Connect with us

Tips

Perlu Kita Ketahui , Ternyata Begini Tata Cara Pendaftaran CPNS 2018

Published

on

Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil / CPNS 2018 akan segera dimulai, Sebelum mendaftar ke instansi yang kamu tuju, pastikan kamu telah mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pendaftaran, dokumen apa saja yang diperlukan ? seperti yang disalin dari buku petunjuk pendaftaran sistem seleksi CPNS tahun 2018 yang dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian Negara adapun beberapa dokumen wajib yang perlu kamu siapkan adalah

  1. Kartu Keluarga
  2. Kartu Tanda Penduduk ( KTP)
  3. Ijazah
  4. Transkip Nilai
  5. Pas Foto
  6. Dokumen lain sesuai dengan ketentuan instansi yang akan kamu lamar

Adapun tata cara pendaftaran CPNS 2018 adalah sebagai berikut :

TATA CARA PENDAFTARAN CPNS 2018

  1. Buka Akun Portal Resmi https://sscn.bkn.go.id
  • Isi NIK,Nomor KK atau NIK Kepala Keluarga
  • Isi alamat e-mail aktif, password dan pertanyaan pengaman
  • Upload pas photo min. 120 Kb Max.200 Kb
  • Cetak Kartu Informasi anda
  1. Login Ke https://sscn.bkn.go.id
  • Gunakan NIK dan Psword yang telah didaftarkan
  1. Upload Foto Selfie
  • Upload foto selfie dengan memperlihatkan KTP dan Kartu Informasi Akun untuk dapat melanjutkan tahap berikutnya
  1. Lengkapi Biodata
  • Isi Biodata
  1. Pilih Instansi, Jenis Formasi dan Jabatan
  • Pelamar hanya dapat memilih 1 Instansi, 1 Formasi dan 1 Jabatan
  1. Cek Resume
  • Pastikan bahwa data telah terisi semua dengan benar
  • Dan pastikan instansi, formasi dan jabatan yang terpilih sudah benar
  1. Kirim Data
  • Klik Simpan data yang telah dicek Resume dan pastikan data tersebut terisi dengan lengkap dan benar
  • Data yang telah di diklik Kirim TIDAK DAPAT DIUBAH DENGAN ALASAN APAPUN
  1. Cetak Kartu Pendaftaran SSCN 2018
  • Cetak dan simpan dengan baik Kartu Pendaftaran SSCN 2018
  • Kartu Pendafataran SSCN 2018 digunakan sebagai bukti telah menyelesaikan pendaftaran melalui SSCN 2018

itulah tadi beberapa dokumen penting yang harus kamu siapkan dan tata cara pendaftaran CPNS 2018, selamat mencoba dan selamat berjuang!

Komentar

Kesehatan

Mengenal ILA, Teknik Bius Untuk Mengurangi Nyeri Melahirkan

Published

on

Salah satu hal yang terbayang-bayang ketika akan melahirkan tentu adalah bayangan tentang rasa sakitnya. Baik persalinan secara normal maupun operasi caesar sama-sama membutuhkan perjuangan untuk melawan rasa nyeri. Bedanya, jika persalinan normal secara umum dilakukan tanpa teknik anestesi (bius) sedangkan pada persalinan dengan operasi caesar didahului dengan bius regional yakni dari pinggang ke bawah (Anestesi epidural ataupun anestesi spinal).

Berikut selengkapnya tentang Anestesi Epidural dan Spinal

Teknik anestesi epidural merupakan salah satu metode untuk menghilangkan nyeri ketika melahirkan. Namun ternyata persalinan normal pun bisa juga dilakukan tindakan anestesi bius yakni Intrathecal Labor Analgesia (ILA). Teknik ini dilakukan jika pasien sangat sensitif dengan rasa sakit.

