Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Parenting

Jangan Tanyakan 5 Hal Sensitif Tentang Perkembangan Anak ini Ke Mamah Muda

Published

on

Perkembangan anak tentu menjadi hal yang menarik untuk diikuti. Terutama ketika ia masih berusia dibawah 5 tahun. Mulai dari saat ia lahir, belajar duduk, berjalan, berbicara, membaca ataupun perkembangan menarik lainnya. Biasanya hal itu terjadi ketika baru memiliki anak untuk pertama kali.

Para orang tua, khususnya mamah-mamah muda seringkali mengabadikan moment perkembangan si buah hati tersebut lalu mengunggahnya ke media sosial. Hal itupun lantas memancing banyak komentar dari rekan-rekannya, baik secara langsung saat kemudian bertemu ataupun melalui kolom komentar. Entah itu komentar positif maupun negatif.

Adanya “mompetition” di jaman sosial media seperti saat ini membuat banyak hal yang kurang dalam perkembangan si anak menjadi hal yang cukup sensitif untuk dibicarakan. Salah sedikit saja dalam berkomentar akan beresiko membuat hubunganmu dengan orang tuanya jadi merenggang. Apalagi kalau orang tuanya tipikalnya gampang terbawa perasaan, kamu harus lebih bijak dalam mengeluarkan sebuah komentar.

  1. “Kok umur 1 tahun belum bisa jalan, itu anakku dah bisa lari lho!”

images: cloudfront.net

Ada anak yang umurnya 1 tahun juga sudah bisa koprol dan berenang mbak…mas! Ada baiknya kamu tahan komentarmu kalau melihat perkembangan buah hatinya yang belum bisa berjalan dengan baik di usia 1 tahun. Kamu harus paham bahwa usia satu tahun belum bisa berjalan itu masih dalam tahapan wajar. Lain lagi kalau usia 3 tahun masih belum bisa berjalan. Daripada sekedar berkomentar miring atau membandingkannya dengan anak lain, lebih baik kamu memberi saran positif saja kepada dia.

2. “Idih…dah mau dua tahun tapi rambutnya kok masih dikit aja”.

images: www.kata.co.id

Kesuburan rambut seorang anak itu banyak faktor yang mempengaruhinya. Mulai dari bawaan, turunan sampai kondisi kesehatan. Selagi semuanya masih normal, ya abaikan saja kalau rambutnya masih tipis. Jangan sekali-kali mengejeknya dengan sebutan “kaya tuyul” atau semacamnya. Selain sangat menyakitkan, bisa-bisa kamu diajak duel sama ibunya yang tentunya sudah susah payah berusaha melebatkan rambut anaknya.

3. “Lho si dedek, dah mau punya adik tapi kok ngomongnya belum lancar.”

images: http://infosehatwanita.com

Memangnya kalau ngomongnya lancar terus mau kamu ajak berdebat gitu? atau diskusi masalah politik? Mas, mbak, om, tante… asalkan nanti dia sering mendengarkan orang bicara pasti dia juga akan lancar dalam hal berkomunikasi. Daripada kamu tanyakan itu ke ibunya, mending kamu ajak saja si anak itu untuk berinteraksi. Siapa tahu setelah itu dia jadi komunikatif dan mampu berbicara dengan baik seperti teman-teman se usianya.

4. “Berat badannya berapa sih? kok kelihatan kurus banget, susah maemnya ya? kaya kurang gizi gini”

images: merdeka.com

Jangan melihat sesuatu hanya sebatas pandanganmu saja. Kalau kamu ingin tahu pasti berapa berat ideal seorang anak, bisa kamu lihat di buku KIA dan itu juga ada batas toleransinya. Selagi si anak sehat dan perkembangan lainnya lancar, tidak gemuk bukanlah masalah yang berarti. Lagian darimana coba kamu bisa mengetahui kalau gemuk dan ginuk-ginuk adalah indikator kesehatan anak? Siapa tahu si anak makannya banyak tapi aktifitasnya lebih banyak.

