Connect with us

Otomotif

Untuk Tamu Negara, Pihak Istana Akan Sewa 18 Unit Mercy Senilai 1 Milyar

Published

on

Indonesia akan menyelenggarakan hajat besar pada hari Minggu 20 Oktober mendatang. Bukan royal wedding ataupun khitanan masal, tapi adalah sebuah acara pelantikan. Ya, hari Minggu nanti pasangan Capres-Cawapres terpilih Pemilu 2019 akan dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024.

Selain perihal pengamanan, hal lain yang menonjol dari kegiatan tersebut adalah soal tamu undangan yang datang. Mengingat ini adalah acara pelantikan kepala negara, maka tamu yang hadir pastilah mereka yang memiliki jabatan penting baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Khusus yang dari luar negeri, hampir bisa dipastikan yang akan datang adalah jajaran kepala negara/kepala pemerintahannya. Untuk itulah fasilitas yang disiapkan pun harus yang first class. Sebagai tuan rumah sekaligus “bapak hajat”, Indonesia tentu tak ingin malu seandainya gagal memberikan jamuan yang baik kepada para tamu undangan.

Kendaraan yang disiapkan untuk para pemimpin ataupun utusan negara sahabat yang diundang tersebut juga tidak sembarangan. Dilansir dari Antara, pihak Sekretariat Presiden RI telah menyiapkan 18 unit sedan Mercedez Benz. Mobil itu terbagi dalam dua tipe, yakni S450 dan E300. Tipe S450 akan disediakan untuk para kepala negara, sedangkan tipe E300 akan digunakan oleh para utusan negara.

Status dari 18 kendaraan tersebut adalah sewa. Nilainya pun cukup lumayan, yakni sekitar 1 Milyar rupiah untuk sewa selama 4 hari. Meskipun demikian pihak Sekretariat Presiden tetap memastikan bahwa kendaraan yang digunakan merupakan kendaraan baru.

Total kendaraan tipe Mercy yang akan digunakan adalah 12 unit S450, 13 unit E300, empat unit E250, 10 unit E200. Selain itu, terdapat juga kendaraan lain yang akan digunakan untuk acara inaugurasi presiden yakni 18 unit Toyota Alphard, sembilan unit Toyota Camry, dan 27 unit Toyota Fortuner untuk pengawalan.

 

Komentar

Hobi

Bocoran Harga dan Spesifikasi Kawasaki Ninja ZX-25R

Published

on

By

Jaremu nek ra ninja, koe ora cintaaaaa….

Itulah penggalan lagu “Kimcil Kepolen” yang dibawakan oleh NDX AKA, grup musik asal Kota Jogja yang istimewah. Lagu yang mengisahkan bagaimana gampangnya motor Kawasaki Ninja membuat orang berpaling hati.

Dalam pameran Tokyo Motor Show 2019, Kawasaki meluncurkan produksi terbarunya yakni Kawasaki Ninja ZX-25R. Sepeda motor ini merupakan varian lanjutan dari Kawasaki Ninja yang saat ini sudah menguasai banyak jalanan di Indonesia.

Sekilas, motor ini hampir sama dengan Kawasaki Ninja. Tapi kalau diperhatikan secara mendetail, maka akan tampak sejumlah perbedaan. Seperti shockbreaker depan yang sudah menggunakan upside down merek Showa. Motor ini juga telah menggunakan rangka Delta-Box, bukan lagi rangka tubular seperti Ninja 250 biasa.

Knalpotnya juga tak lagi menyamping melainkan sudah under-belly atau di bawah, dan sistem pengeremannya pun sudah menganut kaliper radial monoblok. Kuda besi ini juga menggunakan mesin bertipe DOHC 250 cc 4 silinder, berpendingin cairan, 16 katup. Mesin seperti ini biasa digunakan di moge Kawasaki lainnya, yakni Ninja 650.

Sistem pengeremannya pun sudah menggunakan sistem Antilock Breaking System suapaya lebih aman dan tak mudah tergelincir. Dengan fitur semacam itu, wajar jika motor ini akan terlihat sangat gagah dan elegan.

Lantas berapa harga Kawasaki Ninja ZX-25R? Sampai saat ini belum diketahui secara pasti berapa harga yang dibanderol pihak Kawasaki. Namun melihat harga Kawasaki Ninja saja yang berkisar 60-70 jutaan, bisa dipastikan harga sepeda motor ini akan lebih mahal dari itu.

Jadi buat kamu yang ada niatan untuk menikung pacar teman, mending nabung dulu. Ketika sepeda motor ini sudah diluncurkan ke Indonesia, kamu bisa langsung membelinya sehingga bisa kamu gunakan untuk mbribik.

Komentar
Continue Reading

Otomotif

Inilah Mobil Dinas Baru Untuk Para Menteri Dalam Kabinet Kerja Jilid 2

Published

on

By

Mengingat tugas sebagai pembantu Presiden terbilang cukup berat dan melelahkan, maka sudah sewajarnya kalau para menteri yang masuk ke dalam Kabinet Kerja Jilid 2 ini mendapatkan sejumlah fasilitas. Salah satunya dalam bentuk mobil dinas.

