Connect with us

Bola

Mereka yang Lolos ke Perempat Final Piala Presiden 2019

Published

on

Ajang turnamen pramusim paling hits di dunia Indonesia, Piala Presiden 2019, baru saja usai menggelar fase penyisihan grup. Sebanyak 8 tim terbaik dari 5 grup berhasil lolos ke perempat final. Masing-masing terdiri dari 5 kesebelasan pemuncak klasemen dan 3 kesebelasan peringkat dua terbaik.

Persebaya Surabaya berhasil lolos dengan status juara grup A. Bajul ijo mengoleksi jumlah poin yang sama dengan PS Tira-Persikabo di posisi kedua, namun unggul dalam produktifitas gol. Namun PS Tira-Persikabo tetap lolos ke delapan besar karena termasuk dalam salah satu peringkat dua terbaik.

Juara Liga indonesia tahun 2017, Bhayangkara FC, menjadi satu-satunya wakil dari grup B. Klub berjuluk the guardians tersebut mengantongi poin sempurna dari tiga laga. Sedangkan Bali United gagal lolos karena tak masuk dalam runner-up terbaik.

Grup C juga hanya mengirimkan satu wakil saja ke perempat final. Tim promosi Kalteng Putra membuat kejutan dengan menyingkirkan Persipura Jayapura dan PSIS Semarang.

Dua klub bertabur bintang, Persija Jakarta dan Madura United menjadi wakil grup D ke babak delapan besar. Sama-sama mengantongi tujuh poin, Persija duduk di peringkat pertama karena memiliki selisih gol yang lebih baik daripada laskar sapeh kerab.

Di grup E, dua tim asal Jawa Timur sukses melaju ke perempat final. Kedua tim tersebut adalah Persela Lamongan dan Arema Malang.

Meskipun sekedar ajang pemanasan sebelum bergulirnya Liga 1, tapi gengsi Piala Presiden sangatlah tinggi. Mungkin salah satu penyebabnya adalah besarnya hadiah yang diterima kontestan. Di babak penyisihan saja, klub yang kalah mendapatkan bonus 75 juta rupiah. hasil imbang dihargai 100 juta rupiah dan kemenangan 125 juta rupiah.

Hadiah tersebut akan semakin besar jika terus lolos sampai partai puncak. Jadi cukup wajar bila klub-klub yang bermain di Piala Presiden bertanding habis-habisan seperti di kompetisi resmi.

Komentar

Bola

Vincent Kompany Resmi Jadi Pemain-Pelatih Anderlecht

Published

on

By

Usai mengantarkan Manchester City meraih treble winner domestik, Vincent Kompany memutuskan untuk mengakhiri kariernya di Liga Inggris. Pemain berkepala plontos itu akan mudik ke kampung halamannya di Belgia untuk bergabung dengan Anderlecht.

Vincent Kompany menandatangani kontrak selama 3 tahun bersama Anderlecht. Bagi Kompany, Anderlecht bukanlah klub baru baginya. Di klub asal Belgia itulah Kompany mengawali kariernya sebagai seorang pemain sepakbola profesional. Ia mencatatkan 103 penampilan bersama Anderlecht sebelum pindah ke Hamburg SV.

Hebatnya lagi, mantan kapten Manchester City itu tak hanya menjadi pemain di Anderlecht. Klub memberikan tugas tambahan kepada Kompany untuk merangkap sebagai seorang pelatih. Sebuah peran yang juga pernah dialami oleh Ryan Giggs di MU musim 2013/2014 lalu.

“Sangat tak diduga mereka menawarkan peran sebagai pemain-pelatih. Manajemen mengungkapkan detail terkait tanggung jawab dalam pekerjaan saya. Pun, mereka sangat mendukung,” jelas Kompany yang dilansir dari¬†Daily Mirror.

Kompany sendiri pernah merasakan gelar juara Liga Belgia pada musim 2003-2004 dan 2005-2006 bersama Anderlecht. Sedangkan selama berbaju biru langit the citizens, Kompany berhasil mempersembahkan 3 gelar Liga Inggris, 2 Piala FA, 2 Piala Liga, dan 2 Community Shield.

“Tiga tahun ke depan, saya akan mengambil peran sebagai pemain-pelatih untuk Anderlecht. Sebagai pesepakbola, saya lahir di Anderlecht. Sejak usia enam tahun, saya sudah di sana. Klub penuh sejarah dengan 34 titel liga, tak ada bandingannya,” pungkas Kompany.

Yah, Vincent Kompany telah memilih klub yang tepat untuk mengakhiri karier sepakbolanya dengan kembali ke kampung halaman setelah bertahun-tahun merantau ke negeri seberang.

