Bola, Olahraga

Melihat Lebih Dekat Stadion St Petersburg, Stadion Canggih di Pusat Kebudayaan Rusia

images: news.rambler.ru

St Petersburg di jaman dahulu adalah pusat pemerintahan kekaisaran Rusia. Pasca terjadinya revolusi pada tahun 1917, kota ini berubah nama menjadi Leningrad untuk mengenang jasa-jasa Vlademir Lenin dalam revolusi Rusia yang melahirkan negara Uni Soviyet. Namun setelah bubarnya negara Uni Soviyet pada tahun 1991, nama kota ini pun kembali lagi semula yaitu St Petersburg.

Meskipun nama kota ini berubah-ubah, tapi tak ada yang berubah dari isi kotanya. Kota yang disebut sebagai kota pahlawan oleh pemerintahan Uni Soviyet ini tetap menjadi pusat kebudayaan serta seni di Rusia saat ini. Di kota ini terdapat banyak universitas, gedung opera, teater, museum serta istana. Salah satu yang paling terkenal adalah istana musim dingin.

Penyelenggaraan piala dunia 2018 nanti pun juga akan melibatkan kota ini. Stadion St Petersburg, markas kesebelasan Zenit St Petersburg menjadi salah satu venue di ajang 4 tahunan itu. Stadion ini dibangun di lokasi bekas Stadion Kirov di Pulau Krestovskiy.

Posisi Kota St Petersburg yang lebih dekat ke kutub utara membuat stadion ini harus dirancang sebaik mungkin agar selalu bisa digunakan sepanjang tahun. Karena itulah stadion ini juga menggunakan teknologi canggih untuk menghangatkan ruangan. Di musim dingin, suhu di St Petersburg bisa berada di bawah titik beku. Tapi kamu jangan khawatir, sebab di stadion ini suhu bisa dihagatkan sampai 15 derajat celcius.

images: themoscowtimes.com

Arsitek asal Jepang Kisho Kurokawa adalah orang yang beruntung karena berhasil memenangkan persaingan untuk mendesain stadion St Petersburg. Pembongkaran stadion lama dimulai pada akhir 2006 dan proses pembangunan konstruksi baru dimulai pada tahun 2007. Proses pembangunan stadion ini bisa dibilang cukup lama karena berbagai halangan menimpanya. Seperti perubahan desain sampai dengan pergantian pelaksana proyek.

images: sefutbol.com
images: http://sport.avaz.ba
images: http://kscheib.de

Hingga akhirnya pada tahun 2016 pembangunan stadion baru itu selesai. Stadion St Petersburg memiliki kapasitas 68.000 tempat duduk, lebih besar daripada kapasitas rencana awalnya yaitu 62.000 tempat duduk. Kalau digunakan untuk menyelenggarakan konser, maka stadion baru ini akan mampu menampung setidaknya 80.000 orang.

Selain pengaturan suhu, yang menjadi sisi menarik dari stadion ini adalah atap yang bisa dibuka dan ditutup sesuai dengan keperluan. Desain uniknya dengan 8 menara pancang tinggi di atas atapnya juga menambah daya tarik stadion ini.

Pertandingan pertama yang digelar di stadion ini tidak dilakukan oleh Zenit St Petersburg ataupun timnas Rusia, tapi oleh para pekerja kontruksi pembangunan stadion itu melawan Kontraktor Metrostoy pada tanggal 27 Oktober 2016. Barulah di musim panas 2017, stadion ini mulai digunakan untuk menyelenggarakan pertandingan internasional Piala Konfederasi.

Ada 4 pertandingan Piala Konfederasi yang digelar di stadion itu. Salah satunya adalah partai final antara Jerman melawan Chile. Di ajang Piala Dunia 2018 nanti, stadion St Petersburg akan menggelar 7 pertandingan dengan 4 pertandingan di babak penyisihan dan 3 pertandingan di babak gugur.

 

Comments

comments