Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Bola

Kekalahan Manchester City dan Bertahannya Rekor Invincible Arsenal

Published

on

Laju impresif Man City di Liga Inggris akhirnya terhentikan. Setelah 22 pekan tampil perkasa dengan raihan 20 kemenangan dan 2 kali imbang, anak asuh Pep Guardiola tersebut berhasil dikalahkan. Tuan rumah Liverpool sukses membalas kekalahan menyakitkan 5-0 di pertemuan pertama musim ini dengan kemenangan 4-3. Dengan begitu the reds merangsek ke posisi ke 3 dengan raihan 47 poin, menyamai poin Chelsea dan Man United yang baru akan bermain nanti malam.

Kemenangan itu membuktikan bahwa strategi tiki-taka yang menjadi andalan Guardiola ternyata juga memiliki kelemahan. Selama ini klub-klub yang melawan Man City pada umumnya menggunakan strategi bertahan total dengan hanya mengandalkan serangan balik. Namun produktifitas lini depan City yang didukung oleh kolektivitas lini tengahnya pada akhirnya selalu mampu memecahkan kebuntuan. Ditambah lagi dengan pengusaan bola yang dominan semakin membuat lawan-lawan City menjadi seperti “mainan”.

images : mirror.co.uk

Hal yang berbeda ditunjukkan oleh Liverpool tadi malam. Bermain di depan pendukungnya sendiri tentu saja memberikan motivasi yang lebih kepada Mohammed Salah dkk untuk tampil sebaik mungkin. Apalagi fakta bahwa City menjadi kesebelasan yang belum terkalahkan dan mencoba untuk mendapat predikat the invincible seperti Arsenal tahun 2004 lalu semakin membuat the reds bernafsu untuk menang atas tamunya tersebut. Dan seperti biasa, Klopp memainkan strategi andalannya, Gegenpressing.

Klopp memerintahkan anak asuhnya untuk menaikkan garis pertahanan. Hal itu membuat pressing kepada Man City langsung terjadi sejak mereka mulai membangun serangan dari wilayah pertahanan mereka sendiri. Akan tetapi adanya celah antara lini pertahanan Liverpool yang naik hingga ke tengah lapangan dan Karius yang dipasang menjadi penjaga gawang sempat dimanfaatkan dengan baik oleh City di babak pertama. Babak pertama pun berakhir imbang 1-1 setelah gol yang dicetak Ox Chamberlain dibalas oleh Sane 5 menit sebelum jeda babak pertama.

Barulah dibabak kedua skema gegenpressing ini berjalan dengan baik. Liverpool benar-benar membuat City kebingungan bagaimana mengalirkan serangan ke depan. Belum lagi teriakan “boo” yang di lontarkan pendukung Liverpool setiap kali Sterling membawa bola. Perlu diketahui saat ini Sterling adalah pencetak gol terbanyak City di Liga Inggris. Sebaliknya serangan Liverpool semakin brutal. Firmino, Mane, dan Salah masing-masing mencetak 1 gol untuk membawa Liverpool unggul 4-1. Praktis the citizens dikurung habis dari menit ke 50 sampai 80.

Perubahan baru terjadi ketika Sterling digantikan Bernardo Silva di menit ke 72, sementara Liverpool mengganti Emre Can yang menjadi jenderal lini tengah tadi malam. Unggul 3 gol pada akhirnya membuat Liverpool kehilangan konsentrasi. City pun bisa memperkecil kedudukan lewat gol Bernardo Silva dan Ikay Gundeogan. Walaupun problem klasik di lini belakang Liverpool terlihat belum sembuh, namun setidaknya ketajaman lini depan mereka sanggup untuk menutupi kelemahan di lini belakang. Apalagi bek termahal di dunia yang baru saja mereka beli, Virgil Van Dijk, tidak bisa tampil karena terkena cedera.

