Connect with us

Hiburan

Review Film Teman Tapi Menikah, Tak Selamanya Friendzone Itu Berakhir Pahit

Published

on

images via liputan6.com

Friendzone itu menyakitkan. Ya, mungkin kata-kata itu benar buat mereka yang selama ini terjebak dalam perasaan cinta kepada sahabat dekat tanpa berani mengungkapkannya. Tapi buat pasangan Ayudia Bing Slamet dan Ditto hal itu tidak berlaku. Kisah cinta dua sahabat ini berakhir di pelaminan. Dan hal itu kemudian ditulis dalam bentuk novel Teman Tapi Menikah.

Perjalanan cinta Ditto dan Ayudia yang menjadi novel best seller itu lantas membuat rumah produksi Falcon Pictures tertarik untuk mengangkatnya ke layar lebar. Film ini pun diberi judul yang sama dengan novelnya, Teman Tapi Menikah. Sebuah film yang akan menggambarkan perjalanan cinta dua orang sahabat. Sebuah kisah yang banyak dialami banyak orang, namun berbeda di bagian akhirnya.

Film ini disutradarai oleh Rako Prijanto dengan bintang utamanya Adipati Dolken dan Vanesha Prescilla. Vanesha sendiri baru saja sukses dengan film Dilan 1990 yang meraup lebih dari 6 juta penonton. Mulai tanggal 29 Maret 2018 nanti film Teman Tapi Menikah sudah bisa disaksikan di bioskop.

Sahabat atau Cinta?

Perasaan cinta bisa datang kapan saja, tak kenal tempat dan tak peduli kepada siapa rasa cinta itu tertuju. Termasuk kepada sahabat sendiri. Kamu pasti merasa sangat bingung ketika jatuh cinta kepada sahabat sendiri.

Mau diungkapkan tapi sudah nyaman dengan kondisi saat ini. Tapi kalau tak diungkapkan, terus menjadi ganjalan dihati. Seperti itulah gambaran ketika kamu jatuh cinta kepada teman dekatmu. Seandainya kamu gegabah untuk mengungkapkan perasaan, maka hubunan persahabatan yang menjadi taruhannya.

Kalau diterima sih enak, kamu tinggal merubah status ke pacaran. Tapi kalau ditolak? Hampir tidak mungkin hubuganmu dengan dia akan kembali sama seperti saat kamu belum mengungkapkan perasaanmu itu. Sedangkan kalau pacaran, kemudian putus, tentu hubunganmu dengan dia akan lebih kacau lagi.

Ada baiknya kamu harus memikirkannya masak-masak sebelum berani mengungkapkan perasaan ke sahabatmu. Jangan gegabah dan egois, kecuali kamu orangnya cuek dan siap menerima penolakan. Kalau kamu tipikal orang yang baper, maka sebaiknya kamu tahan perasaan kamu itu sampai ketemu saat yang pas untuk mengungkapkannya.

Kapan saat yang pas itu? Saat kamu sudah benar-benar dewasa dan siap untuk menikah, bukan lagi pacaran. Sebagai orang yang benar-benar mencintai sahabatmu, tentu kamu akan bahagia jika melihat dia bahagia. Termasuk ketika dia bahagia bersama orang lain. Filosofi cinta tak harus memiliki harus kamu pegang betul karena saat ini kamu tengah terjebak dalam friendzone. Kalau pedoman itu kamu pahami, nanti kamu tak akan terlalu sakit hati saat dia bersama orang lain.

Akan tetapi kalau ternyata belum ada orang yang bisa membahagiakannya, maka itulah kesempaan besarmu. Carilah waktu yang pas, utarakan perasaanmu selama ini, dan akhiri dengan pernyataan bahwa kamu akan mengajaknya ke pelaminan nanti, bukan hanya sebatas pacaran. Kalau sudah seperti itu tapi kamu masih ditolak, itu berarti dia memang bukan jodoh kamu. So, positive thinking aja.

Setidaknya kisah cinta Ayudia dan Ditto sudah bisa memberikan sedikit gambaran bagaimana mengungkapkan cinta kepada sahabat. Nah biar lebih tahu bagaimana caranya, ada baiknya kamu menonton Film Teman Tapi Menikah. Kalau perlu ajak langsung sahabatmu, siapa tahu dia juga memendam perasaan yang sama dengan kamu.

