Connect with us

Game

Cabang Olahraga eSport Resmi Akan Dipertandingkan di Gelaran SEA Games 2019

Published

on

Setelah sukses diujicobakan pada pergelaran Asian Games 2018, cabang olahraga eSport secara resmi akan dipertandingkan pada ajang SEA Games ke-30 di Filipina tahun depan. International Olympic Comitte (IOC) telah merestui hal tersebut.

Rencananya cabang eSport juga akan memperebutkan medali di ajang SEA Games 2019. Jadi tim yang memenangkan pertandingan akan menyumbang medali emas bagi negaranya. Tentu saja hal tersebut menjadi tonggak sejarah tersendiri bagi eSport. Karena pada Asian Games 2018 kemarin cabang eSport hanya tampil sebagai cabang eksibisi tanpa memperebutkan medali.

Itulah sebabnya kenapa pemenang cabang eSport dari Indonesia pada Asian Games 2018 lalu tidak mendapat hadiah seperti di cabang olahraga lain. Medali yang mereka dapatkan juga tidak memberikan pengaruh kepada jumlah perolehan medali kontingen negara. Di ajang SEA Games tahun depan, perolehan medali yang didapat oleh pemenang cabang eSport akan memberikan pengaruh bagi negara peserta SEA Games.

Total akan ada enam medali emas yang akan diperebutkan di eSport, yang terbagi dalam tiga kelompok besar. Pembagiannya adalah  dua perebutan medali untuk game console, dua perebutan medali untuk game PC, dan dua perebutan medali untuk game mobile.

Sejauh ini game yang sudah disebutkan akan diperlombakan dalam SEA Games tersebut adalah game mobile Mobile Legends: Bang Bang, game Multiplayer Online Based Arena yang sangat populer di Asia Tenggara. Sementara 5 game lainnya baru akan ditentukan sampai tanggal 15 Desember mendatang.

Pengumuman kabar adanya cabang olahraga eSport di SEA Games 2019 itu datang dari ketua komite penyelenggara SEA Games 2019, Alan Peter Cayetano. Produsen hardware game terkenal, Razer, disebut akan mensponsori cabang olahraga tersebut.

Sedangkan gelaran SEA Games 2019 sendiri baru akan dimulai pada tanggal 30 November 2019. Sebelum bertanding di SEA Games, para peserta dari cabang eSport akan mengikuti babak kualifikasi terlebih dahulu. Mengenai kapan waktu dimulainya babak kualifikasi akan ditentukan kemudian.

Jadi, kalau kamu dimarahi pacar ataupun orang tua gara-gara keseringan main game, bilang saja: “Saya lagi persiapan buat SEA Games tahun depan!”

Komentar

Game

Taktik Parkir Bus Akan Dihilangkan di FIFA 2019

Published

on

By

images: contentapi.ea.com

Masih ingat bagaimana Chelsea-nya Di Matteo menyingkirkan Barcelona di semifinal UCL 2012? Atau bagaimana Liverpool harus kehilangan kesempatan memperoleh gelar Liga Primer pertamanya karena gagal menembus pertahanan Chelsea? Kedua kesebelasan di atas harus kalah karena menghadapi klub (Chelsea) yang menerapkan formasi all out defense.

Saking kuatnya cara kesebelasan itu bertahan, seakan-akan klub itu memarkir sebuah bus di depan gawang mereka. Alhasil strategi ini kemudian lebih dikenal sebagai “parkir bus”. Sebuah formasi yang mengandalkan pertahanan kokoh antar lini untuk menahan serangan dari tim yang memiliki kualitas penyerang diatas rata-rata.

Biasanya, tim yang menggunakan strategi parkir bus ini hanya akan mengharapkan hasil imbang. Sesekali saja mereka memanfaatkan serangan balik. Kalau beruntung mereka bisa mencuri 1 atau 2 gol. Tapi kalaupun tak berhasil mencetak gol, maka hasil imbang saja rasanya sudah cukup baik.

Di dunia game, strategi ini pertama kali dimasukkan di FIFA 2015. Kala itu sedang menjadi tren sebuah kesebelasan untuk menerapkan strategi ini sebagai lawan dari strategi all out attack yang banyak digunakan klub-klub besar. Kamu yang pernah main game simulasi produksi EA Sport ini tentu saja pernah menggunakan strategi itu.

Kamu yang merasa skill main PSnya dibawah rata-rata, ketika menghadapi lawan yang lebih tangguh pasti ingin main aman. Alhasil strategi parkir bus menjadi jawabannya. Meskipun kamu memakai Barcelona dan lawanmu “hanya” Liverpool, tapi kalau skillnya jauh diatas kamu tetap saja rasanya ingin main aman saja. Minimal tidak terjadi skor bantai yang memalukan.

Tapi sayangnya strategi itu akan dihilangkan di FIFA 2019 yang mulai akan dirilis 29 September 2018 mendatang. Selain hilangnya strategi parkir bus, FIFA 2019 juga akan memiliki fitur Liga Champions yang selama ini dikenal sebagai European Cup.

Itu berarti kamu sudah tidak bisa lagi memainkan sistem pertahanan gerendel. Otomatis kamu harus bisa mengatur strategi sebaik mungkin agar mampu menghadapi setiap lawan yang ada. Dan yang pasti, kamu tak bisa lagi sekedar mengharapkan keberuntungan dengan sesekali melakukan serangan balik ditengah tekanan bertubi-tubi dari lawan, yang ujung-ujungnya bisa mencuri satu gol.

