Connect with us

Inspirasi

6 Waktu Terbaik Untuk Menikmati Rokok

Published

on

Berbagai kampanye untuk mempersempit ruang gerak bagi perokok memang dilakukan oleh pemerintah. Mulai dari larangan merokok di fasilitas umum, lingkungan kampus, lingkungan sekolah, tempat kerja sampai dengan di rumah sendiri (kalau ini pelakunya istri). Banyaknya zat-zat berbahaya yang terkandung di dalam rokok membuat kaum anti rokok menganggap bahwa rokok itu lebih berbahaya daripada paham radikal ataupun aksi terorisme.

Namun apakah itu semua membuat para perokok menjadi berhenti merokok? Kalau untuk sementara waktu iya, tapi kalau selamanya belum tentu. Mereka yang merokok memulainya dengan sukarela. Maka untuk berhenti dari kebiasaan itu harus dengan sukarela juga. Hanya dua hal yang bisa menghentikan kebiasaan merokok secara terpaksa, yang pertama adalah sakit dan yang kedua adalah sudah tidak punya uang untuk membeli rokok.

Untuk kamu yang masih menjadi penikmat rokok, nikmati saja setiap hisapan rokok yang masih bisa kamu rasakan. Sebab kalau sudah tidak nikmat lagi, itu tandanya kamu harus berhenti merokok. Ada saat-saat tertentu yang bisa kamu gunakan untuk menikmati hisapan demi hisapan rokokmu. Berikut ini akan kami uraikan saat-saat itu.

  1. Setelah makan

merokok setelah makan via http://www.mendaily.com

Dalam kondisi perut lapar, rokok merk apapun akan berasa hambar. Kamu tidak akan merasakan sensasi kenikmatan apapun dalam merokok. Lain cerita kalau kamu lapar terus makan, perut kenyang, lalu kamu nyalakan sebatang rokok. Hisap rokok itu lalu tahan sebentar, keluarkan asapnya pelan-pelan maka kamu akan merasakan ketenangan dunia ini meski kamu saat itu ada di keramaian.

  1. Saat BAB

BAB sambil merokok via kompasiana.com

Terkesan jorok tapi pada faktanya saat itulah waktu yang tepat untuk menikati sebatang rokok. Hampir semua perokok pasti menikmati saat-saat seperti ini. Apalagi kalau kamu sudah lama menahan BAB, lalu mendapatkan toilet yang kosong kemudian menyalakan rokok sambil mengeluarkan semua hal yang dari tadi membuat perutmu tidak enak. Rasanya pasti plong dan lega sekali. Seakan-akan semua beban berat di pundakmu terlepaskan seiring keluarnya kepulan asap dari mulut.

  1. Setelah berolah raga

menyambung nafas via http://fandom.id

Salah satu cara mengeluarkan racun dari dalam tubuh adalah dengan berolah raga. Bagi para perokok yang berfikiran maju, olah raga adalah suatu kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Bisa dengan sepakbola, futsal, renang, ataupun sekedar jogging. Setelah aktfitas yang melelahkan itu maka tubuh memerlukan tambahan tenaga agar tidak lemas. Berbeda dengan orang kebanyakan yang minum suplemen, maka para perokok ini akan mengeluarkan bungkus rokok dari saku atau tasnya. Ambil sebatang lalu nyalakan.

Terdengar aneh memang. Tapi kalau kamu tidak percaya, kamu bisa lihat di pertandingan-pertandingan bola tarkam dimana saat jeda pasti para pemainnya akan merokok agar lebih berstamina dalam menghadapi babak kedua. Bagi mereka nikotin adalah penyambung nafas kehidupan.

  1. Setelah bekerja berat

menikmatinya setelah bekerja via http://anakkost.co

Hentikan kegiatan merokok sambil bekerja! Ya..tepat sekali karena merokok itu enaknya setelah bekerja.  Apalagi pekerjaanmu itu berat dan beresiko tinggi. Merokok sambil bekerja selain membuat konsentrasi terpecah  juga berbahaya. Misalnya saja kamu bekerja di SPBU bagian menaik turunkan BBM. Akan sangat berbahaya sekali kalau kamu memaksakan untuk merokok sambil bekerja. Bisa-bisa kebakaran besar akan terjadi di kantormu. Masih untung kalau cuma dipecat, lha kalau kamu juga didelete sama Tuhan bagaimana?

