Connect with us

Bola

Selalu Ada Harapan Untuk Fans Liverpool

Published

on

Lini serang “mewah” Liverpool via sepakbola.com

Next year will be our year.. yah itulah kata-kata yang sering kita dengar dari mulut para pendukung Liverpool di setiap akhir musim. Ketika harapan besar di awal musim untuk merengkuh gelar premier leauge pupus, maka satu-satunya pembelaan yang pas dan bijaksana adalah dengan menyatakan bahwa “tahun depan adalah milik kami”.

Seperti yang sudah kita ketahui, terakhir kali Liverpool meraih gelar Liga inggris adalah pada tahun 1990, dimana saat itu Lionel Messi masih berusia 3 tahun sedangkan pemain termahal duia saat ini, Neymar Jr belum terlahir ke dunia. Rentang waktu yang sangat lama untuk klub sekelas Liverpool yang telah mengoleksi 18 gelar juara liga.

Memang dalam rentang waktu 27 tahun itu the reds masih mampu meraih gelar di ajang Liga Champions, Piala UEFA, Piala Liga serta Piala FA. Namun, kegagalan membawa throphy premier league ke lemari piala Liverpool seakan menjadi hutang yang belum lunas bagi pemain, pelatih maupun manajemen klub.

Ketika Manchester United mulai menunjukan dominasinya di premier league di medio  90-an, para supporter Liverpool masih bisa sesumbar dengan mengatakan “back if you get 18 !!!”. Dan pada tahun 2011 lalu, giliran fans MU yang sesumbar “we re back, now we have 19”. Bagaimana fans Liverpool menjawabnya? Buru-buru Liverpudlian pun membanggakan 5 gelar Liga Championsnya. Sebuah pelarian yang nampaknya akan terus didengungkan Liverpudlian sampai klub kebanggaan mereka menjuarai Liga Inggris.

Terakhir kali Liverpool menjuarai Liga Inggris via fourfourtwo.com

Entah kutukan atau memang karena komposisi tim yang tidak pernah seimbang, Liverpool  hanya ditakdirkan untuk selalu nyaris juara. Di tahun 2009 dengan Fernando Torres yang sedang on fire mereka hanya sanggup finish di posisi ke dua. Kejadian yang sama terulang lagi di tahun 2014. Memimpin klasemen sejak Januari, Steven Gerrard dkk harus finish di peringkat kedua dengan selisih 2 poin dari sang juara Manchester City.

Sedangkan kalau kita berbicara masalah gelar bergengsi, terakhir kali Liverpool angkat throphy adalah di ajang piala liga musim 2011-2012. Ketika itu mereka ditukangi oleh Kenny Dalglish. Artinya sudah 5 musim lebih tidak ada satu piala pun yang dimenangkan Liverpool. Secuil harapan sempat datang tatkala FSG  group, pemilik Liverpool menunjuk Jurgen Klopp sebagai manajer. Untuk pertama kalinya semenjak Gerrard Houlier, Liverpool punya manajer yang tidak main-main.

Rafael Benitez memang memberikan gelar Liga Champions dan Piala FA, namun akhirnya kolaps juga di penghujung kariernya. Roy Hodgson terlalu kecil untuk klub sekelas Liverpool. Lantas Kenny Dalglish? Ia seperti versi downgrade dari Kenny Dalglish part 1 yang membawa Liverpool juara Liga Inggris terakhir kalinya. Lalu muncul nama Brendan Rodgers. Bisa dibilang Rodgers adalah manajer yang beruntung. Ia beruntung karena memiliki Luis Suarez dan Sturridge. Saat  Suarez pindah ke Barcelona dan Sturridge dihantam cidera, Rodgers seperti kesulitan mengarahkan anak asuhnya tentang bagaimana cara mencetak gol.