5. “Eh…si dedek jangan pelit, bagi dong makanannya ke temennya. Buk, anaknya gak pernah diajarin to?”

images: pondokibu.com

Nah ini lagi, sejak kapan coba anak kecil paham betul masalah pelit dan berbagi. Apalagi kalau hal itu ditujukan untuk seorang anak yang usianya belum genap 2 tahun. Orang tuanya pasti sudah mengajarkan berbagi, cuma ya mau gimana lagi kalau si anak memang belum paham. Kalau dia nanti sudah SMP tapi masih seperti itu, tidak ada salahnya kamu menegurnya. Tapi kalau saat ini, kamu harusnya yang pintar mengalihkan perhatian kalau ada anak-anak kecil yang berebut sesuatu karena kamu sudah dewasa.

Hanya saja 5 hal diatas hanya berlaku untuk mereka yang baper dan sensitif dalam menanggapi perkembangan anak yang kurang sesuai dengan teman sebayanya. Kalau karakter orang tuanya cuek,  kamu berkomentar seperti diatas sebenarnya tidak terlalu bermasalah. Cuma untuk menjaga hubungan pertemanan, ada baiknya dihindari saja. Daripada tahu-tahu kamu akan disindir lewat sosial media atau dilabrak secara langsung malahan.

Komentar

Parenting

Beberapa Sifat Genetik yang Diturunkan Ibu Kepada Anak

Published

on

By

Adalah hal yang wajar ketika seorang anak terlihat mirip dengan ayah atau ibunya. Alasannya jelas, menurut berbagai penelitian, seorang ayah dan ibu masing-masing menurunkan 23 kromosom kepada anaknya. Jadi bukan suatu kebetulan belaka jika seorang anak akan mirip dengan kedua orang tuanya.

Ada beberapa sifat genetik yang akan menurun kepada anak yang dipengaruhi oleh kromosom dari ibunya. Antara lain rambut, gaya tidur, kecerdasan, tangan yang dominan, kebiasaan makan, dan buta warna.

Mari kita bahas satu per satu.

1. Kebiasaan makan

Dilansir dari family education, makanan yang dikonsumsi ibu hamil ternyata tidak hanya berpengaruh pada kesehatan dan kondisi tubuhnya saja. Akan tetapi juga akan membawa pengaruh kepada kebiasaan makan si anak nanti ketika sudah dilahirkan.

2. Buta warna

Dilansir dari brighsite, ketidakmampuan mata untuk membedakan warna-warna merupakan pembawaan genetik dari seorang ibu. Buta warna banyak ditemukan menimpa perempuan. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan juga laki-laki mengalaminya.

3. Tangan yang dominan

Apabila si ibu lebih sering menggunakan tangan kanan, maka si anak nantinya juga akan seperti itu. Tapi jika si ibu banyak menggunakan tangan kiri, meskipun si bapak tidak, besar kemungkinan si anak nantinya akan lebih dominan dalam menggunakan tangan kirinya untuk beraktifitas.

4. Rambut

Warna rambut si anak akan sangat terpengaruh dari warna rambut ibunya. Begitu juga dengan tipikal rambutnya. Hal ini disebabkan oleh adanya lebih dari 20 gen dari ibu yang mengendalikan protein dalam prosea pembentukan rambut si anak.

5. Gaya tidur

Jika si ibu biasa tidur tengkurap, maka kemungkinan besar si anak nanti tidurnya juga akan tengkurap. Untuk hal satu ini bisa dengan mudah diamati setidaknya ketika anak sudah berusia diatas satu tahun.

6. Kecerdasan

Khusus untuk anak laki-laki, ia akan mendapat warisan kecerdasan dari ibunya. Sedangkan anak perempuan akan mendapat warisan kecerdasan dari kedua orang tuanya. Tapi semua itu hanyalah 40% dari kecerdasan si anak nanti ketika tumbuh dewasa. 60% sisanya dipengaruhi banyak faktor seperti lingkungan, gaya hidup, makanan, dan lain-lain.

