Connect with us

Hits Banget

Melihat Lebih Dekat Mamuju, Calon Ibukota Baru Usulan Jusuf Kalla

Published

on

Kondisi kota Jakarta yang sudah terlalu padat tampaknya membuat pemerintah mulai mempertimbangkan untuk melakukan pemindahan ibukota negara. Wacana mengenai pemindahan ibukota ini memang bukanlah hal yang baru. Sejak era pemerintahan presiden Soekarno, wacana ini sudah muncul mengingat kondisi Jakarta yang sebenarnya kurang ideal untuk dipertahankan sebagai ibukota negara.

Akan tetapi baru saat ini wacana tersebut benar-benar ditanggapi secara serius. Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengajukan tiga alternatif kepada presiden Joko Widodo mengenai persoalan ibukota ini.

Yang pertama adalah ibukota negara tetap berada di Jakarta, dengan membuat sebuah distrik khusus untuk pemerintahan. Alternatif kedua adalah memindah ibukota tapi tetap berada di pulau Jawa. Sedangkan alternatif ke tiga adalah memindahkan ibukota ke luar pulau Jawa.

“Kalau saya alternatif 1 dan 2 sudah tidak,” kata Jokowi di Kantor Presiden, Senin (29/4/2019). Itulah yang dikatakan oleh presiden Joko Widodo menanggapi usulan dari Menteri PPN.

Ketika meminta pendapat dari pejabat-pejabat lain yang mengikuti rapat, terdengar usulan dari wakil presiden Jusuf Kalla yang menyatakan bahwa kota Mamuju di Sulawesi Barat bisa menjadi alternatif sebagai ibukota negara yang baru.

Nah, buat kamu yang belum terlalu mengenal kota Mamuju, yuk kita lihat lebih dekat bagaimana sebenarnya kondisi dari kota yang diusulkan oleh Jusuf Kalla tersebut untuk menggantikan Jakarta sebagai ibukota negara.

Ibukota dari Provinsi Sulawesi Barat

images: ytimg.com

Kota Mamuju pada awalnya adalah ibukota dari Kabupaten Mamuju. Seiring perkembangan zaman dan semangat pemekaran daerah, pada tanggal 05 Oktober 2004 secara resmi berdiri Provinsi Sulawesi Barat. Sebagai ibukota provinsi ditunjuklah Kabupaten Mamuju yang terletak di pesisir barat Sulawesi.

Sampai dengan saat ini Kabupaten Mamuju terdiri atas 11 kecamatan dengan luas 4.954,57 km2, penduduk 107.864 jiwa, dan kepadatan 142,77 jiwa/km2. Sebuah ukuran yang cukup luas untuk dijadikan sebagai ibukota negara. Posisi kota Mamuju yang terletak diantara Palu dan Makassar menjadi faktor penting untuk mendukung kegiatan perekonomian di dua kota besar di pulau Sulawesi tersebut.

Destinasi wisata yang cantik dan menarik 

images: wisatalengkap.com

Sebagai kawasan yang terletak di pesisir pantai, tentu Mamuju memiliki banyak destinasi wisata menarik. Pantai-pantai dengan pasir yang putih, air laut yang biru dan ombak yang tenang akan menyambutmu jika berkunjung ke Mamuju.

Sebut saja pantai Manakarra yang jadi ikon wisata Mamuju, pulau Karampuang, pantai Dato, dan pantai Lombang. Ada juga air terjun yang bagus disana yaitu air terjun Malute. Ingin melihat pemandangan kota Mamuju dari atas ketinggian, maka Kelapa Tujuh tempat yang pas untuk menikmatinya.

Sebuah paket yang lengkap jika nanti ibukota pindah kesana. Salah satu negara yang sudah berhasil melakukan pemindahan ibukota ke tempat yang memiliki destinasi wisata menarik adalah Malaysia di kota baru Putrajaya.

Masih menjadi bagian dari ring of fire 

images: http://lh5.ggpht.com

Sayangnya, posisi kota Mamuju yang terletak di pesisir barat Sulawesi itu belum aman dari ring of fire pacific. Secara otomatis ancaman gempa bumi di kawasan ini masih cukup besar. Kota Palu yang baru saja terkena bencana alam gempa bumi dan tsunami berjarak tak terlalu jauh dari kota Mamuju.

