Bola, Olahraga

Berkenalan Dengan Islandia, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia

images : http://offside.co.id

Masih ingat dengan selebrasi thunderclap saat Islandia mengalahkan Inggris di babak 16 besar Piala Eropa tahun lalu? Rasa-rasanya baru tahun kemarin G.Sigurdsson dkk mengejutkan Eropa dengan mencapai perempatfinal Piala Eropa. Namun saat ini mereka memberikan kejutan yang lebih besar yakni dengan lolos ke piala dunia untuk pertama kalinya.

Islandia memastikan tempatnya di Rusia tahun depan setelah tampil sebagai juara grup 1 zona Eropa, unggul atas nama-nama besar seperti Kroasia, Ukraina, serta Turki. Selama kualifikasi, Islandia mencatatkan rekor 7 kali menang, 2 kali imbang dan hanya 1 kali menelan kekalahan.

Mengembangkan sepakbola di cuaca ekstrem

images : i.ytimg.com

Letak geografis Islandia yang dekat dengan kutub utara membuat negara tersebut memiliki cuaca yang ekstrem. Saat musim dingin suhu di Islandia berada di kisaran 0 sampai -10 derajat celcius. Bahkan di bulan Desember suhu itu akan turun lagi hingga mencapai -25 derajat celcius. Dengan cuaca seperti itu, hampir mustahil sepakbola bisa dimainkan disana sepanjang tahun.

Namun hal itu tidak menyurutkan langkah pemerintah untuk memajukan sepakbola. Federasi sepakbola Islandia KSI diberikan program jangka panjang agar negara kecil itu sanggup berbicara di ajang sepakbola. Hal pertama yang dilakukan pun adalah memperbaiki sarana serta prasarana pendukung sepakbola.

Sejak tahun 2003, pemerintah Islandia telah membangun setidaknya 6 lapangan indoor dengan kualitas terbaik. Ditambah lagi dengan 20 lapangan buatan serta 130 lapangan mini untuk sekolah-sekolah perlahan tapi pasti membuat sepakbola menjadi olahraga yang sangat digemari di Islandia.

Untuk menghasilkan pemain berkualitas, maka dibutuhkanlah pelatih berkualitas. Karena itu sejak tahun 2003 KSI bekerjasama dengan UEFA mengadakan pelatihan lisensi untuk pelatih-pelatih di Islandia. Hasilnya Islandia memiliki setidaknya 165 pelatih berlisensi UEFA A dan 520 pelatih berlisensi UEFA B.

Mempermudah transfer pemain

images : dailystar.co.uk

Merasa bahwa liganya masih kurang berkualitas, Islandia pun membuat kebijakan dengan kontrak jangka pendek untuk pemain-pemainnya. Hal ini dimaksudkan agar tidak menyulitkan si pemain kalau ingin pindah ke klub ataupun liga lain yang lebih besar.

Dulu mungkin kita hanya mengenal nama Eidur Gudjonsen, yang malang melintang bersama Chelsea dan Barcelona. Namun saat ini, kita tentu tak asing dengan nama-nama yang berakhiran –son di liga-liga eropa. Ya, mereka adalah orang Islandia. Sebut saja contohnya adalah G. Sigurdsson yang bermain untuk Everton ataupun Emil Halfredsson yang membela Udinese.

Semakin banyak pemain yang bergabung dengan liga-liga Eropa di luar Islandia, akan semakin bagus pula untuk timnas Islandia itu sendiri. Setidaknya dengan kompetisi yang berkualitas akan melahirkan pula pemain yang berkualitas.

Mengejutkan Eropa

images : theweek.co.uk

Dengan populasi penduduk yang hanya 350.000 jiwa, membuat negara ini termasuk salah satu negara terkecil di dunia. Penduduk yang sedikit ditambah lagi dengan cuaca yang ekstrem tampaknya tidak menurunkan semangat negara ini untuk mengukir sejarahnya di dunia, khususnya di ajang sepakbola.

Sebenarnya Islandia nyaris tampil di Brasil 2014 lalu. Sayangnya di babak play-off zona Eropa, anak asuh Lars Lagerback ini harus takluk dari Kroasia dengan agregat 2-0. Meski gagal, setidaknya hal itu sudah membuktikan bahwa persepakbolaan negeri es itu tengah dalam proses kebangkitan. Dan itu mereka buktikan dengan keberhasilannya lolos di Piala Eropa 2016.

Islandia berada satu grup dengan Portugal, Austria, dan Hungaria. Sebuah kejutan, mereka berhasil finish di posisi kedua dan memastikan tempatnya di babak 16 besar. Lawan yang mereka hadapi adalah Inggris. Negara tempat dimana sepakbola pertama kali dimainkan, home of football.

Sempat tertinggal oleh gol Wayney Rooney, Islandia akhirnya berhasil membalikkan keadaan setelah Ragnar Sigurdsson dan Kolbein Sigthorsson bergantian menjebol gawang Joe Hart. Islandia pun melaju ke perempatfinal, tentu saja setelah selebrasi thunderclap yang terkenal itu. Sayangnya keperkasaan armada viking ini harus berakhir ditangan tuan rumah Prancis. Aron Gunnarsson dkk harus takluk dengan skor 5-2.

Pasca Piala Eropa, Lars Lagerback memutuskan untuk pensiun. Estafet pelatih Islandia pun diberikan kepada asistennya Halgrimsson. Dengan metode kepelatihan yang tidak jauh berbeda dengan Lagerback, kini Halgrimsson telah membawa Islandia ke sejarah barunya, tampil di Piala Dunia 2018.

Hasil tidak akan mengkhianati sebuah proses. Kini negara dengan populasi sedikit itu akan mendengarkan lagu kebangsaannya dikumandangkan di ajang sepakbola terbesar di seluruh dunia tahun depan nanti. Kita nantikan saja apakah thunderclap akan tersaji di Rusia nanti.

Comments

comments