Connect with us

Bola

Preview Liga Champions : Saatnya Klub-klub Inggris Raya Menguasai Eropa

Published

on

images : Tribunnews.com

Masih terlalu dini sebenarnya untuk menebak siapa yang akan menjadi juara Liga Champions 2017-2018. Namun setidaknya dari hasil pertandingan di matchday 3 tengah pekan kemarin, terlihat bahwa klub-klub asal Inggris mendominasi di grupnya masing-masing. Dari 5 wakilnya di Liga Champions musim ini, belum ada satupun klub asal Inggris yang menelan kekalahan. Lebih hebatnya lagi kelimanya menjadi pemuncak klasemen sementara di penyisihan grup.

Untuk musim ini, Inggris diwakili oleh 5 klub yakni Chelsea, Tottenham Hotspurs, Man. City, Liverpool dan Man. United. Ketiga wakilnya langsung lolos ke penyisihan grup, sedangkan Liverpool sukses menyingkirkan Hoffenheim di babak play-off sehingga bisa bermain di kompetisi tertinggi Eropa tersebut. Khusus untuk Man. United, tiket Liga Champions mereka peroleh dari ajang Liga Europa dimana mereka tampil sebagai juara.

Terakhir kali melihat tim Inggris mengangkat trophy si kuping besar adalah di tahun 2012 lalu ketika Chelsea mengalahkan Bayern Munich melalui adu penalti. Setelah itu praktis Liga Champions didominasi oleh tim-tim dari Spanyol serta Jerman. Padatnya jadwal kompetisi dan tidak adanya jeda musim dingin sering disebut sebagai penyebab gagalnya tim asal Inggris di kompetisi Eropa.

Musim 2007-2008 bisa jadi merupakan puncak kesuksesan klub asal Inggris dalam mendominasi Liga Champions. Ketika itu Liverpool, Chelsea, dan Man. United mengisi 3 tempat di babak semifinal. Laga final di Rusia pun mempertemukan all English final antara Chelsea melawan Man. United. Sampai dengan saat ini prestasi itu belum dapat diulangi lagi.

Melihat kondisi klasemen sementara saat ini, besar kemungkinan kalau Inggris akan mengirimkan 5 wakilnya tersebut ke babak 16 besar. Di grup A Man. United meraih hasil sempurna dengan 3 kali kemenangan dengan rekor memasukkan 7 gol dan kebobolan 1 gol. Dengan tangan dingin seorang Mourinho rasanya kecil kemungkinan kalau the red devils akan tersisih ke Liga Europa ataupun terbenam di dasar klasemen.

Di grup C, meski kemarin ditahan imbang AS Roma skuad the blues Chelsea masih kokoh di puncak klasemen dengan 7 poin, memasukkan 7 gol dan kemasukan 4 gol. Meskipun Antonio Conte belum memiliki rekor yang bagus di kompetisi ini, terlalu gegabah kalau menilai Chelsea akan kalah bersaing dari AS Roma ataupun Atletico Madrid. Ditambah lagi dengan rasa penasaran Conte pada throphy Liga Champions jelas akan membuat manajer asal Italia ini berjuang untuk melaju sejauh mungkin.

images : Squawka

Kalaupun ada yang perjuangannya cukup berat mungkin itu adalah Liverpool. Masalahnya bukan pada lawannya yang terlampau sulit, melainkan penampilan Liverpool sendiri yang masih belum konsisten. Walaupun begitu Jurgen Klopp tetaplah seorang pelatih hebat. Berbekal pengalamannya membawa Dortmund ke final 2013 tentu ia akan berusaha membawa the reds melaju sejauh mungkin di kompetisi ini. Saat ini Liverpool berada di puncak klasemen grup E dengan 5 poin, unggul selisih gol saja dari Sevilla di peringkat kedua.

Sementara itu skuad asuhan  Josep Guardiola juga masih terus melanjutkan dominasinya dengan mengalahkan Napoli 2-1. Dengan hasil itu the citizens semakin kokoh di puncak klasemen dengan 9 poin. Guardiola yang musim lalu belum berhasil memberikan throphy kepada City jelas mentargetkan Liga Champions sebagai bidikannya. Ditambah dengan fakta bahwa City belum pernah melaju sampai semifinal akan membuat Guardiola bekerja keras untuk Liga Champions musim ini.