  1. Saat patah hati

menikmati patah hati via http://rdelwahyu.blogspot.co.id

Salah satu saat paling sedih dalam hidup adalah ketika putus cinta. Almarhum Meggi Z bahkan pernah menyebut bahwa sakit gigi masih lebih baik daripada sakit hati. Akan tetapi rasa sakit hati itu akan sedikit terobati saat kamu mulai menyalakan sebatang rokok. Kamu akan menikmati kepulan-kepulan asap penyesalan yang keluar dari mulutmu. Pelan tapi pasti kamu akan menjadi rileks dan sanggup memikirkan bagaimana caranya untuk segera move on dari orang yang membuatmu patah hati. Inspirasi itu akan datang bersamaan dengan hisapan demi hisapan terhadap rokokmu.

  1. Saat bersama-sama perokok lainnya

bersama perokok lainnya via manfaatrokok.files.wordpress.com

Mau perut kenyang, habis olahraga, patah hati, ataupun habis kerja berat, kalau kamu merokok diantara kaum anti rokok, pasti rasanya akan jauh dari kata nikmat. Bagimana bisa menikmati kalau setiap hembusan asap yang keluar dari mulut kamu akan langsung mereka kipasi agar segera buyar. Padahal salah satu kenikmatan dalam merokok adalah ketika kita melihat ada asap mengepul yang keluar secara beraturan dari mulut kita.

Karena itu merokoklah bersama-sama dengan perokok. Kamu bisa menghabiskan rokokmu sambil bercerita hangat tentang masa lalu, curhat tentang patah hati, memikirkan masa depan sampai ngobrol membahas politik negeri ini.

 

Komentar

Kisah Nyata

Cara Menjadi Pendukung Liverpool yang Sabar, Penuh Rasa Syukur, dan Istiqomah

Published

on

By

Begitu membaca tulisan Alvanila tentang beratnya menjadi pendukung Manchester United, hati saya langsung panas membara. Bukan apa-apa, saya tahu betul track recordnya sebagai fans MU garis tengah, kok ya pecicilan banget bikin artikel bola yang diluar bidangnya. Mending bikin artikel masak, lebih berfaedah untuk langsung dipraktekan.

Berbicara soal kesabaran, adakah yang lebih sabar selain seorang pendukung Liverpool? Kalau acuannya ke klub-klub yang bertarung di Liga 1 atau Liga 2, mungkin banyak. Tapi kalau tolak ukurnya ke klub-klub di benua biru, tentu tak ada yang menandingi kesabaran Liverpudlian.

Mari kita sama-sama cek fakta. Terakhir kali Liverpool juara Liga Inggris adalah tahun 1990. Kala itu saya baru menghirup udara dunia yang ternyata penuh sesak ini. Lantas saat terakhir kali Liverpool juara Piala FA, itu terjadi pada tahun 2006, 13 tahun yang lalu. Liga Champions? 14 tahun yang lalu. Lalu piala kaleng-kaleng Carabao Cup atau Piala Liga pada tahun 2012. Sialnya, saya baru dibaiat jadi fans garis keras Liverpool pada tahun 2013.

Tujuh tahun menunggu tim kesayangan untuk angkat piala tentu bukan waktu yang singkat. Kalau ada yang bilang “cuma tujuh tahun”, pasti itu anak-anak kemaren sore yang ngefans sama Manchester City, PSG, atau kalau gak ya orang-orang lama yang getol banget sama Juventus. Mereka-mereka ini orang yang tak pernah merasakan lelahnya menunggu.

Masih ingat tragedi terpelesetnya Gerrard di Anfield? Yah, entah siapa yang membuang kulit pisang di rumput stadion kebanggaan kami itu, yang pasti kesalahan itu membuat harapan untuk mengangkat trofi Liga Primer Inggris pupus untuk kesekian kalinya. Dan sampai detik ini, sang kapten legendaris itu pun masih menjadi olok-olok karena hal tersebut.

Musim lalu lebih mengagumkan lagi. Setelah menunggu selama satu dasawarsa, Liverpool kembali tampil di partai puncak Liga Champions. Harapan kembali membubung tinggi. Apalagi trio Firmansah sedang tajam-tajamnya dan menjadi trending topic di seluruh penjuru dunia. Akan tetapi aksi premanisme Sergio Ramos kepada Raja Mesir Mohammed Salah mengawali duka Liverpudlian malam itu.