Selamat mencoba ya…

Komentar
Continue Reading

Game

Tercacat di Guinness World Record, Pemilik Channel Youtube Gaming Tertua Ternyata Adalah Seorang Nenek 82 Tahun

Published

on

Kegiatan atau hobi nenek-nenek pada umumnya adalah berkebun, merajut, ataupun menikmati masa tua bersama cucu. Namun tidak dengan nenek yang satu ini, adalah Shirley Curry nenek berusia 82 tahun yang tinggal di Amerika Serikat. Nenek Shirley seketika menjadi viral di jagat maya lewat channel YouTube yang didedikasikan untuk memainkan gane The Elder Scrolls V: Skyrim. Shirley kembali memposting game yang dimainkannya pada awal Maret 2018.

Berikut salah satu video ketika nenek ini sedang bermain game

Di keterangan tentang channel youtubenya, Shirley menjelaskan bahwa dia adalah nenek berusia 82 tahun yang suka bermain game. Kemudian dia menuliskan “Saya tinggal di Virginia USA, Saya suka bermain Skyrim. Saya seorang janda. Saya memiliki 4 putra, 9 cucu, dan 1 cucu buyut. Bagi mereka yang ingin tahu game macam apa yang saya suka: Saya hanya menyukai game tipe orang / film asli. Saya sudah mencoba jenis permainan lainnya tapi saya tidak menikmatinya”

Hingga artikel ini ditulis, akun youtube nya sudah mempunyai 288.907 subscriber serta 8.085.452 viewer. Shirley juga mendapat sambutan dari teman game-nya yang lulus dari Skyrim seperti Sky Man dan beberapa lainnya. Selain tentang game, channel youtube nya juga sering diisi dengan vlog si nenek lho ! berikut salah satu videonya

Karena keunikannya tersebut, Shirley berhasil mencatatkan namanya di Guinness World Record 2017 sebagai Pemilik Channel Youtube Gaming Tertua.

Wow ! Salut banget nek, semoga happy selalu 🙂

Komentar
Continue Reading

Game

DreadEye VR, Game Horor Indonesia yang Membawa Hantu Lokal Mendunia

Published

on

dreadeye VR
dreadeye VR

img: indiedb.com

Setelah sebelumnya pernah sukses dengan Dreadout, developer game indie asal Indonesia, Digital Happiness kembali meneruskan eksistensinya di dunia Game Horror dengan membuat DreadEye VR. Walaupun sama-sama bertema ‘Horor Lokal’ , DreadEye VR sedikit berbeda dengan pendahulunya, Dreadout. DreadEye VR adalah sebuah game Virtual Reality (VR) dimana kamu butuh perangkat VR untuk memainkannya. Pihak developer pun merekomendasikan untuk menggunakan HTC Vive atau Oculus Rift sebagai perangkatnya.

perangkat yang direkomendasikan untuk menjalankan DreadEye VR

perangkat yang direkomendasikan untuk menjalankan DreadEye VR

Saat memainkan DreadEye VR, kamu akan berperan sebagai dukun dan harus melakukan ritual-ritual layaknya seorang dukun untuk dapat masuk dunia lain. Seperti Dreadout, hantu-hantu di DreadEye VR juga masih mempertahankan eksistensi hantu lokal seperti Kuntilanak, Tuyul, Pocong, dll. Di DreadEye VR, hantu-hantu tersebut lebih menyeramkan karena efek VR yang memberikan feel seakan kita ada di dalam game tersebut.

Walaupun sebenarnya sudah dirilis sejak 29 November 2017 silam, DreadEye VR masih menarik untuk dimainkan. Terbukti waktu SXSW Maret lalu, game ini menarik banyak pengunjung untuk mencobanya. Banyak dari mereka yang memuji game karya developer asal Bandung ini, bahkan tak sedikit yang berteriak ketakutan saking menikmatinya. Suatu kebanggaan tersendiri bisa melihat game Indonesia berada di SXSW.

SXSW atau biasa disebut South by Southwest adalah konfrensi, pameran, dan festival industry kreatif dan teknologi masa depan terbesar di dunia. Di acara tahunan yang sudah ada sejak 1987 ini para seniman, musisi, fashion designer, filmmaker, produser, penulis, perusahaan start-up, hingga game developer dari seluruh dunia dipertemukan. Maka patut dibanggakan game karya anak Bangsa bisa berada di acara sebesar itu.

Setelah dulu Dreadout terbilang sukses di Steam dan sekitar separuh pembelinya adalah orang Amerika, kini DreadEye VR juga hadir kembali di Steam dan dibandrol dengan harga Rp 95.999, tapi sedang ada diskon 33% untuk kamu yang membelinya hingga tanggal 24 April.

DreadEye VR sedang ada diskon hingga 24 April

DreadEye VR sedang ada diskon hingga 24 April

Sudah banyak Youtuber gaming baik lokal maupun luar yang memainkan DreadEye VR dan mengunggahnya di channel mereka. Berikut video yang diunggah Youtuber kondang asal Amerika, POiiSED yang sedang memainkan DreadEye VR dengan teriakan khasnya.

Komentar
Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 HitsBanget.com. Powered by WordPress.