Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Inspirasi

Belajar dari Kisah Cinta Alma dan Taqy, Bahwa Menikah Merupakan Proses Tanpa Henti

Published

on

Untukmu yang aktif di dunia instagram dan juga followers dari akun-akun gosip per-lambe-an, nama Salmafina Khairunnisa Putri Sunan (Alma) dan Taqiyuddin Malik (Taqy) pasti suda tak asing lagi. Kisah cinta mereka sempat heboh di banyak media karena dua insan ini menikah dengan latar belakang dan cerita hidup yang jauh berbeda.

Taqy sendiri merupakan hafizh Quran, ia bahkan bisa meniru suara dari 40 syekh imam-imam besar. Sedangkan Alma merupakan puteri pengacara kondang Sunan Kalijaga. Dulunya, Alma dikenal dengan pergaulannya yang bebas, keluar masuk clubbing sudah jadi ruitinitasnya di akhir pekan. Namun, sebelum dipersunting Taqy, Alma mengubah penampilannya 180 derajat. Ia kini mengenakan hijab syari, dan menghapus seluruh foto-foto terdahulunya di instagram.

Pernikahan mereka pun banjir pujian. Bagaimana tidak, mereka berani menikah muda di mana Taqy berusia 20 tahun, sedangkan Alma baru 18 tahun, mereka menikah tanpa pacaran dan penampilan Alma berhijrah juga banyak mendapat sanjungan.

Namun itu kemarin, tepatnya pada pertengahan September 2017 saat mereka berdua sah menjadi suami istri. Kini, tiga bulan berselang, di mana cinta harusnya masih bermekaran, berita tak sedap justru berhembus di mana-mana. Alma dan Taqy dikabarkan telah bercerai! Sungguh ironis.

Seminggu pasca menikah, mereka langsung berpisah karena Taqy harus kuliah di Cairo, Mesir

img: https://www.hipwee.com

Kabarnya, LDR membuat hubungan mereka jadi renggang. Ya, siapa sih yang mau menjalani hubungan jarak jauh apalagi masih sebagai pengantin baru. Banyak asumsi bermunculan bahwa faktor umur sangat berpengaruh terhadap bagaimana mereka berdua menghadapi masalah. Orang menganggap Alma masih terlalu labil, terbukti dengan beberapa kali kedapatan mengunggah postingan permasalaan rumah tangganya di media sosial yang kemudian dihapus begitu saja. Ada juga yang menyebut Taqy, sebagai suami, kurang bisa membimbing Alma agar tak membuka aib rumah tangganya.

Bukan perkara umur, menikah sejatinya sebuah proses tanpa henti

img: https://www.hipwee.com

Taqy dan Alma bukanlah satu-satunya pasangan yang memilih menikah muda. Jika umur yang kemudian disalahkan, buktinya masih banyak pasangan lain yang rumah tangganya tetap terjalin meski dulunya juga menikah di usia yang tak jauh berbeda dengan Alma maupun Taqy. Namun, menikah sejatinya memang sebuah proses tanpa henti. Proses pengenalan satu sama lain, proses belajar, proses bekerja sama, proses untuk terus saling mencintai dan membutuhkan. Tak ada yang bisa menghindari masalah, bohong kalau sebuah rumah tangga bisa terus ada tanpa adanya kerikil bahkan jurang terjam, Tapi, apa iya semuanya harus diselesaikan dengan kata cerai?

Paling benar adalah menyimpan urusan rumah tangga sendiri rapat-rapat

img: https://www.hipwee.com

Dikisahkan suatu hari Nabi Ibrahim datang mengunjungi kediaman Nabi Ismail. Sayangnya saat itu Nabi Ismail sedang pergi. Maka, Nabi Ibrahim hanya bertemu dengan istri dari Nabi Ismail saja dan menanyakan kemana perginya sang suami dan apa pekerjaannya. Sang istri menjawab bahwa suaminya sedang pergi berburu dan berkeluh kesah tentang kehidupannya yang serba kesulitan. Maka, Nabi Ibrahim berpesan; “Apabila suamimu datang, sampaikan salam dariku dan katakan agar ia mengganti palang pintu rumahnya.”