Kekalahan itu praktis mengubur harapan City untuk meraih predikat “the invincible”, yaitu gelar juara tanpa terkalahkan dan memperoleh trofi emas Premier League seperti yang dilakukan Arsenal musim 2003-2004. Memang benar bahwa liga Inggris masih menyisakan 15 pertandingan, tapi melihat cara bermain City serta keunggulan 15 poin dari pesaing terdekatnya membuat peta perburuan yang masih realistis hanyalah berburu tiket ke Liga Champions saja. Sementara City ingin terus menjadi juara dengan status tak terkalahkan (sampai akhirnya kalah tadi malam).

images : pbs.twimg.com

Ketika sukses menjadi juara tanpa sekalipun kalah pada tahun 2004 lalu, Arsenal masih memiliki King Henry dan Bergkamp di lini depan. Lini tengah mereka pun sangat solid dibawah kendali Patrick Vieira. Tidak bisa dilupakan juga nama-nama seperti Kolo Toure dan  Robert Pires. Musim itu mereka berhasil juara setelah unggul 11 poin atas MU. Meraih 26 kemenangan dan 12 kali imbang. Sebuah prestasi yang rasanya cukup mustahil untuk diulangi lagi oleh Arsenal meski masih dilatih orang yang sama, Arsene Wenger.

Sudah sepatutnya Arsenal mengucapkan terimakasih kepada Liverpool karena membantu untuk mempertahankan “gelar” mereka. Setidaknya itu cukup untuk mengibur diri karena beberapa saat sebelumnya the gunners harus menyerah 1-2 di markas Bournemouth dan membuat pertarungan antara pendukung #WengerOut dan #InWengerWeTrust semakin memanas.

Komentar

Bola

Hasil Jornada ke-14 LaLiga Spanyol, Barcelona Masih Memimpin Klasemen

Published

on

By

Tertundanya laga el clasicco antara Barcelona melawan Real Madrid tampaknya tak terlalu berpengaruh pada posisi kedua penguasa LaLiga itu di klasemen sementara. Barcelona masih memimpin klasemen dengan 28 poin. Sedangkan Real Madrid berada di posisi kedua dengan poin yang sama tapi kalah dalam produktifitas gol.

Melawat ke markas Leganes, el Barca harus mengakhiri babak pertama dengan kondisi tertinggal 1-0 lewat gol En Nesyri di menit ke-12. Barulah di menit ke-53 Barcelona berhasil menyamakan kedudukan lewat sepakan Luiz Suarez. Sebelas menit jelang waktu normal berakhir, Arturo Vidal mencetak gol untuk memastikan kemenangan Barcelona. Skor 1-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Di Santiago Bernebau, Real Madrid juga melakukan comeback. Menjamu Real Sociedad, el real harus tertinggal lebih dulu lewat gol cepat yang dicetak oleh Willian Jose pada menit ke-2. Karim Benzema menyamakan skor pada menit ke-37. Babak pertama berakhir dengan hasil imbang 1-1.

Tiga menit usai kick off babak kedua, Real Madrid berbalik unggul lewat gol Federico Valverde. Luca Modric menutup kemenangan Madrid melalui golnya dimenit ke-74. Sama-sama baru melakoni 13 laga, Barcelona dan Real Madrid sudah unggul 3 poin atas pesaing terdekatnya, Atletico Madrid yang menghuni posisi 3 dengan 25 poin.

Berbeda dari Serie A dan Liga Inggris, persaingan di LaLiga masih terbilang sengit. Selisih poin penghuni 4 besar tidak terlalu jauh. Masih cukup sulit memprediksi siapa yang akan bersaing di bursa perebutan gelar juara liga. Sementara itu laga el clasico jilid 1 musim ini baru akan digelar pada tanggal 18 Desember 2019 mendatang.

 

Komentar
Continue Reading

Bola

Giornata ke-13 Serie A, Inter Milan Masih Tempel Ketat Juventus

Published

on

By

Ada yang berbeda dari Liga Italia musim ini. Dominasi Juventus, setidaknya hingga pekan ke-13, tidak begitu sehebat musim-musim sebelumnya. Adalah Inter Milan yang membuat Juventus “tersaingi” musim ini.

Kemenangan Juventus di markas Atalanta memang membuat anak asuh Sarri itu tetap berada di puncak klasemen. Akan tetapi di posisi kedua, Inter Milan, tetap setia menguntit dengan selisih satu poin saja.

