Connect with us

Bola

Dear Mr. Klopp, Ini Liga Inggris Bukan Bundesliga!

Published

on

images : mirror.co.uk

Untuk pertama kalinya dalam 10 pertemuan terakhir, Tottenham Hotspur berhasil meraih kemenangan atas Liverpool. Tidak tanggung-tanggung, klub asal kota London itu mampu mencetak 4 gol ke gawang Simon Mignolet dan hanya dibalas 1 gol ke gawang Hugo Lloris. Kekalahan itupun semakin menjauhkan Liverpool dari papan atas klasemen sementara Liga Inggris.

Dengan mengoleksi 13 poin, Jordan Henderson  dkk saat ini duduk di posisi 9 dengan rekor 3 kali menang, 4 kali seri dan 2 kali kalah. Yang lebih memalukan lagi adalah rekor kebobolan mereka. Dari 9 laga yang dijalani di ajang Liga Inggris, Livepool sudah kebobolan 16 gol dan hanya mampu mencetak 14 gol.

images : metro.uk

Pemain yang paling disorot dalam laga melawan Spurs kemarin tentu saja Dejan Lovren. Pemain asal Kroasia itu membuat dua kesalahan fatal yang berujung pada gol yang dicetak Harry Keane dan Son Heung-min. Tidak sampai menunggu babak pertama usai ia pun digantikan oleh Chamberlain.

Namun bukan berarti hanya Lovren saja yang menyebabkan Liverpool kalah dari Spurs. Buruknya lini tengah Liverpool yang gagal menutup pergerakan penyerang Spurs juga membawa dampak besar dalam pertandingan kemarin. Selain itu Klopp juga tidak memiliki rencana cadangan yang harus diambil ketika timnya dalam posisi tertinggal. Masuknya Chamberlain hanya merubah posisi Can yang tadinya di tengah menjadi bek serta Coutinho yang bermain di sayap ditarik mundur ke tengah untuk digantikan Chamberlain. Hasilnya tentu bisa kita lihat, tidak ada perubahan signifikan dalam permainan Liverpool.

Lovren hanyalah fenomena gunung es

images : tribuna.com

Masalah utama Liverpool dalam beberapa tahun belakangan ini adalah buruknya lini pertahanan. Bahkan ketika mereka nyaris juara di musim 2013-2014 saja rekor kebobolannya mencapai 50 gol, terbanyak diantara kontestan 5 besar. Untungnya saat itu lini depan mereka sangat tajam dengan mencetak 101 gol. Pasca kepindahan Suarez ke Barcelona dan cederanya Sturridge ketajaman lini depan Liverpool pun semakin menurun.

Sayangnya kondisi lini pertahanan Liverpool juga tak kunjung membaik. Musim 2014-2015 mereka kebobolan 48 gol, musim 2015-2016 50 gol dan musim 2016-2017 42 gol. Bisa dikatakan kedatangan Klopp tak terlalu merubah kondisi pertahanan Liverpool.

Pada awal kedatangannya Klopp sempat mempercayakan lini belakang kepada duet Lovren-Sakho. Sebenarnya mereka berdua tampil cukup padu. Berhasil membawa Liverpool ke final Piala Liga dan Liga Eropa setidaknya menjadi bukti kalau keduanya bisa tampil bagus saat diduetkan. Sayangnya tindakan tidak disiplin Sakho saat pramusim 2016-2017 membuatnya harus tersingkir dari tim utama. Ditambah lagi dengan kedatangan Joel Matip dan Ragnar Klavan akhirnya memaksa Sakho untuk keluar dari Anfield.

Matip yang didatangkan dari Schalke sebenarnya memiliki track record yang bagus selama di Bundesliga. Sayangnya awal musim lalu Klopp masih terus mencoba duet yang cocok antara Klavan-Matip-Lovren bahkan terkadang dicoba juga dengan Emre Can dan Lucas Leiva. Akhirnya yang sering kita lihat adalah kesalahan-kesalaan kecil yang dibuat barisan pertahanan ala kadarnya itu yang kemudian berujung gol untuk lawan.