Meskipun demikian catatan gempa besar belum pernah terjadi di Mamuju. Kawasan di Sulawesi yang aman dari potensi bencana alam adalah kota Makassar. Sayangnya Makassar sudah tergolong kedalam jenis kota besar yang memiliki masalah sama dengan Jakarta ataupun Surabaya.

Namun kapan waktu pelaksanaan pemindahan ibukota ini belum diketahui secara pasti. Akan cukup panjang proses dan perhitungan biayanya. Tapi yang jelas, kemanapun ibukota negara nantinya akan berpindah, semoga itu akan membawa perubahan lebih baik untuk Indonesia di masa mendatang.

 

Komentar

Hits Banget

Peraturan Baru, Usia Nikah Minimal 19 Tahun

Published

on

Dalam rangka peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepakat naikkan batas minimal usia pernikahan menjadi 19 tahun dari 16 tahun. Rencana tersebut dibahas lewat revisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

img: todayifoundout.com

Beberapa alasan mengapa pemerintah menaikkan batas minimal usia perkawinan antara lain untuk menekan angka perceraian, memberikan kesempatan lebih luas mendapatkan pendidikan dan menyelamatkan praktik perkawinan anak di bawah umur yang sangat merugikan bagi anak, keluarga, maupun negara.

Dalam pembahasan RUU, dari 10 fraksi ada dua partai yang menolak rencana tersebut. Sedangkan, delapan partai menyetujui rencana kenaikan batas minimal usia pernikahan menjadi 19 tahun.

Nantinya, aturan ini akan memuat sanksi untuk pihak yang melanggar. Namun, seperti apa sanksinya pemerintah belum bisa memberikan kejelasan secara rinci.

Keputusan tentang batas minimal usia menikah ini didukung pula oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Menurut Lukman, putusan itu memenuhi rasa keadilan di masyarakat. Karena itu, ia menilai tak perlu ada perbedaan usia minimal pernikahan untuk laki-laki maupun perempuan. Karena sebelumnya, batas minimal usia menikah perempuan adalah 16 tahun dan laki-laki 19 tahun.

Komentar
Continue Reading

Hits Banget

Jika Dibuat Film, Inilah Artis yang Cocok Memerankan Karakter dalam Thread KKN di Desa Penari

Published

on

By

Beberapa waktu yang lalu dunia twitter ramai dengan twit horor seputar peristiwa KKN. Adalah akun @SimpleM81378523 atau SimpleMan yang membuat utas tentang cerita seram ini. Sebenarnya thread ini sudah dibuat beberapa bulan yang lalu. Akan tetapi dalam beberapa hari ini kembali ramai diperbincangkan.

Beberapa acara bertema mistis di kanal youtube pun juga mulai membahas tentang KKN di Desa Penari. Bahkan beberapa hari terakhir, sejumlah media massa online dan channel televisi turut serta meramaikan pembahasan seputar kejadian apa yang terjadi di desa yang sampai saat ini namanya masih dirahasiakan tersebut.

Tapi di jagat twitter, tempat semua cerita itu berasal, yang terjadi kemudian justru bermunculan twit-twit receh bin nyeleneh yang membuat nuansa horor KKN di Desa Penari berubah menjadi lucu. Mulai dari munculnya meme-meme seputar karakter di dalam cerita tersebut, plesetan thread dari sudut pandang lelembut, sampai dengan imajinasi kalau thread tersebut diangkat ke layar lebar.

Khusus untuk yang terakhir, akun @faizaufi sudah membuat sebuah thread lengkap tentang siapa saja artis yang cocok untuk memerankan karakter dalam cerita KKN di Desa Penari bila dijadikan film. Siapa saja mereka?

  1. Adipati Dolken sebagai Bima. Cowok yang katanya lulusan pesantren tapi justru melakukan sesuatu yang akhirnya menimbulkan bencana. Cocok diperankan oleh Adipati Dolken karena wajahnya yang nakal-nakal alim gitu…

images: brilio.net

2. Ayu diperankan oleh Masayu. Meskipun terlihat sudah bukan berusia KKN lagi, tapi tampilan Masayu akan cocok memerankan tokoh Ayu yang tergambarkan cukup genit.

images: grid.id

3. Widya diperankan oleh Indah Permatasari. Widya adalah karakter yang diincar oleh lelembut, tapi pada akhirnya bisa selamat. Indah Permatasari cukup berpengalaman untuk karakter cewek sedih dan dilanda kebingungan.

