Hiburan, Movie

Review Film Jelita Sejuba, Antara Romantisme Tentara dan Keindahan Natuna

images www.jawapos.com

Kehidupan tentara identik dengan ketegasan dan kedisiplinan. Namun seperti halnya manusia biasa pada umumnya, tentara juga memiliki sisi humanis dan romantis. Hal itulah yang akan diangkat dalam film Jelita Sejuba. Sebuah film yang akan menggambarkan sisi romantis dari kehidupan seorang tentara yang mengambil latar belakang di Sejuba, pesisir pantai Natuna.

Sejuba adalah kawasan pesisir pantai Natuna yang dipenuhi dengan batu-batu besar seperti di Belitung. Kalau kamu pernah menonton film Laskar Pelangi, bisa jadi kamu akan sedikit bingung membedakan antara Belitung dengan Sejuba. Kebetulan penulis skenario film ini adalah Jujur Prananto yang membuat film Laskar Pelangi.

images instagram.com

Film ini merupakan ide dari Ibu Krisnawati yang banyak melihat pengorbanan yang dilakukan oleh istri seorang tentara. Menjadi istri tentara itu berarti harus siap menjadi yang kedua. Sebab yang menjadi nomor satu adalah tugas negara. Bagaimanapun kondisinya, tugas dari negara harus selalu diutamakan.

Kebanggaan dan kegelisahan akan selalu menyertai kehidupan para istri tentara ini. Bangga karena menjadi istri seorang tentara yang berjuang untuk negara, tapi juga gelisah karena nyawa menjadi taruhannya ketika sedang bertugas. Sisi dilematis yang terkadang membuat ragu seorang wanita ketika hendak dipinang tentara.

Hal itulah yang pada akhirnya membuat sutradara Ray Nayoan mengangkat kisah itu ke layar lebar. Tentunya Ray telah melakukan observasi yang mendalam tentang kehidupan tentara sebelum berani mengangkatnya ke layar lebar.

Latar belakang tempat diambil di Natuna, yang merupakan salah satu kawasan pulau terluar Indonesia. Kiprah para tentara disana jelas sangat penting mengingat Natuna merupakan benteng pertahanan pertama karena posisinya yang terluar. Dan yang menjadi nilai lebih dari film ini adalah keindahan alam serta kearifan lokal Natuna yang cukup menonjol. Di beberapa percakapan juga menggunakan bahasa Melayu Natuna sebagai dialeknya.

Tapi kamu tak perlu khawatir, untuk beberapa dialek yang cukup sulit dimengerti sudah disiapkan subtitlenya. Jadi kamu tetap bisa menikmati film ini tanpa perlu membuka kamus bahasa Melayu.

Putri Marino dan Wafda Saifan Lubis dipilih untuk menjadi pemeran utama dalam film ini. Putri memerankan tokoh Sharifah, seorang gadis lugu asli Natuna. Sedangkan Wafda memerankan tokoh Jaka, seorang tentara muda yang kebetulan ditugaskan ke Natuna. Film ini sebenarnya terbagi dalam dua bagian yang menonjol. Bagian yang pertama adalah saat Sharifah masih menjadi gadis lokal yang lugu serta naif kemudian jatuh cinta kepada Jaka. Awalnya hal itu ditolak oleh keluarga Sharifah.

images; idntimes.com

Namun karena Sharifah berkeras, pada akhirnya takdir menyatukan Jaka dan Sharifah. Sedangkan bagian kedua mengisahkan bagaimana suka duka Sharifah setelah menjadi istri seorang tentara. Bagaimana ia gelisah ketika ditinggal pergi bertugas oleh Jaka dan harus merawat anaknya sendiri. Begitu juga dengan banyaknya aturan yang harus dipatuhi sebagai seorang istri tentara.

Putri Marino awalnya ragu untuk memerankan tokoh Sharifah. Namun setelah dibantu oleh Yayu Unru yang menjadi acting coach, Putri bisa memerankan tokoh gadis lokal Natuna itu dengan baik. Sementara itu Wafda juga harus ikut berlatih dulu bersama para tentara di Natuna agar mampu mendalami peran sebagai tentara dengan baik. Seperti berlatih menembak, olah raga bahkan mengemudikan tank.

Film ini juga didukung oleh Aldi Maldini mantan personil CJR yang berperan sebagai Farhan, adik Sharifah, lalu aktris senior Nina Rosier sebagai Ibu. Selain itu ada juga Yukio, Abigail, Mutiara Sofia dan aktor lokal Harlan Kasman. Sedangkan musisi Anji turut serta mengisi soundtrack film ini dengan lagu Menunggu Kamu.

Rencananya film yang diproduksi oleh Drelin Amagra Pictures ini akan tayang pada tanggal 05 April 2018 nanti. Buat kamu yang hobi sama film romantis, tampaknya film ini akan memberikan nuansa baru karena selama ini drama percintaan lebih banyak mengekspose anak SMA, kuliahan dan kalangan kantoran. Membayangkan tentara yang garang berubah jadi romantis serta penuh kasih sayang tentu saja akan sangat menarik. Belum lagi keindahan Natuna yang akan tergambar dengan jelas di film ini.

So….jangan lupa nonton ya gaesss.…..

Comments

comments