Ingat, selalu positive thinking! Tak selamanya friendzone itu berakhir pahit.

 

 

 

Komentar

Hiburan

Film Hanum dan Rangga, Dilema Antara Impian dan Kepatuhan

Published

on

By

Setelah sukses dengan Film 99 Cahaya di Langit Eropa dan Bulan Terbelah di Langit Amerika, kini novel karya Hanum Salsabiela Rais yang berjudul Faith & The City akan difilmkan dengan judul Hanum dan Rangga. Film yang diangkat dari novel best seller setbal 240 halaman itu akan dibintangi oleh Rio Dewanto, Acha Septriasa, Titi Kamal, Alex Abbad, dan Arifin Putro.

images: media.tabloidbintang.com

Film yang digarap oleh rumah produksi MD Pictures ini berlatar di New York, kota yang sering dianggap sebagai ibukotanya dunia. Di kota yang penuh ambisi serta mimpi inilah sosok Hanum yang diperankan oleh Acha Septriasa akan mengalami konflik antara mengejar impiannya atau mengikuti kepatuhan dengan suami (Rangga/Rio Dewanto) sesuai ajaran agama yang dianutnya, Islam.

Rangga berkeinginan untuk kembali ke Eropa. Namun tidak dengan Hanum. Baginya New York adalah kota yang tepat untuk mengejar impiannya. Apalagi ketika Cooper (Alex Abbad) dari GNTV mendatanginya untuk menawarkan sebuah program yang mengangkat tentang dunia Islam dan Amerika. Dua hal yang selama ini dikenal bertolak belakang dan terlihat saling memusuhi satu sama lain.

Bagi Hanum ini adalah sebuah kesempatan besar untuk mengenalkan Islam kepada Amerika mengingat reputasi GNTV yang cukup populer di negeri Paman Sam itu. Tanpa menunggu izin dari Rangga, ia menerima tawaran Alex. Tak heran jika kemudian banyak konflik yang terjadi setelah Hanum memutuskan untuk menerima tawaran dari GNTV tersebut.

Kesibukannya sebagai seorang produser membuat tugas utamanya sebagai seorang istri bisa dibilang terbengkalai. Pilihan antara iman dan impian selalu membayangi dalam kehidupan Hanum saat mengejar cita-citanya. Ketika film lain banyak menceritakan tentang perjuangan mendapatkan cinta, film ini justru akan menceritakan perjuangan mempertahankan cinta.

Film ini juga bisa menjadi referensi bagi pasangan yang baru menikah, yang biasanya akan menghadapi berbagai permasalahan seputar mimpi dan cita-cita. Ketika seorang suami memiliki mimpi yang berbeda dengan istri, maka akan menjadi dilema tersendiri bagi istri. Memilih untuk terus mengejar impiannya dengan resiko rumah tangganya bermasalah atau mengikuti kehendak suami dengan akibat impiannya musnah.

Penasaran bagaimana akhir perjuangan cinta Hanum dan Rangga? Jangan lupa saksikan filmnya mulai 08 November 2018 mendatang.

 

Komentar
Continue Reading

Artis

Potret Kebersamaan Ratna Sarumpaet dan Atiqah Hasiholan

Published

on

Tokoh wanita Ratna Sarumpaet dikenal sebagai seorang aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) sejak masih belia tepatnya pada era Order Baru. Hingga sekarang, wanita kelahiran Tapanuli Utara, 16 Juli 1949 ini masih aktif menyuarakan berbagai perlawanan tentang HAM, kekerasan terhadap perempuan, hingga penindasan terhadap rakyat. Suaranya yang berani dan lantang pun kerap mendapat kecaman dari berbagai pihak, seperti aksinya yang memprotes Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang sering menertibkan pemukiman warga ketika masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Sebelum dikenal sebagai aktivis, Ratna sebetulnya telah aktif di dunia seni peran sejak lulus dari bangku SMA. Melalui sastrawan WS Rendra, Ratna belajar tentang dunia teater hingga karya demi karya ia pentaskan di panggung teater. Salah satu karyanya yang palingg terkenal adalah “Marsinah” dimana ia menulis berdasarkan peristiwa terbunuhnya buruh wanita saat itu. Atas karyanya tersebut, ia mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari berbagai pihak dan dikenal sebagai seorang pejuang Hak Asasi Manusia.