images: kompas.com

4. Nur diperankan oleh Laudya Chintya Bella. Karakter gadis beriman dan bertaqwa lulusan pesantren. Punya kelebihan bisa lihat yang begituan dan dijaga oleh neneknya

images: https://cdn2.tstatic.net

5. Mbah Uyut diperankan oleh Egy Fedly. Kurang sangar gimana coba bang Egy ini? Tua, wajah sarat pengalaman, tampilan mistis, dan rambut panjang.

images: kumparan.com

6. Pak Prabu diperankan oleh Pak Prabu. Mantan suami Dewi Yull ini pas untuk memerankan karakter seorang pemimpin di desa. Kalem, perawakan pas, pembawaan tenang dan berpenampilan matang dalam menghadapi masalah.

images: kompas.com

7. Wahyu diperankan Joshua Suherman. Karakter Wahyu yang ceplas-ceplos memang cocok untuk Joshua Suherman yang sering spontan ceplas-ceplos juga.

images: https://cdn2.tstatic.net

8. Anton yang diperankan oleh Adriano Qolbi. Karakter yang jarang tampil. Sekalinya tampil lang ngegap Bima lagi onani. Hadehhhh…

images: https://cdn2.tstatic.net

8. Badarawuhi diperankan oleh Lucinta Luna. Kalau yang satu ini alasannya sederhana, yaitu karena Lucinta Luna dalam kesehariannya saja sudah terbiasa berganti-ganti karakter. Tak perlu dijelaskan to karakter apa? Jadi bisa dibilang Lucinta Luna ini luwes orangnya, pas untuk memerankan Badarawuhi. 

images: grid.id

9. Penjual cilok diperankan oleh Reza Rahardian. Hanya satu alasan saja: Apalah arti sebuah film tanpa Reza Rahardian?

images: liputan6.com

Komentar
Continue Reading

Hits Banget

Tak Hanya Ibukota Negara, Ibukota Jawa Barat Pun Juga Akan Pindah

Published

on

Beberapa pekan belakangan, berita kepindahan Ibukota negara menjadi trending topic di berbagai media. Rencananya, lokasi Ibukota baru nantinya adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Namun, ternyata tak hanya Ibukota negara saja lho yang akan berpindah, melainkan Ibukota Propinsi Jawa Barat. Ya, dilansir dari detikcom, Gubernur Ridwan Kamil tengah berupaya mengajukan rumusan pemindahan Ibukota ke DPRD yang kini sedang dalam tahap pengkajian lebih dalam hingga 6 bulan mendatang.

img: fortune.com

Menurut Kang Emil, sapaan akrab untuk Ridwan Kamil, alasan perlu dipindahkannya Ibukota Jawa Barat kurang lebih sama dengan alasan dipindahkannya Ibukota Negara ke Kalimantan Timur antara lain : Kota Bandung sudah tidak ideal lagi menjadi pusat pemerintahan Jabar, selain itu juga kantor-kantor pemerintahan yang cekclok (terpisah) dan tidak produktif

img: archiplanet.org

Oleh karena itu, beberapa wacana lokasi untuk pemindahan Ibukota Jawa Barat yang baru juga sudah ditentukan. Beberapa lokasi yang sedang dipertimbangkan adalah Tegalluar (Kabupaten Bandung) dan Walini (Kabupaten Bandung Barat) dan Rebana (Cirebon-Subang-Majalengka).

Dipilihnya lokasi-lokasi tersebut tak lain karena pertimbangan resiko bencana, aksesibilitas, tingkat ekonomi, hingga ketersediaan air.  Selain itu, wilayah Tegalluar (Kabupaten Bandung) dan Walini (Kabupaten Bandung Barat) yang akan dilalui kereta cepat Jakarta-Bandung. Keberadaan kereta cepat akan berdampak terhadap ekonomi dan pembangunan di sekitarnya. Sedangkan Rebana (Cirebon-Subang-Majalengka) juga diproyeksikan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Khususnya di Subang, akan dibangun Pelabuhan Patimban. Keberadaan pelabuhan ini pun juga akan berdampak terhadap ekonomi sekitar.

Wah, gimana nih sobat spaneng ? kamu termasuk team yang yes apa no nih Ibukota mau pindah ?

Komentar
Continue Reading

Trending