Connect with us

Bola

Hasil Drawing Perempat Final Liga Eropa

Published

on

Bersamaan dengan pengundian perempat final Liga Champions di Nyon, dilaksanakan juga pengundian untuk babak perempat final Liga Eropa. Delapan kesebelasan terbaik di kompetisi kasta kedua di Eropa ini akan saling berjibaku untuk mendapatkan trofi Liga Eropa, sekaligus mendapatkan tiket lolos otomatis ke Liga Champions musim depan.

Sebagai kompetisi kelas dua, adalah hal yang wajar jika tidak banyak orang yang memperhatikan Liga Eropa. Apalagi warga Indonesia. Bisa jadi membicarakan Piala Presiden 2019 akan menjadi topik yang lebih menarik daripada membicarakan Liga Eropa.

Belum lagi waktu main Liga Eropa yang tayang di malam Jumat. Animo untuk menonton semakin berkurang karena banyak aktivitas lebih penting di malam itu. Pengajian misalnya. Atau bisa juga nonton film horor.

Namun semua itu tentu tak berlaku bagi fans garis keras klub-klub yang berlaga di kompetisi ini. Maklum, musim ini ada Chelsea dan Arsenal yang harus berjibaku di malam Jumat. Malam suci yang harusnya bisa digunakan untuk “enak-enak”.

Oleh karena itu, mau tak mau kami harus tetap membahas soal Liga Eropa.

Salah satu duel menarik yang terjadi di babak perempat final adalah pertandingan antara Napoli melawan Arsenal. Napoli adalah klub buangan dari Liga Champions dan saat ini berada di peringkat 2 Liga Italia. Sedangkan Arsenal yang sedang dalam masa transisi dari era Wenger sedang untuk kedua kalinya secara beruntun bermain di liga malam Jumat. Tentunya musim depan Arsenal tak ingin lagi menghabiskan waktu untuk bertanding di malam “enak-enak” tersebut.

Mengharapkan finish di peringkat empat EPL merupakan hal yang cukup sulit mengingat MU dan Chelsea terus menempel ketat. Menjuarai Liga Eropa menjadi solusi lain untuk mendapatkan tiket itu. sedangkan bagi Napoli gelar Liga Eropa akan menjadi pengobat lara lantaran mengejar Juventus di puncak klasemen sudah seperti peribahasa pungguk merindukan bulan.

Pertandingan kedua akan mempertemukan duel sesama tim Spanyol Villareal vs Valencia. Di klasemen liga, kedua kesebelasan sedang berada di posisi yang sangat tidak ideal. Valencia bertengger di peringkat ke-7 sedangkan Villareal sedang berjuang di peringkat ke-17. Liga Eropa akan menjadi pelipur lara yang paripurna bagi keduanya.

Sedangkan duel ketiga mempertemukan Benfica vs Frankfurt. Sebagai satu-satunya wakil Bundesliga yang masih bertahan di kompetisi Eropa, tentu Frankfurt akan bermain habis-habisan. Sementara itu Benfica harus membagi konsentrasinya dengan Liga Portugal karena sedang bersaing ketat dengan FC Porto di puncak klasemen. Salah sedikit saja kedua gelar prestisius itu bisa melayang dari pegangan.

Klub Inggris lainnya, Chelsea, akan berhadapan dengan Slavia Praha. Dari hasi drawing ini sudah jelas siapa yang diunggulkan. Sama seperti Arsenal, Chelsea jelas juga mengharapkan Liga Eropa sebagai alternatif lain untuk berlaga di Liga Champions musim depan.

Pertandingan leg pertama liga malam Jum’at akan dimainkan pada 11 April. Sedangkan leg kedua digelar pada 18 April. Fans Arsenal sama Chelsea masih semangat kan?

