Connect with us

Olahraga

Sudah Bisa Dibeli, Ini Dia Harga Tiket Asian Para Games 2018

Published

on

Rasanya belum usai euforia kemeriahan Asian Games 2018 beberapa waktu lalu, Indonesia kembali didaulat menjadi tuan rumah ajang olahraga atlet disabilitas atau Asian Para Games. Event yang akan digelar pada 6-13 Oktober 2018 di Jakarta tersebut juga digadang-gadang menjadi pesta olahraga yang tak kalah meriah dari Asian Games.

Nah Sahabat Spaneng, INAPGOC selaku panitia pelaksana menerangkan bahwa seperti Asian Games kemarin, acara Opening Ceremony juga akan diselenggarakan secara meriah di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 6 Oktober 2018 mendatang. Dan untuk pembelian tiket sudah resmi diumumkan lewat akun instagram @asianpg2018 bahwa tiket bisa dibeli di http://asianparagames2018.loket.com

Adapun untuk harga tiket Opening Ceremony dibanderol mulai dari 500 ribu hingga 2,5 juta rupiah. Berikut rinciannya

1. Bronze:    Rp    500.000
2. Silver:       Rp    750.000
3. Golden:    Rp 1.500.000
4. Platinum: Rp 2.500.000

Selama seminggu Asian Para Games, tak kurang dari 3000 atlet berkebutuhan khusus dari 43 negara akan bertanding di 18 cabang olahraga. Jadi, sudah siap untuk mendukung tim kesayangan kamu ?

Komentar

Moto GP

Satu Tim di MotoGP 2019, Marc Marquez Ingatkan Jorge Lorenzo

Published

on

By

Gelaran MotoGP 2019 akan tampil dengan sejumlah wajah baru di beberapa tim peserta. Sejumlah pebalap akan berganti tunggangan musim depan. Salah satunya adalah juara MotoGP 2015 Jorge Lorenzo.

Pebalap yang saat ini berusia 31 tahun tersebut akan berseragam tim Honda musim depan setelah berbaju Ducati musim 2018 ini. Itu berarti Lorenzo akan satu tim dengan Marc Marquez, sang juara MotoGP 2018.

Kepindahan Lorenzo ke tim Honda langsung memancing reaksi Marquez. Sebagai seorang pebalap, ia menaruh rasa hormat yang sangat tinggi kepada Lorenzo. Akan tetapi ia memperingatkan bahwa persaingan untuk menjadi juara dunia tetap ada.

“Dengan pembalap siapa pun pasti anda bersaing untuk sebuah gelar, anda tidak bisa menjadi teman. Teman adalah orang-orang yang dapat berbagi segalanya dan dapat memiliki hubungan yang baik,” kata Marquez dilansir dari Paddock-GP, Rabu (28/11/2018).

Meskipun demikian, Marquez tetap menaruh respect terhadap rekan senegaranya itu. Bahkan ia juga mengatakan bahwa ia akan menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat jika nanti Lorenzo mampu menjadi juara dunia bersama Honda.

“Ada respek untuk Lorenzo, tetapi semua orang berpikir tentang di lintasan. Jika dia memenangkan gelar, saya akan menjadi yang pertama melepaskan topi saya,” tambah pebalap berusia 25 tahun itu.

Persaingan dua pebalap ini memang terbilang cukup sengit. Dalam 9 musim terakhir, hanya Casey Stoner dari tim Honda pada tahun 2011 saja yang mampu tampil sebagai juara dunia selain dua pebalap ini. Marquez berhasil meraih 5 gelar sedangkan Lorenzo mengumpulkan 3 gelar. Patut ditunggu bagaimana persaingan dua pebalap Honda ini di MotoGP 2019 mendatang.

Komentar
Continue Reading

Moto GP

Inilah Susunan Pebalap MotoGP 2019

Published

on

By

Musim MotoGP 2018 telah berakhir. Marc Marquez (Repsol Honda) keluar sebagai juaranya pada musim ini. Dengan berakhirnya MotoGP 2018, maka setiap tim pun mulai mempersiapkan diri untuk menjalani musim 2019 dengan mengikuit tes pascamusim yang dilakukan di Valencia dan juga Jerez.

Meski terkesan sepele, tes pascamusim ini sangatlah penting bagi tim-tim peserta MotoGP 2019 mendatang. Hal itu dikarenakan pada dua tes pascamusim itu setiap tim akan mencari tahu apa saja yang perlu dikembangkan lagi dari motor yang akan digunakan pada musim depan.