Hingga akhirnya Ia harus dipecat dan datang seorang manajer kharismatik dari Jerman bernama Klopp. Sentuhannya di musim pertama nyaris membawa Liverpool meraih double  winners. Sayang di final Piala Liga mereka harus kalah dari Manchester City dan di Europa League harus puas sebagai runner up karena kalah 1-3 dari Sevilla. Sebuah tanda-tanda kebangkitan. Dan pendukung Liverpol pun menaruh harapan besar untuk musim berikutnya. Sayangnya, piala yang dinanti-nantikan pun tak kunjung datang. Musim lalu mereka tersisih di semifinal Piala Liga dan babak ke 4 Piala FA. Kalaupun ada yang dibanggakan, adalah finish mereka di  4 besar. Sebuah kepastian untuk berlaga di Liga Champions.

Untuk menghadapi musim yang padat, Klopp pun mendatangkan Muhammad Salah, Dominic Solanke, Andrew Robertson serta Chamberlain. Keberhasilan mendatangkan Salah dan Chamberlain jelas menunjukkan betapa mewahnya lini depan mereka. Saga transfer Coutinho pun berakhir bagus untuk the reds. The little magician bertahan di Anfield.

Muhammad Salah, Sadio Mane, Divock Origi, Sturridge, Firmino mengisi lini depan the reds. Mereka didukung oeh Chamberlain, Milner, Wijnaldum, Can, Coutinho, Lallana. Kurang mewah apa coba? Namun yang disayangkan adalah kualitas lini pertahanan mereka. Selama ini, lini belakang Liverpool lah yang paling sering menjadi sorotan karena terlalu rapuh. Joel Matip yang bisa dibilang sukses di Bundesliga belum mendapat kompatriot yang pas di lini belakang.

Lovren sering melakukan kesalahan, sedangkan Klavan sudah terlalu lambat. Adapun Joe Gomes, lebih sering di plot sebagai bek sayap bergantian dengan Arnold karena Clyne masih cidera. Di sisi kiri, Robertson belum terlalu menyatu dengan tim sedangkan Moreno seringkali terlambat dalam membantu pertahanan. Sementara itu di bawah mistar gawang, sehebat apapun penampilan Mignolet akan menjadi sia-sia ketika barisan bek di depannya sering tampil kacau.

Liverpudlian yang selalu penuh harapan via twimg.com

Musim kompetisi memang masih panjang, semua masih mungkin bisa terjadi. Namun dengan fakta bahwa Liverpool telah tersisih dari Piala Liga, otomatis harapan untuk membawa pulang throphy hanyalah dari ajang Liga Inggris, Piala FA dan Liga Champions. Sesuatu hal yang sangat sulit melihat penampilan Liverpool saat ini. Kalau tidak segera berbenah, bisa saja musim ini berlalu seperti musim-musim sebelumnya, tanpa gelar.  Namun anda para pendukung Liverpool tidak usah pesimis ataupun patah semangat, sebab bisa saja “next year will be our year”.

 

Komentar

Bola

Mereka yang Lolos ke Perempat Final Piala Presiden 2019

Published

on

By

Ajang turnamen pramusim paling hits di dunia Indonesia, Piala Presiden 2019, baru saja usai menggelar fase penyisihan grup. Sebanyak 8 tim terbaik dari 5 grup berhasil lolos ke perempat final. Masing-masing terdiri dari 5 kesebelasan pemuncak klasemen dan 3 kesebelasan peringkat dua terbaik.

Persebaya Surabaya berhasil lolos dengan status juara grup A. Bajul ijo mengoleksi jumlah poin yang sama dengan PS Tira-Persikabo di posisi kedua, namun unggul dalam produktifitas gol. Namun PS Tira-Persikabo tetap lolos ke delapan besar karena termasuk dalam salah satu peringkat dua terbaik.

Juara Liga indonesia tahun 2017, Bhayangkara FC, menjadi satu-satunya wakil dari grup B. Klub berjuluk the guardians tersebut mengantongi poin sempurna dari tiga laga. Sedangkan Bali United gagal lolos karena tak masuk dalam runner-up terbaik.

