Connect with us

Relationship

Sudah Usia 30 Tahun Namun Belum Menikah ? Mungkin Kamu Telah Melakukan Beberapa ‘Kesalahan’ Berikut

Published

on

Setiap orang mempunyai alasan masing-masing mau menikah di usia berapa, ada yang baru lulus SMA pengen segera menikah, ada yang punya target usia 25 tahun, ada yang nunggu ‘mapan’ dulu baru menikah, dll. Semuanya tentu punya pertimbangan yang berbeda-beda. Namun dilansir dari bkkbn.go.id ternyata usia yang ideal untuk menikah adalah antara 21-25 tahun. Tentunya usia ideal tersebut dilihat dari berbagai macam faktor, dari kematangan reproduksi manusia, kematangan dari sisi psikologis, dll. Lalu mengapa masih banyak yang belum menikah hingga usia kepala tiga ? secara reproduksi dan psikis sudah siap namun tak kunjung duduk di pelaminan ? Berikut ulasannya

  1. Belum Move On

Salah satu alasan seseorang belum menikah di usia yang sudah matang adalah karena belum move on dari masa lalu. Mungkin sang mantan terlalu berkesan sehingga susah untuk mencari penggantinya. Namun please…..come on…. hidup adalah untuk masa depan, kalau terus meratapi masa lalu kita sendiri kan yang rugi ?

img : bussinessnewsdaily.com

  1. Terlena Dengan Masa Muda

Teman bergaul juga bisa mengakibatkan ‘telat’ menikah lho ! Begini alasannya. Usia kamu misalnya sudah mendekati kepala tiga, namun teman bergaul kamu adalah mereka yang usianya jauh di bawah kamu. Otomatis gaya hidup dan pemikiran kamu sedikit banyak akan terpengaruh oleh mereka, terutama kebiasaan foya-foya. Jangan sampai seperti ini ya !

img : expertbeacon.com

  1. Menutup Diri

Seorang belum menikah di usia yang sudah matang bisa jadi karena dia terlalu menutup diri dari dunia luar, lebih sering berkegiatan di dalam rumah misalnya. Atau saking sibunya bekerja sehingga tak ada waktu memikirkan cinta-cintaan, hehe. Jika dalam dunia marketing ada yang namanya product branding yakni cara mempromosikan produknya, begitupun dalam diri manusia ada juga yang namanya self branding. Bagaimana orang akan tertarik sama kita kalau kitanya saja hanya diam tidak memperlihatkan daya tarik kita ? Daya tarik disini bisa berupa penampilan, sikap sosial yang baik, atau bisa juga dengan talent yang kamu miliki. Kalau punya talent apa, perlihatkan saja karena itu salah satu cara melakukan self branding. Siapa coba yang tidak tertarik dengan wanita/ pria yang berpenampilan menarik, sopan berbakat ? Tapi yang perlu diingat, harus tetap menjadi diri sendiri ya !

img : shutterstock.com

  1. Terlalu Pemilih

Terlalu pemilih di usia yang sudah cukup matang adalah salah satu ‘kesalahan’ yang perlu diperbaiki. Karena ketika usia sudah memasuki 30 tahun, seharusnya tidak memilih lagi, namun memantapkan hati. Banyak kejadian seorang yang terlalu pemilih namun akhirnya tidak mendapatkan satupun dari pilihannya itu. Nggak mau kaya gitu kan ?

http://salvaggiodentistry.ca

  1. Tabungan Belum Mencukupi

Bagi para lelaki, belum mempunyai cukup tabungan ketika usia sudah memasuki kepala tiga adalah permasalahan serius sebenarnya. Mengapa ? Disaat yang lain sudah mempunyai anak usia PAUD, sedangkan kamu masih sibuk kemrungsung mengumplkan pundi-pundi rupiah. Helloww ? kemana aja selama ini ? Pandai-pandailah mengelola uang ketika masih muda, jangan mudah terpancing membeli sesuatu yang tidak penting karena ada anak & istri yang kelak menggantungkan hidupnya padamu.

img : dailymail.co.uk

  1. Belum memantaskan diri

Mengejar seseorang yang ‘levelnya’ diatas kita, lalu kita jadi minder untuk menikahinya ? Itu namanya kamu belum memantaskan diri. Caranya bagaimana ? Sederhananya, pantaskanlah dirimu untuk mendapatkan dia yang kamu inginkan. Jika dia berada di level B, sedangkan kamu masih di level C, maka perbaiki dirimu hingga mencapai level B. Indikator kalian sudah setara adalah jika hatimu sudah merasa yakin dan percaya diri. Ada pepatah yang bilang, lelaki yang baik untuk wanita yang baik dan begitupun sebaliknya.

img : thoghtcatalog.com

Komentar

Relationship

Cara Paling Elegan Untuk Menikung Pacar Teman

Published

on

By

Sudahi dulu ribut-ribut soal Pilpres ataupun Pileg. Bukannya hal itu tidak penting, tapi akan lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Kalau kata pak Kyai sih, Tinggalken!!!

