Connect with us

Bola

Liga Indonesia, Liga yang Selalu Penuh Drama

Published

on

images : okeinfo.net

Kemenangan Bhayangkara atas tuan rumah Madura United 1-3 praktis mengunci gelar juara Liga 1. Dengan kemenangan tersebut, Spasojevic dkk semakin kokoh di puncak klasemen dengan mengumpulkan 68 poin. Mengingat Liga 1 tinggal menyisakan 1 pertandingan lagi, Bali United yang berada di posisi kedua dipastikan tidak bisa menggeser Bhayangkara dari puncak klasemen.

Hal itu dikarenakan tim berjuluk laskar Tridatu tersebut kalah head to head dari Bhayangkara. Seandainya di pertandingan terakhir nanti Bhayangkara kalah dan Bali United menang, posisi kedua kesebelasan di klasemen tetap tidak akan berubah. Pada pertemuan pertama musim ini di kandang Bhayangkara, Irfan Bachdim dkk harus kalah 3-0. Sementara itu di laga kedua mereka menyerah 3-2 di stadion  I Wayan Dipta Gianyar.

Keberhasilan Bhayangkara merebut puncak klasemen dari Bali United ini sebenarnya masih menjadi kontroversi. Sebab klub yang bermarkas di stadion Patriot Bekasi itu merebut puncak klasemen setelah lawan yang mereka hadapi dipekan ke 32 Mitra Kukar dinyatakan kalah WO karena memainkan Sissoko yang dianggap masih dalam masa hukuman. Otomatis kemenangan 3-0 itu menggugurkan hasil imbang 1-1 yang merupakan hasil akhir di pertandingan tersebut.

Masalah ini berawal dari kartu merah yang diterima Sissoko akibat pelanggaran kerasnya ketika berhadapan dengan Borneo FC. Akibatnya Sissoko harus asen saat Kukar berhadapan dengan Persib. Namun masalahnya pelanggaran yang dilakukan Sissoko terlampau keras sehingga Komdis PSSI menjatuhkan 2 kali larangan bermain (bukan 1 kali). Di sinilah miss komunikasi terjadi.

Pihak Komdis PSSI melayangkan surat ke PT LIB mengenai sanksi Sissoko. PT LIB sendiri lantas mengirim salinan keputusan Komdis itu ke pihak Mitra Kukar yang anehnya pihak Mitra Kukar merasa tidak menerima salinan surat tersebut. Sissoko pun akhirnya ikut bermain dalam pertandingan melawan Bhayangkara yang kemudian mendapatkan protes dari manajemen Bhayangkara.

Kita pun kemudian tahu bagaimana kelanjutan kisah diatas. Namun yang semakin membingungkan adalah PT LIB belum mengakui kalau Bhayangkara FC menjuarai Liga karena masih menunggu apakah Mitra Kukar mau melakukan banding atau tidak.

Meskipun demikian, terlepas dari berbagai kontroversi yang mengiringinya, jika nanti Bhayangkara FC ditetapkan sebagai juara Liga 1 kita tetap harus memberikan aplaus atas kesuksesan mereka tersebut. Apalagi mereka merupakan klub yang terbilang baru di kancah persepakbolaan tanah air. Ada baiknya kita legowo saja dengan keputusan PT LIB, toh sepakbola tanpa drama  ibarat sayur tanpa garam.

Selain itu sudah menjadi hal yang lumrah di persepakbolaan Indonesia untuk hal-hal semacam itu. Mulai dari kerusuhan suporter, intimidasi wasit, keputusan wasit yang kontroversial, operator liga yang seenaknya sampai dengan keputusan absurd komite disiplin PSSI. Tentunya kita cuma bisa berharap saja, semoga kedepannya sepakbola di negara ini terus dibenahi agar benar-benar layak untuk dinikmati.

Menjadi seorang penggemar sepakbola di Indoesia harus selalu penuh dengan pengharapan. Harapan untuk menyaksikan timnas juara, harapan untuk menyaksikan liga yang menarik, sampai harapan bisa away dengan aman. Meski itu terkadang menjadi harapan palsu, setidaknya itu akan semakin memperkuat mental kita sebagai seorang suporter persepakbolaan tanah air. Anda tidak percaya? Silahkan anda tanya ke penggemar Liverpool tentang betapa berartinya sebuah harapan.