Grup C juga hanya mengirimkan satu wakil saja ke perempat final. Tim promosi Kalteng Putra membuat kejutan dengan menyingkirkan Persipura Jayapura dan PSIS Semarang.

Dua klub bertabur bintang, Persija Jakarta dan Madura United menjadi wakil grup D ke babak delapan besar. Sama-sama mengantongi tujuh poin, Persija duduk di peringkat pertama karena memiliki selisih gol yang lebih baik daripada laskar sapeh kerab.

Di grup E, dua tim asal Jawa Timur sukses melaju ke perempat final. Kedua tim tersebut adalah Persela Lamongan dan Arema Malang.

Meskipun sekedar ajang pemanasan sebelum bergulirnya Liga 1, tapi gengsi Piala Presiden sangatlah tinggi. Mungkin salah satu penyebabnya adalah besarnya hadiah yang diterima kontestan. Di babak penyisihan saja, klub yang kalah mendapatkan bonus 75 juta rupiah. hasil imbang dihargai 100 juta rupiah dan kemenangan 125 juta rupiah.

Hadiah tersebut akan semakin besar jika terus lolos sampai partai puncak. Jadi cukup wajar bila klub-klub yang bermain di Piala Presiden bertanding habis-habisan seperti di kompetisi resmi.

Komentar
Continue Reading

Bola

Hasil Drawing Perempat Final Liga Eropa

Published

on

By

Bersamaan dengan pengundian perempat final Liga Champions di Nyon, dilaksanakan juga pengundian untuk babak perempat final Liga Eropa. Delapan kesebelasan terbaik di kompetisi kasta kedua di Eropa ini akan saling berjibaku untuk mendapatkan trofi Liga Eropa, sekaligus mendapatkan tiket lolos otomatis ke Liga Champions musim depan.

Sebagai kompetisi kelas dua, adalah hal yang wajar jika tidak banyak orang yang memperhatikan Liga Eropa. Apalagi warga Indonesia. Bisa jadi membicarakan Piala Presiden 2019 akan menjadi topik yang lebih menarik daripada membicarakan Liga Eropa.

Belum lagi waktu main Liga Eropa yang tayang di malam Jumat. Animo untuk menonton semakin berkurang karena banyak aktivitas lebih penting di malam itu. Pengajian misalnya. Atau bisa juga nonton film horor.

Namun semua itu tentu tak berlaku bagi fans garis keras klub-klub yang berlaga di kompetisi ini. Maklum, musim ini ada Chelsea dan Arsenal yang harus berjibaku di malam Jumat. Malam suci yang harusnya bisa digunakan untuk “enak-enak”.

Oleh karena itu, mau tak mau kami harus tetap membahas soal Liga Eropa.

Salah satu duel menarik yang terjadi di babak perempat final adalah pertandingan antara Napoli melawan Arsenal. Napoli adalah klub buangan dari Liga Champions dan saat ini berada di peringkat 2 Liga Italia. Sedangkan Arsenal yang sedang dalam masa transisi dari era Wenger sedang untuk kedua kalinya secara beruntun bermain di liga malam Jumat. Tentunya musim depan Arsenal tak ingin lagi menghabiskan waktu untuk bertanding di malam “enak-enak” tersebut.

Mengharapkan finish di peringkat empat EPL merupakan hal yang cukup sulit mengingat MU dan Chelsea terus menempel ketat. Menjuarai Liga Eropa menjadi solusi lain untuk mendapatkan tiket itu. sedangkan bagi Napoli gelar Liga Eropa akan menjadi pengobat lara lantaran mengejar Juventus di puncak klasemen sudah seperti peribahasa pungguk merindukan bulan.

Pertandingan kedua akan mempertemukan duel sesama tim Spanyol Villareal vs Valencia. Di klasemen liga, kedua kesebelasan sedang berada di posisi yang sangat tidak ideal. Valencia bertengger di peringkat ke-7 sedangkan Villareal sedang berjuang di peringkat ke-17. Liga Eropa akan menjadi pelipur lara yang paripurna bagi keduanya.