Dan duka itu semakin lengkap dengan dua blunder ciamik Lord Karius. Iya…Karius yang itu. Kalian semua tahu kan siapa beliau?

Beruntungnya Klopp berhasil mendatangkan seorang Alisson Becker di bursa transfer musim panas 2018 atau tepatnya bursa transfer musim kemarau di Indonesia. Becker seolah menjadi pelengkap puzzle Liverpool.

Meski sudah tersingkir di Piala FA dan Piala Liga, tapi kans untuk menjuarai Liga Champions dan Liga Inggris masih terbuka lebar. Khususon Liga Inggris, sampai pekan ke-23 Liverpool masih gagah di pucuk dengan 19 kali kemenangan, 3 kali imbang dan 1 kekalahan. Memasukkan 54 gol dan hanya kebobolan 13 gol merupakan sebuah capaian luar biasa untuk klub yang dalam beberapa musim terakhir sering dianggap melawak di lini pertahanan.

Melihat fakta itu, sangatlah wajar kalau saya berkata “this year will be our year”.

Terlihat sombong? Biarin aja. Apalagi yang mau diandelin kalau bukan kesombongan dan torehan sejarah? Kan tahu sendiri Liverpool tak pernah angkat piala lagi dari tahun 2012. Terakhir kali Liverpool angkat piala, Indonesia masih dipimpin SBY, belum ada bani cebong dan bani kampret, kata-kata mutiara yang berisikan “semesta, kopi, senja, dan hujan” masih jarang ditemui. Tujuh tahun yang puanjang bosss.

By the way, soal ngomongin sejarah, saya masih lebih bersyukur saat melihat ke negeri spaghetti Italia. Di sana ada dua saudara, AC Milan dan Inter Milan yang ternyata nasibnya jauh lebih mengenaskan. Kalau di Inggris masih ada harapan untuk duduk di puncak klasemen, maka di Italia sana itu merupakan hil yang mustahal.

Kenapa bisa begitu? Ya karena Juventus sudah auto scudetto dengan materi pemainnya seperti saat ini. Terus nasib duo Milan tadi? Yah sebagai pelengkap saja, biar masih ada berita hangat seputar grande partita. Anggap saja untuk meramaikan suasana.

Seperti itulah caranya agar seorang pendukung Liverpool menjadi sabar, penuh syukur, dan istiqomah. Yakini saja, tahun ini tak akan lagi terdengar ucapan next year will be our year. Karena apa? Yak arena tahun inilah kita akan juara. #SikPentingYaaQueen.

 

 

 

Komentar
Continue Reading

Kisah Nyata

Menjadi Pendukung Manchester United Sehebat-hebatnya, Sekuat-kuatnya

Published

on

Seorang anak perempuan pada umumnya akan menyukai drama korea, film-film romantis, ataupun yang sekarang sedang tren, K-Pop. Tapi saya adalah antitesis dari itu semua. Saya tidak suka drama korea, apalagi K-Popnya. Yang menarik dari negeri ginseng itu hanya operasi plastiknya saja dan tetangganya, Korea Utara, yang selalu menyimpan sejuta rahasia.

Begitu pula dengan olahraga. Meskipun kegemaran saya hanya jogging dan sesekali renang, tapi saya adalah penggemar berat Manchester United. Iya, MU yang banyak musuhnya dan lagi bullyable itu. Kenapa saya menyukai olahraga yang didominasi kaum pria? Pertanyaan itu tak butuh jawaban, karena rasa suka tak butuh alasan.

Kecintaan saya ini sudah terjadi sejak saya duduk di bangku sekolah dasar. Lebih tepatnya saat kelas 6 SD. Ya, anda tidak salah baca, kelas 6 SD! Saat itu, di medio awal millenium baru MU sedang jaya-jayanya. Meski Liga Inggris kalah pamor dengan Liga Italia, tapi pembicaraan teman-teman di kelas tak pernah melewatkan klub yang berjuluk setan merah itu.

Biar tidak terlihat kudet, saya pun ikut nimbrung. Pelan tapi pasti saya mulai tahu seluk beluk tim ini. Pencarian saya berlanjut ke loper koran, dan kala itu saya baru lihat penampakan wajah David Beckham yang saat itu bisa dibilang sebagai lananging jagad. Subhanallah, ganteng sekali!

