Hits Banget

Puasa Sebentar Lagi, Simak Beberapa Tradisi Unik Dalam Menyambut Bulan Ramadhan yang Layak Untuk Dilestarikan

Kurang dari seminggu lagi umat muslim di seluruh dunia akan memasuki bulan suci Ramadhan. Kedatangan bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini tentu saja sangat dinantikan oleh umat muslim. Begitu juga di negara kita, Indonesia. Di negara yang terkenal memiliki banyak adat dan budaya ini memiliki berbagai tradisi unik untuk menyambut datangnya bulan ramadhan.

Sebagai anak-anak muda penerus generasi bangsa, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk terus melestarikan tradisi-tradisi itu. Bukan apa-apa, seiring semakin majunya zaman dan perubahan pola pikir manusia, terkadang hal-hal seperti tradisi tadi dilupakan karena dianggap sesuatu yang berlebihan. Beberapa lagi menganggap bahwa tradisi itu bukan merupakan bagian dari budaya islam, jadi lebih baik ditinggalkan.

Lantas apa saja tradisi-tradisi dalam menyambut bulan ramadhan itu? Dilansir dari berbagai sumber berikut ini kami berikan beberapa diantaranya.

  1. Meugang-Aceh
images: kompasiana.com

Tradisi meugang ini berasal dari provinsi yang berada di ujung paling barat Indonesia, yaitu Nanggroe Aceh Darussalam. Dalam tradisi ini masyarakat Aceh akan berkumpul bersama keluarganya untuk menyantap olahan daging kerbau ataupun daging sapi. Biasanya tradisi ini berlangsung satu atau dua hari menjelang bulan puasa. Gedung-gedung perkantoran dan sekolah akan sepi karena kebanyakan orang akan menyerbu pasar-pasar untuk membeli daging.

Meski hal itu membuat harga daging melonjak, namun tetap tak menghalangi niatan warga Aceh untuk melakukan meugang. Pada hari meugang setiap keluarga diwajibkan untuk tinggal dirumah. Berkumpul bersama untuk menikmati makanan olahan daging tersebut. Setidaknya sampai menu sahur hari pertama puasa, menu yang tersedia di rumah adalah olahan daging sapi atau kerbau dengan bumbu rempah-rempah khas Aceh.

2. Balimau-Sumatera Barat

images: seruji.co.id

Tradisi menyambut bulan ramadhan ala masyarakat Sumatera Barat ini merupakan tradisi penyucian diri menjelang bulan ramadhan. Dulu masyarakat minang menggunakan air yang dicampur dengan limau (jeruk) untuk mandi pada satu hari menjelang puasa. Hal itu mereka lakukan di pemandian pribadi dengan makna konotatif sarana penyucian diri ketika hendak memasuki bulan suci.

Namun saat ini tradisi tersebut sudah agak bergeser karena dilakukan bersama-sama di pemandian umum. Hanya saja tetap dipisahkan antara laki-laki dan perempuan untuk mencegah terjadinya kemaksiatan.

3. Ngikis-Ciamis

images: http://www.baraknews.com

Tradisi Ngikis ini berasal dari wilayah Ciamis, Jawa Barat. Biasanya dilakukan pada hari senin atau kamis pada minggu terakhir bulan Sya’ban dalam kalender Hijriyah. Secara umum tradisi ini merupakan ikrar bersama untuk tidak melakukan perbuatan tidak terpuji selama bulan ramadhan. Saat pelaksanaan tradisi ngikis, pagar situs bersejarah Ciung Wanara akan diganti. Air dari seluruh mata air di Ciamis juga akan disatukan. Lantunan shalawat serta doa akan menggema saat berlangsungnya tradisi ini.

4. Apeman-Jawa Tengah

images: republika.co.id

Dilihat dari namanya saja sudah bisa ditebak kalau tradisi ini ada kaitannya dengan kue apem. Kue apem merupakan kue tradisional yang terbuat dari tepung beras, memiliki makna filosofis sebagai simbol permohonan maaf atas kesalahan yang dilakukan sehingga dapat melakukan ibadah puasa dengan khusyu. Menjelang puasa biasanya warga akan saling mengirimkan kue apem ke tetangga sebagai simbol atas permohonan maaf mereka.

5. Padusan-Yogyakarta

images: cdns.klimg.com

Padusan adalah tradisi menyambut bulan ramadhan dengan cara mandi di sumber air, pantai ataupun sungai. Biasanya dilakukan pada sore hari di hari terakhir menjelang bulan ramadhan. Masyarakat akan berbondong-bondong ke sumber air tadi untuk mandi bersama-sama sebagai sarana penyucian diri.

6. Dugderan-Semarang

images: http://cdn2.tstatic.net

Tradisi yang rutin diadakan setiap tahun ini berlangsung selama kurang lebih satu minggu menjelang bulan ramadhan. Dugderan merupakan karnaval atau pesta rakyat dalam menyambut bulan ramadhan di kota Semarang. Tabuh bedug dan tari-tari tradisional turut serta memeriahkan acara ini.

7. Suro’ Baca-Sulawesi Selatan

images: 3.bp.blogspot.com

Tradisi Sura’Baca merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan masyarakat suku Bugis dalam menyambut bulan puasa. Biasa dilakukan H-7 sampai H-1 bulan ramadhan. Dalam tradisi ini masyarakat akan berkumpul lalu dipersiapkan berbagai jenis makanan. Setelah berkumpul, maka akan dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh seorang ulama atau yang tertua. Doa beserta lantunan ayat-ayat Al-Quran tersebut ditujukan kepada para leluhur. Setelah itu barulah dapat menikmati hidangan yang disediakan.

Itulah beberapa tradisi unik menjelang berlangsungnya bulan ramadhan. Meskipun dalam agama tak ada aturan baku mengenai tradisi itu, setidaknya kita sebagai generasi muda tetaplah melestarikannya agar budaya kita senantiasa terjaga.

Comments

comments