Di grup paling akhir, grup H persaingan sepertinya hanya dirasakan Real Madrid dan Tottenham Hotspurs. Dortmund yang tampil konsisten di Bundesliga justru belum menemukan performanya di Eropa. Hal ini memuluskan langkah Tottenham untuk berada di puncak klasemen dengan 7 poin, hanya unggul selisih gol dari Real Madrid. Kalau tampil konsisten terus seperti itu, bukan tidak mungkin kita akan melihat 5 wakil Inggris di babak 16 besar nanti

Komentar

Bola

Mengenang Kembali Beberapa Laga Klasik Indonesia vs Thailand

Published

on

By

Duel klasik akan tersaji Sabtu (17/11/2018) mendatang di Stadion Rajamanggala, Bangkok antara Indonesia vs Thailand. Meski tak akan sepanas lawan Malaysia, pertandingan itu diprediksi akan berlangsung seru karena menentukan nasib skuat Garuda di Piala AFF 2018.

Indonesia saat ini berada di peringkat ke-2 grup B dengan 3 poin hasil dari 1 kali menang dan 1 kali kalah, sedangkan Thailand yang baru bermain 1 kali berada di posisi teratas juga dengan 3 poin namun unggul selisih gol. Kekalahan akan semakin menyulitkan langkah anak asuh Bima Sakti untuk melaju ke semifinal. Oleh karena itu, Indonesia harus bermain sebaik mungkin agar terhindar dari kekalahan.

Sampai saat ini Thailand adalah peraih gelar Piala AFF terbanyak dengan koleksi 5 piala. Negeri Gajah Putih itu memenangkan Piala AFF pada tahun 1996, 2000, 2002, 2014 dan 2016. Sedangkan Indonesia prestasi tertingginya hanya runner-up sebanyak 5 kali yakni pada tahun 2000, 2002, 2004, 2010, dan 2016.

Jelang pertemuan kedua kesebelasan, tim sport Hitsbanget.com telah merangkum beberapa pertemuan klasik antara Indonesia vs Thailand.

  1. Piala AFF 1998, Indonesia 2-3 Thailand

images: obs.line-scdn.net

Di perhelatan ke-2 Piala AFF yang dulu bernama Piala Tiger itu Indonesia dua kali bertemu Thailand. Laga yang pertama terjadi di fase penyisihan grup dan laga kedua terjadi saat perebutan juara ketiga. Di penyisihan grup, pertemuan antara Indonesia melawan Thailand sebenarnya sudah tak berpengaruh karena kedua kesebelasan sudah memastikan lolos ke semifinal. Namun justru hal itulah yang membuat pertandingan ini kelak akan dikenang sebagai salah satu aib di sejarah persepakbolaan tanah air.

Baik Indonesia ataupun Thailand sama-sama ingin menghindari tuan rumah Vietnam di semifinal. Kedua tim pun bermain ogah-ogahan. Babak pertama berakhir imbang tanpa gol. Barulah di babak kedua pertandingan berjalan agak seru dengan susul menyusul skor. Indonesia lebih dulu unggul lewat gol Bento di menit ke-53. Thailand berhasil menyamakan kedudukan beberapa menit kemudian. Di menit ke-84 Aji Santoso membuat Indonesia unggul, namun hanya 2 menit kemudian Thailand berhasil membobol gawang Kurnia Sandi untuk kedua kalinya.

Petaka akhirnya datang di masa injury time ketika Mursyid mencetak gol bunuh diri untuk memastikan Indonesia duduk di posisi runner up. Anehnya, Mursyid seolah merayakan golnya tersebut. Sayang langkah Indonesia dan Thailand sama-sama terhenti di semifinal. Di perebutan tempat ketiga, Indonesia berhasil keluar sebagai pemenang usai mengalahkan Thailand lewat adu penalti 5-4.

2. Piala AFF 2000, Indonesia 1-4 Thailand

images: bolasport.com

Perlu dicatat, skor 4-1 untuk kemenangan Thailand ini terjadi dua kali. Yang pertama adalah di fase penyisihan grup dan yang kedua di partai final. Indonesia mengawali gelaran piala Tiger 2000 dengan kemenangan 3-0 atas Filipina. Namun di pertandingan kedua Gendut Doni cs harus kalah 4-1 dari Thailand. beruntung di pertandingan ketiga Indonesia mampu mengalahkan Myanmar dengan skor 5-0 sehingga keluar sebagai runner up dibawah Thailand.

Di babak semifinal Indonesia berhadapan dengan Vietnam. Skuat Garuda harus menyelesaikan pertandingan selama 120 menit karena di waktu normal kedua tim berbagi hasil 2-2. Untungnya Gendut Doni mampu mencetak gol di menit 120 sekaligus membawa Indonesia ke partai puncak untuk pertama kalinya.

Laga melawan Thailand di partai final seperti menjadi de javu bagi Indonesia. Bagaimana tidak, timnas Indonesia kembali kalah dengan skor 4-1. Woorawut Srimaka menjadi pahlawan Thailand dengan 3 golnya di partai final. Gelar di tahun itu menjadi awal kejayaan Thailand di Piala AFF sekaligus menjadi awal “tradisi runner-up” timnas Indonesia.