Kondisi ini semakin diperparah dengan penampilan Alberto Moreno di sayap kiri. Kalau di kanan Clyne rajin naik turun, maka di sayap kiri Alberto Moreno seperti menganut paham maju terus pantang mundur. Akibatnya entah itu Lovren, Matip ataupun Klavan akan langsung keteteran saat menghadapi serangan balik dari sayap. Hal itulah yang membuat seorang James Milner sampai harus dipasang menjadi bek kiri sepanjang musim lalu. Untungnya Milner bisa memainkan peran barunya tersebut dengan cukup baik.

Awal musim lalu banyak orang berharap agar Klopp mendatangkan pemain bertahan yang berkualitas untuk menambal lubang di lini belakang. Virgil Van Dijk pun menjadi target utama Klopp. Sayangnya Southampton tidak mau melepasnya. Sampai bursa transfer ditutup, hanya Andrew Robertson saja yang berhasil didapatkan, itupun seorang bek kiri bukan bek tengah.

Klopp yang terlalu bebal

images : eurosport.com

Kalau ada orang yang paling bertanggung jawab atas situasi Liverpool saat ini, maka dia adalah sang manajer Jurgen Klopp. Liverpool mendatangkan Klopp karena reputasinya bersama Borrusia Dortmund di Bundesliga. Raihan 2 gelar Liga Jerman dan finalis Liga Champions 2013 merupakan bukti kuat bahwa Klopp bisa menyulap klub seadanya menjadi bermental juara.

Selain itu karakter Klopp yang enggan membeli seorang pemain karena nama besarnya juga cocok dengan karakter manajemen Liverpool. Lihat saja dalam beberapa tahun belakangan ini hampir tidak ada pemain berlabel bintang yang datang ke Anfield. Yang ada hanyalah pemain yang tengah berkembang, dipoles oleh Liverpool lalu dijual dengan harga mahal. Suarez dan Sterling adalah contohnya.

Karena itu tidaklah mengherankan kalau Klopp enggan mendatangkan pemain berlabel bintang itu ke Anfield. Awal musim ini saja hanya Salah dan Chamberlain yang namanya sudah cukup akrab di telinga penggemar. Sadio Mane yang bersinar musm lalu pun namanya masih cukup asing bagi para supporter sebab hanya bermain bagi Southampton di musim sebelumnya.

Padahal untuk mengejar gelar juara Liga Inggris yang dirindukan  fans Liverpool sangatlah diperlukan pemain yang berkualitas dan bermental juara. Untuk urusan kualitas mungkin mereka yang didatangkan Klopp bisa memenuhi ekspektasi. Namun untuk mental juara rasanya masih jauh dari harapan. Lihat saja berapa kali Liverpool sempat unggul dahulu  namun kemudian terkejar sehingga mendapatkan hasil imbang bahkan menderita kekalahan.

Selain itu mental juara pastinya juga akan sangat membantu ketika suatu tim sedang dalam posisi tertinggal. Bagaimana cara mereka bermain sehingga kemudian bisa selamat dari kekalahan. Dan bisa dibilang skuad yang dimiliki Klopp saat ini masih belum memiliki itu.

Gegenpressing yang sangat dibanggakan Klopp pun belum berjalan maksimal. Bahkan metode latihan Klopp yang cenderung keras sudah membuat Adam Lallana dan Clyne harus absen selama beberapa bulan. Jadwal padat klub di Inggris jelas akan sangat berpengaruh bagi strategi ini. Bisa saja Liverpool tampil konsisten selama awal musim, namun kemudian melempem setelah melewati bulan Desember dan Januari. Padahal 2 bulan itu adalah fase yang sangat krusial di Liga Inggris. Siapa yang bisa melewatinya pasti akan tersenyum lebar di akhir kompetisi nanti.