Komentar
Continue Reading

Bola

Daftar Calon Pelatih Juventus Pengganti Massimiliano Allegri

Published

on

By

Musim ini adalah musim terakhir Max Allegri menangani Juventus. Raihan 5 gelar Seri A dan 4 gelar Piala Italia nyatanya tak cukup membuat Allegri dipertahankan manajemen si Nyonya Tua. Walaupun sukses membawa Juventus 2 kali ke final Liga Champions, tetap saja kontrak Allegri tak diperpanjang lagi.

Isu pun bergulir cepat. Sejumlah nama-nama pelatih mulai santer diberitakan akan menjadi suksesor Allegri musim depan di Juventus. Siapapun pelatihnya, Liga Champions tetap akan menjadi prioritas klub tersukses di Italia itu musim depan.

  1. Jose Mourinho

images: .indosport.com

Menganggur setelah dipecat MU di pertengahan musim tak membuat reputasi dan nama besar Mourinho hilang. Koleksi 2 trofi Liga Champions bersama dengan Porto dan Inter Milan tentu menjadi alasan kuat bagi Juventus untuk meminangnya.

2. Maurizzio Sarri

images: sumber.com

Walaupun sukses membawa Chelsea masuk ke final Liga Eropa, namun masa depan Sarri di Chelsea musim depan masih diragukan. Pengalaman Sarri melatih Napoli hingga menjadi penantang gelar bagi Juventus dalam beberapa musim yang lalu bisa dijadikan pertimbangan untuk merekrutnya.

3. Antonio Conte

images: tccstatic.com

Bukan hal yang tabu untuk kembali meminang Conte menjadi pelatih Juventus. Kesuksesan di kancah domestik sudah ditunjukkan Conte selama ia melatih Juventus sebelum era Max Allegri. Conte hanya butuh Liga Champions saja untuk menunjukkan karakternya. Sebuah kesempatan kedua layak diberikan untuk pelatih Italia kedua yang mampu menjuarai Liga Inggris ini.

4. Simone Inzaghi

images: performgroup.com

Meskipun kariernya sebagai pemain biasa saja, namun peruntungan Simone Inzaghi ketika menjadi pelatih terbilang cukup bagus. Ia baru saja membawa Lazio menjadi juara Piala Italia akhir pekan kemarin. Muda dan bervisi brilian bisa menjadi modal penting bagi Inzaghi untuk menangani klub sebesar Juventus.

5. Didier Deschamps

images: blogonsoccer.files.wordpress.com

Nama Deschamps tentu bukan nama baru bagi Juventus. Pelatih asal Prancis inilah yang berjasa menangani Juventus di masa-masa sulitnya kala harus terdegradasi ke Seri B. Selain itu, Deschamps juga baru saja membawa Prancis menjadi juara dunia di Rusia tahun 2018 lalu.

Komentar
Continue Reading

Bola

Viral Video Neymar Memukul Penonton Usai PSG Kalah di Final Coupe de France

Published

on

By

Tindakan tidak terpuji kembali dilakukan pesepakbola asal Brasil Neymar Jr. Pemain yang kini bermain untuk PSG tersebut terlibat dalam sebuah cekcok dengan seorang penonton di tribun stadion Stade de France. Parahnya, Neymar terlihat memukul penonton usai terlibat sebuah perdebatan.

Dalam laga final tersebut, Neymar Jr dkk harus tertunduk lesu karena kalah dari Rennes lewat adu penalti 6-5 usai bermain imbang 2-2 selama 120 menit. Neymar sendiri bermain cukup bagus pada laga tersebut dengan mencetak 1 gol dan memberikan 1 assist.

Mungkin frustasi karena kalah, dalam perjalanan menuju pemberian medali sebagai runner up, Neymar jadi emosi ketika berdebat dengan seorang suporter di tribun stadion. Pemain muda PSG, Moussa Diaby, yang berdiri di belakan Neymar mencoba untuk melerai. Akan tetapi, bogem mentah tetap dilayangkan eks bintang Barcelona ke arah penonton itu.

Jelas saja video tersebut langsung viral di media sosial. Banyak yang mengecam Neymar atas tindakan tercelanya itu. Belum lama ini Neymar sudah berulah dengan memberikan pernyataan negatif terhadap ofisial VAR (Video Assistant Referee), saat PSG kalah dari Manchester United.

Ia mengatakan “Persetan dengan kalian” kepada ofisal VAR. Akibatnya, Neymar harus menerima sanksi larangan bermain di Liga Champions. Tapi karena PSG sudah tersingkir, sanksi tersebut baru akan diterapkan pada gelaran Liga Champions musim depan.

Musim ini bisa dibilang nasib Neymar kurang beruntung. Ia gagal membawa PSG melaju ke babak perempatfinal Liga Champions. Di ajang Piala Liga Prancis pun PSG juga tersingkir di perempat final. Praktis Neymar hanya mampu meraih trofi Ligue 1 saja untuk musim ini.

Belum diketahui secara pasti apakah Neymar akan dijatuhi sanksi atas tindakan tidak terpujinya itu.

Komentar
Continue Reading

Trending