Connect with us

Inspirasi

“Bojo Galak”, Lagu yang Memicu Pertengkaran Rumah Tangga

Published

on

images : mp3-dangdutkoplo.blogspot.com

Sudah menjadi kebiasaan bagi Tarno untuk bangun ketika adzan subuh berkumandang. Sebab rumah Tarno dengan masjid di perumahan tempatnya tinggal tidaklah terlalu jauh. Kalau anak pecinta alam sih bilangnya sak plinthengan yang kalau diterjemahkan ke bahasa sansekerta artinya adalah satu lemparan batu.

Namun jarak yang dekat itu tidaklah membuat hati Tarno tergerak untuk melangkahkan kakinya ke masjid. Ia tau betul kalau saat sholat subuh, yang menjadi imam adalah Cak Ikin yang kondang sebagai imam besar di komplek tersebut. Dan saat subuh seperti itu biasanya yang ia baca bukanlah surat-surat pendek macam Al-Ikhlas ataupun Al-Kaustar, melainkan potongan ayat salah satu surat yang mungkin panjangnya bisa dua kali Ad-Dhuha.

Setelah terbangun, hal pertama yang ia lakukan adalah membangunkan istrinya, Muji untuk sholat subuh berjamaah, dirumah maksudnya. Meski hanya hafal beberapa surat pendek namun Tarno tetap berkeinginan menjadi imam rumah tangga yang baik bagi istrinya.

“Buk…bangun buk…sudah subuh…ayo ndang tangi, subuhan.” Kata Tarno dengan penuh kelembutan.

“Hya pak…” jawab Muji singkat.

Akhirnya mereka pun shalat berjamaah. Seperti biasa, Tarno membaca surat Al-Ikhlas di rakaat pertama dan Al-Kaustar di rakaat kedua.

“Pak, kok njenengan bacaan surat pendeknya itu-itu saja to? Apa karena bacaannya paling pendek ?” tanya Muji dengan penuh kesopanan.

“Hmm…gini buk, bukannya aku gak hafal surat-surat yang lain atau yang lebih panjang dari itu, masalahnya kalau aku baca surat yang panjang terus ndilalah lupa di tengah-tengah, apa kamu bisa mbetulin?” jawab Tarno dengan diplomatis seperti seorang anggota dewan yang pandai bersilat lidah.

“Hmmm…lagu lama pak…klasik banget  alesan njenengan. Ngomong aja gak bisa.”

“Hehehe…kan wajar buk kalau lelaki pandai bersilat lidah.”

Setelah itu mereka pun mulai disibukkan dengan aktifitas masing-masing. Muji langsung menuju dapur untuk menyiapkan sarapan. Sementara Tarno mengeluarkan satu persatu kendaraan yang nantinya akan mereka pakai untuk bekerja. Sembari menjalani rutinitas pagi, Tarno lantas menyalakan laptop, lalu memutar lagu-lagu dangdut koplo yang semalam baru di downloadnya. Tidak lupa pula ia mencolokkan speaker  Simbada legendarisnya agar lebih mantap nuansa koplonya.

Dan playlist pertamanya adalah mbak Via Vallen dengan lagu Bojo Galak.

Wes nasibe kudu koyo ngene

Nduwe bojo kok ra tau ngepenakke

Seneng muring-muring omongane sengak

Kudu tak trimo bojoku pancen galak

Mendengar lagu itu Muji pun berteriak dari dapur dengan nada setengah marah

“Pagi-pagi kok sudah koplo-an to pak…opo gak ada lagu lainnya?”

“Pagi-pagi kayak gini harus denger lagu yang nge beat buk, masak hya mau dengerin lagunya payung teduh? Yo ra mashook blas to yoo.”

“Hya pak…tapi mosok lagune judule bojo galak?”

“Lhoh kamu ngerti to?”

“Yo ngerti lah pak…sopo sih yang sekarang gak tahu Via Vallen sama Nella Kharisma?”

“Ya udah buk, kalau gitu bagus dong bisa ndengerin bareng.”

Dan merekapun kembali melanjutkan aktifitasnya. Muji mulai menggoreng adonan bakwan yang sejak tadi dibuatnya sedangkan Tarno mulai membersihkan sepeda motor andalannya, Honda Tiger 2000 dengan kit  silicone, agar kelihatan mengkilat katanya. Hingga kemudian Tarno mulai ikut nyanyi ketika memasuki salah satu liriknya yang cukup sensitif bagi kaum perempuan.