Ada baiknya kamu mikirin hubunganmu sama dia. Iya, dia yang masih menjadi pacar temanmu. Coba kamu renungkan, sampai kapan kamu mau terus memendam rasa? Sampai Arsenal juara Piala Presiden?

Jatuh cinta adalah anugerah, karena tidak semua orang bisa merasakannya. Termasuk jatuh cinta kepada pacar teman sendiri. Kalau hati boleh milih, tak ada satu orang pun yang mau berada dalam posisi seperti ini. Sayangnya, rasa cinta yang mulia itu datang tanpa pernah diundang dan sialnya, ditujukan kepada pacar teman sendiri. Eh, apa itu kesialan ya? Kayaknya bukan deh.

Ketika rasa cinta kepada pacar teman sendiri itu datang, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah bertanya kepada diri sendiri. Ada tiga hal yang harus kamu tanyakan. Mau dihentikan, mau disimpan dalam hati, atau diteruskan? Kalau jawabanmu adalah mau diteruskan, maka tak ada salahnya kamu baca artikel ini.

Memang sih, jatuh cinta kepada pacar teman sendiri itu perkara rumit. Mungkin kadar kerumitannya sama dengan rumus-rumus integral dan defferensial. Tapi karena cinta bukan ilmu pasti, semua kerumitan itu akan menemukan jalan keluarnya.

Cara paling ekstrem yang bisa kamu lakukan adalah dengan langsung mengungkapkannya tanpo tedeng aling-aling. Nyatakan saja kalau kamu cinta dia. Cukup sampai disitu saja. Perkara dia punya perasaan yang sama atau tidak, itu bukan urusan kamu. Tapi cara ini jelas sangat beresiko. Bukan hanya hubunganmu dengan dia saja yang dipertaruhkan, tapi juga hubunganmu dengan temanmu.

Kalau kamu termasuk orang yang tak percaya teori cinta tidak harus memiliki, maka cara pertama yang harus kamu lakukan adalah bersabar. Simpan sendiri perasaanmu itu dalam hati. Jangan sampai ada orang lain yang tahu. Ingat, rahasia sudah bukan menjadi rahasia lagi jika sudah diketahui orang meskipun orang itu berjanji untuk merahasiakannya lagi.

Dalam masa-masa penuh kesabaran itu, lakukanlah kebiasaanmu dengan sewajarnya. Jangan mendadak sok dekat dengan dia, ataupun sebaliknya malah menjauh. Justru saat itulah kamu harus belajar. Iya, mempelajari seperti apa sesungguhnya hubungan dia dengan temanmu.

Kamu tak perlu mempelajari banyak hal soal kekurangan temanmu dihadapan dia, sebab manusia tak ada yang sempurna. Perlu diperjelas disini adalah yang kamu pelajari itu soal hubungan pacarannya, bukan kekurangan secara personal temanmu. Jadi paham kan? Kalau belum paham coba semedi  dulu sana.

Ketika kisi-kisi soal kisah cinta mereka sudah kamu dapatkan, maka langkah selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah mencari kekurangannya. Ambil contoh tidak disetujui orang tua, beda agama, beda status sosial, ataupun mungkin beda pilihan capres. Potensi konflik pasti akan muncul dari situ. Dan hal ini patut kamu manfaatkan sebaik mungkin.

Kamu bisa saja tetap menjadi diri sendiri. Tapi tak ada salahnya juga untuk mencoba menjadi sosok seideal mungkin di mata dia. Setidaknya sampai tujuanmu tercapai. Eh bentar, difokuskan dulu yaa tujuannya, dia jadi milikmu. Bukan hanya sebatas mengungkapkan rasa tapi ujungnya dibiarkan saja sama dia.

Di saat konflik itu benar-benar muncul ke permukaan, jangan buru-buru untuk segera hadir sebagai pihak ketiga penengah konflik. Kamu bukan PBB yang bisa mengirim misi perdamaian. Kamu adalah seseorang yang sedang menunggu peluang. Biarkan mengalir dulu sampai dia mengungkapkannya sendiri. Baru kemudian kamu mulai masuk.