Komentar
Continue Reading

Kesehatan

Tips Agar Hamil Anak Laki-Laki

Published

on

Setiap anak adalah anugerah dan titipan, apapun jenis kelaminnya. Namun ada beberapa pasangan yang memilih untuk mengusahakan salah satu jenis kelamin karena suatu hal. Misalnya pasangan yang telah memiliki tiga anak perempuan berturut-turut dan ingin program anak laki-laki. Dan untuk Sobat Spaneng yang sedang promil anak laki-laki, berikut ini beberapa tips yang bisa kamu coba

  1. Pilih menu makanan yang bersifat basa seperti ikan, brokoli, cabe, alpukat, jamur, jagung manis, roti, kacang almond, kacang panjang, kacang hijau, tahu, kelapa segar, bayam, dll. Karena makanan yang bersifat basa dapat meningkatkan peluang untuk mengandung anak laki-laki.

    img: hello sehat

     

  2. Hindari produk susu dan kafein, karena hal ini dipercaya dapat membuat gen laki-laki atau kromosom Y menjadi lebih aktif.

    img: reportshealthcare.com

  3. Posisi sex yang tepat, dengan tujuan agar penetrasi lebih dalam sehingga kromosom Y dapat lebih cepat mencapai sel telur

    img: refynery29.com

     

  4. Sebisa mungkin mencapai orgasme ketika berhubungan. Alasannya, orgasme yang dialami oleh calon ibu memicu produksi cairan vagina bersifat basa yang bisa membantu sperma kromosom-Y bertahan hidup lebih lama dengan menciptakan lingkungan yang kurang bersahabat bagi sperma anak perempuan.

    img: upliftconnect.com

     

  5. Tunggu masa ovulasi ketika akan berhubungan intim, sebab kemampuan renang sperma laki-laki lebih cepat dari sperma perempuan tapi lebih cepat mati dalam lingkungan vagina.

    img: www.pregnancy.com

     

  6. Konsumsi makanan dengan kalori lebih tinggi. Karena menurut penelitian, wanita yang mengonsumsi lebih banyak kalori terutama yang makan sereal saat sarapan dan makan makanan tinggi kalium, memiliki peluang yang lebih tinggi untuk bisa hamil anak laki-laki.

    img: carolroth.com

    Itulah 6 tips untuk program kehamilan anak laki-laki, semoga bermanfaat!

Komentar
Continue Reading

Parenting

Cara Mudah Mencegah Gigi Berlubang Pada Anak

Published

on

By

Tumbuh kembang anak yang berlangsung dengan baik tentunya menjadi impian setiap orang tua. Akan tetapi dalam perjalanannya, pasti ada hambatan yang menyertainya. Entah itu hambatan yang besar maupun yang kecil.

Salah satu hambatan yang sering terjadi adalah dalam hal pertumbuhan gigi. Semua orang tentu berharap gigi anak akan tumbuh dengan baik, rapi dan bersih. Sayangnya kebanyakan anak sering mengalami fase dalam masa kecilnya yaitu terkena gigi berlubang. Bahkan terkadang, hal ini disertai rasa sakit yang cukup mengganggu aktifitas.

Gigi berlubang terjadi karena hilangnya mineral pada gigi yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini menghasilkan asam yang akan mengikis permukaan gigi. Sebenarnya, saliva (air liur) dalam mulut kita sudah bekerja keras untuk menjaga gigi kita dari bakteri dan asam. Banyaknya konsumsi makanan maupun minuman yang mengandung gula membuat saliva tak mampu bekerja secara maksimal.

Untuk itulah diperlukan bantuan agar saliva ini dapat bekerja sebagaimana mestinya untuk menjaga agar pengapuran yang mengakibatkan gigi berlubang tidak terjadi. Cara yang pertama adalah dengan menggunakan pasta gigi. Di dalam pasta gigi terdapat fluoride yang dapat mencegah gigi berlubang dengan cara mencegah hilangnya mineral dari permukaan gigi, menggantikan mineral yang hilang pada gigi, mengurangi kemampuan bakteri untuk menghasilkan asam.

Oleh karena itu biasakanlah sikat gigi teratur minimal 2 kali sehari pada anak. Cara yang kedua untuk mencegah gigi berlubang pada anak adalah dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi.

Makanan yang mengandung banyak gula seperti cokelat, permen dan kue harus dimakan dalam jumlah seperlunya saja. Pastikan juga si anak untuk menggosok gigi setelah makan makanan itu. Cara yang ketiga adalah dengan rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi.

Dokter gigi tentu akan lebih tahu bagaimana kondisi gigi anak lewat pengamatan mendetailnya. Jangan sampai anggapan sepele orang tua terhadap perkembangan gigi anak akan berakibat buruk bagi masa depan si anak itu nantinya.

Komentar
Continue Reading

Trending