Connect with us

Relationship

Wajib Baca ! 6 Cara Simpel Membahagiakan Istri Yang Jarang Disadari Suami

Published

on

Membahagiakan istri tak melulu harus menggunakan uang berlimpah, karena memang kebahagiaan tidak hanya diukur dengan uang. Sering kali suami kurang menyadari ada beberapa hal kecil yang sebenarnya mudah dilakukan untuk membahagiakan sang istri. Berikut ulasannya

  1. Menemani melakukan hobinya

Untuk para suami, sesekali temanilah sang istri melakukan hobinya misalnya memasak, menjahit, gardening, atau travelling. Masak istri memasak suami harus nemenin ? manja banget dong ? Nanti ngrecokin lagi ? Eits, ya bukan begitu, maksudnya sesekali ditemani di dapur misalnya ketika istri sedang membuat kue, kemudian suami ikut nimbrung walaupun hanya menemani ngobrol atau bantu-bantu ngaduk adonan. Itu bisa jadi kebahagiaan tersendiri lho buat istri. Atau yang paling gampang, jika istri mempunyai hobi berkebun, suami bisa menemani sambil ikut menata tanaman-tanaman sesuai keinginan istri. Dengan begitu, rumah tanggamu akan semakin harmonis.

img : blog.concumerscu.org

  1. Mencium kening istri ketika bepergian

Hal yang sangat sepele namun sering kali lupa dilakukan adalah pamit ketika bepergian. Jikalau para suami selama ini pamitnya masih sebatas ucapan saja, sekarang mulailah dengan salaman dan mencium kening sang istri. Menurut penelitian, mencium kening istri ketika bepergian akan memicu keluarnya Endorphin yaitu senyawa kimia dalam tubuh yang dapat menghilangkan stress, menghilangkan rasa sakit dan membuat bahagia.

img : nextmashup.com

  1. Mengantar istri saat acara bersama teman komunitasnya

Cobalah jikalau ada waktu senggang, antar istri ke acara-acara komunitasnya. Misalnya arisan, acara kantor, atau reuni bersama teman-temannya. Kelihatannya sepele, namun itu bisa membuat sang istri merasa lebih diperhatikan. Apalagi suami juga sesekali ‘say hello’ dan sedikit ngobrol dengan teman-teman sang istri. Wih,  istri bisa happy terus ini !

img : shutterstock.com

  1. Menelpon orang tua istri (mertua)

Bagi yang hidup terpisah dengan orang tua, hendaknya pasangan suami istri selalu menjalin komunikasi dengan orang tua yang nun jauh di sana. Sudah hal yang wajar jikalau istri menelpon orang tuanya menanyakan kabar, namun akan berbeda jika sang suami yang menelpon orang tua istri (mertua). Istri akan merasa sangat bahagia jikalau sang suami pandai mengambil hati orang tua, apalagi sering-sering berkomunikasi. Dengan begitu, orang tua di sana pun juga tenang hatinya sang putri jatuh di orang yang tepat.

img : innomind.org

  1. Menyuapi anak

Sering kejadian istri seperti mempunyai ‘tangan laba-laba’, bisa memasak sambil mencuci, menyuapi anak, bahkan sambil menyapu. Jika suami melihat fenomena seperti itu, segeralah sedikit membantu pekerjaan istri misalnya menyuapi anak. Mempunyai anak yang masih balita tentu akan lebih menyita perhatian, belum lagi kondisi rumah yang mungkin seperti kapal pecah akan semakin membuat tenaga istri terkuras 2x lipat. Dengan sedikit bantuan suami maka beban tersebut akan berkurang. Dan bagi anak pastinya mendapat suasana baru ketika makan, karena pastinya suami mempunyai cara tersendiri dalam menyuapi anak.

img : fili.org.uk

  1. Mengajak jalan-jalan

Jikalau sedang ada waktu luang, ajaklah istri keluar rumah mencari suasana baru. Bisa jalan-jalan ke tempat wisata, menemani berbelanja, ataupun sekedar makan di cafe. Kejenuhan mengurus rumah niscaya akan melebur bersama canda tawa suami dan istripun akan semakin bahagia. Semoga bermanfaat !

img : yogahusband.com

Komentar

Relationship

4 Hal yang Harus Kamu Perhatikan Sebelum Melangkah ke Jenjang Pernikahan

Published

on

By

Bagi sebagian besar orang, menikah menjadi salah satu tujuan hidup yang harus dicapai. Bahkan tak sedikit yang sampai mematok target harus menikah di usia tertentu. Padahal ada banyak hal yang harus diperhatikan ketika seseorang hendak memutuskan untuk menikah.