Komentar

Bola

Hasil Liga Italia: AS Roma Kalahkan Lazio 3-1 di Laga Derby Della Capitale

Published

on

By

images: gazzettaobjects.it

Laga derby Ibukota Italia atau biasa disebut sebagai derby della capitale yang mempertemukan antara AS Roma vs Lazio baru saja berakhir. Serigala Ibukota yang bertindak sebagai tuan rumah menuntaskan laga dengan skor 3-1.

Sepanjang 20 menit pertama, pendukung AS Roma harus dibuat ketar-ketir karena jalannya pertandingan lebih didominasi oleh Lazio. Di menit ke-2 Ciro Immobile sudah mengancam gawang Roma, namun tendangannya masih membentur barisan pertahanan serigala ibukota. Selang 10 menit kemudian giliran Luis Alberto yang mengancam melalui sepakan dari luar kotak penalti. Sayang tendangannya tersebut masih mampu diblok oleh Federico Fazio.

Setelah itu giliran Roma yang mengambil alih kendali. Tusukan Dzeko di menit ke-22 diakhiri tendangan ke arah gawang Lazio yang dikawal Strakosha namun masih bisa diamankan. Begitu juga dengan upaya Pastore satu menit kemudian.

Pastore akhirnya ditarik keluar pada menit ke-37 karena mengalami cedera. Penggantinya adalah Lorenzo Pallegrini. Pada menit ke-45 gol yang dinantikan pendukung Roma akhirnya tercipta. Memanfaatkan kemelut di gawang Lazio, Pallegrini berhasil memanfaatkan bola liar untuk melakukan backheel ke gawang Strakosha. Skor 1-0 untuk Roma menutup babak pertama.

Di menit ke-67 Lazio berhasil menyamakan kedudukan. Kesalahan Fazio dalam mengontrol bola mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Immobile untuk mencetak gol lewat tendangan yang mengarah ke tiang jauh.

Skor imbang tersebut hanya bertahan selama 4 menit saja. Tendangan bebas Kolarov tak mampu dibendung oleh Strakosha. Federico Fazio menebus kesalahannya dengan mencetak gol pada menit ke-86 memanfaatkan umpan Pallegrini. Sampai pertandingan berakhir skor 3-1 untuk kemenangan AS Roma tetap bertahan.

Kemenangan ini membuat AS Roma naik ke peringkat 5 dengan 11 poin hasil dari 3 kali menang, 2 kali imbang dan 2 kali kalah. Sementara Lazio berada di posisi 4 dengan raihan 12 poin hasil dari 4 kali menang dan 3 kali kalah.

 

Komentar
Continue Reading

Bola

Hasil Liga Inggris: MU Takluk 1-3 Dari West Ham

Published

on

By

images: dailymail.co.uk

Manchester United kembali menelan kekalahan. Setelah pada tengah pekan lalu kalah dari Derby County di ajang Piala Liga, kini giliran West Ham United yang mengalahkan MU di ajang Liga Inggris. Di Olympic Stadium London, MU menyerah 1-3 dari tim tuan rumah.

Pertandingan baru berjalan 6 menit ketika West Ham mencetak gol pertamanya. Serangan dari sisi kiri pertahanan MU berhasil dipatahkan dan bola mengalir ke kaki Mark Noble. Noble pun mengarahkan bola ke Pablo Zabaleta yang kemudian diteruskan kepada Felipe Anderson. Lewat tumitnya, Anderson mampu mengkonversi umpan matang Zabaleta tersebut menjadi gol pertama tim tuan rumah.

Kesempatan MU menyamakan kedudukan datang di menit ke-23. Umpan silang Ashley Cole disambut dengan tandukan kepala Romelo Lukaku. Sayangnya sundulan Lukaku hanya menerpa mistar gawang saja. Di penghujung babak pertama West Ham menambah keunggulan setelah Yarmolenko mampu memanfaatkan sedikit kemelut di depan gawang De Gea.

