Connect with us

Bola

Unik! 10 Nama Pemain Sepak Bola ini Bakal Bikin Kamu Ngakak

Published

on

adem sari

Sepak bola merupakan olahraga yang sangat popular di dunia. Selain pertandingan sepak bola itu sendiri, hal-hal yang berkaitan dengan sepak bola pun tak luput dari perhatian pecinta si kulit bundar. Mulai dari sejarah klub, kondisi finansial klub, stadion, kehidupan pemain, hingga hal-hal unik seperti nama pemain. Banyak nama pemain sepak bola dunia yang memiliki arti tidak lazim dalam Bahasa Indonesia, sehingga sangat menggelitik bagi yang mendengarnya.

Berikut 10 nama pemain sepak bola yang menjadi lucu di telinga orang Indonesia.

Erik Sandal

erik sandal

img: indosport.com

Mendengar kata Sandal yang ada di pikiran kita pasti sepasang alas kaki, karena di Indonesia Sandal merupakan alas kaki. Erik Sandal adalah pemain asal Norwegia yang terakhir bermain untuk klub Divisi Dua Norwegia, IL Hodd. Namun karena mengalami cedera kaki, sejak tahun 2015 pemain kelahiran 1983 ini memutuskan untuk gantung sepatu.

Duda

duda pemain bernama unik

img: ogo.com.br

Pemain dengan nama asli Sergio Paulo Barbosa Valente ini sempat tenar saat membela Timnas Portugal. Duda memutuskan untuk pensiun musim lalu, saat membela Malaga. Hingga usianya 37 tahun, pemain dengan posisi winger ini sudah 18 kali memperkuat timnas Portugal.

Petr Janda

petr janda

img: liputan6.com

Ada Duda, ada pula Janda. Mereka bukanlah sepasang suami istri yang kemudian berpisah. Petrn Janda adalah pemain berkebangsaan Ceko kelahiran 1987. Janda masih aktif menjadi pemain sepak bola dan membela klub Ceko, Sokol Cizova. Janda juga beberapa kali dipanggil untuk timnas Republik Ceko.

Mohamed Salah

Mohamed Salah

img: goal.com

Tak sesuai nama belakangnya, Salah akhir-akhir ini benar-benar menjadi bintang. Karirnya di Liverpool melejit bagaikan roket. Prestasinya yang mampu membawa timnas Mesir lolos ke Piala Dunia 2018 sekaligus membawa Liverpool menjadi semifinalis Liga Champions menjadi sorotan media akhir-akhir ini.

Lenny Nangis

Lenny Nangis

img: indosport.com

Lenny Nangis, ini bukan merupakan frasa yang menunjukkan bahwa Lenny sedang Nangis, namun merupakan satu rangkaian nama pemain sepak bola. Nangis tercatat sebagai pemain di klub kasta kedua Liga Perancis, Velenciennes. Nangis juga pernah memperkuat timnas Perancis U-21 pada tahun 2015. Tapi, karena tak mendapat tempat lagi, ia memilih untuk membela tanah kelahirannya, Guadeloupe.

Vladimir Granat

granat

img: liputan6.com

Granat merupakan pemain aktif timnas Rusia di sector bek sayap. Pemain kelahiran Mei 1987 ini juga bermain untuk klub asal rusia Rubin Kazan.

Kawin Thamsatchan

kawin thailand

img: fox sport asia

Nama pemain satu ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kamu. Pasalnya, kipper timnas Thailand ini sudah beberapa kali melawan timnas Indonesia.

Konate Makan

konate makan persib

img: striker.id

Nama Konate Makan mungkin sudah sangat familiar di telinga pecinta sepak bola Indonesia. Pemain berkebangsaan Mali ini menjadi punggawa Persib Bandung saat menjuarai Indonesia Super League 2014.

Aissa Mandi

Aissa Mandi

img: efe.com

Dalam Bahasa Indonesia, mandi bisa diartikan sebagai aktivitas membersihkan tubuh dengan air dan sabun. Tapi Aissa Mandi, bukanlah si Aissa sedang melakukan aktivitas tersebut, melainkan sebuah rangkaian nama pesepakbola asal Aljazair yang bermain di Liga Spanyol unruk Real Betis.

