mudah karena sering kali rasa penyesalan itu muncul kembali. Tapi kamu tidak boleh berlarut-larut dalam penyesalan, apapun yang kamu terima kamu harus tetap bangkit dan mencoba lagi perlahan–lahan melupakan dia. Dan jika merasa kesulitan cobalah beberapa cara ini.

 

1.Jangan lekas menjauh

Image : Unsplash/Rawpixel

Pernah mendengar pepatah semakin kamu jauh maka semakin sakit? Mungkin sebelum mengungkapkan rasa kamu terlihat akrab denganya, mulai dari menyapa melalui chat hingga memberikan perhatian setiap harinya. Akan tetapi situasi kini sudah berbeda. Dia sudah bukan lagi prioritas yang kamu kejar, akan tetapi jangan lekas menjauh. Cobalah berinteraksi walau tak se intens dulu lagi. Bolehlah saling sapa kembali untuk mencairkan suasana tanpa harus menggunakan hati. Cara ini akan membuat kamu lebih tenang. Lagian sih sebenarnya dia tidak menjauh. Semua itu hanya pikiran kamu saja.

  1. Melepas pikiran dengan berpergian ke suatu tempat

    Image : Unsplash/Jordan McQueen

    Mencari suasana baru merupakan satu hal yang kamu butuhkan untuk sedikit menutup perasaan yang pernah mengecewakan. Cobalah keluar rumah dan pergilah ke tempat-tempat yang kamu inginkan. Jika memang tidak ingin sendirian maka ajaklah teman dan lepaskan bayangan dia di tempat yang ingin kamu tuju.

  1. Menekuni hobi kembali

    Image : Unsplash/dan carlson

    Saat kamu mengejar dia , mungkin kamu sedikit mengesampingkan hobimu. Cobalah kembali melakukan hobimu disaat bayangan atau perasaan itu muncul lagi di ingatan kamu. Cobalah produktif agar perasaanmu tertata kembali, karena menyibukan diri dengan hobi dapat membantu kamu bangkit dari keterpurukan.

4. Mencari kenalan baru

Image : Unsplash/Rawpixel

Tidak ada salahnya kamu kembali membuka diri. Tidak salah juga kamu mulai mencari kenalan baru untuk beranjak dari rasa yang selama ini menyiksa kamu. Cobalah cari partner  walau sekedar teman ngobrol baru di medsos atau berkenalan dengan orang baru di dunia nyata. Siapa tau dia adalah jodohmu yang sebenarnya.

  1. Belajar menerima kenyataan

    Image : Unsplash/Hanny Naibaho

Cinta ditolak bukan akhir segalanya, kamu masih bisa melanjutkan hidup lebih baik. Toh belum tentu juga si doi bakal nikah dengan kamu. Jadi jangan terhanyut dalam penyesalan yang mendalam, kamu harus bisa kembali menikmati warna-warni dunia walaupun kenyataanya tanpa ada dia. Terima kenyataan dan nikmati hikmahNya.

 

Jangan terlalu larut dalam penyesalan, mau sedih atau tertawa percayalah bahwa besok masih ada hari dan masih ada kesempatan untuk orang-orang yang mau berusaha.

Komentar
Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 HitsBanget.com. Powered by WordPress.