Connect with us

Aplikasi

Terkena Serangan Spyware Pegasus, Pengguna Whatsapp Diminta Segera Update Aplikasinya

Published

on

Sebagai sosial media dengan pengguna terbanyak kedua di dunia, whatsapp menghimbau kepada penggunanya untuk segera melakukan update aplikasi ke versi terbarunya. Hal ini harus segera dilakukan karena whatsapp terkena serangan spyware bernama Pegasus.

Himbauan itu diberikan oleh Facebook yang merupakan pemilik dari whatsapp. Melalui juru bicaranya, Facebook menyatakan bahwa dengan update versi terbaru akan membuat data serta sistem operasi yang dimiliki oleh pengguna akan tetap terjamin keamanannya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Global Web Index, whatsapp merupakan aplikasi sosial media yang paling banyak diakses di dunia setelah youtube. Kondisi itu membuat banyak orang mencoba untuk mencari celah keamanan whatsapp demi tujuan tertentu.

Pemutakhiran versi terbaru harus segera dilakukan terhadap semua sistem operasi smartphone seperti android, iOS, maupun windows phone. Berikut ini adalah beberapa versi terbaru dari whatsapp:

  • WhatsApp for Android v2.19.134
  • WhatsApp Business for Android v2.19.44
  • WhatsApp for iOS v2.19.51
  • WhatsApp Business for iOS v2.19.51
  • WhatsApp for Windows Phone v2.18.348

Adalah Financial Times yang pertama kali melaporkan serangan spyware ini. Para peretas melakukan serangan ini melalui media telphone whatsapp. Diduga pelakunya adalah perusahaan pemantau siber asal Israel NSO Group. Kebenaran informasi ini telah dikonfirmasi oleh whatsapp, hanya saja mereka belum bisa memastikan berapa banyak smartphone yang menjadi korbannya.

Spyware ini secara otomatis akan langsung tertanam dalam ponsel pengguna setelah menerima telfon lewat whatsapp. Meskipun tidak ada percakapan dalam telfon, spyware tetap dapat masuk ke dalam ponsel kita.

Sebenarnya, spyware ini ditujukan kepada sebuah firma hukum di London terkait sebuah permasalahan HAM dengan NSO Group. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan juga menyerang pengguna lain.

Selain itu, spyware ini juga bisa seketika mengakses mikrofon, album foto, telepon, surel, dan seluruh data di dalam ponsel. Ia bisa menghapus atau mengubah semua data itu. Oleh karena itulah, setelah proses perbaikan keamanan yang dilakukan whatsapp, pengguna wajib sesegera mungkin untuk memperbaharui aplikasinya.

 

Komentar

Aplikasi

Mengintip Beberapa Fitur Baru Di WhatsApp

Published

on

Platform perpesanan pribadi WhatsApp kini terus mengembangkan berbagai fitur untuk memaksimalkan pelayanannya. Dan fitur terbaru yang akan dirilis adalah Boomerang dan Dark Mode. Bagaimana fitur-fitur tersebut ? berikut penjelasannya

  1. WhatsApp Boomerang

    img: harapan rakyat

    Seperti halnya fitur Boomerang di platform Instagram, Boomerang di WhatsApp pun sama yaitu gerakan berulang-ulang dengan durasi maksimal 7 detik. Nantinya para pengguna dapat memilih fitur Boomerang tersebut disebelah menu GIF.

    Fitur Boomerang di WhatsApp ini nantinya bisa dibagikan sebagai status WhatsApp, atau langsung dibagikan ke teman-teman di kontak WhatsApp. Namun, fitur itu nantinya akan tersedia untuk WhatsApp di iOS terlebih dahulu, baru kemudian disusul untuk pengguna WhatsApp di Android.

  2. Dark ModeDark mode atau mode gelap di WhatsApp memang belum dirilis secara resmi. Namun jika kamu sudah tak sabar, berikut beberapa langkah untuk mencobanya

Khusus untuk pengguna android, sebelumnya kamu bisa mendownload Android Q yang saat ini tersedia dalam versi beta.

1: Masuk ke menu Settings –> Display –> Select Theme –> Dark. Tema ini adalah tema gelap bawaan yang ditambahkan Google pada Android Q.

2: Jika dark theme sudah diaktifkan, selanjutnya kalian perlu mengaktifkan opsi developer untuk memberikan izin. Caranya, kembali ke Settings –> About Phone –> Build Number. Tap beberapa kali hingga muncul pesan ‘Developer Options is turned on’ yang menandakan bahwa opsi developer telah diaktifkan.

3: Setelah Developer Options aktif, cari ‘Override force-dark’ lalu tap. Sekarang kamu telah menggunakan mode gelap di WhatsApp !

4: Langkah-langkah di atas akan mengaktifkan tema gelap untuk WhatsApp di Android Q. Untuk mendapatkan pengalaman mode gelap seutuhnya, pastikan kalian menggunakan wallpaper gelap gelap sebagai background WhatsApp.

Belum diketahui kapan fitur ini akan dirilis secara global oleh Facebook, mengingat WhatsApp telah dibeli oleh Facebook. Namun jika bocoran dari fitur tersebut sudah terungkap, maka bisa diperkirakan bahwa fitur ini akan segera diluncurkan oleh Facebook dalam waktu dekat.