Selain itu terjadi juga perubahan susunan komposisi tim. Sejumlah pebalap telah berpindah tim untuk musim depan. Proses adaptasi dengan motor baru perlu dilakukan agar benar-benar siap untuk bersaing saat musim kompetisi telah bergulir. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengikuti tes pascamusim ini.

Lantas seperti apa komposisi tim untuk MotoGP 2019 mendatang? Berikut ini kami berikan komposisi lengkapnya.

  1. Repsol Honda
  • Marc Marquez
  • Jorge Lorenzo

2.  Yamaha Factory Racing

  • Valentino Rossi
  • Maveric Vinales

3. Ducati Tim

  • Andrea Dovizioso
  • Danilo Petrucci

4.  Team Suzuki Ecstar

  • Alex Rins
  • Joan Mir

5.  Red Bull KTM Factory Racing

  • Johann Zarco
  • Pol Espargaro

6.  Petronas Yamaha SRT

  • Franco Morbidelli
  • Fabio Quartararo

7.  Real Avianti Racing

  • Karel Abraham
  • Tito Rabat Alma

8.  Pramac Racing

  • Francesco Bagnaia
  • Jack Miller

9.  Red Bull KTM Tech3

  • Miguel Oliveira
  • Hafizh Syahrin

10. LCR Honda Idemitsu

  • Takaaki Nakagami

11. LCR Honda Castrol

  • Cal Crutchlow

12. Aprilia Racing Team Gresini

  • Aleix Espargaro
  • Andre Iannone
Komentar
Continue Reading

Bola

Mengenang Kembali Beberapa Laga Klasik Indonesia vs Thailand

Published

on

By

Duel klasik akan tersaji Sabtu (17/11/2018) mendatang di Stadion Rajamanggala, Bangkok antara Indonesia vs Thailand. Meski tak akan sepanas lawan Malaysia, pertandingan itu diprediksi akan berlangsung seru karena menentukan nasib skuat Garuda di Piala AFF 2018.

Indonesia saat ini berada di peringkat ke-2 grup B dengan 3 poin hasil dari 1 kali menang dan 1 kali kalah, sedangkan Thailand yang baru bermain 1 kali berada di posisi teratas juga dengan 3 poin namun unggul selisih gol. Kekalahan akan semakin menyulitkan langkah anak asuh Bima Sakti untuk melaju ke semifinal. Oleh karena itu, Indonesia harus bermain sebaik mungkin agar terhindar dari kekalahan.

Sampai saat ini Thailand adalah peraih gelar Piala AFF terbanyak dengan koleksi 5 piala. Negeri Gajah Putih itu memenangkan Piala AFF pada tahun 1996, 2000, 2002, 2014 dan 2016. Sedangkan Indonesia prestasi tertingginya hanya runner-up sebanyak 5 kali yakni pada tahun 2000, 2002, 2004, 2010, dan 2016.

Jelang pertemuan kedua kesebelasan, tim sport Hitsbanget.com telah merangkum beberapa pertemuan klasik antara Indonesia vs Thailand.

  1. Piala AFF 1998, Indonesia 2-3 Thailand

images: obs.line-scdn.net

Di perhelatan ke-2 Piala AFF yang dulu bernama Piala Tiger itu Indonesia dua kali bertemu Thailand. Laga yang pertama terjadi di fase penyisihan grup dan laga kedua terjadi saat perebutan juara ketiga. Di penyisihan grup, pertemuan antara Indonesia melawan Thailand sebenarnya sudah tak berpengaruh karena kedua kesebelasan sudah memastikan lolos ke semifinal. Namun justru hal itulah yang membuat pertandingan ini kelak akan dikenang sebagai salah satu aib di sejarah persepakbolaan tanah air.

Baik Indonesia ataupun Thailand sama-sama ingin menghindari tuan rumah Vietnam di semifinal. Kedua tim pun bermain ogah-ogahan. Babak pertama berakhir imbang tanpa gol. Barulah di babak kedua pertandingan berjalan agak seru dengan susul menyusul skor. Indonesia lebih dulu unggul lewat gol Bento di menit ke-53. Thailand berhasil menyamakan kedudukan beberapa menit kemudian. Di menit ke-84 Aji Santoso membuat Indonesia unggul, namun hanya 2 menit kemudian Thailand berhasil membobol gawang Kurnia Sandi untuk kedua kalinya.

Petaka akhirnya datang di masa injury time ketika Mursyid mencetak gol bunuh diri untuk memastikan Indonesia duduk di posisi runner up. Anehnya, Mursyid seolah merayakan golnya tersebut. Sayang langkah Indonesia dan Thailand sama-sama terhenti di semifinal. Di perebutan tempat ketiga, Indonesia berhasil keluar sebagai pemenang usai mengalahkan Thailand lewat adu penalti 5-4.