Cara pemberiannya hampir sama dengan teknik epidural. Diberikan suntikan di daerah urat saraf, anestesi ini diberikan pada pembukaan di atas 4 cm, jadi di awal proses persalinan ibu masih merasakan kontraksi. Bius ILA akan membebaskan ibu dari rasa sakit sekitar 12 jam, dan persalinan dengan teknik anestesi ini karena paling efektif mengurangi nyeri persalinan. Dibandingkan dengan teknik epidural, ILA bisa dikatakan hampir tidak memiliki efek samping. Namun ibu tetap akan merasakan sedikit nyeri ketika kontraksi atau ketika dokter memeriksa bukaan jalur lahir.

Beautiful female laying in bedroom

Hal ini terjadi karena dosis yang diberikan jauh lebih sedikit daripada anestesi epidural. Meski begitu, teknik ini sama sekali tidak mengganggu kondisi ibu dan bayi selama selama proses persalinan. Ibu tetap dapat mengejan karena ILA sama sekali tidak memengaruhi kemampuan mengejan ibu layaknya teknik epidural.

Efek samping yang kemungkinan dirasakan ibu ialah kontraksi rahim menjadi lambat. Namun layaknya teknik epidural, ada juga ibu yang tidak bisa melakukan ILA karena beberapa kondisi. Di antaranya adalah ukuran bayi yang terlalu besar atau posisi kepala bayi yang masih tinggi.

Sebelum melakukan prosedur ILA, dokter harus memastikan bahwa kondisi bayi normal, bukan bekas operasi dan bayi bisa dilahirkan melalui jalan normal. Jika ada keraguan misalnya kemungkinan bayi besar, posisi kepala masih tinggi, belum masuk ke daerah panggul atau ada kemungkinan panggul ibu kecil untuk dilalui kepala bayi dengan berat tertentu, maka tidak dapat dilakukan persalinan dengan menggunakan anestesi ini.

Komentar
Continue Reading

Kesehatan

Tips dan Trik Untuk Hadapi Hipotermia Saat Melakukan Pendakian

Published

on

By

Mendaki gunung adalah hal yang menyenangkan. Akan tetapi bahaya hipotermia selalu mengintai mereka yang tidak tahu tips dan trik untuk menghindarinya.

Kondisi alam Indonesia yang banyak memiliki gunung sangat menarik untuk dijelajahi. Oleh karena itu tak sedikit traveler yang menghabiskan waktu liburnya untuk mendaki gunung. Jauh sebelum pendakian gunung menjadi tren traveler masa kini, para pecinta alam telah lebih dulu memulainya.

Salah satu bahaya yang sering mengintai para pendaki adalah hipotermia. Kurangnya persiapan terutama bagi pendaki pemula seringkali mengakibatkan terkena gejala hipotermia. Salah dalam melakukan penanganan bisa berakibat fatal, bahkan kalau terus dibiarkan nyawa bisa saja melayang.

Apa itu hipotermia?

images: pegipegi.com

Hipotermia termasuk kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan medis darurat. Keadaan ini terjadi saat temperatur tubuh menurun drastis di bawah suhu normal yang dibutuhkan oleh metabolisme dan fungsi tubuh, yaitu di bawah 35°C. Suhu normal tubuh manusia sendiri berkisar antara 36 sd 37,5 derajat celcius.

Ketika temperatur tubuh berada jauh di bawah titik normal, sistem saraf dan fungsi organ lain dalam tubuh akan mulai terganggu. Apabila tidak segera ditangani, hipotermia dapat menyebabkan kegagalan sistem pernafasan dan sistem sirkulasi (jantung). Pada akhirnya bisa berujung pada kematian.

Cara Pencegahan Hipotermia

images: 1.bp.blogspot.com

Mengingat bahaya yang bisa ditimbulkan dari hipotermia, ada baiknya kamu menyiapkan diri sebaik mungkin ketika hendak melakukan pendakian. Khususnya di musim penghujan seperti saat ini, resiko untuk terkena hipotermia semakin meningkat karena cuaca di gunung bisa jadi semakin tidak menentu.