Sejak saat itu pula saya dibaiat jadi seorang Manchunian cabang Wonosari. Periode rezim Sir Alex Ferguson adalah masa-masa yang indah bagi saya. Hampir tiap tahun MU selalu angkat trofi. Kepindahan Beckham ke Real Madrid awalnya membuat saya sakit hati. Apalagi penggantinya hanyalah seorang bocah kurus kerempeng dari Portugal.

Tapi siapa sangka dari kaki bocah inilah gelar demi gelar berdatangan ke Old Trafford, tempat suci kebanggaan kami. Dan yang lebih menyenangkan lagi, setelah mendapat gizi dan gaji yang berkecukupan di Manchester, bocah kurus kerempeng ini perlahan berubah menjadi pemuda kekar nan atletis. Yah, anda pasti tahu siapa yang saya maksudkan. Cristiano Ronaldo.

Rezim mbah Fergie akhirnya selesai juga pada tahun 2013. Sebuah perpisahan manis dengan trofi EPL di akhir musim itu. Sayangnya yang beliau tunjuk sebagai pengganti adalah David Moyes, rekan senegaranya yang sebelumnya melatih Everton.

Kami para pendukung MU diseluruh penjuru dunia bertanya-tanya tentang keputusan aneh tersebut. Kenapa bukan Guardiola, Ancelotti, Jose Mourinho, Arsene Wenger, atau Djajang Nurjaman? Setelah melihat penampilan MU selama beberapa pekan, akhirnya terjawab juga pertanyaan itu.

Selama diasuh Moyes untuk kali pertama dalam hidup saya sebagai penggemar MU, mengalami perudungan hampir tiap akhir pekan. Bayangkan, tiap MU kalah meme-meme selalu berseliweran di jagad twitter dan instagram yang saat itu mulai hits.

Jadi bisa disimpulkan bahwa penunjukkan Moyes ini adalah untuk menjaga agar kehebatan rezim Ferguson tak kan pernah tertandingi. Seolah-olah mbah Fergie ingin bilang bahwa, “Pie kabare, enak jamanku to?”

Kesuksesan Belanda di ajang Piala Dunia 2014 akhirnya membawa meneer Van Gaal mendarat di Old Trafford. Alih-alih memberikan penampilan menghibur, beliau malah membawa MU kembali ke persepakbolaan masa lalu. Tendang bola ke depan, lalu umpan silang. Begitu seterusnya sampai ladang gandum berubah jadi coklat.

Untungnya sang meneer tidak bertahan lama. Mourinho yang tengah menjadi pengangguran setelah dipecat untuk kedua kalinya dari Chelsea dipilih untuk duduk di kursi panas. Oh iya, meski tampil membosankan, Van Gaal setidaknya memberikan trofi Piala FA sebagai kenang-kenangan sebelum ia pergi. Tidak seperti pelatih Liverpool yang katanya Genius itu.

Di musim pertama Mou langsung memberikan gelar Piala Liga dan Liga Eropa. Tannda-tanda kebangkitan sudah tampak. Di musim kedua ia bawa klub kebanggaan saya itu ke posisi kedua. Idealnya, musim ini tim kami bisa duduk di posisi pertama. Sayang, hidup tak selalu ideal.

Alih-alih bersaing di tangga juara, MU justru berjibaku di papan tengah. Walhasil saya harus kenyang dengan meme-meme di akun bola instagram tiap habis MU bermain. Dan Mourinho mengulangi tradisinya lagi, dipecat di musim ketiga!

Kini harapan untuk bangkit kembali datang. Hadirnya Solskjaer yang masih bertampang unyu-unyu membawa angin perubahan. Enam kemenangan beruntun menjadi salam pembukanya.

Romelu Lukaku yang biasanya jadi “bek tengah” sudah kembali jadi striker. De Gea sudah beli lem baru untuk melekatkan bola ke sarung tangan dan kakinya. Lalu Pogba yang beberapa waktu cuma memenuhi tempat di bangku cadangan kini mulai aktif lagi di lini tengah.

Menjadi pendukung MU memang melelahkan, tapi setidaknya masih lebih melelahkan menjadi pendukung Liverpool atau AC Milan. Selama Old Trafford masih berdiri dan MU belum merger dengan klub lain seperti klub-klub di Liga Gojek, saya akan tetap menjadi pendukung setianya.

