Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Kuliner

Pernah Galau Pas Beli Buah Duku apa Buah Langsat ?, Ternyata Ini Perbedaannya

Published

on

Ada buah duku,langsat,kokosan,menteng dan banyak lagi sebutan untuk buah kecil yang pada bulan Maret-Mei biasanya sedang musim-musimnya. Kalau berbicara tampilan buah buah duku yang berasal dari ordo Meliaceae yang sangat rapat kekerabatanya ini sekilas memang sulit untuk dibedakan. Tapi ada manfaatnya juga jika tahu dan bisa membedakan mana buah duku dan mana buah langsat walaupun terlihat sama tapi jika diperhatikan lagi ternyata ada beberapa perbedaannya.

  1. Dari Kulit Buah
    Secara kasat mata buah langsat ini memiliki kulit buah yang cantik,halus dan warna kuning terang, seperti istilah cewek dengan kulit kuning langsat itu mempesona, akan tetapi si buah duku memiliki warna kulit yang kuning pucat ,agak kasar dan juga tebal.
  1. Ketebalan Kulit
    Kulit langsat lebih tipis karena memiliki tekstur halus, sedangan duku kulitnya lebih tebal sehingga jika kamu menekan buahnya dan terlihat tebal pastilah itu si buah duku.
  1. Tekstur Buah
    Dari sisi tekstur dading buah, buah langsat lebih berair sehingga perlu di emut di mulut saja nanti akan lumer di lidah, sedangkan buah duku memiliki daging tebal dan lebih kenyal saat dikunyah.
  1. Dari Harga
    kalau harga duku lebih mahal dari pada buah langsat, karena duku lebih populer di kalangan masyarakat diantaranya adalah Duku Palembang, Duku Condet, Duku Papongan, Duku Karangkajen, Duku Padang dan beberapa jenis duku dari berbagai daerah.

Buah adalah makanan sehat yang rendah kalori dan lemak sehingga banyak ahli gizi menganjurkan mengkonsumsi buah dalam makanan masyarakat. Namun, mengkonsumsi terlalu banyak buah juga bisa berdampak negatif. USA Departemen Pertanian merekomendasikan porsi ideal buah untuk dimakan adalah dua cangkir sehari. Salah satu efek negatif dari konsumsi buah yang berlebihan adalah kenaikan kadar trigliserida. Trigliserida adalah senyawa kimia yang berpotensi menyebabkan penyakit jantung.

Komentar
Continue Reading

Kuliner

MENGENAL JENIS DAGING STEAK YANG NIKMAT DISANTAP

Published

on

Siapa yang tak kenal steak? Salah satu menu yang dibuat dari daging sapi ini menjadi salah satu sajian yang sangat lezat, dan memiliki banyak sekali penggemar. Oleh sebab itu tak heran jika banyak sekali restoran di dunia yang menyajikan macam daging steak dengan harga yang mahal, menggunakan daging yang premium, dan bahan yang berkualitas hanya untuk menghidangkan 1 porsi steak yang sempurna. Hal yang juga penting untuk diketahui saat ingin memesan steak adalah jenis dan bagian daging yang dipilih. Jenis-jenis ini menentukan kualitas dan rasa dari steak. Dan berikut ini adalah beberapa jenis atau bagian daging yang paling populer di Indonesia.

Bagian daging steak

www.freepik.com

  1. Sirloin (daging has luar)

Merupakan daging sapi bagian punggung luar, dekat paha belakang sapi. Karena terletak di bagian yang aktif, maka sirloin memiliki tekstur yang lebih keras dan sedikit alot saat dimakan. Namun, sirloin memiliki ukuran yang besar dan memiliki lapisan lemak yang membuatnya terasa gurih dan juicy.

  1. Tenderloin (daging has dalam)

Tenderloin merupakan bagian pinggang sapi yang paling lembut. Yang membuatnya mudah dikenali adalah karena daging ini tidak memiliki serat. Tenderloin memiliki tekstur lembut namun tidak terlalu kaya akan rasa, karena kandungan lemaknya yang rendah. Karena itu pula, bagian ini cocok untuk pecinta steak yang sedang menjalani diet.

  1. T-bone

T-bone merupakan daging yang diambil dari punggung bagian dalam sapi, sampai bawah hingga memotong tulang punggung. Bagian ini disebut t-bone karena terdapat tulang dengan bentuk huruf T yang dikelilingi daging pada kedua sisi. Bagian ini memiliki tekstur yang tidak selembut tenderloin, namun tetap memiliki rasa gurih.

  1. Rib-eye

Rib-eye, atau yang biasa disebut dengan fillet scotch, merupakan bagian daging di sekitar tulang iga atau tulang rusuk sapi. Dalam potongan daging ini, terdapat banyak lemak sehingga daging lebih gurih, lembut, dan juicy. Karena kandungan lemak yang besar, maka tekstur daging ini lebih juicy jika dibandingkan dengan bagian lain.