Jangan lupakan juga temanmu. Di mata temanmu, kamu harus tetap terlihat netral. Tahan dulu hasratmu untuk segera mengeluarkan senjata pamungkas agar segera putus saja.

Jika pada akhirnya dia dan temanmu berakhir dengan kata putus, maka langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah menenangkan kedua pihak. Kenapa harus kedua pihak? Ya biar kamu tetap terlihat netral. Memangnya cuma TNI-Polri saja yang harus netral?

Saat keduanya sudah mulai move on, dikala itulah kamu baru mulai masuk lebih dalam ke kehidupan dia. Tinggalkan sejenak temanmu. Anggap saja temanmu itu bagian masa lalu dia yang sudah habis masa berlakunya biar kamu tidak merasa risih.

Terus nyatakan cinta sama dia-nya kapan? Eits, sabar dulu. Meskipun dia sudah menjadi mantan temanmu, masih ada unggah-ungguh yang harus kamu lakukan. Kamu setidaknya bilang dulu ke temanmu bahwa kamu sudah jatuh cinta sama mantannya. Tapi jangan bilang kalau kamu sudah jatuh hati sejak dia masih pacaran sama temanmu itu.

Gunakan bahasa yang tepat. Hal ini cukup sensitif. Salah ucap sedikit saja bisa merusak cara menikung pacar teman secara elegan. Seandainya temanmu legowo, pasti ia akan menerima. Tapi kalaupun tak terima, ya abaikan saja. Kan fokusmu sudah sama dia, bukan ke temanmu itu lagi.

Barulah setelah langkah demi langkah tadi kamu jalani, kamu bisa nyatakan cinta kepada dia. Perkara diterima atau ditolak, itu bukan urusan kami. Itu sepenuhnya jadi urusan kamu. Sebab jodoh ada di tangan Tuhan dan akan ditentukan dengan aksimu di lapangan, bukan ditentukan oleh kami.

Semoga langkah-langkah di atas bisa sedikit membantu ya. Biar kalimat teman makan teman hilang dari kamus perpacaran tahun 2019.

 

 

Komentar
Continue Reading

Relationship

5 Kebiasaan Berikut ini Kelak Akan Membuatmu Jadi Istri Serba Bisa Saat Menikah Nanti

Published

on

By

Menjadi seorang istri adalah pekerjaan yang menyenangkan, meskipun terkadang cukup susah dijalankan. Kamu harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapinya.

Entah nanti kamu jadi ibu rumah tangga atau wanita karir, yang pasti kamu akan dituntut untuk bisa melakukan banyak hal. Kehidupan di dalam pernikahan jelas sangat berbeda dengan ketika kamu masih pacaran. Hari berganti, begitu juga dengan masalah dan tantangannya. Iya sih, masalah gak datang tiap hari. Tapi kalau kamu gak bisa mengatasinya, yang ada kehidupan keluargamu jadi berantakan.

Waktu memang akan mengajarkan cara untuk menjadi sosok ibu sekaligus istri yang baik. Hanya saja tak ada salahnya kalau sejak masa pacaran kamu mulai mempersiapkan diri untuk menghadapai berbagai hal buruk yang mungkin saja kamu temui saat menikah nanti.

  1. Wanita adalah perhiasan dunia, maka jangan malas untuk berdandan

images: bisnis.com

Kesibukan luar biasa sebagai seorang istri akan semakin bertambah ketika status kamu berubah menjadi ibu. Kalau tak bisa mengatur waktu, kesempatanmu mengurus diri sendiri akan terbengkalai lantaran sibuk mengurus si buah hati dan suami. Belum lagi pekerjaan kantor apabila kamu juga seorang working mom.

Namun semua itu tak akan terjadi kalau sejak dini sudah kamu tanamkan kewajiban untuk merias diri atau berdandan. Bagaimanapun juga salah satu hal yang membuat suami betah di rumah adalah penampilan istrinya yang menawan. Tidak perlu terlalu berlebihan, sekedar tidak membiarkan dirimu berantakan saja sudah cukup. Toh suami juga paham bahwa pekerjaan rumahmu cukup berat.