Meskipun kami bukan merupakan bagian dari tim pemerintah yang menyusun pedoman untuk pernikahan, tapi setidaknya kami sudah merangkum 4 hal yang harus diperhatikan sebelum kamu memutuskan untuk merubah status dari “lajang” menjadi “menikah”. Yah, semoga saja bermanfaat yaa, lumayan, bisa menjadi tambahan tabungan untuk amal kebaikan tim penulis di akherat nanti.

Cekidot….

1. Pastikan keluarga kalian nanti punya penghasilan

Rumah tangga itu dibangun dengan perasaan. Tapi untuk merawatnya dibutuhkan penghasilan. Kenapa demikian? Karena beli beras dan bayar tagihan listrik nanti tak bisa dilakukan dengan rasa cinta.

Jadi demi kestabilan rumah tangga, sangat diperlukan adanya penghasilan. Permasalahan besar atau kecilnya penghasilan yang didapatkan itu bisa dinomor duakan. Yang penting ada dulu penghasilannya, baru disesuaikan dengan gaya dan kebutuhan hidup.

2. Yakinkan hati kalau dia benar-benar orang yang tepat

Kalau belum yakin, mending tunda dulu rencana untuk menikah. Orang bisa dengan mudah berkata cinta bisa tumbuh karena terbiasa. Tapi pelaksanaannya tak semudah itu…Markonah!

Mumpung belum menikah, kamu masih bisa mempertimbangkan dulu keputusan yang akan diambil dengan akal serta logika. Jangan terfokus dengan perasaan, sebab terkadang itu bisa menipu. Pernah dengar kan alasab ketika orang bercerai karena tidak cocok lagi??? Percayalah, mengatakan putus itu lebih mudah dibanding mengurus berkas perceraian.

3. Sebisa mungkin keluarga kalian merestuinya

Menikah itu tak hanya menyatukan kamu dan dia saja. Tapi juga kedua keluarga kalian. Ketika dari awal sudah tidak saling mendukung, maka kemungkinan besar perjalanan hidup kalian nanti akan banyak rintangannya.

Kecuali kalian termasuk orang yang punya semangat juang yang tinggi dalam menentang arus. Maka keputusan beresiko untuk selalu debat dengan keluarga bisa kamu ambil. Silahkan saja, toh setiap pilihan yang diambil tetap memiliki resiko.

4. Sudah punya calon

Keluarga mendukung, umur sudah tepat, dan penghasilan sudah ada, tapi tak punya calon untuk dinikahi. Terus yang mau kamu ajak duduk di kursi pelaminan itu siapaaaaaa???? Kotak sumbangan???

Komentar
Continue Reading

Relationship

Tips Agar Tetap Tampil Elegan Saat Datang ke Pernikahan Mantan

Published

on

By

Mantanmu sudah mau menikah, kamu diundang, tapi kamunya masih jomblo? Sabar…dunia masih terus berputar pada porosnya kok. Jadi hal itu bukanlah akhir dari perjalanan semesta ini.

Kamu harus sanggup menghadapi kenyataan bahwa orang yang pernah menghiasi hari-hari indahmu akan lebih dulu mengikat janji suci dengan orang lain yang ternyata menjadi jodohnya. Kamu harus kuat, jangan terpikirkan untuk bunuh diri! Itu dosa dan kamu nanti bisa ditempatkan di keraknya api neraka.