3. Piala AFF 2002, Indonesia 2-2 Thailand (adu penalti 4-2)

images: okezone.com

Skuat Indonesia untuk Piala Tiger 2002 bisa jadi merupakan “the dream team” kala itu. Bertindak sebagai tuan rumah, Indonesia berhasil melangkah mulus ke partai final. Di laga puncak, Bambang Pamungkas cs kembali bertemu Thailand yang 2 tahun sebelumnya membantai Indonesia 4-1 di final Piala Tiger 2000.

Akan tetapi nasib berkata lain. Bermain imbang 2-2 selama 120 menit membuat pertandingan itu harus diselesaikan lewat adu penalti. Dari 5 penendang Thailand, hanya Kaitasuk Sinamuang yang gagal. Sedangkan dari Indonesia hanya 2 penendang saja yang berhasil membobol gawang Thailand. Indonesia akhirnya kalah 4-2. Thailand juara untuk kedua kalinya dan Indonesia jadi runner up untuk kedua kalinya.

4. Piala AFF 2008, Indonesia 1-3 Thailand (agg)

images: performgroup.com

Indonesia bertemu Thailand di babak semifinal piala AFF 2008. Perubahan format kompetisi membuat semifinal dan final Piala AFF dilakukan dengan format home-away. Di pertemuan pertama, Indonesia lebih dulu bertindak sebagai tuan rumah di GBK. Gol tunggal pemain Thailand Teerasil Dangda membuat Thailand menang tipis 1-0.

Asa sempat menggelora ketika Nova Arianto berhasil mencetak gol pembuka ketika leg kedua semifinal dimainkan di Stadion Rajamangala, Bangkok empat hari kemudian. Sayangnya, gol sang stoper pada menit kesembilan itu tak berhasil menyelamatkan Tim Garuda. Thailand sukses dua kali menjebol gawang Timnas Indonesia yang dikawal Markus Horizon melalui Teeratep Winothai dan Ronnachai Rangsiyo. Indonesia pun harus tersingkir di semifinal dengan agregat 1-3.

5. Piala AFF 2016, Indonesia 2-3 Thailand (agg)

Dengan persiapan serba minimalis pasca terkena sanksi FIFA, Indonesia justru sukses melaju ke babak final Piala AFF 2016. Di laga final Indonesia bertindak sebagai tuan rumah di pertemuan pertama yang digelar di Stadion Pakansari. Skuat Garuda berhasil menang 2-1 lewat gol Rizky Pora dan Hansamu Yama. Namun, Thailand mampu mencuri gol tandang melalui Teerasil Dangda.

Tinggal butuh hasil imbang untuk meraih piala pertamanya, timnas Indonesia justru kalah di kandang Thailand. Timnas Indonesia takluk lewat dua gol Siroch Chattong. Timnas Indonesia pun harus puas pulang dengan status runner-up untuk ke lima kalinya sedangkan bagi Thailand gelar tersebut menegaskan bahwa mereka adalah “raja” di Asia Tenggara dengan 5 gelar juara.

Komentar
Continue Reading

Bola

Daftar Pemain dan Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF 2018

Published

on

By

Melalui halaman resminya, PSSI telah mengeluarkan nama 23 pemain yang akan membela Tim Nasional Indonesia di ajang Piala AFF 2018. Ke-23 pemain tersebut akan memulai pemusatan latihan pada tanggal 01 November 2018 besok. Pelatih timnas Indonesia, Bima Sakti akan didampingi oleh Kurniawan dan Kurnia Sandi sebagai staff pelatihnya.

images: klimg.com

Ajang Piala AFF 2018 sendiri merupakan ajang ke-11 sejak turnamen ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 1996. Selama 10 kali tampil, Indonesia belum pernah mampu menjuarai turnamen ini. Uniknya, timnas Garuda harus puas dengan menjadi runner-up sebanyak 5 kali.

Indonesia akan tergabung di grup B bersama tuan rumah Singapura, juara bertahan Thailand, Filipina, dan Timor Leste. Bima Sakti sendiri ditunjuk menjadi pelatih Indonesia usai PSSI menemui jalan buntu dalam proses negosiasi dengan Luis Milla. Sejauh ini Bima Sakti sudah 2 kali menukangi timnas Indonesia di laga persahabatan dengan hasil kemenangan 3-0 atas Myanmar dan bermain imbang 1-1 melawan Hong Kong.

Berikut daftar lengkap pemain yang akan dibawa ke ajang Piala AFF 2018.

Kiper: Andritany Ardhiyasa (Persija), Muhammad Ridho (Borneo FC), Awan Setho (Bhayangkara FC).

