Connect with us

Bola

Kesabaran yang Luar Biasa Untuk Mempertahankan Montella

Published

on

images : www.360nobs.com

Serupa tapi tak sama. Itulah yang menggambarkan situasi yang dialami oleh duo Milan di pekan ke-9 Seri A Italia. Sama-sama memperoleh hasil imbang tanpa gol, Inter disebut lebih baik daripada Milan karena berhasil menghentikan laju impresif sang pemuncak klasemen Napoli. Sementara itu bagi Milan, hasil imbang 0-0 di San Siro semakin memperburuk situasi tim karena tak pernah menang dalam 4 pertandingan terakhirnya.

Kalau ada orang yang paling bertanggung jawab atas situasi Milan saat ini, maka orang itu adalah Vincenzo Montella. Pelatih berusia 42 tahun itu tampaknya masih belum bisa memaksimalkan skuad Milan yang ada saat ini. Padahal hampir semua pemain yang diinginkan Montella untuk membangun AC Milan berhasil didatangkan di bursa transfer musim panas lalu.

Sebut saja Leonardo Bonnuci, Andre Silva, Andrea Conti, Hakan Calhanoglu, Mateo Mussachio, Fabio Borini, Ricardo Rodriguez, Franck Kessie, Antonio Donnaruma serta Lucas Biglia. Belum lagi kesuksesan manajemen yang berhasil mencegah kepindahan Donnaruma ke Real Madrid semakin menegaskan bahwa AC Milan-nya Montella sedang membangun diri untuk kembali menjadi the drem team.

Awalnya Milan cukup impresif dengan memperoleh kemenangan beruntun di dua laga awal Seri A, yakni di saat melawan Cagliari dan Crotone. Sempat dikalahkan Lazio 4-1 di pekan ketiga, Milan lantas bangkit dengan 4 kemenangan beruntun, tiga di ajang Seri A dan satu di Europa League. Kekalahan dari Sampdoria seakan menjadi titik balik AC Milan. Donnaruma dkk hanya mendapatkan 5 poin dari kemungkinan 18 poin.

Desakan untuk mundur pun sudah sayup-sayup terdengar dari Milanisti. Maklum saja, untuk mendatangkan 11 pemain baru ke San Siro dana yang harus dikeluarkan mencapai hampir 200 juta Euro. Dengan uang sebanyak itu rasanya cukup aneh kalau melihat posisi Milan saat ini yang berada di peringkat ke 11. Apalagi dengan situasi Juventus yang belum stabil seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik untuk meramaikan papan atas klasemen. Sebab kalau si nyonya tua sudah kembali berbicara, bukan tidak mungkin Milan bersama Fiorentina ataupun Lazio hanya akan jadi penghias di papan tengah.

Adaptasi pemain yang lamban

images : Liputan6.com

Dengan kedatangan 11 pemain baru, secara otomatis Milan juga melepas banyak pemain. Total ada 13 pemain yang meninggalkan AC Milan di musim panas lalu. I rossoneri benar-benar merombak total skuadnya. Seakan-akan sudah jengah di papan tengah, Milan segera ingin meramaikan kembai perburuan scudetto. Apalagi dalam 5 musim terakhir nyaris tidak ada tim yang mampu menjungkalkan Juventus dari singgasananya.

Namun bukan perkara mudah menyatukan visi bermain para pemain baru tersebut.  Bayangkan saja, dengan 11 pemain baru itu berarti hampir separuh kekuatan Milan berubah. Dengan kondisi seperti itu Milan seperti klub-klub di Liga Indonesia yang hampir tiap tahun komposisi skuadnya berbeda. Karena itulah jangan heran kalau di Liga Indonesia nyaris tidak ada tim yang bisa memenangi liga hingga kemudian mendominasinya sampai beberapa tahun kemudian. Sebab yang namanya adaptasi bisa memakan waktu 1 bulan, setengah tahun bahkan satu tahun.

Salah satu contohnya adalah Bonnuci. Pemain yang ditunjuk Montella sebagai kapten ini masih belum menunjukkan performa terbaiknya hingga saat ini. Dengan 13 gol yang bersarang di gawang Donnaruma saat ini sedikit banyak akan membawa nama Bonnuci sebagai orang terakhir di depan kiper. Statistik mantan pemain Juventus itu pun belum stabil, jauh berbeda dengan ketika masih membela si nyonya tua musim lalu. Squawka bahkan hanya memberikan nilai 69 untuk performa Bonnuci sampai pekan kesembilan.

Masalahnya rekan Bonnuci di lini belakang Milan seperti Zapata, Conti, ataupun Mussachio juga tidak lebih baik dari dia. Musachio hanya dinilai 62 oleh Squawka, Zapata 59 dan Conti 43. Sebuah penilaian yang wajar mengingat Milan saat ini defisit 1 gol.