Tidak bisa dipungkiri kalau Klopp sukses dengan cara melatihnya itu di Jerman. Tapi yang perlu diingat adalah saingan terberat Dortmund saat itu hanyalah Munchen dan untungnya klub asal Bavaria tersebut tengah dalam masa-masa sulit. Masalahnya di Inggris Klopp harus berlomba dengan Man City, MU, Chelsea, Arsenal serta Tottenham untuk memperebutkan gelar liga Inggris. Belum lagi potensi kejutan dari tim-tim papan tengah seperti Leicester, Everton ataupun Southampton.

Dan klub-klub diatas mau merogoh koceknya dalam-dalam untuk mendatangkan pemain bintang yang diincarnya. Sesuatu yang cukup sulit dilakukan Liverpool dalam beberapa musim ini. Kalau Klopp masih terus bertahan dengan idealismenya, mungkin benar kita akan melihat Liverpool yang tangguh dalam beberapa musim kedepan. Tapi itu dengan catatan Klopp belum dipecat dan pemain yang saat ini sedang ditempa Liverpool tidak keburu pindah ke klub yang lebih besar dengan alasan mencari gelar.

 

Komentar

Bola

Mengenang Kembali Beberapa Laga Klasik Indonesia vs Thailand

Published

on

By

Duel klasik akan tersaji Sabtu (17/11/2018) mendatang di Stadion Rajamanggala, Bangkok antara Indonesia vs Thailand. Meski tak akan sepanas lawan Malaysia, pertandingan itu diprediksi akan berlangsung seru karena menentukan nasib skuat Garuda di Piala AFF 2018.

Indonesia saat ini berada di peringkat ke-2 grup B dengan 3 poin hasil dari 1 kali menang dan 1 kali kalah, sedangkan Thailand yang baru bermain 1 kali berada di posisi teratas juga dengan 3 poin namun unggul selisih gol. Kekalahan akan semakin menyulitkan langkah anak asuh Bima Sakti untuk melaju ke semifinal. Oleh karena itu, Indonesia harus bermain sebaik mungkin agar terhindar dari kekalahan.

Sampai saat ini Thailand adalah peraih gelar Piala AFF terbanyak dengan koleksi 5 piala. Negeri Gajah Putih itu memenangkan Piala AFF pada tahun 1996, 2000, 2002, 2014 dan 2016. Sedangkan Indonesia prestasi tertingginya hanya runner-up sebanyak 5 kali yakni pada tahun 2000, 2002, 2004, 2010, dan 2016.

Jelang pertemuan kedua kesebelasan, tim sport Hitsbanget.com telah merangkum beberapa pertemuan klasik antara Indonesia vs Thailand.

  1. Piala AFF 1998, Indonesia 2-3 Thailand

images: obs.line-scdn.net

Di perhelatan ke-2 Piala AFF yang dulu bernama Piala Tiger itu Indonesia dua kali bertemu Thailand. Laga yang pertama terjadi di fase penyisihan grup dan laga kedua terjadi saat perebutan juara ketiga. Di penyisihan grup, pertemuan antara Indonesia melawan Thailand sebenarnya sudah tak berpengaruh karena kedua kesebelasan sudah memastikan lolos ke semifinal. Namun justru hal itulah yang membuat pertandingan ini kelak akan dikenang sebagai salah satu aib di sejarah persepakbolaan tanah air.

Baik Indonesia ataupun Thailand sama-sama ingin menghindari tuan rumah Vietnam di semifinal. Kedua tim pun bermain ogah-ogahan. Babak pertama berakhir imbang tanpa gol. Barulah di babak kedua pertandingan berjalan agak seru dengan susul menyusul skor. Indonesia lebih dulu unggul lewat gol Bento di menit ke-53. Thailand berhasil menyamakan kedudukan beberapa menit kemudian. Di menit ke-84 Aji Santoso membuat Indonesia unggul, namun hanya 2 menit kemudian Thailand berhasil membobol gawang Kurnia Sandi untuk kedua kalinya.

