Connect with us

Inspirasi

Ketika Mantan Mengganggu Syahdu-nya Wedangan

Published

on

images : http://catatan-galihpamungkas.blogspot.co.id

Tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya, musim hujan tahun ini datangnya lebih cepat dari biasanya. Normalnya, periode musim hujan itu terjadi antara bulan Oktober sampai Maret. Sedangkan April-September biasanya tanah-tanah menjadi kering kerontang karena berada di periode musim kemarau. Tapi di tahun ini, di pertengahan bulan September yang sedang panas-panasnya mendadak hujan turun.

Tidak tanggung-tanggung, hujan yang mengguyur rumah Tarno dan Muji itu tidak hanya satu dua jam saja, tapi sudah dua hari dan ini memasuki hari yang ketiga.

“Oalah pak-pak…hujan kok gak ada berhentinya, gimana cucian mau kering ini.” Kata Muji dengan nada setengah mengeluh.

“Yah ini kan rizki dari Allah to buk, mosok hyo ditolak. Kasian itu orang-orang dipesisir yang kekeringan. Kamu enak, tinggal pencet  saklar air ngucur sendiri. Hla mereka … mau mandi aja airnya harus beli dulu.”

“Hya sih pak, tapi kan segala sesuatu yang berlebihan itu ndak baik.”

“Itu kan buat kamu buk…tapi kan buat Gusti Allah beda.”

“Lha iki…kalau udah ngomongin bag-bagan agama, aku pasti aja kalah dan salah.”

“Hahaha…yo iyo lah buk, aku kan lulusan pesantren” kata Tarno dengan nada sedikit sombong.

“Hyo…pesantren kilat yang cuma 3 hari itu to waktu di SMA sama SMP? Itu juga njenengan banyak tidurnya daripada ngajinya.”

“Hehehe…hyo buk. Wes sana mending kamu bikin kopi sama pisang goreng aja. Kebetulan kemarin dikasih pisang kepok sama Mbah Pur, kan enak kalau hujan-hujan gini wedangan.”

Tanpa banyak bicara lagi Muji pun beranjak ke dapur untuk memasak air sambil menggoreng pisang. Sedangkan Tarno menyalakan TV untuk melihat ada kabar apa lagi tentang negeri ini. Kebetulan salah satu berita yang ditonton adalah tentang Sri Mulyani, Menteri Keuangan yang memiliki segudang prestasi. Karena jarak antara ruang TV dengan dapur yang dekat, berita tentang Sri Mulyani itupun terdengar juga ke telinga Muji.

“Lagi nonton apa pak?”tanya Muji

“Biasa buk berita…pie dah mateng belum pisangnya?”

“Udah..bentar tak bawa kedepan”

Pisang goreng dan kopi panas pun tersaji di depan Tarno. Bagi Tarno, hujan, pisang goreng dan kopi adalah salah tiga dari nikmat dunia yang Tuhan berikan. Sambil mulutnya mengunyah pisang goreng buatan Muji, ia lalu memulai kembali pembicaraan.

“Ibu Sri Mulyani itu hebat ya buk, perempuan tapi bisa secemerlang itu.”

“Maksudnya, kok bisa njenengan ngomong begitu?”

“Hla itu, selain jadi menteri keuangan, dia kan juga pernah jadi direktur Bank Dunia. Bank Dunia hlo ini buk,Banknya penduduk satu dunia… bukan Bank BPD atau Bank keliling yang sering make motor Megapro itu..”

“Hyo pak…memang sangar kok…eh bentar-bentar, ngomong-ngomong soal Sri Mulyani, aku jadi inget mantan kamu pas SMA, Sri siapa itu namanya?”

“Sri Redjeki to maksudmu?”

“Hloh njenengan kok masih apal namanya? Jangan-jangan masih sering stalking instagram sama faceooknya yaa”?

“Opo to buk…dari Sri Mulyani kok bisa sampai stalking instagram sama facebook  mantan segala? Sensitif banget kamu itu.”

“Hya itu yang namanya istri pak, selalu sensitif dan peka. Terutama sama nakal-nakalnya suami macam stalking instagram mantan koyo njenengan niku.”

“Halah…ya udah ganti topik aja…kita bicarain bu Susi Pudjiastuti aja..dia itu kan nyentrik..pinter..dan berani.”