Sungguh keterlaluan bojoku sing saiki kliru sithik wae aku mesti diseneni. Ameh dolan ro konco kok ora diolehke senengane nuduh dikiro lungo ro liyane. Yen wes ngono aku mung biso meneng. Tak jelaske malah mung gawe kowe sepaneng. Dimatamu aku iki ra tau bener. Kabeh mbok salahne rumongso wes paling pinter

“Pak…njenengan nyindir aku?”

“Opo to buk…masih pagi kok udah nyulut emosi, kaya berita-berita di tivi?”

“Hla itu…kamu nyanyi kok semangat banget.”

“Hla kan lagunya enak”

“Lagunya,penyanyinya, apa liriknya yang enak?”

“Hehehe semuanya buk…utamanya liriknya…kok pas gitu hlo.”

“O…gitu ya…jadi njenengan nganggep aku galak ??”

“Ya piye yo buk….aku bingung mau ngomong gimana.”

“Halah ngomong aja kalau aku ini galak, sering ngatur-ngatur, terus sering nglarang-nglarang…gitu kan?”

“Hehe…hyo buk…tumben peka?”

“Aku seperti itu yo buat njenengan pak.”

“Buat aku pie…sekarang aku dah gak bisa lagi nongkrong sama ngopi bareng temen-temen, udah gitu pulang kerja telat dikit pertanyaanmu macem-macem, belum lagi kalau denger ada dana proyek yang cair buru-buru kamu langsung nodong aku, ditambah lagi mesti harus peka sama sindiran-sindiran absurd yang hampir tiap hari keluar dari mulut kamu. Kan aku tambah mumet to buk?”

“Ohh…ngono…ceritanya nyesel punya istri kayak aku.”

“Yaa…gak gitu juga buk…kan aku cuma sekedar mengungkapkan isi hati…mosok hyo salah lagi.”

“Hya memang salah kok njenegan itu pak.”

“Haduhh…duh gusti…paringono amnesti…Bentar-bentar buk…ni lagunya yang terakhir ini bagus liriknya.”

Kuat dilakoni..yen ra kuat ditinggal ngopi

Tetep cinta senajan bojoku galak

“Tetep cinta kan buk meski galak?” wes kopiku mana, udah jadi belum?”

“Njenengan dah gak kuat to pak punya istri kaya aku? Sana ngopi aja di warung bareng temen-temenmu sambil ngrasani orang lewat!”.

Dan akhirnya Tarno pun harus melawati pagi tanpa secangkir kopi buatan Muji untuk pertama kalinya semenjak mereka menikah.

Komentar

Inspirasi

Inspirasi Resepsi Pernikahan Dengan Budget Pas-pasan, Sederhana Tapi Bermakna

Published

on

By

Sebenarnya menikah biaya menikah itu murah. Kalaupun ada yang membuatnya terlihat mahal, itu adalah biaya “pamer”nya. Ya, pada intinya menikah itu harus ada kedua mempelai, saksi, mas kawin, akad, dan dilengkapi dengan restu kedua orang tua. Hanya saja karena itu diharapkan menjadi momen sekali seumur hidup, sebagian besar orang menjadikannya sebagai ritual yang harus terlihat mewah dan berkualitas.

Tak jarang sampai ada yang harus berhutang sana-sini demi melangsungkan pesta resepsi pernikahan yang meriah. Pasti terkenang sih, tapi bagaimana dengan mereka yang hanya punya budget pas-pasan tapi ingin resepsi pernikahan yang berkesan?

Tenang….kami ada solusinya. Berikut akan kami berikan beberapa tips untuk kamu yang ingin melangsungkan resepsi pernikahan yang berkesan meskipun hanya dibekali dengan budget pas-pasan.

  1. Untuk menghemat biaya sewa gedung, kamu bisa mengakalinya dengan menggunakan halaman depan rumahmu. 

images: https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/

2. Seandainya rumah kamu tak memiliki halaman depan yang mencukupi, maka mau tak mau harus menyewa gedung. Tak perlu gedung yang bagus atau besar, sebab biaya sewanya bisa mahal. Kamu bisa sewa aula atau kantor desa untuk menghemat biaya.

images: http://www.bangfebrianmiandy.com/

3. Biaya membengkak karena banyaknya tamu undangan. Kamu bisa merubah konsep acara dengan tema private party. Khusus pihak keluarga dan teman terdekat saja yang diundang ke acara resepsi.

images: http://melanieduerkopp.com/

4. Manfaatkan keahlian teman-teman kamu sebagai pengisi acara.

images: https://media.karousell.com/

5. Selain sebagai pengisi acara, kamu juga bisa meminta tolong teman-temanmu yang mahir di dunia fotografi ataupun vidografi untuk mengabadikan momen. “Harga teman” pasti akan sangat membantu.

images: https://www.plazakamera.com/

6. Hindari masak sendiri untuk resepsi karena harga bahan makanan yang fluktuatif. Akan lebih baik jika kamu menggunakan jasa katering. Tapi harus selektif juga yaa, yang hemat biayanya.

images: https://www.aertsonhotel.com/

Itulah beberapa tips sederhana untuk menghemat budget resepsi pernikahan. Perkara acara resepsi kamu menjadi rasanan tetangga karena ora umum, itu bukan urusan kami yaa…..