Sedangkan duel ketiga mempertemukan Benfica vs Frankfurt. Sebagai satu-satunya wakil Bundesliga yang masih bertahan di kompetisi Eropa, tentu Frankfurt akan bermain habis-habisan. Sementara itu Benfica harus membagi konsentrasinya dengan Liga Portugal karena sedang bersaing ketat dengan FC Porto di puncak klasemen. Salah sedikit saja kedua gelar prestisius itu bisa melayang dari pegangan.

Klub Inggris lainnya, Chelsea, akan berhadapan dengan Slavia Praha. Dari hasi drawing ini sudah jelas siapa yang diunggulkan. Sama seperti Arsenal, Chelsea jelas juga mengharapkan Liga Eropa sebagai alternatif lain untuk berlaga di Liga Champions musim depan.

Pertandingan leg pertama liga malam Jum’at akan dimainkan pada 11 April. Sedangkan leg kedua digelar pada 18 April. Fans Arsenal sama Chelsea masih semangat kan?

Komentar
Continue Reading

Bola

Hasil Drawing Perempat Final Liga Champions

Published

on

By

Undian perempat final Liga Champions baru saja selesai dilakukan di Nyon, Swiss. Delapan klub terbaik Eropa akan saling berebut untuk mendapatkan tempat di semi final.

Undian pertama mempertemukan Ajax Amsterdam dan Juventus. Kedua kesebelasan tersebut berhasil lolos ke perempat final usai melakukan comeback dramastis di leg kedua. Ajax secara mengejutkan mengalahkan Real Madrid di Santiago Bernebau 4-1 setelah kalah 1-2 di leg pertama. Sedangkan Juventus mengalahkan Atletico Madrid 3-0 lewat hattrick Cristiano Ronaldo. Tiga gol Ronaldo membuat Juventus unggul agregat 3-2 atas Atletico Madrid.

Leg pertama laga Ajax vs Juventus akan digelar di Johann Cruijff Arena, 10 April mendatang. Si Nyonya Tua gantian menjamu di Allianz-Stadium pada 16 April 2019.

Runner up Liga Champions musim lalu, Liverpool, akan berhadapan dengan FC Porto. Laga ini merupakan laga ulangan babak 16 besar musim lalu, dimana the reds berhasil menyingkirkan Porto dengan agregat 5-0. Liverpool memiliki catatan cukup bagus kala menghadapi Porto. Dalam sembilan pertemuan terakhir Liverpool menang 6 kali dan sisanya berakhir imbang.

The Reds akan bertindak sebagai tuan rumah terlebih dahulu pada leg pertama (9/4). Sementara laga kedua dilangsungkan di Stadion Do Dragao (16/4).

Sementara itu undian ketiga mempertemukan duel sesama klub Inggris, Manchester City vs Tottenham Hotspurs. The Citizen bisa dibilang lebih diunggulkan lantaran lolos ke perempat final dengan membantai Schalke 04 dengan agregat 10-2. Meskipun demikian Tottenham juga bisa saja membuat kejutan karena sukses menyingkirkan tim Jerman lainnya, Borrusia Dortmund, dengan agregat 5-1.

City akan lebih dulu tandang ke markas Tottenham pada 9 April di leg pertama sebelum gantian jadi tuan rumah di leg kedua pada 17 April.

Sedangkan pertandingan ke empat akan mempertemukan Barcelona melawan Manchester United. Setan merah akan terlebih dahulu menjadi tuan rumah pada 9 April mendatang dan akan bertandang ke Camp Nou pada tanggal 16 April 2019. Dalam delapan pertemuan terakhir, MU hanya menang satu kali melawan Barcelona.

Kekalahan yang paling diingat tentu saja yang terjadi di final Liga Champions. Di musim 2008-2009 Barcelona mengalahkan MU di partai final dengan skor 2-0. Di musim 2014-2015 Lionel Messi cs kembali mengalahkan MU di partai final dengan skor 3-1.

Komentar
Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 HitsBanget.com. Powered by WordPress.