2. Mudah beradaptasi dengan lingkungan baru

images: tipshariini.files.wordpress.com

Tidak semua orang dibekali dengan kemampuan cepat beradaptasi. Kamu harus membiasakan diri untuk cepat beradaptasi dengan berbagai perubahan situasi. Termasuk nanti ketika kamu ikut hidup bersama suami di tempat antah berantah. Tidak menutup kemungkinan kamu harus ikut mendampingi suami bertugas ke tempat yang jauh dari fasilitas.

Disitulah kemampuanmu sebagai seorang istri akan teruji. Pelan tapi pasti kamu harus belajar mengatasi persoalan yang ada. Kemampuanmu untuk segera menyesuaikan diri dengan situasi yang baru akan sangat membantu dalam mengatasi berbagai persoalan yang datang.

3. Selalu belajar dan suka dengan hal baru

images: cloudfront.net

Kalau mau jadi istri serba bisa, maka salah satu syarat wajib yang harus kamu miliki adalah jangan malas untuk selalu belajar. Rasanya tak mungkin kamu akan bisa banyak hal tanpa mau belajar lebih dulu. Kecuali kamu punya ilmu sihir seperti di film-film, maka tinggal bilang sim salabim saja apa yang kamu inginkan langsung terwujud.

Kamu juga mesti membiasakan diri untuk menyukai tantangan baru. Hal-hal baru yang datang di kehidupan kamu harus kamu hadapi dan bukan untuk dihindari. Meski terkadang cukup sulit, namun hal itu akan sangat membantu dalam mengasah kemampuan serta skill yang kamu miliki.

4. Jangan ragu untuk punya banyak mimpi

images: http://gemintang.com

Punya banyak mimpi bukan berarti kamu harus memperbanyak tidur lho ya! Biasanya orang yang suka dengan hal baru akan memiliki banyak mimpi untuk masa depannya. Dengan banyaknya mimpi yang harus diwujudkan, secara otomatis dia akan bekerja keras untuk membuat mimpi itu terwujud.

5. Pantang menyerah dan jarang mengeluh

images: www.hipwee.com

Mengeluh itu manusiawi. Namun menjadi tak wajar kalau itu kamu lakukan berulang kali. Sering mengeluh atas kondisi yang ada hanya akan membuatmu tidak bisa mengatasi persoalan yang sedang kamu hadapi. Tanamkan dalam diri semangat untuk pantang menyerah. Terdengar cukup naif memang, namun itu benar adanya. Lagian pekerjaan yang menumpuk tak akan selesai begitu saja dengan sekedar berkeluh kesah bukan?

 

Komentar
Continue Reading

Relationship

Beberapa Hal yang Harus Kamu Pertimbangkan Sebelum Menikah, Biar Gak Salah Langkah dan Berujung Berpisah

Published

on

By

Biasanya, menjelang akhir tahun seperti ini akan ada banyak undangan hajatan, terutama hajatan nikah. Entah karena sudah menjadi tradisi atau hanya kebetulan saja, jadwal hajatan pernikahan di akhir tahun selalu saja banyak. Kamu tentu pernah mengalami kejadian seperti ini.

Berbicara soal pernikahan, ternyata bukan hanya sebatas menghalalkan suatu hubungan dua insan manusia berlainan jenis saja. Menikah lebih dari itu. Oleh karenanya, banyak pertimbangan yang harus kamu ambil ketika hendak memutuskan menikah dengan seseorang yang kamu yakini sebagai jodohmu. Perasaan dan logika tak selamanya berjalan beriringan. Terkadang, hati kamu akan berkata iya, namun ketika mulai mempertimbangkan logika, pikiranmu jadi mengatakan tidak.

Banyaknya kasus perceraian mungkin salah satu pertanda bahwa sebelum mereka menikah, mereka kurang mempertimbangkan berbagai kesulitan yang akan mereka hadapi nantinya. Cobalah berfikir sejenak, agar tidak salah dalam melangkah, perhatikan hal-hal berikut ini agar kamu bisa lebih mantap dalam mengambil keputusan untuk menikah.

  1. Pastikan kamu yakin betul dengan pilihanmu, begitu juga sebaliknya

images: http://tanya.asmaraku.com

Memantapkan hati pada satu pilihan seumur hidup bukan perkara sederhana. Setelah janji suci terucap, hatimu hanya milik satu orang saja. Kamu tak bisa lagi tebar pesona kesana-kemari seperti dulu waktu masih single. Hubungan serta pergaulanmu dengan lawan jenis pun akan lebih terbatas dibandingkan sebelumnya. Pikirkan baik-baik soal ini. Kalau merasa belum siap, jangan dipaksakan. Tidak ada salahnya untuk menunda sementara, daripada nantinya akan menyakiti pasanganmu di kemudian hari.