GGMU!GGMU!GGMU!

 

Komentar
Continue Reading

Inspirasi

Tips Menghilangkan Bintik Hitam di Wajah Dengan Cuka Apel

Published

on

By

Memiliki wajah cerah alami adalah impian semua orang. Tidak sedikit orang yang melakukan perawatan  super mahal hanya untuk menghilangkan bintik hitam di wajahnya. Kamu yang punya budget pas-pasan tak perlu khawatir karena ada cara mudah sekaligus murah untuk menghilangkan bintik hitam di wajah.

Bintik hitam bisa terjadi pada kulit karena banyak sebab salah satunya adalah paparan matahari yang berlebihan, penggunaan bahan kimia pada wajah, konsumsi alkohol, dan merokok. Meskipun sepele, adanya bintik hitam di wajah bisa membuat kepercayaan diri menjadi berkurang.

Dengan hanya menggunakan cuka apel, kamu bisa menghilangkan bintik hitam yang mengganggu di wajah. Cuka apel adalah sebuah jenis minuman yang didapat dari proses fermentasi jus apel. Dalam proses fermentasi inilah, kandungan gula pada apel diubah menjadi asam asetat yang merupakan bahan aktif dalam cuka.

Hal itulah yang membuat cuka apel menjadi kaya manfaat. Selain asam asetat, cuka ini juga mengandung vitamin (A, B1, B2, B6, C, dan E), potasium, kalsium, dan magnesium. Selain itu cuka apel juga mengandung Alpha Hydroxy Acid atau AHA, senyawa kimia yang terdapat pada kosmetik yang sering kamu gunakan untuk membuat wajah berseri-seri.

  1. Campurkan cuka apel dengan baking soda

Dilansir dari Boldsky, kombinasi cuka apel dan baking soda akan membantu membuka pori-pori yang tersumbat. Selain itu campurannya juga akan membuat kulit menjadi lebih bersih. Kamu hanya perlu mencampur 2 sendok makan cuka apel dan 3 sdm baking soda. Campur sampai menjadi pasta lembut. Gunakan campuran ini sebagai busa pembersih wajah dan diamkan selama 15 menit lalu bilas dengan air.

2.  Campurkan cuka apel dengan air

Cuka apel dianggap sebagai salah satu penyegar kulit terbaik. Caranya sangat mudah, kamu tinggal mengencerkan 1 sendok makan cuka apel dengan 1 sendok makan air. Campur keduanya sampai rata. Setelah itu celupkan kapas ke dalamnya kemudian oleskan ke wajah, khususnya yang memiliki bintik hitam. Diamkan semalaman dan bersihkan keesokan paginya.

3. Campurkan cuka apel dan jus kentang

Kamu hanya perlu mencampurkan jus kentang (dibuat dari kentang yang diparut dan diambil sarinya) sebanyak 2 sdm dengan 1 sdm cuka apel. Oleskan ke area yang punya bintik hitam dan diamkan 5-10 menit sebelum membilasnya dengan air. Campuran cuka apel dan jus kentang tersebut juga bisa memutihkan kulit yang kemerahan.

4. Campurkan cuka apel dengan scrub gula

Campurkan 1 sdm cuka apel, 1 sdm madu, 1 sdm green tea, 5 sdm gula pasir serta beberapa tetes air. Campur semuanya dalam mangkuk sampai rata. Gunakan scrub ini di wajah dan gosok perlahan dengan gerakan melingkar. Pijat wajah selama 2-3 menit kemudian bilas. Jangan sampai kamu lupa membilasnya, jika tidak ingin wajahmu dikerubungi semut karena berasa manis.

Benar-benar mudah dan murah bukan? Semua cara diatas hanya akan berhasil jika kamu lakukan secara teratur. Jika tidak konsisten dalam menjalaninya, maka semua usahamu hanya akan sia-sia belaka. Selain itu, cara alami seperti ini relatif cukup lama kalau ingin melihat hasilnya. Jika kamu ingin yang cepat, maka datanglah ke klinik kecantikan atau gunakan produk kualitas bagus dengan harga yang mahal.

Jelas kan? Modal!!!

 

Komentar
Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 HitsBanget.com. Powered by WordPress.