Dalam hal kehidupan pribadinya, Ratna menikah dengan seorang pria bernama Ahmad Fahmy Alhady dan memeluk agama Islam. Walaupun berakhir dengan perceraian, namun Ratna telah dikaruniai empat orang anak salah satunya artis cantik Atiqah Hasiholan.

Berikut beberapa potret keharmonisan Ratna Sarumpaet dengan Atiqah Hasiholan

  1. Potret menggemaskan Atiqah Hasiholan ketika masih kanak-kanak bersama sang ibunda, Ratna Sarumpaet.

    www.instagram.com/rsarumpaet

  2. Foto 8 tahun silam ketika Persiapan Film “Jamila & Sang Presiden” karya Ratna Sarumpaet yang diperankan oleh sang putri Atiqah Hasiholan.

    www.instagram.com/rsarumpaet

  3. Ratna Sarumpaet ketika menemani Atiqah melahirkan Salma, buah cintanya dengan aktor tampan Rio Dewanto.

    www.instagram.com/atiqahhasiholan

  4. Kebersamaan Ratna Sarumpaet dengan anak, menantu, serta Salma cucu yang menggemaskan.

    www.instagram.com/rsarumpaet

  5. Ratna Sarumpaet ketika latihan Lenong Rumpi sekitar tahun 1980. Selain sebagai aktivis wanita, Ratna juga dikenal sebagai pemain teater, sutradara, penulis naskah, juga seniman. Karya-karya yang dihasilkan pun juga tak sedikit lho!

    www.instagram.com/rsarumpaet

  6. Aktif menyuarakan pendapatnya baik di dalam maupun luar negeri, seperti gambar berikut ketika Ratna berada di Berlin tahun 1998.

    www.instagram.com/rsarumpaet

  7. Keberanian Ratna dalam menyuarakan protes terhadap pemerintah era Orde Baru menyebabkan wanita ini ditangkap dan dipenjara selama tujuh puluh hari. Dilansir dari id.wikipedia.ogDia dituding telah menyebarkan kebencian dan menghadiri pertemuan politik “anti-revolusioner”.

    www.instagram.com/rsarumpaet

Komentar
Continue Reading

Musik

Beberapa Lagu Penyemangat Para Games 2018 Ini Juga Bisa Menjadi Lagu Penyemangat Kamu Hlo !

Published

on

By

Setelah kemegahan Asian Games yang beberapa pekan lalu digelar ternyata Indonesia masih mempunyai hajat pesta olahraga se-Asia lagi yaitu Asian Para Games 2018 yang merupakan pesta olahraga atlet disabilitas yang resmi digelar hari ini di Jakarta.

Asian Para Games memang berbeda dengan Asia Games karena hanya digelar delapan hari saja dan mempertandingkan 18 cabang olahraga yang di ikuti oleh 43 negara dan dipertandingkan di 11 venue.

Jika pada saat Asian Games kita selalu mendengar lagu atau theme song Meraih Bintang yang dilantunkan oleh Via Vallen tentunya berbeda pula dengan theme song di ajang Asian Para Games 2018.

Panitia penyelenggara Asian Para Games 2018 (INAPGOC) juga meluncurkan theme song untuk ajang Asian Para Games yang bertajuk ‘Song Of Civtory’ yang dibawakan oleh deretan penyanyi ternama yang berpartisipasi di lagu ini seperti Armand Maulana, Once Mekel, Maudy Ayunda, Vidi Aldiano, Zara Leola, Regina Poetiray Lesty Kejora dan satu penyanyi yang mengalami disabilitas akan tetapi memiliki suara yang keren yaitu Putri Ariani.

Selain Song Of Victory ada beberapa lagu penyemangat yang sudah disiapkan untuk Asian Para Games 2018 dan siapa tahu bisa menjadi lagu-lagu penyemangat di hari-hari kamu diantaranya adalah Manusia Kuat yang dinyanyikan oleh Tulus, Kita Semua Sama , Dream High yang dinyanyikan oleh Sheryl Sheinafia dan Claudia Fritska dan Sang Juara.

Manusia Kuat

Kita Semua Sama

Dream High

Sang Juara

Komentar
Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 HitsBanget.com. Powered by WordPress.