Connect with us

Hits Banget

Sensory Play Paling Hits Tahun 2017

Published

on

Bermain adalah dunia anak. Dengan bermain, anak menjadi terlatih untuk mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan meningkatkan kemampuan bersosialisasi dengan lingkungan. Perkembangan ilmu parenting (pengasuhan anak) sekarang ini semakin bermacam-macam, salah satunya pada aktivitas bermain anak. Nggak melulu main masak-masakan atau main kelereng, ibu-ibu muda hits Indonesia kini sudah banyak mengadopsi permainan sensori (sensory play) a la kebarat-baratan. Lalu, apa sajakah itu ? berikut hitsbanget akan review Sensory Play paling hits di tahun 2017 !

  1. Flubby jelly

Sesuai dengan namanya, Flubby Jelly ini dibuat dengan jelly (agar-agar). Cara membuatnya cukup mudah yaitu seperti membuat jelly pada umumnya hanya saja tekstur jelly tidak ditunggu sampai mengeras namun hanya sampai molor dan kenyal. Permainan flubby jelly ini sangat bermanfaat lho, karena dapat melatih indera peraba anak serta cocok untuk segala usia. Anak dapat belajar tentang tekstur kenyal, licin, lembek serta daat pula belajar tentang warna.

flubby jelly via indonesiamontessori.com

  1. Play Dough

Permainan ini kalo jaman dulu mirip sama plastisin atau lilin mainan. Cuma kalau sekarang istilah kerennya Play Dough dan ternyata kita bisa membuat sendiri di rumah lho ! Caranya gampang banget, cukup dengan mencampurkan tepung terigu, air, garam, minyak dan pewarna makanan, kemudian gilas terus hingga kalis. Dan.. jadi deh ! play dough ini bagus banget untuk mengasah kreativitas anak, dan merangsang daya imajinasi.

play dough via beafunmum.com

  1. Sensory Bottle

Sensory Bottle juga salah satu permainan yang cukup hits di dunia per-instagram-an, hehe. Dengan bahan baku yang cukup mudah, yaitu beberapa botol air mineral bekas yang diisi dengan berbagai macam benda. Misalnya beras, kacang tanah, tepung, air, dll. Tujuan dari permainan ini antara lain adalah untuk melatih indera pendengaran anak. Dengan menggerak-gerakkan botol akan tercipta bunyi yang berbeda di setiap botol.

sensory bottle via sharingdisana.com

  1. Shorting Color

Inti permianan ini adalah mengelompokkan warna yang sama. Cocok deh untuk anak usia 1-3 tahun. Variasinya banyak banget, bisa dengan penjepit pakaian, sedotan plastik, bola pom-pom, dll. Caranya juga mudah, orang tua tinggal menyediakan tempat untuk memisahkan berbagai warna tersebut. Dan tentunya, kemas permainan se menarik mungkin ya !

shorting color via learning4kids.net

  1. Sensory Ice Ball

Di negara-negara barat, permainan ini hits banget lho ! Caranya juga simpel banget, mula-mula siapkan mainan hewan kecil-kecil, kemudian masukkan ke dalam plastik yang telah diberi air berwarna warni. Langkah terakhir adalah masukkan ke dalam freezer sampai beku. Nantinya orang tua menginstruksikan agar si anak membebaskan hewan-hewan tersebut dari dalam es. Dalam permainan sensory ice ball ini anak akan belajar tentang tekstur dingin, kasar dan keras serta belajar bagaimana memecahkan masalah. Wow, sederhana namun besar manfaatnya ya ! Yuk kita coba di rumah !

ice ball via brisbanekids.com.au

Komentar
Continue Reading

Hits Banget

Inilah Sosok Profesor yang Sedang Viral Mendebat Seorang Polisi

Published

on

Belum lama jagat maya dibuat heboh dengan video viral yang memperlihatkan seorang polisi “dikuliahi” oleh seorang yang menyebut dirinya profesor hukum. Kejadian bermula ketika pria paruh baya itu tampak tak terima ketika ia dan pengendara lainnya ditilang oleh polisi. Dalam video tersebut, si polisi terlihat kebingungan ketika diberi pertanyaan tentang landasan hukum dari rambu lalu lintas di depannya. Video yang menampilkan aksi polisi dikuliahi oleh profesor hukum ini langsung viral di jagat maya dan menuai berbagai komentar dari para netizen.
Berikut videonya