Berikut ini adalah tips yang bisa kamu lakukan untuk mencegah hipotermia.

  1. Persiapkan fisik sebaik mungkin sebelum melakukan pendakian.
  2. Bawalah jas hujan untuk melindungi badan agar tidak basah jika terkena hujan.
  3. Jangan gunakan pakaian yang basah.
  4. Atur sebaik mungkin waktu istirahat selama pendakian.
  5. Konsumsi makanan dan minuman secara teratur.
  6. Jangan paksakan diri untuk terus menuju puncak padahal tubuh sudah tidak mampu.

Gejala Hipotermia

images: backpackerjakarta.com

Gejala hipotermia ini berbeda-beda tergantung kondisi tubuh orang yang mengalaminya. Pada umumnya, orang yang mengalami hipotermia ringan akan menunjukkan gejala seperti menggigil yang disertai rasa lelah, lemas, pusing, lapar, kulit pucat, dan napas yang cepat. Keadaan itu umumnya terjadi saat suhu tubuh berkisar antara 32 sd 35 derajat celcius.

Saat suhu tubuh semakin berkurang dibawah 32 derajat celcius, gejala hipotermia akan semakin bertambah parah seperti berikut ini.

  1. Mulai merasa lemas tak berdaya.
  2. Bicara tidak jelas atau mengigau.
  3. Bingung.
  4. Bertingkah aneh.
  5. Sulit bergerak dan kesadaran tubuh menurun.

Cara Menangani Hipotermia

images: http://cadventura.com

Pada intinya, cara menangani hipotermia bertujuan untuk mengembalikan suhu tubuh penderita ke kondisi normalnya. Apabila salah satu dari teman mendakimu mengalami hipotermia, hal pertama dan paling utama yang kamu lakukan adalah jangan panik. Sebab kalau kamu sendiri sudah panik maka kamu tak akan bisa melakukan hal yang tepat untuk menolong temanmu.

Setelah itu lakukan hal-hal berikut ini.

  1. Hangatkan penderita dengan pelan-pelan, sebab kalau terlalu cepat justru mengakibatkan terjadinya iritmia, yakni gangguan denyut jantung.
  2. Apabila pakaian penderita basah, maka sesegera mungkin ganti dengan pakaian yang kering
  3. Masukkan penderita ke dalam tenda ataupun flysheet.
  4. Jangan lupa gunakan matras agar penderita tidak bersentuhan langsung dengan tanah.
  5. Tutupi tubuh penderita dengan selimut, terutama bagian kepala dan perut.
  6. Berbagilah panas tubuh dengan penderita, bisa dengan cara memeluknya.
  7. Jangan biarkan penderita ketiduran, ajak terus berkomunikasi.
  8. Apabila telah sepenuhnya sadar, berilah makanan atau minuman yang hangat.

Nah itulah beberapa tips dan trik untuk menghindari serta menghadapi hipotermia. Semoga bermanfaat yaa..

 

 

Komentar
Continue Reading

Relationship

5 Kebiasaan Berikut ini Kelak Akan Membuatmu Jadi Istri Serba Bisa Saat Menikah Nanti

Published

on

By

Menjadi seorang istri adalah pekerjaan yang menyenangkan, meskipun terkadang cukup susah dijalankan. Kamu harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapinya.

Entah nanti kamu jadi ibu rumah tangga atau wanita karir, yang pasti kamu akan dituntut untuk bisa melakukan banyak hal. Kehidupan di dalam pernikahan jelas sangat berbeda dengan ketika kamu masih pacaran. Hari berganti, begitu juga dengan masalah dan tantangannya. Iya sih, masalah gak datang tiap hari. Tapi kalau kamu gak bisa mengatasinya, yang ada kehidupan keluargamu jadi berantakan.