Bagaimana menurut sobat spaneng, apakah fitur ini nantinya cukup berguna atau akan sia-sia belaka ?

Komentar
Continue Reading

Aplikasi

Gunakan Aplikasi Berikut ini Untuk Melihat Kualitas Udara Sekitarmu!

Published

on

Buat kamu yang tinggal di kawasan perkotaan tentu sudah akrab dengan yang namanya polusi udara. Asap kendaraan, asap pabrik, serta kurangnya penghijauan tentu adalah penyebab utama polusi diperkotaan. Akibatnya, banyak dari kita yang menderita asma, flek paru-paru, bahkan kanker paru-paru. Lalu, bagaimana caranya untuk melihat kualitas udara di sekitar kita ? Buat kamu pengguna smartphone, berikut beberapa aplikasi untuk melihat AQI (Air Quality Index) di wilayah-wilayah yang diinginkan.

  1. AirVisual

    img: inikpop.com

    Salah satu aplikasi pendeteksi polusi udara yang paling populer adalah AirVisual. Terbukti nama AirVisual selalu muncul paling atas di Google Play Store. Hal ini menunjukkan banyak pengguna memanfaatkan aplikasi ini untuk monitor kualitas udara. AirVisual akan menunjukkan nilai AQI di wilayah-wilayah tertentu berdasarkan jenis polutannya. Salah satu kelebihan dari AirVisual adalah aplikasi ini juga memberikan saran kesehatan yang bergantung pada kondisi polusi udara, misalnya pengguna disarankan memakai masker ketika ke luar rumah.

  2. Udara Kita

    img: braintologi

    Sama seperti AirVisual, Udara Kita pun jug akan menampilkan nilai AQI di suatu wilayah. Kelebihan aplikasi ini adalah mempunyai riwayat AQI dengan waktu yang lebih terperinci, mulai dari mingguan, bulanan, hingga tahunan. Dan pengguna dapat memberikan laporan terkait kualitas udara di sekitarnya yang fitur pengaduannya disediakan.

  3. Breezometer

    img: farmacopia

    Aplikasi lain yang tak kalah canggih adalah BreezoMeter. Melalui aplikasi ini, zat apa saja yang paling banyak kita kita hirup akan dijelaskan secara detail mulai dari ozon, oksigen, karbon monosida, sulfur dioksida, hingga partikulat (Partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron). Namun berbeda dengan dua aplikasi sebelumnya, BreezoMeter tak langsung mencantumkan angka AQI, tapi langsung memberi tahu kualits udara dengan keterangan kata: Poor, Low, Moderate, Good & Excellent.

  4.  Plume Air Report

    img: living ASEAN

    Plume Air Report juga tak kalah canggih dalam mengukur kualitas udara disekitarmu. Bahkan kelebihannya, aplikasi ini dilengkapi dengan keterangan, rata-rata pertahun AQI di daerah tertentu. Bahkan angka yang paling buruk dan bagusnya.

    Di bagian paling bawah, tertera empat simbol, yang menggambarkan aman tidaknya kamu melakukan kegiatan tersebut, di kualitas udara yang sedang berlangsung. Misalnya simbol orang yang sedang bersepeda, dia akan berwarna hijau, ketika AQI berada di angka mumpuni untuk seseorang melakukan kegiatan bersepeda. Begitupun untuk tiga simbol lainnya.

Komentar
Continue Reading

Aplikasi

Shoelace, Media Sosial Baru yang Sedang Diuji Coba Google

Published

on

By

Gagal menyaingi kepopuleran facebook dan instagram di ranah sosial media tampaknya tak membuat google menyerah. Setelah kurang berhasil dengan layanan Google+, kini google tengah menguji coba sosial media barunya yaitu shoelace.

Media sosial ini bertujuan untuk membantu para penggunanya dapat bertemu di dunia nyata. Pengguna dapat memilih apa yang digemari, dan bertemu dengan orang-orang yang mempunyai pemikiran, serta kegemaran yang sama. Intinya, para pengguna akan diatur sedemikian rupa sehingga menjadi satu circle dengan mereka yang punya hobi serupa.

Shoelace juga akan memungkinkan berbagi banyak kegiatan dengan para pengguna google secara langsung. Seandainya baru saja pindah ke kota lain, pengguna bahkan bisa menemukan orang dengan tempat daerah asal yang sama sebelumnya. Bisa dibilang aplikasi ini akan membantu mengumpulkan orang di daerah perantauan.

Selama pengguna google mempunyai shoelace, pengguna bisa berbagi kegiatan dengan orang lain, tanpa harus membuat acara pertemuan seperti pada aplikasi facebook. Terlihat cukup sederhana memang, tapi justru itulah keunggulan yang ditawarkan oleh shoelace.

Untuk saat ini, google sedang melakukan uji coba terhadap sosial media ini di kota New York. Terkait dengan kapan waktu peluncuran dan apakah aplikasi ini nantinya akan mampu bersaing dengan para kompetitornya itu tergantung bagaimana tanggapan para penggunanya.

Komentar
Continue Reading

Trending