Palang pintu yang dimaksud adalah sang istri itu sendiri. Dikisahkan Nabi Ismail kemudian menyuruh istrinya itu kembali ke rumah orangtuanya (diceraikan). Dari cerita tersebut kita bisa sama-sama tahu bahwa wajib hukumnya untuk menjaga rapat-rapat aib rumah tangga sendiri. Karena bisa menjadi fitnah, menjadi buah bibir banyak orang, bahkan sampai pada kehancuran.

Terlepas dari itu semua, pun kita tak bisa menilai, menghujat, atau menasehati bagaimana seharusnya Taqy dan Alma ber-rumah tangga

img: http://style.tribunnews.com

Ya, karena mereka sendiri yang tahu duduk perkaranya. Sebesar apa masalah yang dihadapi hingga pernikahan yang baru berumur tiga bulan tersebut sampai harus goyah. Mungkin benar Alma terlalu labil dan mengumbar apa yang sebaiknya disimpannya sendiri, mungkin benar Taqy belum mampu membimbing Alma, mungkin benar Alma bukan istri yang penurut, mungkin benar sebaiknya orangtua tak lagi ikut campur saat anak-anaknya sudah berkeluarga sendiri. Semua asumsi yang muncul pada publik biarlah menjadi asumsi. Yang perlu kita tahu bahwa menikah adalah komitmen di hadapan Tuhan. Saat sudah memutuskan untuk memasukinya, tanamakan kuat-kuat bahwa saat sempit maupun lapang, saat suka maupun duka, saat kaya maupun miskin, tak ada yang lebih baik selain terus berpegangan erat bahwa dia yang kita pilih, adalah terbaik yang kita punya.

Komentar

Inspirasi

Inspirasi Resepsi Pernikahan Dengan Budget Pas-pasan, Sederhana Tapi Bermakna

Published

on

By

Sebenarnya menikah biaya menikah itu murah. Kalaupun ada yang membuatnya terlihat mahal, itu adalah biaya “pamer”nya. Ya, pada intinya menikah itu harus ada kedua mempelai, saksi, mas kawin, akad, dan dilengkapi dengan restu kedua orang tua. Hanya saja karena itu diharapkan menjadi momen sekali seumur hidup, sebagian besar orang menjadikannya sebagai ritual yang harus terlihat mewah dan berkualitas.

Tak jarang sampai ada yang harus berhutang sana-sini demi melangsungkan pesta resepsi pernikahan yang meriah. Pasti terkenang sih, tapi bagaimana dengan mereka yang hanya punya budget pas-pasan tapi ingin resepsi pernikahan yang berkesan?

Tenang….kami ada solusinya. Berikut akan kami berikan beberapa tips untuk kamu yang ingin melangsungkan resepsi pernikahan yang berkesan meskipun hanya dibekali dengan budget pas-pasan.

  1. Untuk menghemat biaya sewa gedung, kamu bisa mengakalinya dengan menggunakan halaman depan rumahmu. 

images: https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/

2. Seandainya rumah kamu tak memiliki halaman depan yang mencukupi, maka mau tak mau harus menyewa gedung. Tak perlu gedung yang bagus atau besar, sebab biaya sewanya bisa mahal. Kamu bisa sewa aula atau kantor desa untuk menghemat biaya.

images: http://www.bangfebrianmiandy.com/

3. Biaya membengkak karena banyaknya tamu undangan. Kamu bisa merubah konsep acara dengan tema private party. Khusus pihak keluarga dan teman terdekat saja yang diundang ke acara resepsi.

images: http://melanieduerkopp.com/

4. Manfaatkan keahlian teman-teman kamu sebagai pengisi acara.

images: https://media.karousell.com/

5. Selain sebagai pengisi acara, kamu juga bisa meminta tolong teman-temanmu yang mahir di dunia fotografi ataupun vidografi untuk mengabadikan momen. “Harga teman” pasti akan sangat membantu.

images: https://www.plazakamera.com/

6. Hindari masak sendiri untuk resepsi karena harga bahan makanan yang fluktuatif. Akan lebih baik jika kamu menggunakan jasa katering. Tapi harus selektif juga yaa, yang hemat biayanya.

images: https://www.aertsonhotel.com/

Itulah beberapa tips sederhana untuk menghemat budget resepsi pernikahan. Perkara acara resepsi kamu menjadi rasanan tetangga karena ora umum, itu bukan urusan kami yaa…..