Petaka akhirnya datang di masa injury time ketika Mursyid mencetak gol bunuh diri untuk memastikan Indonesia duduk di posisi runner up. Anehnya, Mursyid seolah merayakan golnya tersebut. Sayang langkah Indonesia dan Thailand sama-sama terhenti di semifinal. Di perebutan tempat ketiga, Indonesia berhasil keluar sebagai pemenang usai mengalahkan Thailand lewat adu penalti 5-4.

2. Piala AFF 2000, Indonesia 1-4 Thailand

images: bolasport.com

Perlu dicatat, skor 4-1 untuk kemenangan Thailand ini terjadi dua kali. Yang pertama adalah di fase penyisihan grup dan yang kedua di partai final. Indonesia mengawali gelaran piala Tiger 2000 dengan kemenangan 3-0 atas Filipina. Namun di pertandingan kedua Gendut Doni cs harus kalah 4-1 dari Thailand. beruntung di pertandingan ketiga Indonesia mampu mengalahkan Myanmar dengan skor 5-0 sehingga keluar sebagai runner up dibawah Thailand.

Di babak semifinal Indonesia berhadapan dengan Vietnam. Skuat Garuda harus menyelesaikan pertandingan selama 120 menit karena di waktu normal kedua tim berbagi hasil 2-2. Untungnya Gendut Doni mampu mencetak gol di menit 120 sekaligus membawa Indonesia ke partai puncak untuk pertama kalinya.

Laga melawan Thailand di partai final seperti menjadi de javu bagi Indonesia. Bagaimana tidak, timnas Indonesia kembali kalah dengan skor 4-1. Woorawut Srimaka menjadi pahlawan Thailand dengan 3 golnya di partai final. Gelar di tahun itu menjadi awal kejayaan Thailand di Piala AFF sekaligus menjadi awal “tradisi runner-up” timnas Indonesia.

3. Piala AFF 2002, Indonesia 2-2 Thailand (adu penalti 4-2)

images: okezone.com

Skuat Indonesia untuk Piala Tiger 2002 bisa jadi merupakan “the dream team” kala itu. Bertindak sebagai tuan rumah, Indonesia berhasil melangkah mulus ke partai final. Di laga puncak, Bambang Pamungkas cs kembali bertemu Thailand yang 2 tahun sebelumnya membantai Indonesia 4-1 di final Piala Tiger 2000.

Akan tetapi nasib berkata lain. Bermain imbang 2-2 selama 120 menit membuat pertandingan itu harus diselesaikan lewat adu penalti. Dari 5 penendang Thailand, hanya Kaitasuk Sinamuang yang gagal. Sedangkan dari Indonesia hanya 2 penendang saja yang berhasil membobol gawang Thailand. Indonesia akhirnya kalah 4-2. Thailand juara untuk kedua kalinya dan Indonesia jadi runner up untuk kedua kalinya.

4. Piala AFF 2008, Indonesia 1-3 Thailand (agg)

images: performgroup.com

Indonesia bertemu Thailand di babak semifinal piala AFF 2008. Perubahan format kompetisi membuat semifinal dan final Piala AFF dilakukan dengan format home-away. Di pertemuan pertama, Indonesia lebih dulu bertindak sebagai tuan rumah di GBK. Gol tunggal pemain Thailand Teerasil Dangda membuat Thailand menang tipis 1-0.