  1. Flank

Flank merupakan bagian otot perut sapi. Daging bagian ini berbentuk panjang dan datar. Namun, bagian ini kurang lembut, sehingga jika Anda ingin memesan daging bagian ini, lebih baik dengan tingkat kematangan yang rendah seperti medium rare.

  1. Tomahawk

Sama seperti rib-eye, tomahawk diambil dari rusuk sapi. Perbedaannya terletak di penyajiannya, dimana tomahawk disajikan dengan potongan tulang rusuk yang besar yang masih menyatu dengan dagingnya. Dari segi rasa, tomahawk memiliki cita rasa dan kelembutan yang setara dengan rib-eye.

 

Kalau kamu, suka bagian daging yang mana nih?

 

Komentar
Continue Reading

Hobi

Resep Nugget Pisang Kekinian Anti Gagal

Published

on

Biasanya, pisang hanya disajikan dalam variasi direbus atau digoreng saja sebagai sajian pendamping saat minum kopi atau teh. Tapi agar semakin nikmat, tak ada salahnya untuk mencoba membuat olahan nugget pisang berikut ini.

img: beautynesia

Bahan-bahan:

  • 10 buah pisang kepok
  • 1 bungkus tepung pisang goreng
  • air es secukupnya
  • tepung roti secukupnya
  • 1 bungkus cokelat untuk topping

img: manaberita.com

Cara membuat:

  • Kupas pisang, belah menjadi 2 atau 4 bagian.
  • Buat adonan tepung dari tepung pisang goreng siap saji, beri air es secukupnya, dan usahakan kental.
  • Gulingkan pisang goreng ke dalam adonan tepung, kemudian gantian ke tepung roti. Tekan-tekan supaya tepung roti menempel dengan baik.
  • Masukkan pisang ke kulkas selama 15 menit, supaya adonan menempel sempurna.
  • Goreng pisang sampai matang hingga warnanya kuning keemasan.

Bagaimana, mudah bukan untuk membuatnya?

Komentar
Continue Reading

Kuliner

Berbagai Resiko Kesehatan Dibalik Nikmatnya Kol Goreng

Published

on

Buat kamu yang hobi kuliner di warung tenda kaki lima pasti tak asing lagi dengan sajian kol goreng. Ya, selain disajikan sebagai lalapan, ternyata sebagian orang lebih suka jika kol digoreng dahulu. Mungkin terdengar aneh, namun rasanya tak kalah enak bahkan akan lebih nikmat bila di campur sambal.

Pada dasarnya, kol mempunyai banyak manfaat bagi tubuh karena banyaknya zat di dalamnya. Contohnya saja kol punya zat anti kanker yang dapat menurunkan resiko kanker, seperti kanker payudara. Namun manfaat tersebut akan berbanding terbalik ketika kol digoreng di suhu yang sangat panas, karena justru akan merusak zat baik dan malah menghasilkan beragam risiko bagi kesehatan tubuh.

Berikut alasan yang dirangkum hitsbanget.

img: health.detik.com

1. Merusak kandungan dalam kol.
Dibalik rasa yang enak dan lezat, ternyata kol yang digoreng justru dapat menghancurkan berbagai jenis vitamin yang terkandung di dalamnya, seperti vitamin A, B, C, dan K. Kalau sudah merusak vitamin dan juga kandungan dalam zat, percuma juga ya makan kol yang sebenarnya punya manfaat dalam tubuh. Alih-alih mendapatkan manfaat nutrisi, yang ada malah menumbuhkan penyakit.

2. Dapat memicu kanker.
Dengan menggoreng kol di suhu panas bahkan melakukan di minyak yang sudah digunakan berkali-kali tentunya kol menjadi sangat tidak baik bagi tubuh kita. Minyak yang sudah digunakan berkali-kali mengandung radikal bebas yang sangat berbahaya bagi tubuh. Selain itu, kol goreng tersebut akan merangsang munculnya senyawa amina heterosiklik yang bersifat karsinogenik. Senyawa inilah yang kemudian bisa menjadi pemicu kanker.

3. Menyebabkan obesitas dan serangan Jantung
Sesungguhnya kol mempunyai segudang manfaat terutama untuk kesehatan jantung, namun hal tersebut akan berbeda jika kol diolah secara digoreng karena malah berubah menjadi sangat berbahaya. Kol akan menyerap minyak sehingga kandungan lemak jenuh dan kolesterol dalam minyak goreng akan menyebabkan gangguan kesehatan seperti obesitas dan serangan jantung. Wah, bahaya banget ya.

Itulah beberapa resiko kesehatan yang akan timbul jika kamu mengkonsumsi kol goreng. Walaupun enak harus dipikirkan lagi ya! Hayo siapa nih yang suka makan kol goreng?

Komentar
Continue Reading

Trending