Waktu memang akan mengajarkan cara untuk menjadi sosok ibu sekaligus istri yang baik. Hanya saja tak ada salahnya kalau sejak masa pacaran kamu mulai mempersiapkan diri untuk menghadapai berbagai hal buruk yang mungkin saja kamu temui saat menikah nanti.

  1. Wanita adalah perhiasan dunia, maka jangan malas untuk berdandan

images: bisnis.com

Kesibukan luar biasa sebagai seorang istri akan semakin bertambah ketika status kamu berubah menjadi ibu. Kalau tak bisa mengatur waktu, kesempatanmu mengurus diri sendiri akan terbengkalai lantaran sibuk mengurus si buah hati dan suami. Belum lagi pekerjaan kantor apabila kamu juga seorang working mom.

Namun semua itu tak akan terjadi kalau sejak dini sudah kamu tanamkan kewajiban untuk merias diri atau berdandan. Bagaimanapun juga salah satu hal yang membuat suami betah di rumah adalah penampilan istrinya yang menawan. Tidak perlu terlalu berlebihan, sekedar tidak membiarkan dirimu berantakan saja sudah cukup. Toh suami juga paham bahwa pekerjaan rumahmu cukup berat.

2. Mudah beradaptasi dengan lingkungan baru

images: tipshariini.files.wordpress.com

Tidak semua orang dibekali dengan kemampuan cepat beradaptasi. Kamu harus membiasakan diri untuk cepat beradaptasi dengan berbagai perubahan situasi. Termasuk nanti ketika kamu ikut hidup bersama suami di tempat antah berantah. Tidak menutup kemungkinan kamu harus ikut mendampingi suami bertugas ke tempat yang jauh dari fasilitas.

Disitulah kemampuanmu sebagai seorang istri akan teruji. Pelan tapi pasti kamu harus belajar mengatasi persoalan yang ada. Kemampuanmu untuk segera menyesuaikan diri dengan situasi yang baru akan sangat membantu dalam mengatasi berbagai persoalan yang datang.

3. Selalu belajar dan suka dengan hal baru

images: cloudfront.net

Kalau mau jadi istri serba bisa, maka salah satu syarat wajib yang harus kamu miliki adalah jangan malas untuk selalu belajar. Rasanya tak mungkin kamu akan bisa banyak hal tanpa mau belajar lebih dulu. Kecuali kamu punya ilmu sihir seperti di film-film, maka tinggal bilang sim salabim saja apa yang kamu inginkan langsung terwujud.

Kamu juga mesti membiasakan diri untuk menyukai tantangan baru. Hal-hal baru yang datang di kehidupan kamu harus kamu hadapi dan bukan untuk dihindari. Meski terkadang cukup sulit, namun hal itu akan sangat membantu dalam mengasah kemampuan serta skill yang kamu miliki.

4. Jangan ragu untuk punya banyak mimpi

images: http://gemintang.com

Punya banyak mimpi bukan berarti kamu harus memperbanyak tidur lho ya! Biasanya orang yang suka dengan hal baru akan memiliki banyak mimpi untuk masa depannya. Dengan banyaknya mimpi yang harus diwujudkan, secara otomatis dia akan bekerja keras untuk membuat mimpi itu terwujud.

5. Pantang menyerah dan jarang mengeluh

images: www.hipwee.com

Mengeluh itu manusiawi. Namun menjadi tak wajar kalau itu kamu lakukan berulang kali. Sering mengeluh atas kondisi yang ada hanya akan membuatmu tidak bisa mengatasi persoalan yang sedang kamu hadapi. Tanamkan dalam diri semangat untuk pantang menyerah. Terdengar cukup naif memang, namun itu benar adanya. Lagian pekerjaan yang menumpuk tak akan selesai begitu saja dengan sekedar berkeluh kesah bukan?

 

Komentar
Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 HitsBanget.com. Powered by WordPress.