Komentar
Continue Reading

Hits Banget

Keren! Ini Dia Isi Pidato Nadiem Makarim di Peringatan Hari Guru 2019

Published

on

Menjelang peringatan Hari Guru tanggal 25 November 2019 mendatang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyinggung berbagai isu tentang masalah guru di Indonesia. Mulai dari banyaknya aturan, beban administrasi, hingga berbelitnya birokrasi. Hal tersebut disampaikan dalam teks pidato yang diunggah dalam situs resmi mendikbud.

img: voa-islam.com

Berikut selengkapnya

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2019

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu,
Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,

Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke,

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

Besok, di mana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda.

– Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
– Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas
– Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
– Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
– Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru,
#merdekabelajar #gurupenggerak

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Santi Santi Santi Om,
Namo Buddhaya,
Rahayu.

Jakarta, 25 November 2019
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nadiem Anwar Makarim

Isi pidato di atas sontak menuai pujian dari para warganet karena telah mewakili sebagian besar perasaan guru di Indonesia yang terbelenggu begitu banyak aturan. Semoga Nadiem Makarim dapat membawa perubahan yang semakin baik bagi pendidikan Indonesia.

Komentar
Continue Reading

Inspirasi

Keluar dari Zona Nyaman, Ayu Kartika Dewi Kini Menjadi Stafsus Jokowi

Published

on

Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah menunjuk 7 staf khusus anak muda pada Kamis (21/11/2019). Berikut ini 7 staf khusus baru Jokowi dari kalangan milenial yang diperkenalkan:

1. Adamas Belva Syah Devara (29) – Founder dan CEO Ruang Guru
2. Putri Indahsari Tanjung (23) – Founder dan CEO Creativepreneur
3. Andi Taufan Garuda Putra (32) – Founder dan CEO Amartha
4. Ayu Kartika Dewi (36) – Pendiri Gerakan SabangMerauke
5. Gracia Billy Mambrasar (31) – Pendiri Yayasan Kitong Bisa, Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia
6. Angkie Yudistia (32) – Pendiri Thisable Enterprise
7. Aminuddin Maruf (33) – Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)

Diantara 3 milenial wanita yang ada diatas, salah satunya adalah Ayu Kartika Dewi, seorang pegiat toleransi berprestasi. Pengalaman dan prestasi Ayu yang cukup banyak membuat Presiden Jokowi yakin akan kemampuan wanita 36 tahun ini untuk menjadi staf khusus Presiden.

Ayu merupakan lulusan berprestasi Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (UNAIR). Bahkan tugas akhir skripsinya terpilih untuk mendapatkan Student Grant dari Asian Development Bank. Setelah lulus kuliah, Ayu memutuskan bekerja di P&G di Singapura sebagai Consumer Insights Manager dari 2007 hingga 2010. Namun ditengah karir yang meroket di dunia korporat, Ayu justru keluar dari zona nyaman.

img; sabangmerauke.id

Jika kamu tahu Gerakan Indonesia Mengajar yang diprakarsai Anies Baswedan, maka Ayu adalah salah satu angkatan pertama dan saat itu dia ditugaskan mengajar di SD di Maluku Utara. Berawal dari kegiatan sosial tersebut, pada 2013 Ayu mendirikan gerakan SabangMerauke, yaitu sebuah program pertukaran pelajar antar-daerah di Indonesia untuk menanamkan nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan.

Tak cukup sampai disitu, atas segudang hal yang dilakukan untuk anak-anak di Indonesia, Ayu mendapatkan beasiswa Keller Scholarship dan Fulbright Scholarship untuk melanjutkan kuliah di Duke University – Fuqua School of Business, Amerika Serikat. Ia lulus dengan gelar MBA dan sempat bekerja sebagai konsultan di McKinsey selama tiga bulan pada 2014.

Pada tahun 2015 Ayu pun dipercaya sebagai Staf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan kini wanita berhijab ini dipercaya Jokowi menjadi salah satu stafsus dalam bidang sosial.

Itulah sederet pengalaman dan prestasi Ayu Kartika Dewi, staf khusus Presiden dari kalangan milenial. Kalau Ayu bisa, mengapa kamu tidak ?

Komentar
Continue Reading

Trending