Jangan pula punya pemikiran untuk datang ke pernikahannya, lalu berniat sedikit mengacaukan acara resepsi dengan menyanyikan lagu Ditinggal Rabi-nya NDX AKA atau Pamer Bojo-nya Didi Kempot. Meski bakal viral, ada cara lain yang lebih elegan untuk membuat mantan terkesima dengan kedatanganmu di hari pernikahannya.

  1. Walaupun posisi saat ini kamu sedang sendiri, wajib hukumnya untuk membawa pasangan ke nikahan mantan. Usahakan dia yang kamu ajak itu orangnya lebih cantik/ganteng dari mantanmu. Buktikan kalau kamu bisa dapat yang lebih baik.

harus punya gandengan via http://talknews24.com

2. Berpenampilanlah yang menarik. Jangan tampil acak-acakan meskipun dalam keseharian kamu tampil seenaknya. Di acara penting semacam itu kamu harus bisa melakukan pencitraan.

tampil elegan via idntimes.com

3. Acara nikahan juga identik dengan reuni. Jangan terlihat sedih seandainya ada teman yang mengungkit masa lalumu dengan dia. Seremuk apapun hatimu, kamu harus terlihat kuat!

jangan baper yaa via https://ginabrocker.com

4. Siapkan jawaban atas pertanyaan “kapan nyusul” yang biasanya datang dari rekan-rekanmu atau bahkan mantanmu. Jawab singkat saja: “Nanti sore habis mandi.”

jangan lupa senyum sambil jawab via https://gema.id

5. Kado terindah untuk dia adalah suami/istrinya yang duduk di pelaminan. Tapi kamu juga mesti memberikan kado spesial untuk dia. Jangan sebatas amplop dengan isi uang yang tak seberapa. Apalagi amplop kosong!

kasih kado spesial via https://mamikos.com

Komentar
Continue Reading

Relationship

Cara Paling Elegan Untuk Menikung Pacar Teman

Published

on

By

Sudahi dulu ribut-ribut soal Pilpres ataupun Pileg. Bukannya hal itu tidak penting, tapi akan lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Kalau kata pak Kyai sih, Tinggalken!!!

Ada baiknya kamu mikirin hubunganmu sama dia. Iya, dia yang masih menjadi pacar temanmu. Coba kamu renungkan, sampai kapan kamu mau terus memendam rasa? Sampai Arsenal juara Piala Presiden?

Jatuh cinta adalah anugerah, karena tidak semua orang bisa merasakannya. Termasuk jatuh cinta kepada pacar teman sendiri. Kalau hati boleh milih, tak ada satu orang pun yang mau berada dalam posisi seperti ini. Sayangnya, rasa cinta yang mulia itu datang tanpa pernah diundang dan sialnya, ditujukan kepada pacar teman sendiri. Eh, apa itu kesialan ya? Kayaknya bukan deh.

Ketika rasa cinta kepada pacar teman sendiri itu datang, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah bertanya kepada diri sendiri. Ada tiga hal yang harus kamu tanyakan. Mau dihentikan, mau disimpan dalam hati, atau diteruskan? Kalau jawabanmu adalah mau diteruskan, maka tak ada salahnya kamu baca artikel ini.

Memang sih, jatuh cinta kepada pacar teman sendiri itu perkara rumit. Mungkin kadar kerumitannya sama dengan rumus-rumus integral dan defferensial. Tapi karena cinta bukan ilmu pasti, semua kerumitan itu akan menemukan jalan keluarnya.

Cara paling ekstrem yang bisa kamu lakukan adalah dengan langsung mengungkapkannya tanpo tedeng aling-aling. Nyatakan saja kalau kamu cinta dia. Cukup sampai disitu saja. Perkara dia punya perasaan yang sama atau tidak, itu bukan urusan kamu. Tapi cara ini jelas sangat beresiko. Bukan hanya hubunganmu dengan dia saja yang dipertaruhkan, tapi juga hubunganmu dengan temanmu.

Kalau kamu termasuk orang yang tak percaya teori cinta tidak harus memiliki, maka cara pertama yang harus kamu lakukan adalah bersabar. Simpan sendiri perasaanmu itu dalam hati. Jangan sampai ada orang lain yang tahu. Ingat, rahasia sudah bukan menjadi rahasia lagi jika sudah diketahui orang meskipun orang itu berjanji untuk merahasiakannya lagi.