Adem Sari

adem sari

adem sari

Entah apa maksud orang tua penyerang Altay S.K. ini memberi nama Adem Sari. Yang jelas nama tersebut bukan hasil endorse produk pereda panas dalam.

Komentar

Bola

Hasil Liga Italia: AS Roma Kalahkan Lazio 3-1 di Laga Derby Della Capitale

Published

on

By

images: gazzettaobjects.it

Laga derby Ibukota Italia atau biasa disebut sebagai derby della capitale yang mempertemukan antara AS Roma vs Lazio baru saja berakhir. Serigala Ibukota yang bertindak sebagai tuan rumah menuntaskan laga dengan skor 3-1.

Sepanjang 20 menit pertama, pendukung AS Roma harus dibuat ketar-ketir karena jalannya pertandingan lebih didominasi oleh Lazio. Di menit ke-2 Ciro Immobile sudah mengancam gawang Roma, namun tendangannya masih membentur barisan pertahanan serigala ibukota. Selang 10 menit kemudian giliran Luis Alberto yang mengancam melalui sepakan dari luar kotak penalti. Sayang tendangannya tersebut masih mampu diblok oleh Federico Fazio.

Setelah itu giliran Roma yang mengambil alih kendali. Tusukan Dzeko di menit ke-22 diakhiri tendangan ke arah gawang Lazio yang dikawal Strakosha namun masih bisa diamankan. Begitu juga dengan upaya Pastore satu menit kemudian.

Pastore akhirnya ditarik keluar pada menit ke-37 karena mengalami cedera. Penggantinya adalah Lorenzo Pallegrini. Pada menit ke-45 gol yang dinantikan pendukung Roma akhirnya tercipta. Memanfaatkan kemelut di gawang Lazio, Pallegrini berhasil memanfaatkan bola liar untuk melakukan backheel ke gawang Strakosha. Skor 1-0 untuk Roma menutup babak pertama.

Di menit ke-67 Lazio berhasil menyamakan kedudukan. Kesalahan Fazio dalam mengontrol bola mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Immobile untuk mencetak gol lewat tendangan yang mengarah ke tiang jauh.

Skor imbang tersebut hanya bertahan selama 4 menit saja. Tendangan bebas Kolarov tak mampu dibendung oleh Strakosha. Federico Fazio menebus kesalahannya dengan mencetak gol pada menit ke-86 memanfaatkan umpan Pallegrini. Sampai pertandingan berakhir skor 3-1 untuk kemenangan AS Roma tetap bertahan.

Kemenangan ini membuat AS Roma naik ke peringkat 5 dengan 11 poin hasil dari 3 kali menang, 2 kali imbang dan 2 kali kalah. Sementara Lazio berada di posisi 4 dengan raihan 12 poin hasil dari 4 kali menang dan 3 kali kalah.

 

Komentar
Continue Reading

Bola

Hasil Liga Inggris: MU Takluk 1-3 Dari West Ham

Published

on

By

images: dailymail.co.uk

Manchester United kembali menelan kekalahan. Setelah pada tengah pekan lalu kalah dari Derby County di ajang Piala Liga, kini giliran West Ham United yang mengalahkan MU di ajang Liga Inggris. Di Olympic Stadium London, MU menyerah 1-3 dari tim tuan rumah.

Pertandingan baru berjalan 6 menit ketika West Ham mencetak gol pertamanya. Serangan dari sisi kiri pertahanan MU berhasil dipatahkan dan bola mengalir ke kaki Mark Noble. Noble pun mengarahkan bola ke Pablo Zabaleta yang kemudian diteruskan kepada Felipe Anderson. Lewat tumitnya, Anderson mampu mengkonversi umpan matang Zabaleta tersebut menjadi gol pertama tim tuan rumah.

Kesempatan MU menyamakan kedudukan datang di menit ke-23. Umpan silang Ashley Cole disambut dengan tandukan kepala Romelo Lukaku. Sayangnya sundulan Lukaku hanya menerpa mistar gawang saja. Di penghujung babak pertama West Ham menambah keunggulan setelah Yarmolenko mampu memanfaatkan sedikit kemelut di depan gawang De Gea.