Bola tendangan Yarmolenko yang membentur kaki Lindelof tak mampu diamankan De Gea. Keunggulan 2-0 untuk West Ham menutup babak pertama. Untuk menambah daya serang, Mourinho memasukkan Rashford di babak kedua menggantikan Lindelof. Namun hal tersebut belum mampu memberikan dampak positif bagi MU.

Usaha MU memperkecil ketertinggalan di menit 64 melalui Fellaini juga masih menemui kegagalan. Tandukan pemain asal Belgia tersebut masih mampu dihalau Lukasz Fabianski. Barulah pada menit ke 70 gol yang dinantikan pendukung MU datang. Berawal dari tendangan sudut Luke Shaw, Rashford mampu memanfaatkannya menjadi gol lewat sebuah tendangan backheel di tiang dekat.

Sayangnya 4 menit kemudian West Ham kembali menambah keunggulan lewat kaki Arnautovic yang lolos dari jebakan offside. Ia mampu menaklukan De Gea lewat sepakan pelan namun terarah dalam posisi satu lawan satu. Skor 3-1 untuk kemenangan West Ham ini bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.

Kekalahan ini merupakan yang ketiga kalinya bagi MU di ajang Liga Inggris. Dari 7 laga yang dijalani, MU hanya meraih 3 kemenangan, 1 kali imbang dan 3 kali kalah. Anak asuh Mourinho inipun hanya mampu mencetak 10 gol dan kebobolan 12 gol. Dengan kondisi seperti ini, banyak media-media yang sudah memberitakan bahwa tak lama lagi Mourinho akan dipecat.

Komentar
Continue Reading

Bola

Hasil Piala AFC U-16: Indonesia dan India Lolos ke Perempat Final

Published

on

By

Setelah beberapa hari dirudung kabar duka, akhirnya dunia sepakbola Indonesia mendapat kabar bahagia dari Malaysia. Timnas U-16 sukses melaju ke perempat final Piala Asia U-16 usai bermain imbang 0-0 dengan India.

Tambahan satu poin ini membuat Indonesia keluar sebagai juara grup C, unggul selisih gol atas India di posisi kedua. Indonesia mendapat 5 poin hasil dari 1 kali menang dan 2 kali imbang. Sedangkan India yang berada di posisi kedua memperoleh hasil yang sama namun hanya mampu mencetak 1 gol dari 3 laga yang dijalaninya. Indonesia sendiri mencetak 3 gol dan hanya kebobolan satu gol sehingga memiliki peringkat lebih baik dari India.

“Saya bangga puas dengan perjuangan mereka. Meski tak menang tapi puas dengan penampilan anak-anak karena bisa mendominasi pertandingan. Ini kemenangan kita semua, masyarakat Indonesia baik yang hadir di stadion maupun yang tidak hadir ke Bukit Jalil” kata pelatih timnas U-16 Fakhri Husaini usai laga yang dikutip dari detik.com (27/09/2018).

Sesuai bagan pertandingan, Indonesia akan berhadapan dengan runner up grup D. Laga penentuan di grup D sendiri baru akan digelar pada hari Jumat (28/09/2018). Negara-negara yang berpeluang menjadi lawan Indonesia adalah Korea Selatan, Australia dan Irak.

Meskipun lawan yang akan dihadapi relatif cukup berat, tapi banyak yang optimis kalau timnas U-16 akan mampu melenggang ke babak semifinal. Seandainya berhasil lolos ke semifinal, maka secara otomatis timnas U-16 akan bermain di Piala Dunia U-17 sebagai wakil dari konfederasi Asia.

Suatu kebanggaan tersendiri meskipun hanya untuk level junior. Semoga saja harapan untuk melihat skuat Garuda Muda tampil di ajang Piala Dunia (junior) tersebut dapat tercapai sebagai obat atas keringnya prestasi timnas senior yang sudah bertahun-tahun tak pernah merasakan gelar juara.

 

Komentar
Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 HitsBanget.com. Powered by WordPress.