Melawat ke markas Torino, I Nerazurri berhasil mengamankan 3 poin lewat kemenangan 0-3 atas Torino. Gol-gol kemenangan Inter Milan dicetak oleh Martinez dan De Vrij pada babak pertama dan satu gol lagi oleh Romelu Lukaku pada babak kedua. Beberapa jam sebelumnya, Juventus berhasil melakukan comeback di markas Atalanta.

Tertinggal lebih dulu melalui gol Robin Gosens pada menit ke-56, si Nyonya Tua lantas merespons melalui dua gol Gonzalo Higuain dan satu gol dari Paulo Dybala. Ketidakhadiran Cristiano Ronaldo yang tidak fit nyatanya tak terlalu berpengaruh signifikan pada penampilan Juventus. Sama seperti Liverpool di Liga Inggris, Juventus juga masih belum terkalahkan di ajang liga sampai pekan ke-13 dengan raihan 11 kemenangan dan dua kali imbang.

Sementara itu Inter Milan di posisi kedua sejauh ini telah meraih 11 kali menang, sekali imbang, dan sekali kalah. satu-satunya kekalahan yang diderita Inter adalah menyerah 1-0 dari Juventus. Selisih 7 poin dari peringkat ketiga yang dihuni Lazio setidaknya cukup membuktikan bahwa Liga Italia musim ini hanya akan menjadi ajang rebutan antara Juventus dengan Inter Milan.

Meskipun demikian, persaingan di posisi 6 besar antara Lazio, Roma, Cagliari dan Atalanta tetap menarik untuk diikuti. Belum lagi jika runner up musim lalu, Napoli, sudah kembali ke performa terbaiknya. Kalaupun ada tim “besar” yang menderita, mungkin itu hanyalah AC Milan yang saat ini berada di peringkat ke-13.

 

Komentar
Continue Reading

Bola

Matchday ke-13 Liga Inggris, Liverpool Semakin Kokoh di Puncak Klasemen

Published

on

By

Keperkasaan Liverpool di Liga Inggris musim ini terus berlanjut. Usai menghantam Manchester City di pekan ke-12 dengan skor 3-1, malam tadi Sadio Mane dkk berhasil mempermalukan tuan rumah Crystal Palace dengan skor 1-2.

Kemenangan itu menjadikan the reds tetap kokoh di puncak klasemen dengan 37 poin, hasil dari 12 kali menang dan 1 kali imbang. Sedangkan rival terberatnya, Manchester City, juga meraih hasil yang sama di Etihad Stadium.

Menjamu Chelsea, juara bertahan Liga Inggris itu harus tertinggal terlebih dahulu lewat gol Ngolo Kante sebelum dibalas oleh Kevin de Bruyne. Riyad Mahrez akhirnya memastikan kemenangan the citizen lewat sepakannya yang tak mampu dibendung oleh Kepa Arizbalaga di menit ke-37. Namun kemenangan ini harus dibayar mahal dengan cederanya Sergio Aguero. Belum bisa dipastikan kapan penyerang Argentina ini bisa kembali ke lapangan hijau.

Di kota London, Tottenham Hotspurs sukses mematahkan rekor buruk tampil di kandang lawan musim ini. Di bawah asuhan pelatih anyarnya, Jose Mourinho, the lilywhites berhasil mengalahkan West Ham United 2-3. Gol-gol kemenangan Tottenham Hotspurs dicetak oleh Son Heung Min, Lucas Moura, dan Harry Kane. Sedangkan gol West Ham dicetak oleh Antonio dan Ogbonna.

Sementara itu penghuni peringkat ke-2, Leicester City, juga tak kalah gemilang. Anak asuh Brendan Rodgers tersebut mampu mengamankan 3 poin saat melawat ke markas Brighton & Hove Albion. Dengan dua gol yang dicetak Ayoze Perez dan Vardy itu membuat Leicester City tetap menjaga jarak 8 poin dengan Liverpool di posisi pertama.

Denagn hasil-hasil tersebut, tak ada perubahan berarti di posisi empat besar klasemen Liga Inggris saat ini. Liverpool masih nyaman di puncak dengan 37 poin, disusul Leicester City di posisi kedua dengan 29 poin. Manchester City menggantikan posisi Chelsea di peringkat ke-3 sedangkan Chelsea melorot ke posisi 4 dengan 26 poin.

Komentar
Continue Reading

Trending