Ternyata, usut punya usut pria yang mengaku profesor hukum di video viral tersebut memang bukanlah orang sembarangan. Sang profesor yang bernama Prof. Dr. Sadjijono, SH., M.Hum tersebut ternyata pernah mengabdi di kepolisian dan terkenal akan kekritisannya dalam memberikan masukan kepada mantan institusinya. Kini ia memilih resign agar dapat objektif mengkritisi kepolisian.

img: www.ubaya.ac.id

Dikutip dari situs resmi Universitas Surabaya, Sadjijono mengawali karir keprajuritan berpangkat bhayangkara dua (bharada) pada tahun 1975 di Yogyakarta. Sadjijono kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Mojokerto pada tahun 1980 dan berhasil lulus dengan pangkat bintara. Pada pertengahan tahun 1985, Sadjijono secara sembunyi-sembunyi kuliah bahasa Inggris di sebuah perguruan tinggi swasta di Sidoarjo. Karirnya meningkat sehingga pada awal 1990-an dia ditarik ke Polda Jatim dan menjadi anggota Resmob Polda Jatim. Pada tahun 1991, dia mendapatkan gelar sarjana hukum dari Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara (FH Ubhara). Haus akan ilmu, dia melanjutkan kuliah S2 di Universitas Surabaya (Ubaya) dengan jurusan yang sama, dan lulus di tahun 1998. Tak cukup sampai disitu, Sadjijono kemudian melanjutkan pendidikan S3 di Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Airlangga (Unair) dan lulus pada tahun 2003 dengan bergelar doktor. Mempunyai karir sangat cemerlang, pada akhir tahun 2003 dia sudah bergelar komisaris polisi (kompol).

 

Karena saking kritisnya terhadap kepolisian, disertasinya yang berjudul “Eksistensi, Kedudukan, dan Fungsi Kepolisian dalam Organisasi Negara RI Dikaitkan dengan Prinsip Good Governance” pun juga banyak berisi tentang masukan dan kritikan pada institusi POLRI.
Sadjijono resmi beralih status dari anggota Polri menjadi PNS dan mengajar di FH Universitas Bhayangkara Surabaya (Ubhara) pada tahun 2017. Setelah mengabdi kepada korps Bhayangkara selama 32 tahun, kini ia sering mengkritik para penegak hukum apabila salah atau abai pada peraturan sebenarnya.
Komentar
Continue Reading

Hits Banget

Mengenal Sosok Rich Brian, Rapper Muda Berbakat Asal Indonesia

Published

on

By

Meski namanya kurang dikenal di Indonesia, tapi saat ini nama Rich Brian sangatlah terkenal di dunia internasional. Tak heran jika kemudian Presiden Joko Widodo mengundangnya ke Istana Bogor pada hari Minggu (07/07/2019) lalu. Hal ini sempat menjadi kontroversi karena mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengkritik sosok Rich Brian.

Lantas siapa sebenarnya Rich Brian? Apakah ia bagian dari Crazy Rich Indonesian?

Bukan, meskipun mengandung kata “rich” di namanya, Rich Brian bukanlah bagian dari Crazy Rich Indonesian. Nama aslinya adalah Brian Imanuel Soewarno. Ia lahir di Jakarta pada tanggal 3 September 1999. Brian adalah seorang keturunan Tionghoa dan Manado.

Brian merupakan seorang penyanyi rap, produser rekaman dan juga penulis lagu. Karier Brian mulai menanjak melalui single-nya yang berjudul “Dat $tick” yang dirilisnya pada Maret 2016. Saat ini lagu tersebut sudah diputar sebanyak 123 juta kali di akun youtubenya.