Lini tengah Milan sebenarnya cukup solid. Hakan Calhanoglu dan Lucas Biglia cukup berperan dalam membangun serangan dari lini tengah. Sayangnya lagi-lagi masalah inkonsistensi masih menerpa keduanya. Baik di satu pertandingan, namun melempem di pertandingan lain. Padahal lini tengah adalah kunci permainan. Gagal mengkreasi serangan itu berarti kebuntuan. Dan ketika gagal mengantisipasi serangan maka skema 3 bek yang sering diusung Montella akan menjadi berantakan.

Sementara itu lini depan Milan masih terlalu mengandalkan Suso. Pemain jebolan akademi Liverpool itu saat ini telah mencetak 3 gol dari 8 pertandingan yang diikutinya. Sedangkan Kalinic dan Cutrone masing-masing sudah mencetak 2 gol. Jika ditotal lini depan Milan saat ini sudah menghasilkan 7 gol atau lebih dari separuh total gol yang dihasilkan Milan sampai pekan ke-9. Mungkin hanya Borini saja yang belum menunjukkan tajinya.

Kesabaran manajemen yang luar biasa

images : mdp-media.acmilan.com

Meski terus menerus diterpa isu pemecatan, namun Montella tampaknya akan tetap santai saja duduk di kursi kepelatihan AC Milan. Sebab pemilik CEO Milan Marco Fassone masih tetap menaruh kepercayaan kepada mantan striker AS Roma tersebut.

”Berada di posisi 10 klasemen bukanlah posisi yang bagus bagi Milan dan kami harus mengubah keadaan untuk segera bangkit. Tapi kami mendapat indikasi bagus, sekarang kita lihat tanda positif pertama. Montella benar-benar punya waktu untuk terus bekerja,” kata Fassone seperti dilansir dari Soccerway, usai Milan dikalahkan Inter pekan lalu.

Bahkan sebelum pertandingan melawan Genoa Fassone kembali berujarMontella dipilih oleh kami dan dia punya seluruh kepercayaan kami. Apakah posisinya terancam dengan kekalahan? Tidak ada gunanya bicara soal dugaan, tapi kami semua harus bekerja ke arah yang sama untuk menemukan jalan keluar,”  seperti dilansir Football Italia.

Karena itu, seramai apapun pemberitaan media mengenai pemecatan Montella ataupun protes bertubi-tubi dari Milanisti tampaknya tak akan mampu menurunkan Montella dari kursi kepelatihan. Doa dari Milanisti untuk kembali melihat Ancelloti di San Siro pun belum akan terwujud dalam waktu dekat. Satu-satunya yang bisa diharapkan oleh seluruh penggemar AC Milan di dunia hanyalah semoga skuad apa adanya berharga 200 juta Euro itu segera tampil padu, sebab kalau tidak bukan mustahil Milan hanya akan selevel dengan Chievo Verona ataupun Bologna yang hanya menjadi penghias papan tengah setiap musimnya.

Komentar

Bola

5 Pemain Sepak Bola Berikut Jajal Peruntungan Jadi Youtuber

Published

on

Pekerjaan sebagai youtuber atau content creator kini tak dapat dipandang sebelah mata, karena mereka bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah yang tak sedikit dari konten-konten didalamnya . Terlebih jika jumlah viewer dan subscriber yang menembus angka jutaan atau bahkan puluhan juta, maka bisa dipastikan kamu sudah menjadi jutawan dadakan!

Di Indonesia sendiri, menjajal kemampuan sebagai seorang youtuber kini tak hanya digandrungi para selebriti saja melainkan juga para pemain sepak bola lho. Lantas, siapa saja mereka ? berikut selengkpnya

  1. Atep Ahmad Rizal.

    img: www.youtube.com

    Mantan gelandang Persib, Atep Ahmad Rizal mulai jajal kemampuannya menjadi seorang youtuber sejak dua tahun silam. Melalui channelnya yang diberi nama Atep TV, pemain yang kini membela Mitra Kukar tersebut kerap membagikan kegiatan kesehariannya baik tentang sepakbola atau kesibukan yang lain.Karena termasuk konsisten dalam mengunggah konten, channel Atep TV kini sudah berhasil meraih sebanyak lebih dari 75 ribu subscriber.

  2. Hamka Hamzah.

    img: www.youtube.com

     Kapten klub bola Arema FC, Hamka Hamzah pun tengah menikmati profesi barunya sebagai youtuber. Lewat channel youtube-nya yang diberi nama Hamka Story 23, Hamka kerap berbagi pengalaman dan kesehariannya sebagai pemain bola termasuk kebiasaannya sebelum bertanding.Hingga saat ini channel Hamka Story 23 telah memiliki hampir 100 ribu subscribers dari puluhan video yang telah dia unggah.

  3. Kurnia Meiga.

    img: www.youtube.com

    Tak mau kalah dengan senior-seniornya, kiper timnas inipun juga menjajal peruntungan menjadi seorang youtuber sejak 2017 silam. Meskipun terbilang baru, pemain klub Arema ini sudah memiliki lebih dari 36 ribu subscribers dari 8 video yang diunggahnya.Lewat channel miliknya itu, Kurnia Meiga sering membagikan vlog mengenai kehidupan pribadi serta kesehariannya sebagai pemain sepakbola.