Begitu juga sebaliknya, kamu harus benar-benar pastikan pasanganmu sudah yakin dengan kamu. Jangan sampai ia masih terbayang dengan masa lalunya bersama mantan kekasihnya terdahulu. Hal-hal seperti itu bisa menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja dan menghancurkan ikatan pernikahan kalian. Sama-sama yakin adalah salah satu kunci sukses dalam menjalani pernikahan.

2. Restu orang tua adalah hal wajib yang harus kamu miliki

images: http://harianbernas.com

Doa dan restu orang tua adalah segalanya. Memang sih ada juga pasangan yang memaksakan diri untuk menikah meski tanpa restu orang tua dan mereka tetap berhasil menjalaninya. Hanya saja apa kamu tega menyaksikan orang tua yang sudah membesarkanmu susah payah terlihat bersedih di hari bahagiamu? Coba kamu renungkan hal itu. Menyenangkan hati orang tua adalah salah satu kewajiban kita sebagai seorang anak.

Lantas bagaimana jika sudah cinta setengah mati tapi tetap tak direstui? Mungkin kamu bisa membicarakannya baik-baik dengan orang tua. Komunikasi adalah koentji. Kalau masih tak bisa, berarti kamu harus memilih salah satu. Dan sebagai orang yang telah dewasa, kamu tentu bisa memilih mana yang terbaik untukmu.

3. Kesepakatan soal keuangan sepertinya sepele, tapi itu sangatlah penting

images: maxmanroe.com

Membahas masalah keuangan dalam hubungan suami istri sebenarnya cukup sensitif. Apalagi buat pasangan yang baru menikah dan keuangannya terbatas. Lain cerita kalau hartamu berlimpah ruah. Untuk itulah sebelum menikah nanti buatlah terlebih dahulu kesepakatan tentang bagaimana mengatur keuangan keluarga. Entah itu dikelola istri, suami, ataupun dikelola bersama. Kamu harus mau terbuka soal hal itu.

Ketimpangan penghasilan biasanya jadi faktor utama terjadinya perceraian. Jangan sampai hal itu terjadi di rumah tanggamu nanti. Meski penghasilan istri lebih besar, usahakan kamu tetap menafkahinya selayak mungkin karena itu kewajiban laki-laki. Itu semua tergantung bagaimana kamu membuat kesepakatan sebelum menikah agar tak terjadi perdebatan di kemudian hari.

4. Jangan lupakan juga soal tempat tinggal

images: kompas.com

Bersyukurlah kamu pasangan yang baru menikah tapi sudah punya rumah pribadi. Sebenarnya, pasangan yang baru menikah akan lebih baik hidup terpisah dari orang tua ataupun mertua. Bukan apa-apa, hal itu bertujuan untuk menghindari friksi yang mungkin terjadi. Ingat, tak selamanya kehidupan rumah tangga itu berjalan mulus. Jangan sampai saat kamu sedang berdebat dengan pasanganmu nanti, mertua atau orang tua jadi ikut campur.

Bukannya beres, persoalan yang kamu hadapi akan semakin bertambah rumit karena kehadiran pihak ketiga. Orang tua atau mertua mungkin bisa jadi penengah, tapi juga tak menutup kemungkinan untuk membela salah satu diantara kalian dan memojokkan yang lainnya.

5. Kamu harus siap dengan segala kekurangan pasanganmu

images: idntimes.com

Jangankan kamu yang baru kenal beberapa bulan saja langsung nikah, mereka yang pacaran bertahun-tahun saja bisa jadi belum kenal betul dengan pasangannya. Kebanyakan orang akan menyembunyikan kekurangannya saat mereka masih pacaran, jaga image lah. Saat menikah nanti, barulah mereka kan jujur soal itu. Sebenernya bukan jujur sih, hanya saja akan keluar dengan sendirinya.

Semua itu harus kamu terima. Kamu harus pahami bahwa menikah itu bukan soal kamu, atau dia. Kamu dan dia akan menjadi kalian, itu poin pentingnya. Kalian harus bisa saling menerima, apa yang salah ya tinggal perbaiki saja. Selalu jujur dan jangan ada yang ditutupi sedikitpun. Kalau tak suka ya bilang saja tak suka. Jangan sampai karena ingin melihat pasanganmu bahagia, kamu sendiri justru jadi menderita.

 

 

 

 

 

Komentar
Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 HitsBanget.com. Powered by WordPress.