Dalam masa-masa penuh kesabaran itu, lakukanlah kebiasaanmu dengan sewajarnya. Jangan mendadak sok dekat dengan dia, ataupun sebaliknya malah menjauh. Justru saat itulah kamu harus belajar. Iya, mempelajari seperti apa sesungguhnya hubungan dia dengan temanmu.

Kamu tak perlu mempelajari banyak hal soal kekurangan temanmu dihadapan dia, sebab manusia tak ada yang sempurna. Perlu diperjelas disini adalah yang kamu pelajari itu soal hubungan pacarannya, bukan kekurangan secara personal temanmu. Jadi paham kan? Kalau belum paham coba semedi  dulu sana.

Ketika kisi-kisi soal kisah cinta mereka sudah kamu dapatkan, maka langkah selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah mencari kekurangannya. Ambil contoh tidak disetujui orang tua, beda agama, beda status sosial, ataupun mungkin beda pilihan capres. Potensi konflik pasti akan muncul dari situ. Dan hal ini patut kamu manfaatkan sebaik mungkin.

Kamu bisa saja tetap menjadi diri sendiri. Tapi tak ada salahnya juga untuk mencoba menjadi sosok seideal mungkin di mata dia. Setidaknya sampai tujuanmu tercapai. Eh bentar, difokuskan dulu yaa tujuannya, dia jadi milikmu. Bukan hanya sebatas mengungkapkan rasa tapi ujungnya dibiarkan saja sama dia.

Di saat konflik itu benar-benar muncul ke permukaan, jangan buru-buru untuk segera hadir sebagai pihak ketiga penengah konflik. Kamu bukan PBB yang bisa mengirim misi perdamaian. Kamu adalah seseorang yang sedang menunggu peluang. Biarkan mengalir dulu sampai dia mengungkapkannya sendiri. Baru kemudian kamu mulai masuk.

Jangan lupakan juga temanmu. Di mata temanmu, kamu harus tetap terlihat netral. Tahan dulu hasratmu untuk segera mengeluarkan senjata pamungkas agar segera putus saja.

Jika pada akhirnya dia dan temanmu berakhir dengan kata putus, maka langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah menenangkan kedua pihak. Kenapa harus kedua pihak? Ya biar kamu tetap terlihat netral. Memangnya cuma TNI-Polri saja yang harus netral?

Saat keduanya sudah mulai move on, dikala itulah kamu baru mulai masuk lebih dalam ke kehidupan dia. Tinggalkan sejenak temanmu. Anggap saja temanmu itu bagian masa lalu dia yang sudah habis masa berlakunya biar kamu tidak merasa risih.

Terus nyatakan cinta sama dia-nya kapan? Eits, sabar dulu. Meskipun dia sudah menjadi mantan temanmu, masih ada unggah-ungguh yang harus kamu lakukan. Kamu setidaknya bilang dulu ke temanmu bahwa kamu sudah jatuh cinta sama mantannya. Tapi jangan bilang kalau kamu sudah jatuh hati sejak dia masih pacaran sama temanmu itu.

Gunakan bahasa yang tepat. Hal ini cukup sensitif. Salah ucap sedikit saja bisa merusak cara menikung pacar teman secara elegan. Seandainya temanmu legowo, pasti ia akan menerima. Tapi kalaupun tak terima, ya abaikan saja. Kan fokusmu sudah sama dia, bukan ke temanmu itu lagi.

Barulah setelah langkah demi langkah tadi kamu jalani, kamu bisa nyatakan cinta kepada dia. Perkara diterima atau ditolak, itu bukan urusan kami. Itu sepenuhnya jadi urusan kamu. Sebab jodoh ada di tangan Tuhan dan akan ditentukan dengan aksimu di lapangan, bukan ditentukan oleh kami.

Semoga langkah-langkah di atas bisa sedikit membantu ya. Biar kalimat teman makan teman hilang dari kamus perpacaran tahun 2019.

 

 

Komentar
Continue Reading

Trending