Belakang: I Putu Gede Juni Antara (Bhayangkara FC), Gavin Kwan Adsit dan Rizki Rizaldi Pora (Barito Putera), Hansamu Yama Pranata (Barito Putera), Fachruddin Wahyudi Aryanto dan Alfath Fathier (Madura United), Bagas Adi Nugroho (Arema FC), Ricky Fajrin Saputra (Bali United).
Gelandang: Zulfiandi (Sriwijaya FC), Muhammad Hargianto (Bhayangkara FC), Bayu Pradana (Mitra Kukar), Stefano Yantje Lilipaly (Bali United), Evan Dimas Darmono (Selangor FA), Septian David Maulana (Mitra Kukar), Irfan Jaya (Persebaya), Saddil Ramdani (Persela), Febri Hariyadi (Persib), Riko Simanjuntak (Persija)

Striker: Dedik Setiawan (Arema FC), Alberto Goncalves da Costa (Sriwijaya FC)

Sedangkan berikut ini adalah jadwal bertanding timnas Indonesia.

Jum’at, 09 November 2018 Singapura vs Indonesia jam 19.00 WIB

Selasa, 13 November 2018 Indonesia vs Timor Leste jam 19.00 WIB

Sabtu, 17 November 2018 Thailand vs Indonesia jam 18.30 WIB

Minggu, 25 November 2018 Indonesia vs Filipina jam 19.00 WIB

Sudah siapkan dukungan terbaikmu? Yah, mari sama-sama kita dukung dan doakan timnas Indonesia agar bisa menjadi juara di Asia Tenggara. Jangan sampai kita terus menerus berkata, “next year will be our year” seperti pendukung salah satu kesebelasan di Liga Inggris itu.

 

 

 

Komentar
Continue Reading

Bola

Hasil Laga El Clasico: Barcelona Kalahkan Real Madrid 5-1

Published

on

By

Rentetan hasil buruk yang diderita Real Madrid kembali berlanjut. Bertandang ke markas Barcelona dilaga yang bertajuk El Clasico, Marcelo dkk harus takluk 5-1. Phillipe Coutinho membuka keunggulan Barcelona lewat golnya di menit ke-10.

images: indiatvnews.com

Penalti Luis Suarez pada menit ke-30 berhasil menggandakan keunggulan Barcelona. Skor 2-0 pun bertahan sampai jeda babak pertama. Memasuki babak kedua, Madrid berupaya mengejar ketertinggalan dengan memasukkan Vasquez yang menggantikan Varane. Daya gedor El Real pun bertambah.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Marcelo mampu menggetarkan gawang Barcelona pada menit ke-50. Berawal dari umpan tarik Isco, Marcelo menerima bola liar, mengontrolnya dengan dada, dan melepaskan tendangan yang membuat bola masuk ke gawang Barcelona.

Di menit ke-60 giliran Barcelona menebar ancaman. Bola sepakan Luis Suarez membuat Courtouis mati langkah, namun sayang masih belum berhasil menambah keunggulan lantaran hanya membentur mistar gawang.

Berselang tujuh menit kemudian Madrid nyaris menyamakan kedudukan. Umpan silang dari Vasquez disambut oleh sundulan Benzema yang berdiri bebas. Sayangnya striker asal Prancis tersebut gagal memaksimalkan situasi itu karena sundulannya masih belum tepat sasaran.

Suarez mencetak gol keduanya pada menit ke-74. Berawal dari serangan balik, Sergi Roberto mengirimkan umpan ke kotak penalti yang langsung disambut Suarez dengan sundulan. 3-1 untuk keunggulan Barcelona.

Pendukung Barcelona yang memadati Camp Nou semakin bergemuruh ketika di menit ke-83 Suarez kembali mencatatkan namanya di papan skor. Lagi-lagi memanfaatkan serangan balik, Sergi Roberto mengirimkan umpan ke Luis Suarez. Bola itu lantas dichip oleh Suarez yang membuat Courtouis tak bisa melakukan apa-apa lagi selain melihat gawangnya bobol untuk ke empat kalinya.

Petaka bagi Madrid belum juga berakhir. Hanya berselang tiga menit kemudian, Vidal yang baru masuk menggantikan Arthur melengkapi pesta gol Barcelona setelah berhasil memanfaatkan umpan Dembele dari sisi kiri. Skor 5-1 untuk kemenangan Barcelona bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini membuat Barcelona semakin kokoh di puncak klasemen La Liga dengan 21 poin. Sementara itu Real Madrid harus terdampar di posisi 9 dengan 14 poin. Efek kepindahan Cristiano Ronaldo ke Juventus tampaknya masih terasa.

Buat para pendukung Madrid…yang sabar yaa…tak usah keluar rumah dulu dan sebaiknya jangan membuka media sosial untuk beberapa saat.

Komentar
Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 HitsBanget.com. Powered by WordPress.