Connect with us

Kesehatan

Ingin Tubuh Lebih Segar Saat Bangun Pagi? Cobalah Tidur Dengan Mendengarkan Musik

Published

on

Musik menjadi sesuatu yang sulit dipisahkan dari kehidupan, mulai dari membangkitkan semangat, menemani saat kamu sedih dan menemani kamu beraktifitas.

Selain memiliki manfaat yang sudah kamu pahami, ternyata musik juga mampu membantu orang dewasa untuk mendapatkan tidur yang lebih nyenyak dan ketika bangun seseorang yang mendengarkan musik sebelum tidur akan mendapatkan tubuh yang lebih segar.

Musik bahkan dijadikan sebagai salah satu teknik relaksasi sebelum tidur. Seperti yang dilansir dari sleep. org ternyata  mendengarkan musik sebelum tidur dapat membantu orang yang mengalami gangguan dalam hal tidur untuk meningkatkan kualitas tidurnya.

Manfaat mendengarkan musik sebelum tidur tidak langsung bisa dinikmati karena dibutuhkan waktu hingga tiga minggu untuk melihat peningkatanya. Gunakanlah lagu-lagu yang sekiranya membuat kamu tidur lebih cepat dan merasa lebih baik saat bangun di pagi hari.

 

Kenapa Kamu harus Tidur dan Mendengarkan musik?

Image Unsplash

Musik terbukti dapat membuat otak bekerja lebih tenang dan memicu penurunan detak jantung serta memperlambat pernapasan.

Jenis Musik Apakah Yang Bisa Dijadikan Pilihan?

Image Unsplash

 

Cobalah menggunakan pilihan musik yang kamu sukai, musik – musik yang memiliki irama lambat sekitar 60 -80 BPM atau kamu bias mencoba mendengarkan lagu -lagu pilihan dari kategori lagu yang menurut kamu easy listening seperti musik klasik atau music jazz.

 

Komentar
Continue Reading

Kesehatan

Mengenal ILA, Teknik Bius Untuk Mengurangi Nyeri Melahirkan

Published

on

Salah satu hal yang terbayang-bayang ketika akan melahirkan tentu adalah bayangan tentang rasa sakitnya. Baik persalinan secara normal maupun operasi caesar sama-sama membutuhkan perjuangan untuk melawan rasa nyeri. Bedanya, jika persalinan normal secara umum dilakukan tanpa teknik anestesi (bius) sedangkan pada persalinan dengan operasi caesar didahului dengan bius regional yakni dari pinggang ke bawah (Anestesi epidural ataupun anestesi spinal).

Berikut selengkapnya tentang Anestesi Epidural dan Spinal

Teknik anestesi epidural merupakan salah satu metode untuk menghilangkan nyeri ketika melahirkan. Namun ternyata persalinan normal pun bisa juga dilakukan tindakan anestesi bius yakni Intrathecal Labor Analgesia (ILA). Teknik ini dilakukan jika pasien sangat sensitif dengan rasa sakit.

Cara pemberiannya hampir sama dengan teknik epidural. Diberikan suntikan di daerah urat saraf, anestesi ini diberikan pada pembukaan di atas 4 cm, jadi di awal proses persalinan ibu masih merasakan kontraksi. Bius ILA akan membebaskan ibu dari rasa sakit sekitar 12 jam, dan persalinan dengan teknik anestesi ini karena paling efektif mengurangi nyeri persalinan. Dibandingkan dengan teknik epidural, ILA bisa dikatakan hampir tidak memiliki efek samping. Namun ibu tetap akan merasakan sedikit nyeri ketika kontraksi atau ketika dokter memeriksa bukaan jalur lahir.

Beautiful female laying in bedroom

Hal ini terjadi karena dosis yang diberikan jauh lebih sedikit daripada anestesi epidural. Meski begitu, teknik ini sama sekali tidak mengganggu kondisi ibu dan bayi selama selama proses persalinan. Ibu tetap dapat mengejan karena ILA sama sekali tidak memengaruhi kemampuan mengejan ibu layaknya teknik epidural.

Efek samping yang kemungkinan dirasakan ibu ialah kontraksi rahim menjadi lambat. Namun layaknya teknik epidural, ada juga ibu yang tidak bisa melakukan ILA karena beberapa kondisi. Di antaranya adalah ukuran bayi yang terlalu besar atau posisi kepala bayi yang masih tinggi.

Sebelum melakukan prosedur ILA, dokter harus memastikan bahwa kondisi bayi normal, bukan bekas operasi dan bayi bisa dilahirkan melalui jalan normal. Jika ada keraguan misalnya kemungkinan bayi besar, posisi kepala masih tinggi, belum masuk ke daerah panggul atau ada kemungkinan panggul ibu kecil untuk dilalui kepala bayi dengan berat tertentu, maka tidak dapat dilakukan persalinan dengan menggunakan anestesi ini.