“Hla ini…mentang-mentang hujan jadi makin keinget sama mantan.”

“Ini apalagi sih buk…kok malah tambah ngelantur?”

“Hla itu…Susi Pudjiastuti kan nama mantan kamu juga pas awal masuk SMA, yang anak paskibra itu…yang katanya paling cantik di desanya itu..Kembang desa…”

“Hahahaha…hya yaa…aku dulu pernah punya pacar kembang desa…tapi dia sekarang dimana yaa, udah nikah apa belum yaa?”

“Tuu kan malah nanya-nanya…hhh mbok ngomongin pejabat negara yang lain gitu.”

“Maksudmu aku suruh ngomongin  Setya Novanto yang lagi sakit itu? Trus ngebahas fotonya yang janggal dengan berbagai analisa yang njlimet itu ? Gak mau aku…nanti yang ada pisang goreng sama kopi buatan kamu rasanya jadi hambar…hmm gini yo buk..orang yang lagi sakit itu baiknya di doakan, bukan malah diomongin…apalagi malah dihujat. Nanti kualat hlo”

“Haess terserah njenengan lah pak…aku jadi males nemenin njenengan wedangan..wes aku mau nyetrika baju aja.” Kata Muji sambil beranjak dari tempat duduknya.

“Lhoh buk kan bajunya belum kering?”

“Biarin…biar njenengan pas make baju itu kedinginan, terus menggigil sambil mengigau menyebut nama mantan. Kan lebih syahdu to acara mengenang mantannya? Gak cuma sebatas lewat mengingat  nama saja.”

Tarno pun hanya bisa menghela nafas panjang sambil tetap menikmati pisang goreng didepannya.

Komentar

Inspirasi

Inspirasi Resepsi Pernikahan Dengan Budget Pas-pasan, Sederhana Tapi Bermakna

Published

on

By

Sebenarnya menikah biaya menikah itu murah. Kalaupun ada yang membuatnya terlihat mahal, itu adalah biaya “pamer”nya. Ya, pada intinya menikah itu harus ada kedua mempelai, saksi, mas kawin, akad, dan dilengkapi dengan restu kedua orang tua. Hanya saja karena itu diharapkan menjadi momen sekali seumur hidup, sebagian besar orang menjadikannya sebagai ritual yang harus terlihat mewah dan berkualitas.

Tak jarang sampai ada yang harus berhutang sana-sini demi melangsungkan pesta resepsi pernikahan yang meriah. Pasti terkenang sih, tapi bagaimana dengan mereka yang hanya punya budget pas-pasan tapi ingin resepsi pernikahan yang berkesan?

Tenang….kami ada solusinya. Berikut akan kami berikan beberapa tips untuk kamu yang ingin melangsungkan resepsi pernikahan yang berkesan meskipun hanya dibekali dengan budget pas-pasan.

  1. Untuk menghemat biaya sewa gedung, kamu bisa mengakalinya dengan menggunakan halaman depan rumahmu. 

images: https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/

2. Seandainya rumah kamu tak memiliki halaman depan yang mencukupi, maka mau tak mau harus menyewa gedung. Tak perlu gedung yang bagus atau besar, sebab biaya sewanya bisa mahal. Kamu bisa sewa aula atau kantor desa untuk menghemat biaya.

images: http://www.bangfebrianmiandy.com/

3. Biaya membengkak karena banyaknya tamu undangan. Kamu bisa merubah konsep acara dengan tema private party. Khusus pihak keluarga dan teman terdekat saja yang diundang ke acara resepsi.

images: http://melanieduerkopp.com/

4. Manfaatkan keahlian teman-teman kamu sebagai pengisi acara.

images: https://media.karousell.com/

5. Selain sebagai pengisi acara, kamu juga bisa meminta tolong teman-temanmu yang mahir di dunia fotografi ataupun vidografi untuk mengabadikan momen. “Harga teman” pasti akan sangat membantu.

images: https://www.plazakamera.com/

6. Hindari masak sendiri untuk resepsi karena harga bahan makanan yang fluktuatif. Akan lebih baik jika kamu menggunakan jasa katering. Tapi harus selektif juga yaa, yang hemat biayanya.

images: https://www.aertsonhotel.com/

Itulah beberapa tips sederhana untuk menghemat budget resepsi pernikahan. Perkara acara resepsi kamu menjadi rasanan tetangga karena ora umum, itu bukan urusan kami yaa…..