Komentar
Continue Reading

Bola

Community Shield 2019: (Bukan) Ajang Balas Dendam Liverpool

Published

on

By

Liverpool akan bertemu dengan Manchester City di ajang Community Shield 2019. Pertandingan itu sendiri akan digelar di Wembley, Minggu (04/08/2019). Community Shield sekaligus menjadi penanda dimulainya kompetisi sepakbola profesional di Inggris musim 2019/2020.

Manchester City hadir sebagai juara Liga Inggris di ajang ini. Seharusnya, the citizens bertemu dengan juara Piala FA, tapi karena mereka juga tampil sebagai juaranya, maka sesuai peraturan yang berlaku Liverpool yang merupakan runner-up EPL musim lalu yang akan menjadi lawan City.

Perlu diingat bahwa musim lalu Liverpool dan Manchester City bersaing ketat hingga pekan terakhir untuk memperebutkan gelar juara Liga Inggris. Pada akhirnya, Liverpool harus puas duduk di posisi kedua dengan 97 poin. Jordan Henderson dkk hanya terpaut satu poin dengan Man City yang keluar sebagai juara.

The reds lantas mengobati rasa kecewanya dengan memenangi Liga Champions usai mengalahkan Tottenham Hotspurs 2-0. Sedangkan City sukses menyapu bersih semua gelar domestik (Piala Liga, Piala FA, dan Liga Inggris).

Maka tak heran jika banyak pihak yang beranggapan bahwa laga ini akan menjadi laga balas dendam Liverpool. Meraih kemenangan di ajang ini bukan hanya akan memutus kutukan tak pernah menang Klopp di partai final yang digelar di Wembley, tapi juga bisa mencuri moment start yang baik untuk menghadapi Liga Inggris yang akan bergulir pekan depan.

Klopp sudah dua kali kalah di final Wembley. Yang pertama adalah di tahun 2013 bersama Dortmund saat melawan Muenchen di final Liga Champions. Sedangkan final yang kedua adalah saat melawan Man City di final Piala Liga 2016.

Tapi Kapten Liverpool, Jordan Henderson, menepis anggapan ini. Ia beranggapan bahwa ini adalah pertandingan biasa yang harus dimenangkannya. Bukan pertandingan ajang balas dendam seperti yang diungkapkan media.

“Kami sangat menghormati City dan apa yang mereka capai musim lalu dan kami juga menghargai mereka akan menjadi kekuatan besar lagi musim ini. Tetapi [pertandingan ini] bukan tentang hal lain selain melakukan yang terbaik untuk menang bagi para pendukung kami,” Kata Henderson.

Liverpool terakhir kali menjuarai ajang ini adalah di tahun 2006. Kala itu mereka mengalahkan Chelsea yang merupakan juara Liga Inggris. Liverpool sendiri hadir sebagai juara Piala FA musim sebelumnya.

Komentar
Continue Reading

Bola

Leonel Messi Dihukum Larangan Bermain Tiga Bulan

Published

on

By

Kapten timnas Argentina, Leonel Messi, dihukum larangan bermain selama 3 bulan di ajang Internasional. Hukuman itu didapatkan La Pulga usai mengeluarkan pernyataan kontroversial yang menyebutkan bahwa CONMEBOL telah bertindak korup.

Aksi tidak terpujinya itu ia lakukan setelah Argentina menang 2-1 atas Chile di perebutan posisi ketiga Copa America 2019. Di pertandingan itu Messi mendapat kartu merah pada menit ke-37 usai bersitegang dengan Gary Medel.

Kapten Barcelona ini mengungkapkan kekesalannya kepada CONMEBOL dengan menyebutkan bahwa organisasi tertinggi sepakbola Amerika Selatan ini melakukan tindakan korupsi. Messi juga mengatakan Copa America 2019 telah diatur agar Brasil berhasil menjadi juara.

Pernyataannya tersebut kini berbuah sanksi larangan tiga bulan bermain di ajang intenasional. Dilansir dari situs resmi CONMEBOL, Messi telah melanggar pasal 7.1 dan 7.2 aturan disiplin. Pasal pertama terkait tentang perilaku yang bersifat menyerang, menghina dan melakukan fitnah dalam bentuk apapun. Sementara pasal yang kedua adalah tentang pelanggaran keputusan, anjuran atau perintah badan yudisial.