Komentar
Continue Reading

Kesehatan

Tips dan Trik Untuk Hadapi Hipotermia Saat Melakukan Pendakian

Published

on

By

Mendaki gunung adalah hal yang menyenangkan. Akan tetapi bahaya hipotermia selalu mengintai mereka yang tidak tahu tips dan trik untuk menghindarinya.

Kondisi alam Indonesia yang banyak memiliki gunung sangat menarik untuk dijelajahi. Oleh karena itu tak sedikit traveler yang menghabiskan waktu liburnya untuk mendaki gunung. Jauh sebelum pendakian gunung menjadi tren traveler masa kini, para pecinta alam telah lebih dulu memulainya.

Salah satu bahaya yang sering mengintai para pendaki adalah hipotermia. Kurangnya persiapan terutama bagi pendaki pemula seringkali mengakibatkan terkena gejala hipotermia. Salah dalam melakukan penanganan bisa berakibat fatal, bahkan kalau terus dibiarkan nyawa bisa saja melayang.

Apa itu hipotermia?

images: pegipegi.com

Hipotermia termasuk kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan medis darurat. Keadaan ini terjadi saat temperatur tubuh menurun drastis di bawah suhu normal yang dibutuhkan oleh metabolisme dan fungsi tubuh, yaitu di bawah 35°C. Suhu normal tubuh manusia sendiri berkisar antara 36 sd 37,5 derajat celcius.

Ketika temperatur tubuh berada jauh di bawah titik normal, sistem saraf dan fungsi organ lain dalam tubuh akan mulai terganggu. Apabila tidak segera ditangani, hipotermia dapat menyebabkan kegagalan sistem pernafasan dan sistem sirkulasi (jantung). Pada akhirnya bisa berujung pada kematian.

Cara Pencegahan Hipotermia

images: 1.bp.blogspot.com

Mengingat bahaya yang bisa ditimbulkan dari hipotermia, ada baiknya kamu menyiapkan diri sebaik mungkin ketika hendak melakukan pendakian. Khususnya di musim penghujan seperti saat ini, resiko untuk terkena hipotermia semakin meningkat karena cuaca di gunung bisa jadi semakin tidak menentu.

Berikut ini adalah tips yang bisa kamu lakukan untuk mencegah hipotermia.

  1. Persiapkan fisik sebaik mungkin sebelum melakukan pendakian.
  2. Bawalah jas hujan untuk melindungi badan agar tidak basah jika terkena hujan.
  3. Jangan gunakan pakaian yang basah.
  4. Atur sebaik mungkin waktu istirahat selama pendakian.
  5. Konsumsi makanan dan minuman secara teratur.
  6. Jangan paksakan diri untuk terus menuju puncak padahal tubuh sudah tidak mampu.

Gejala Hipotermia

images: backpackerjakarta.com

Gejala hipotermia ini berbeda-beda tergantung kondisi tubuh orang yang mengalaminya. Pada umumnya, orang yang mengalami hipotermia ringan akan menunjukkan gejala seperti menggigil yang disertai rasa lelah, lemas, pusing, lapar, kulit pucat, dan napas yang cepat. Keadaan itu umumnya terjadi saat suhu tubuh berkisar antara 32 sd 35 derajat celcius.

Saat suhu tubuh semakin berkurang dibawah 32 derajat celcius, gejala hipotermia akan semakin bertambah parah seperti berikut ini.

  1. Mulai merasa lemas tak berdaya.
  2. Bicara tidak jelas atau mengigau.
  3. Bingung.
  4. Bertingkah aneh.
  5. Sulit bergerak dan kesadaran tubuh menurun.

Cara Menangani Hipotermia

images: http://cadventura.com

Pada intinya, cara menangani hipotermia bertujuan untuk mengembalikan suhu tubuh penderita ke kondisi normalnya. Apabila salah satu dari teman mendakimu mengalami hipotermia, hal pertama dan paling utama yang kamu lakukan adalah jangan panik. Sebab kalau kamu sendiri sudah panik maka kamu tak akan bisa melakukan hal yang tepat untuk menolong temanmu.

Setelah itu lakukan hal-hal berikut ini.

  1. Hangatkan penderita dengan pelan-pelan, sebab kalau terlalu cepat justru mengakibatkan terjadinya iritmia, yakni gangguan denyut jantung.
  2. Apabila pakaian penderita basah, maka sesegera mungkin ganti dengan pakaian yang kering
  3. Masukkan penderita ke dalam tenda ataupun flysheet.
  4. Jangan lupa gunakan matras agar penderita tidak bersentuhan langsung dengan tanah.
  5. Tutupi tubuh penderita dengan selimut, terutama bagian kepala dan perut.
  6. Berbagilah panas tubuh dengan penderita, bisa dengan cara memeluknya.
  7. Jangan biarkan penderita ketiduran, ajak terus berkomunikasi.
  8. Apabila telah sepenuhnya sadar, berilah makanan atau minuman yang hangat.