Asa sempat menggelora ketika Nova Arianto berhasil mencetak gol pembuka ketika leg kedua semifinal dimainkan di Stadion Rajamangala, Bangkok empat hari kemudian. Sayangnya, gol sang stoper pada menit kesembilan itu tak berhasil menyelamatkan Tim Garuda. Thailand sukses dua kali menjebol gawang Timnas Indonesia yang dikawal Markus Horizon melalui Teeratep Winothai dan Ronnachai Rangsiyo. Indonesia pun harus tersingkir di semifinal dengan agregat 1-3.

5. Piala AFF 2016, Indonesia 2-3 Thailand (agg)

Dengan persiapan serba minimalis pasca terkena sanksi FIFA, Indonesia justru sukses melaju ke babak final Piala AFF 2016. Di laga final Indonesia bertindak sebagai tuan rumah di pertemuan pertama yang digelar di Stadion Pakansari. Skuat Garuda berhasil menang 2-1 lewat gol Rizky Pora dan Hansamu Yama. Namun, Thailand mampu mencuri gol tandang melalui Teerasil Dangda.

Tinggal butuh hasil imbang untuk meraih piala pertamanya, timnas Indonesia justru kalah di kandang Thailand. Timnas Indonesia takluk lewat dua gol Siroch Chattong. Timnas Indonesia pun harus puas pulang dengan status runner-up untuk ke lima kalinya sedangkan bagi Thailand gelar tersebut menegaskan bahwa mereka adalah “raja” di Asia Tenggara dengan 5 gelar juara.

Komentar
Continue Reading

Bola

Daftar Pemain dan Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF 2018

Published

on

By

Melalui halaman resminya, PSSI telah mengeluarkan nama 23 pemain yang akan membela Tim Nasional Indonesia di ajang Piala AFF 2018. Ke-23 pemain tersebut akan memulai pemusatan latihan pada tanggal 01 November 2018 besok. Pelatih timnas Indonesia, Bima Sakti akan didampingi oleh Kurniawan dan Kurnia Sandi sebagai staff pelatihnya.

images: klimg.com

Ajang Piala AFF 2018 sendiri merupakan ajang ke-11 sejak turnamen ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 1996. Selama 10 kali tampil, Indonesia belum pernah mampu menjuarai turnamen ini. Uniknya, timnas Garuda harus puas dengan menjadi runner-up sebanyak 5 kali.

Indonesia akan tergabung di grup B bersama tuan rumah Singapura, juara bertahan Thailand, Filipina, dan Timor Leste. Bima Sakti sendiri ditunjuk menjadi pelatih Indonesia usai PSSI menemui jalan buntu dalam proses negosiasi dengan Luis Milla. Sejauh ini Bima Sakti sudah 2 kali menukangi timnas Indonesia di laga persahabatan dengan hasil kemenangan 3-0 atas Myanmar dan bermain imbang 1-1 melawan Hong Kong.

Berikut daftar lengkap pemain yang akan dibawa ke ajang Piala AFF 2018.

Kiper: Andritany Ardhiyasa (Persija), Muhammad Ridho (Borneo FC), Awan Setho (Bhayangkara FC).

Belakang: I Putu Gede Juni Antara (Bhayangkara FC), Gavin Kwan Adsit dan Rizki Rizaldi Pora (Barito Putera), Hansamu Yama Pranata (Barito Putera), Fachruddin Wahyudi Aryanto dan Alfath Fathier (Madura United), Bagas Adi Nugroho (Arema FC), Ricky Fajrin Saputra (Bali United).
Gelandang: Zulfiandi (Sriwijaya FC), Muhammad Hargianto (Bhayangkara FC), Bayu Pradana (Mitra Kukar), Stefano Yantje Lilipaly (Bali United), Evan Dimas Darmono (Selangor FA), Septian David Maulana (Mitra Kukar), Irfan Jaya (Persebaya), Saddil Ramdani (Persela), Febri Hariyadi (Persib), Riko Simanjuntak (Persija)

Striker: Dedik Setiawan (Arema FC), Alberto Goncalves da Costa (Sriwijaya FC)

Sedangkan berikut ini adalah jadwal bertanding timnas Indonesia.