Anak muda yang satu ini mulai menyukai dunia musik sejak berusia 11 tahun. Bahkan ia juga belajar bahasa Inggris secara otodidak. Pelan tapi pasti pengikutnya di media sosial semakin bertambah. Namanya pun semakin populer.

Setelah mencoba membagikan bakatnya melalui media sosial, Brian pun menekuni dunia musik dengan serius. Akhirnya, Brian berhasil merilis single pertamanya pada 17 Juli 2015 yang berjudul Living the Dream, dan single-nya tersebut diunggahnya di chanel YouTube miliknya. Tak berhenti disitu, ia kembali merilis single debutnya yang berjudul “Dat $tick” pada 22 Februari 2016. Lagu Brian kali ini berhasil mencuri perhatian panggung internasional.

Single-nya itu semakin melejit saat para penyanyi rap Amerika Serikat seperti Ghostface Killah, 21 Savage, Tory Lanez, MadeinTYO, Desiigner dan lainnya, membuat video reaksi dari lagi Brian tersebut. “Dat $tick” pun berhasil menduduki peringkat empat di tangga lagu Bubbling Under R&B/Hip-Hop Singles.

Usai kesuksesan dua single-nya, karir Brian semakin terang. Pada tahun 2017 ia melakukan tur perdananya di Amerika Serikat dari bulan April sampai Mei. Tur nasionalnya di Indonesia sendiri baru dimulai pada bulan September sampai November 2017.

Sejumlah penghargaan juga diraih oleh rapper muda tersebut. Salah satunya adalah penghargaan di Indonesian Choice Awards ke-4 sebagai Breakthrough Artist of the Year pada Mei 2017. Single-nya yang terakhir baru saja rilis tanggal 26 Juni 2019 lalu yang berjudul Yellow.

Kariernya yang cukup sukses di usianya yang relatif masih muda itulah yang kemudian membuatnya diundang Jokowi ke Istana Bogor. Usai pertemuannya dengan Jokowi, Brian berharap anak-anak muda Indonesia bisa mengikuti mimpinya.

 

Komentar
Continue Reading

Hits Banget

Imutnya Leanna Leonardo, Hakim Cantik yang Viral di Media Sosial

Published

on

By

Dua hari yang lalu media sosial twitter ramai memperbincangkan foto seorang hakim cantik yang sedang duduk di meja persidangan. Foto tersebut diunggah oleh akun twitter @MatthewTanoe.

Captionnya pun cukup nyeleneh yaitu: “kamu divonis jatuh cinta tapi tidak bisa memiliki seumur hidup”. Sebuah vonis yang sangat menyakitkan tentunya. Dan perlu amnesti dari Presiden untuk bisa membatalkan vonis tersebut. Untungnya itu hanya bercandaan receh ala netizen twitter saja.

Usut punya usut, ternyata foto yang kemudian menjadi viral tersebut bukanlah terjadi pada sidang yang sesungguhnya. Lewat unggahan di instastorynya, hakim cantik Leanna mengatakan bahwa foto itu diambil dalam persidangan semu di kampusnya. Hampir dipastikan Leanna tengah menempuh studi di jurusan hukum.

Lewat instastorinya juga Leanna menjelaskan bahwa dirinya bukanlah member JKT48. Hal itu terjadi karena banyak netizen yang menduga-duga kalau hakim cantik ini merupakan member JKT48.

Selain itu, Leanna juga menyebutkan bahwa saat ini ia belum menjadi seorang hakim seperti yang terlihat pada foto. Dia baru pada tahapan “calon hakim”. Karena viral di twitter, akun instagramnya pun mendadak menjadi ramai. Bahkan saat ini pengikutnya telah bertambah menjadi 97,7 K pengikut.

Penasaran seperti apa wajah imut calon hakim cantik ini? Berikut beberapa foto-foto imutnya Leanna Leonardo yang dilansir dari akun instagramnya @leanna.leonardo.

 

 

 

 

Jadi…kamu minta divonis apa dan berapa lama di persidangan nanti?

Komentar
Continue Reading

Trending