  4. Rio Ferdinand.

    img: www.youtube.com

    Tak hanya dari dalam negeri, pemain Internasional sekelas Rio Ferdinand pun juga turut meramaikan jagad per-YouTube-an bahkan sejak 2009 silam, maka tak heran jika Rio sudah memiliki hampir 600ribu subscriber.Sesuai dengan profesinya, channel yang diberi nama Rio Ferdinand Presents FIVE ini sering mengunggah konten video seputar dunia sepak bola.

Itulah empat pemain sepak bola yang mempunyai YouTube Channel pribadi, jangan lupa like, subscribe, dan comment ya ! hehe

 

Komentar
Continue Reading

Bola

Jadwal Lengkap Boxing Day Liga Inggris 2019

Published

on

By

Berbeda dari kebanyakan liga-liga di Eropa yang meliburkan kompetisinya saat Natal dan Tahun Baru, Liga Inggris justru sedang “panas-panasnya” dipenghujung Desember dan awal Januari. Bahkan tepat ditanggal 26 Desember, laga-laga panas bertajuk Boxing Day akan digelar secara serentak di negeri Ratu Elizabeth itu.

Untuk laga Boxing Day Liga Inggris tahun 2019 ini, ada empat waktu kickoff yang sudah ditetapkan oleh pihak Premier League. Yang paling siang adalah pukul 12.30 waktu setempat, dilanjutkan pukul 15.00, 17.30 dan paling malam 20.00.

Berikut adalah jadwal lengkap Boxing Day Liga Inggris 2019. Waktu yang ditampilkan adalah waktu kick off di Inggris.

Kamis, 26 Desember 
Tottenham vs Brighton (12:30)
Aston Villa vs Norwich (15:00)
Bournemouth vs Arsenal (15:00)
Chelsea vs Southampton (15:00)
Crystal Palace vs West Ham (15:00)
Everton vs Burnley (15:00)
Sheffield United vs Watford (15:00)
Manchester United vs Newcastle (17:30)
Leicester vs Liverpool (20:00)

Jumat, 27 Desember 
Wolves vs Manchester City (19.45)

Meskipun tidak ada laga yang tergolong bigmatch, tapi Boxing Day tetaplah menyimpan pesona tersendiri. Pasalnya hampir seluruh perhatian penikmat bola akan tertuju ke Liga Inggris saja. Apalagi sejarah sudah membuktikan bahwa kesebelasan yang mampu melewati periode ketat saat Natal dan Tahun Baru dengan hasil positif maka kesebelasan itulah yang akan menjuarai Liga Inggris di akhir musim.

Liverpool musim lalu bisa menjadi contohnya. Banyak mendapat hasil imbang membuat selisih 7 poin dengan Manchester City berhasil dipangkas oleh David Silva dkk untuk kemudian menjadi juara di akhir musim.

 

Komentar
Continue Reading

Bola

Terancam Demo Besar-besaran, Laga El Clasico Barcelona-Real Madrid Resmi Ditunda

Published

on

By

Menurut jadwal yang sudah dirilis La Liga, Sabtu 26 Oktober 2019 mendatang Barcelona akan menjamu Real Madrid di Camp Nou. Laga El Clasico jilid pertama musim 2019-2020 ini diprediksi akan berlangsung sengit dan keras. Kedua kesebelasan tersukses di Spanyol itu saling berhimpitan di papan klasemen sementara.

Namun baik Madridista ataupun Barcelonista nampaknya harus bersabar untuk menantikan laga super bigmatch itu. Pihak federasi sepakbola Spanyol, RFEF memutuskan untuk menunda laga Barcelona vs Real Madrid karena alasan keamanan. Yah, hampir mirip dengan pelaksanaan liga di negara kita.

Adanya penahanan terhadap 9 aktivis pro kemerdekaan Catalunya menimbulkan dampak yang besar bagi kawasan yang sering mengobarkan semangat untuk terlepas dari Spanyol itu. Rencananya, dihari yang sama dengan pelaksanaan el clasico, akan diadakan demonstrasi besar-besaran di kota Barcelona.

Oleh karena itulah pihak RFEF memutuskan untuk menunda laga yang akan berlangsung di Stadion Camp Nou tersebut. Pernyataan ini diumumkan lewat akun twitter resmi RFEF.

Keputusan mengenai tanggal pengganti, diserahkan kepada pihak Barcelona dan Real Madrid sendiri. Akan tetapi apabila sampai hari Senin tanggal 21 Oktober 2019 tak ada jawaban, maka tanggal pengganti akan ditetapkan oleh pihak RFEF.

Sebelumnya pihak La Liga berencana memindahkan laga el clasico dari stadion Camp Nou ke stadion Santiago Barnebau. Baik pihak Barcelona ataupun pihak Real Madrid tidak menyetujui hal tersebut. Akhirnya RFEF selaku federasi turun tangan untuk membantu memberikan solusi atas permasalahan itu.

Harap bersabar yaa…..

Komentar
Continue Reading

Trending