Ya, dalam menjalankan tugasnya sehari-hari, para menteri ini akan diberikan mobil dinas keluaran terbaru. Jadi masih gress baru keluar dari pabrikan. Hal ini dilakukan karena mobil dinas sebelumnya dipandang sudah tidak layak digunakan. Maklum saja, mobil dinas yang lama adalah pengadaan tahun 2009.

Jadi lumrah kalau harus ganti mobil baru. Dan mobil baru yang akan menemani perjalanan dinas para menteri baru itu adalah Toyota Crown 2.5 HV G-Executive seharga Rp 1,5 miliar. Sebenarnya harga aslinya adalah 6.323.400 yen atau kalau dirupiahkan setara Rp 844 jutaan. Tapi itu harga di Jepang.

Pemerintah tentu tak asal memilih sedan keluaran Toyota ini sebagai kendaraan dinas menteri. Pemilihan mobil dinas baru dilakukan melalui mekanisme tender umum dengan menggunakan sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) atau online. Prosesnya juga telah dikonsultasikan dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP).

Mobil ini memakai mesin berkode A25A-FXS dengan kapasitas 2.500 cc. Sebagai mobil hybrid, mesin digabungkan dengan motor yang kalau digabungkan total tenaganya mencapai 226 PS. Mesinnya punya torsi maksimal 221 Nm pada 3.800-5.400 rpm dan motornya punya torsi maksimal 300 Nm.

Dengan teknologi hybrid, Toyota Crown diklaim memiliki efisiensi panas dan performa yang tinggi. Mobil ini juga memberikan efisiensi bahan bakar yang lebih baik. Dalam pengujiannya, konsumsi 1 liter bahan bakar dapat digunakan untuk menempuh jarak 24 km. Namun hal itu juga bergantung dengan gaya mengemudi serta medan yang dilalui.

PT Astra International Tbk-TSO akan menyediakan setidaknya 101 unit Toyota Crown 2.5 HV G-Executive yang akan digunakan oleh para menteri dan pejabat setingkat menteri. Total anggaran yang dikeluarkan negara kurang lebih Rp 152.540.300.000.

Komentar
Continue Reading

Hobi

Harga Mobil Esemka Terbaru 2019. Siap Meminangnya ?

Published

on

Kabar gembira datang dari dunia otomotif tanah air, bahwasanya mobil karya anak bangsa Esemka telah resmi diluncurkan dan dilepas ke pasaran. Mobil dengan nama Bima 1.2 dan Bima 1.3 ini diproduksi oleh PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) yang berada di Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Boyolali, Jawa Tengah.

img: jawapos

Jika diperhatikan, perjalanan mobil Esemka hingga akhirnya bisa dilepas ke pasaran sangat panjang dan berliku. Pada Februari 2012, Esemka belum lolos uji emisi oleh Kementerian Perhubungan karena hasil uji kendaraan tersebut ternyata CO sebesar 11.63 gram/kilometer dan HC+NOx 2,69 gram/kilometer dimana seharusnya maksimum CO 5,0 gram/kilometer dan HC+NOx 0,70 gram/kilometer. Hingga pada akhirnya, pada Bulan Agustus 2012, setelah melalui proses perbaikan, akhirnya Esemka Rajawali I, Esemka Rajawali R2 dan Esemka Bima 1.1 berhasil melampaui nilai ambang batas Euro 2 dengan hasil CO = 1.544 g/km dan NOx+HC = 0,598 g/km. Namun kala itu belum diproduksi secara massal, hanya berupa prototype saja.

Berbagai tantangan pun dihadapi, salah satunya belum adanya legalitas pengadaan barang dan jasa di pemerintahan. Karena sesuai dengan aturan yang berlaku, pengadaan barang dan jasa pemerintahan di atas harga Rp 100 juta harus melalui proses lelang. Hal ini, dianggap hambatan baru bagi PT SMK.

Hingga akhirnya pada 2018, mobil Esemka menjalani uji emisi dan lolos uji tipe kendaraan. Mobil yang lolos yakni tipe Bima 1.0 dan 1.3 L untuk mobil barang, serta tipe Garuda I 2.0 untuk mobil penumpang.

Untuk tahap awal Esemka akan fokus pada untuk memproduksi kendaraan niaga ringan, dan model pertama yang akan dilepas ke pasar adalah Bima 1.2 dan 1.3. Bukan tanpa alasan mengapa kendaraan model pick-up yg pertama dilepas ke pasar, karena sesuai dengan visi dan misi Esemka bahwa Kementerian Perindustrian ingin fokus terlebih dulu menggerakkan perekonomian di daerah-daerah melalui angkutan pertanian dan pedesaan. Konsumen yang akan disasar adalah yang berada di pedesaan, karena secara harga dan spesifikasi sangat cocok digunakan untuk menunjang kebutuhan bisnis sehari-hari.

Untuk harga, Esemka Bima dibanderol dengan harga 95jutaan sedangkan Esemka Garuda berkisar 200jutaan. Bagaimana, siap untuk meminang mobil karya anak bangsa ?

Komentar
Continue Reading

Trending