Komentar
Continue Reading

Hits Banget

Keren! Ini Dia Isi Pidato Nadiem Makarim di Peringatan Hari Guru 2019

Published

on

Menjelang peringatan Hari Guru tanggal 25 November 2019 mendatang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyinggung berbagai isu tentang masalah guru di Indonesia. Mulai dari banyaknya aturan, beban administrasi, hingga berbelitnya birokrasi. Hal tersebut disampaikan dalam teks pidato yang diunggah dalam situs resmi mendikbud.

img: voa-islam.com

Berikut selengkapnya

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2019

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu,
Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,

Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke,

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

Besok, di mana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda.

– Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
– Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas
– Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
– Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
– Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru,
#merdekabelajar #gurupenggerak

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Santi Santi Santi Om,
Namo Buddhaya,
Rahayu.

Jakarta, 25 November 2019
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nadiem Anwar Makarim

Isi pidato di atas sontak menuai pujian dari para warganet karena telah mewakili sebagian besar perasaan guru di Indonesia yang terbelenggu begitu banyak aturan. Semoga Nadiem Makarim dapat membawa perubahan yang semakin baik bagi pendidikan Indonesia.

Komentar
Continue Reading

Inspirasi

Keluar dari Zona Nyaman, Ayu Kartika Dewi Kini Menjadi Stafsus Jokowi

Published

on

Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah menunjuk 7 staf khusus anak muda pada Kamis (21/11/2019). Berikut ini 7 staf khusus baru Jokowi dari kalangan milenial yang diperkenalkan:

1. Adamas Belva Syah Devara (29) – Founder dan CEO Ruang Guru
2. Putri Indahsari Tanjung (23) – Founder dan CEO Creativepreneur
3. Andi Taufan Garuda Putra (32) – Founder dan CEO Amartha
4. Ayu Kartika Dewi (36) – Pendiri Gerakan SabangMerauke
5. Gracia Billy Mambrasar (31) – Pendiri Yayasan Kitong Bisa, Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia
6. Angkie Yudistia (32) – Pendiri Thisable Enterprise
7. Aminuddin Maruf (33) – Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)

Diantara 3 milenial wanita yang ada diatas, salah satunya adalah Ayu Kartika Dewi, seorang pegiat toleransi berprestasi. Pengalaman dan prestasi Ayu yang cukup banyak membuat Presiden Jokowi yakin akan kemampuan wanita 36 tahun ini untuk menjadi staf khusus Presiden.

Ayu merupakan lulusan berprestasi Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (UNAIR). Bahkan tugas akhir skripsinya terpilih untuk mendapatkan Student Grant dari Asian Development Bank. Setelah lulus kuliah, Ayu memutuskan bekerja di P&G di Singapura sebagai Consumer Insights Manager dari 2007 hingga 2010. Namun ditengah karir yang meroket di dunia korporat, Ayu justru keluar dari zona nyaman.

img; sabangmerauke.id

Jika kamu tahu Gerakan Indonesia Mengajar yang diprakarsai Anies Baswedan, maka Ayu adalah salah satu angkatan pertama dan saat itu dia ditugaskan mengajar di SD di Maluku Utara. Berawal dari kegiatan sosial tersebut, pada 2013 Ayu mendirikan gerakan SabangMerauke, yaitu sebuah program pertukaran pelajar antar-daerah di Indonesia untuk menanamkan nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan.

Tak cukup sampai disitu, atas segudang hal yang dilakukan untuk anak-anak di Indonesia, Ayu mendapatkan beasiswa Keller Scholarship dan Fulbright Scholarship untuk melanjutkan kuliah di Duke University – Fuqua School of Business, Amerika Serikat. Ia lulus dengan gelar MBA dan sempat bekerja sebagai konsultan di McKinsey selama tiga bulan pada 2014.

Pada tahun 2015 Ayu pun dipercaya sebagai Staf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan kini wanita berhijab ini dipercaya Jokowi menjadi salah satu stafsus dalam bidang sosial.

Itulah sederet pengalaman dan prestasi Ayu Kartika Dewi, staf khusus Presiden dari kalangan milenial. Kalau Ayu bisa, mengapa kamu tidak ?

Komentar
Continue Reading

Trending