2. Piala AFF 2000, Indonesia 1-4 Thailand

images: bolasport.com

Perlu dicatat, skor 4-1 untuk kemenangan Thailand ini terjadi dua kali. Yang pertama adalah di fase penyisihan grup dan yang kedua di partai final. Indonesia mengawali gelaran piala Tiger 2000 dengan kemenangan 3-0 atas Filipina. Namun di pertandingan kedua Gendut Doni cs harus kalah 4-1 dari Thailand. beruntung di pertandingan ketiga Indonesia mampu mengalahkan Myanmar dengan skor 5-0 sehingga keluar sebagai runner up dibawah Thailand.

Di babak semifinal Indonesia berhadapan dengan Vietnam. Skuat Garuda harus menyelesaikan pertandingan selama 120 menit karena di waktu normal kedua tim berbagi hasil 2-2. Untungnya Gendut Doni mampu mencetak gol di menit 120 sekaligus membawa Indonesia ke partai puncak untuk pertama kalinya.

Laga melawan Thailand di partai final seperti menjadi de javu bagi Indonesia. Bagaimana tidak, timnas Indonesia kembali kalah dengan skor 4-1. Woorawut Srimaka menjadi pahlawan Thailand dengan 3 golnya di partai final. Gelar di tahun itu menjadi awal kejayaan Thailand di Piala AFF sekaligus menjadi awal “tradisi runner-up” timnas Indonesia.

3. Piala AFF 2002, Indonesia 2-2 Thailand (adu penalti 4-2)

images: okezone.com

Skuat Indonesia untuk Piala Tiger 2002 bisa jadi merupakan “the dream team” kala itu. Bertindak sebagai tuan rumah, Indonesia berhasil melangkah mulus ke partai final. Di laga puncak, Bambang Pamungkas cs kembali bertemu Thailand yang 2 tahun sebelumnya membantai Indonesia 4-1 di final Piala Tiger 2000.

Akan tetapi nasib berkata lain. Bermain imbang 2-2 selama 120 menit membuat pertandingan itu harus diselesaikan lewat adu penalti. Dari 5 penendang Thailand, hanya Kaitasuk Sinamuang yang gagal. Sedangkan dari Indonesia hanya 2 penendang saja yang berhasil membobol gawang Thailand. Indonesia akhirnya kalah 4-2. Thailand juara untuk kedua kalinya dan Indonesia jadi runner up untuk kedua kalinya.

4. Piala AFF 2008, Indonesia 1-3 Thailand (agg)

images: performgroup.com

Indonesia bertemu Thailand di babak semifinal piala AFF 2008. Perubahan format kompetisi membuat semifinal dan final Piala AFF dilakukan dengan format home-away. Di pertemuan pertama, Indonesia lebih dulu bertindak sebagai tuan rumah di GBK. Gol tunggal pemain Thailand Teerasil Dangda membuat Thailand menang tipis 1-0.

Asa sempat menggelora ketika Nova Arianto berhasil mencetak gol pembuka ketika leg kedua semifinal dimainkan di Stadion Rajamangala, Bangkok empat hari kemudian. Sayangnya, gol sang stoper pada menit kesembilan itu tak berhasil menyelamatkan Tim Garuda. Thailand sukses dua kali menjebol gawang Timnas Indonesia yang dikawal Markus Horizon melalui Teeratep Winothai dan Ronnachai Rangsiyo. Indonesia pun harus tersingkir di semifinal dengan agregat 1-3.

5. Piala AFF 2016, Indonesia 2-3 Thailand (agg)

Dengan persiapan serba minimalis pasca terkena sanksi FIFA, Indonesia justru sukses melaju ke babak final Piala AFF 2016. Di laga final Indonesia bertindak sebagai tuan rumah di pertemuan pertama yang digelar di Stadion Pakansari. Skuat Garuda berhasil menang 2-1 lewat gol Rizky Pora dan Hansamu Yama. Namun, Thailand mampu mencuri gol tandang melalui Teerasil Dangda.

Tinggal butuh hasil imbang untuk meraih piala pertamanya, timnas Indonesia justru kalah di kandang Thailand. Timnas Indonesia takluk lewat dua gol Siroch Chattong. Timnas Indonesia pun harus puas pulang dengan status runner-up untuk ke lima kalinya sedangkan bagi Thailand gelar tersebut menegaskan bahwa mereka adalah “raja” di Asia Tenggara dengan 5 gelar juara.

Komentar
Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 HitsBanget.com. Powered by WordPress.