Hits Banget

Finalis Miss Grand Malaysia Kenakan Kostum Kuda Lumping,Ini Reaksi Nitizen Indonesia

Penghujung Bulan September kemarin,masyarakat Indonesia dihebohkan dengan postingan Miss Grand International dari Malaysia Sanjeda Jhon yang mengenakan kostum Kuda Lumping, yang sudah lama kita kenal merupakan suatu kebudayaan yang identik dengan Budaya yang ada tanah Jawa.

Setelah foto Miss Grand Internasional Malaysia diposting oleh beberapa akun sosial media instagram yang followersnya mayoritas orang Indonesia, wis otomatis ratusan komentar pun  menghujani kolom komentar yang isinya menanggapi penggunaan kostum yang dikenakan Sanjeda Jhon  tersebut. “Belum usai masalah bendera terbalik kini giliran Kuda Lumping bikin geram’ tulis salah satu pengguna instagram di kolom komentar.

Tak hanya di akun Instagram Nitizen Indonesia pun ramai-ramai menanggapi postingan foto kostum tersebut di akun jejaring Facebook Miss Grand Internasional, postingan yang sudah memiliki 1000 komentar tersebut juga sudah dibagikan sebanyak 368 kali.

facebook Miss Grand Internasional

 

“ketara banget bukan budaya nya. ..org JARAN KEPANG tuh gk pake sepatu bot….pemain jaran kepang/kuda lumping itu gk pakai alas kaki/sepatu. Ajang international tp memakai budaya negara lain…HERAN” ( komentar Santi Rahmawati Wijaya)

“Pulau Jawa itu ada di Indonesia bukan dimalaysia dan kuda lumping adalah kebudayaan asli masyarat Jawa, meskipun dimalaysia banyak orang jawanya tetapi mereka pendatang bukan suku asli dari malaysia. kalau negara kalian ingin dihormati dan disegani oleh bangsa negara lain tolong jangan mengklaim kebudayaan negara lain. apalagi natcos tersebut dibawa keajang MISS GRAND INTERNATIONAL yang mana kita semua tau MGI adalah pageant yang bertujuan untuk menciptakan perdamaian dunia. jadi stop untuk mengklaim kebudayaan negara lain, Tulis (Han Tian Junior)

“Javanesse in indonesia not from malaysia.. why malaysian no use they culture … stop climed and using indonesian culture in international event”. ( Lion Chan )

 

Di sisi lain  Miss Grand Internasional Malaysia di akun sintagramnya memberi kejelasan tentang  kostum tersebut .

“The “Kuda Warisan” National Costume Inspired by the Javanese community residing in the southern state of Johor, Malaysia. In the early 20th century, the migration of Javanese community through the Dutch and Japanese commerce ships in search of new land brought along its culture including this unique dance performance which is performed at merry occasions. In 1971, the ministry tourism of Johor acknowledged the Kuda Kepang dance for the Javanese community residing in Johor as a symbolic sign of unity and diversity in culture for the Johor people. With a strong historical resemblance, the origin of the Javanese cultural heritage are spread across in the northern state of Johor, Perak and Selangor in Malaysia, and Singapore. Designer: Hana Yaakob Photograph: Arazzs Razzswil”

“Kostum Nasional ‘Kuda Warisan.’ Terinspirasi oleh komunitas Jawa yang berada di negara bagian selatan Johor, Malaysia.

“Pada awal abad ke 20, migrasi masyarakat Jawa melalui kapal dagang Belanda dan Jepang untuk mencari lahan baru membawa serta budayanya termasuk pertunjukan tari unik ini yang dilakukan pada kesempatan menyenangkan.

“Pada tahun 1971, pariwisata kementerian Johor mengakui tarian Kuda Kepang untuk masyarakat Jawa yang berada di Johor sebagai tanda simbolis kesatuan dan keragaman budaya bagi masyarakat Johor. “Dengan kemiripan sejarah yang kuat, asal mula warisan budaya Jawa tersebar di negara bagian utara Johor, Perak dan Selangor di Malaysia, dan Singapura,”

 

Jadi apa tanggapan kalian , semoga saja kejadian ini bukan disengaja atau perbuatan mengklaim warisan budaya kita.

 

Comments

comments