Komentar
Continue Reading

Hits Banget

Keren! Ini Dia Isi Pidato Nadiem Makarim di Peringatan Hari Guru 2019

Published

on

Menjelang peringatan Hari Guru tanggal 25 November 2019 mendatang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyinggung berbagai isu tentang masalah guru di Indonesia. Mulai dari banyaknya aturan, beban administrasi, hingga berbelitnya birokrasi. Hal tersebut disampaikan dalam teks pidato yang diunggah dalam situs resmi mendikbud.

img: voa-islam.com

Berikut selengkapnya

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2019

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu,
Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,

Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke,

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

Besok, di mana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda.

– Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
– Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas
– Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
– Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
– Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru,
#merdekabelajar #gurupenggerak

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Santi Santi Santi Om,
Namo Buddhaya,
Rahayu.

Jakarta, 25 November 2019
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nadiem Anwar Makarim

Isi pidato di atas sontak menuai pujian dari para warganet karena telah mewakili sebagian besar perasaan guru di Indonesia yang terbelenggu begitu banyak aturan. Semoga Nadiem Makarim dapat membawa perubahan yang semakin baik bagi pendidikan Indonesia.

Komentar
Continue Reading

Inspirasi

Keluar dari Zona Nyaman, Ayu Kartika Dewi Kini Menjadi Stafsus Jokowi

Published

on

Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah menunjuk 7 staf khusus anak muda pada Kamis (21/11/2019). Berikut ini 7 staf khusus baru Jokowi dari kalangan milenial yang diperkenalkan:

1. Adamas Belva Syah Devara (29) – Founder dan CEO Ruang Guru
2. Putri Indahsari Tanjung (23) – Founder dan CEO Creativepreneur
3. Andi Taufan Garuda Putra (32) – Founder dan CEO Amartha
4. Ayu Kartika Dewi (36) – Pendiri Gerakan SabangMerauke
5. Gracia Billy Mambrasar (31) – Pendiri Yayasan Kitong Bisa, Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia
6. Angkie Yudistia (32) – Pendiri Thisable Enterprise
7. Aminuddin Maruf (33) – Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)

Diantara 3 milenial wanita yang ada diatas, salah satunya adalah Ayu Kartika Dewi, seorang pegiat toleransi berprestasi. Pengalaman dan prestasi Ayu yang cukup banyak membuat Presiden Jokowi yakin akan kemampuan wanita 36 tahun ini untuk menjadi staf khusus Presiden.

Ayu merupakan lulusan berprestasi Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (UNAIR). Bahkan tugas akhir skripsinya terpilih untuk mendapatkan Student Grant dari Asian Development Bank. Setelah lulus kuliah, Ayu memutuskan bekerja di P&G di Singapura sebagai Consumer Insights Manager dari 2007 hingga 2010. Namun ditengah karir yang meroket di dunia korporat, Ayu justru keluar dari zona nyaman.

img; sabangmerauke.id

Jika kamu tahu Gerakan Indonesia Mengajar yang diprakarsai Anies Baswedan, maka Ayu adalah salah satu angkatan pertama dan saat itu dia ditugaskan mengajar di SD di Maluku Utara. Berawal dari kegiatan sosial tersebut, pada 2013 Ayu mendirikan gerakan SabangMerauke, yaitu sebuah program pertukaran pelajar antar-daerah di Indonesia untuk menanamkan nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan.

Tak cukup sampai disitu, atas segudang hal yang dilakukan untuk anak-anak di Indonesia, Ayu mendapatkan beasiswa Keller Scholarship dan Fulbright Scholarship untuk melanjutkan kuliah di Duke University – Fuqua School of Business, Amerika Serikat. Ia lulus dengan gelar MBA dan sempat bekerja sebagai konsultan di McKinsey selama tiga bulan pada 2014.

Pada tahun 2015 Ayu pun dipercaya sebagai Staf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan kini wanita berhijab ini dipercaya Jokowi menjadi salah satu stafsus dalam bidang sosial.

Itulah sederet pengalaman dan prestasi Ayu Kartika Dewi, staf khusus Presiden dari kalangan milenial. Kalau Ayu bisa, mengapa kamu tidak ?

Komentar
Continue Reading

Trending