Nah itulah beberapa tips dan trik untuk menghindari serta menghadapi hipotermia. Semoga bermanfaat yaa..

 

 

Komentar
Continue Reading

Kesehatan

Inilah Penjelasan Medis Kenapa Suami Bisa Ikut “Ngidam” Saat Istri Hamil

Published

on

By

Salah satu masa-masa paling mengesankan dalam proses kehamilan adalah saat mengalami ngidam. Berbagai keinginan aneh konon katanya merupakan keinginan si bayi yang masih berada dalam kandungan. Kalau tidak dituruti, mitosnya adalah sang anak nantinya akan sering ngiler setelah lahir nanti. Ah, ada-ada saja. Tapi justru moment itulah yang akan menjadi kenangan indah nantinya.

Jenis ngidam ini bermacam-macam. Ada yang ngidam ingin makan, ngidam dengerin lagu, sampai ngidam pengen traveling. Entah itu beneran ngidam atau hanya pura-pura biar keinginannya terpenuhi, hanya orangyang ngidam dan Tuhan saja yang tahu.

Pernah gak sih kamu lihat ada suami yang ngidam saat istrinya hamil? Pasti pernah dong.. Tidak semua fase ngidam ini dialami oleh istri. Terkadang di beberapa kejadian, justru suami lah yang ngidam. Hal ini kesannya tidak masuk akal. Tapi tenang, ternyata kejadian ngidam yang dialami laki-laki ini ada penjelasan medisnya lho.

Istilah medisnya disebut kehamilan simpatik

images: http://cdn2.tstatic.net

Kehamilan simpatik atau istilah medisnya syndrom couvade adalah adalah kondisi di mana calon ayah ikut mengalami gejala-gejala kehamilan, seperti berat badan naik, mual, insomnia, perubahan suasana hati, bahkan  menginginkan beberapa jenis makanan tertentu di luar kebiasaan alias ngidam. Apabila tidak sanggup melawannya, calon ayah justru akan mengalami hal yang lebih berat dari seorang ibu seperti perasaan lemas sampai tidak bisa beraktifitas secara normal.

Gejala fisik dan gejala psikologis yang diakibatkan dari adanya kehamilan simpatik ini hampir sama dengan yang dialami oleh seorang ibu hamil. Gejala fisiknya adalah sakit kepala, mulas, sakit perut, kesulitan bernapas, keinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu, kram pada kaki, sakit gigi, sering buang air kecil dan sakit pada bagian punggung dan perut bawah. Sedangkan gejala psikologisnya adalah rasa cemas, panik, sedih dan berbagai gangguan yang membuat pikiran menjadi tidak tenang.

Akan tetapi kondisi ini tidak sama pada setiap orang. Jadi jangan pukul rata semuanya yaa.

Penyebab dan Waktu 

images: meetdoctor.com

Biasanya hal-hal seperti ini terjadi saat masa kehamilan istri memasuki trimester pertama dan trimester ketiga. Saat memasuki trimester pertama, terjadi beberapa perubahan sikap dan kondisi pada istri. Hal itu secara tidak langsung akan mempengaruhi psikologis suami yang pada akhirnya menyebabkan kehamilan simpatik ini terjadi.

Memasuki trimester kedua, ibu hamil biasanya sudah dapat menyesuaikan diri. Secara otomatis, hal tersebut juga membuat calon ayah relatif lebih tenang. Barulah ketika mulai memasuki trimester ketiga atau menjelang kelahiran, gejala kehamilan simpatik kembali terjadi. Umumnya kecemasan yang berlebihan menjadi penyebabnya. Seperti cemas bagaimana menghadapi istri lahiran sampai dengan cemas apakah nanti bisa memberikan nafkah yang cukup atau tidak kepada buah hati.

Adanya ikatan batin yang kuat antara suami dengan istri juga turut mempengaruhi kehamilan simpatik ini. Semakin kuat ikatan batin, maka akan semakin besar pula kemungkinan calon ayah untuk merasakan hal yang sama dengan yang dialami oleh ibu hamil. Tapi kamu tak perlu khawatir, sebab semua perasaan “aneh” itu toh pada akhirnya akan terlewati juga.

Kamu hanya perlu sedikit bersabar dan saling bekerja sama dengan pasanganmu untuk melewati masa-masa sulit itu. Cobalah untuk saling menguatkan satu sama lain. Lagian, bukankah itu semua akan berakhir dengan indah saat melihat buah hati yang dinanti-nanti terlahir dalam keadaan sehat dan selamat?

 

Komentar
Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 HitsBanget.com. Powered by WordPress.