Jum’at, 09 November 2018 Singapura vs Indonesia jam 19.00 WIB

Selasa, 13 November 2018 Indonesia vs Timor Leste jam 19.00 WIB

Sabtu, 17 November 2018 Thailand vs Indonesia jam 18.30 WIB

Minggu, 25 November 2018 Indonesia vs Filipina jam 19.00 WIB

Sudah siapkan dukungan terbaikmu? Yah, mari sama-sama kita dukung dan doakan timnas Indonesia agar bisa menjadi juara di Asia Tenggara. Jangan sampai kita terus menerus berkata, “next year will be our year” seperti pendukung salah satu kesebelasan di Liga Inggris itu.

 

 

 

Komentar
Continue Reading

Bola

Hasil Laga El Clasico: Barcelona Kalahkan Real Madrid 5-1

Published

on

By

Rentetan hasil buruk yang diderita Real Madrid kembali berlanjut. Bertandang ke markas Barcelona dilaga yang bertajuk El Clasico, Marcelo dkk harus takluk 5-1. Phillipe Coutinho membuka keunggulan Barcelona lewat golnya di menit ke-10.

images: indiatvnews.com

Penalti Luis Suarez pada menit ke-30 berhasil menggandakan keunggulan Barcelona. Skor 2-0 pun bertahan sampai jeda babak pertama. Memasuki babak kedua, Madrid berupaya mengejar ketertinggalan dengan memasukkan Vasquez yang menggantikan Varane. Daya gedor El Real pun bertambah.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Marcelo mampu menggetarkan gawang Barcelona pada menit ke-50. Berawal dari umpan tarik Isco, Marcelo menerima bola liar, mengontrolnya dengan dada, dan melepaskan tendangan yang membuat bola masuk ke gawang Barcelona.

Di menit ke-60 giliran Barcelona menebar ancaman. Bola sepakan Luis Suarez membuat Courtouis mati langkah, namun sayang masih belum berhasil menambah keunggulan lantaran hanya membentur mistar gawang.

Berselang tujuh menit kemudian Madrid nyaris menyamakan kedudukan. Umpan silang dari Vasquez disambut oleh sundulan Benzema yang berdiri bebas. Sayangnya striker asal Prancis tersebut gagal memaksimalkan situasi itu karena sundulannya masih belum tepat sasaran.

Suarez mencetak gol keduanya pada menit ke-74. Berawal dari serangan balik, Sergi Roberto mengirimkan umpan ke kotak penalti yang langsung disambut Suarez dengan sundulan. 3-1 untuk keunggulan Barcelona.

Pendukung Barcelona yang memadati Camp Nou semakin bergemuruh ketika di menit ke-83 Suarez kembali mencatatkan namanya di papan skor. Lagi-lagi memanfaatkan serangan balik, Sergi Roberto mengirimkan umpan ke Luis Suarez. Bola itu lantas dichip oleh Suarez yang membuat Courtouis tak bisa melakukan apa-apa lagi selain melihat gawangnya bobol untuk ke empat kalinya.

Petaka bagi Madrid belum juga berakhir. Hanya berselang tiga menit kemudian, Vidal yang baru masuk menggantikan Arthur melengkapi pesta gol Barcelona setelah berhasil memanfaatkan umpan Dembele dari sisi kiri. Skor 5-1 untuk kemenangan Barcelona bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini membuat Barcelona semakin kokoh di puncak klasemen La Liga dengan 21 poin. Sementara itu Real Madrid harus terdampar di posisi 9 dengan 14 poin. Efek kepindahan Cristiano Ronaldo ke Juventus tampaknya masih terasa.

Buat para pendukung Madrid…yang sabar yaa…tak usah keluar rumah dulu dan sebaiknya jangan membuka media sosial untuk beberapa saat.

Komentar
Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 HitsBanget.com. Powered by WordPress.