Selain dihukum larangan bertanding, Messi juga harus membayar denda sebesar 50 ribu dollar Amerika. Pemain berusia 32 tahun ini memiliki waktu tujuh hari untuk mengajukan banding atas keputusan CONMEBOL tersebut.

Hal ini tentu menambah cerita minor soal prestasi Messi bersama timnas Argentina. Dari 9 turnamen yang sudah diikutinya, tak ada satupun yang berhasil dimenangkan. Kalaupun ada prestasi di level timnas yang patut dibanggakan mungkin hanya raihan emas di Olympiade 2008. Selain itu, tim Argentina-nya Messi paling banter cuma sampai partai final saja.

Komentar
Continue Reading

Bola

Perjalanan Karir Nicolas Pepe, Dari Seorang Kiper Hingga Menjadi Winger

Published

on

By

Bursa transfer musim panas masih terus berlangsung. Beberapa pemain bintang sudah memiliki klub baru untuk musim 2019/20120. Selain pemain bintang, masih ada pula para “rising star” yang siap berpindah ke klub yang lebih besar.

Salah satu rising star yang banyak diperbincangkan adalah Nicolas Pepe. Pemain asal Pantai Gading ini diperebutkan oleh beberapa klub besar seperti Arsenal, Liverpool, PSG, dan Bayern Munich. Namun kabar yang paling santer menyebutkan bahwa sang pemain sudah semakin dekat untuk bergabung dengan Arsenal.

Lantas apa keistimewaan pemain yang baru berusia 24 tahun ini sehingga diburu klub-klub besar? Tak lain dan tak bukan adalah penampilan impresifnya bersama Lille di musim 2018/2019. Musim lalu Pepe sukses mencetak 22 gol dan 11 assist untuk Lille.

Tak mengherankan jika Lille memberikan banderol harga 72 juta poundsterling bagi klub yang ingin mendatangkannya. Pepe mengawali karir sepabola profesionalnya bersama Angers pada tahun 2013. Di klub tersebut bakatnya mulai terlihat, namun belum mampu dioptimalkan oleh pelatihnya kala itu. Total ia bermain sebanyak 42 laga bersama Angers dan mencetak 12 gol.

Sempat dipinjamkan ke Orleans pada tahun 2016, Pepe akhirnya bergabung dengan Lille yang saat itu ditangani oleh Marcelo Bielsa. Bersama Bielsa inilah potensi terbaik Pepe sebagai seorang winger bisa dioptimalkan.

Di musim pertamanya saja ia langsung sukses menjaringkan 13 gol. Ia pun langsung mencuri perhatian media-media Eropa. Di musim lalu ia bahkan berhasil memecahkan rekor gol Eden Hazard yang mampu mencetak lebih dari 20 gol untuk Lille dalam satu musim.

Tapi apa rahasianya sehingga Nicolas Pepe menjadi segarang itu? Ternyata sewaktu masih bermain di level junior, Nicolas Pepe sempat berposisi sebagai seorang kiper. Alhasil ia jadi tahu insting apa yang akan dilakukan seorang kiper ketika menghadapi seorang penyerang.

Selain itu kehidupan masa remajanya yang keras juga turut memberikan andil bagi sifatnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras. Tidak aneh jika Pepe bisa langsung beradaptasi dengan pola kepelatihan Bielsa ketika pertama kali bergabung dengan Lille.

Dengan kaki kidalnya dan kemampuan cutting inside, banyak yang menyebutnya sebagai the next Arjen Robben. Sebuah kecepatan dan ketajaman yang tak dimiliki pemain sayap Arsenal lain macam Alex Iwobi dan Henrikh Mkhitaryan. Itulah sebabnya kenapa the gunners sangat berambisi untuk mendatangkan Nicolas Pepe.

 

 

Komentar
Continue Reading

Trending