Bola tendangan Yarmolenko yang membentur kaki Lindelof tak mampu diamankan De Gea. Keunggulan 2-0 untuk West Ham menutup babak pertama. Untuk menambah daya serang, Mourinho memasukkan Rashford di babak kedua menggantikan Lindelof. Namun hal tersebut belum mampu memberikan dampak positif bagi MU.

Usaha MU memperkecil ketertinggalan di menit 64 melalui Fellaini juga masih menemui kegagalan. Tandukan pemain asal Belgia tersebut masih mampu dihalau Lukasz Fabianski. Barulah pada menit ke 70 gol yang dinantikan pendukung MU datang. Berawal dari tendangan sudut Luke Shaw, Rashford mampu memanfaatkannya menjadi gol lewat sebuah tendangan backheel di tiang dekat.

Sayangnya 4 menit kemudian West Ham kembali menambah keunggulan lewat kaki Arnautovic yang lolos dari jebakan offside. Ia mampu menaklukan De Gea lewat sepakan pelan namun terarah dalam posisi satu lawan satu. Skor 3-1 untuk kemenangan West Ham ini bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.

Kekalahan ini merupakan yang ketiga kalinya bagi MU di ajang Liga Inggris. Dari 7 laga yang dijalani, MU hanya meraih 3 kemenangan, 1 kali imbang dan 3 kali kalah. Anak asuh Mourinho inipun hanya mampu mencetak 10 gol dan kebobolan 12 gol. Dengan kondisi seperti ini, banyak media-media yang sudah memberitakan bahwa tak lama lagi Mourinho akan dipecat.

Komentar
Continue Reading

Bola

Hasil Piala AFC U-16: Indonesia dan India Lolos ke Perempat Final

Published

on

By

Setelah beberapa hari dirudung kabar duka, akhirnya dunia sepakbola Indonesia mendapat kabar bahagia dari Malaysia. Timnas U-16 sukses melaju ke perempat final Piala Asia U-16 usai bermain imbang 0-0 dengan India.

Tambahan satu poin ini membuat Indonesia keluar sebagai juara grup C, unggul selisih gol atas India di posisi kedua. Indonesia mendapat 5 poin hasil dari 1 kali menang dan 2 kali imbang. Sedangkan India yang berada di posisi kedua memperoleh hasil yang sama namun hanya mampu mencetak 1 gol dari 3 laga yang dijalaninya. Indonesia sendiri mencetak 3 gol dan hanya kebobolan satu gol sehingga memiliki peringkat lebih baik dari India.

“Saya bangga puas dengan perjuangan mereka. Meski tak menang tapi puas dengan penampilan anak-anak karena bisa mendominasi pertandingan. Ini kemenangan kita semua, masyarakat Indonesia baik yang hadir di stadion maupun yang tidak hadir ke Bukit Jalil” kata pelatih timnas U-16 Fakhri Husaini usai laga yang dikutip dari detik.com (27/09/2018).

Sesuai bagan pertandingan, Indonesia akan berhadapan dengan runner up grup D. Laga penentuan di grup D sendiri baru akan digelar pada hari Jumat (28/09/2018). Negara-negara yang berpeluang menjadi lawan Indonesia adalah Korea Selatan, Australia dan Irak.

Meskipun lawan yang akan dihadapi relatif cukup berat, tapi banyak yang optimis kalau timnas U-16 akan mampu melenggang ke babak semifinal. Seandainya berhasil lolos ke semifinal, maka secara otomatis timnas U-16 akan bermain di Piala Dunia U-17 sebagai wakil dari konfederasi Asia.

Suatu kebanggaan tersendiri meskipun hanya untuk level junior. Semoga saja harapan untuk melihat skuat Garuda Muda tampil di ajang Piala Dunia (junior) tersebut dapat tercapai sebagai obat atas keringnya prestasi timnas senior yang sudah bertahun-tahun tak pernah merasakan gelar juara.

 

Komentar
Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 HitsBanget.com. Powered by WordPress.