Connect with us

Hobi

Empat Destinasi Wisata Menarik di Penajam Paser Utara

Published

on

Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara tengah ramai diperbincangkan warganet lantaran disebut Presiden Jokowi sebagai lokasi Ibukota yang baru. Dua kabupaten yang berada di Kalimantan Timur tersebut dianggap paling layak sebagai lokasi Ibukota yang baru antara lain karena letaknya yang strategis berada di tengah-tengan nusantara dan juga merupakan lokasi yang minim bencana.

Selain minim resiko bencana, ternyata Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) juga memiliki berbagai potensi alam yang dijadikan sebagai destinasi wisata. Berikut selengkapnya

  1. Pantai Sipakario (Nipah-Nipah)

    img: hotelkuy.id

    Pantai Sipakario disebut juga dengan “Pantai Nipah-nipah”. Pabtai ini terletak sangat strategis karena berada tepat di teluk Balikpapan sehingga pada malam hari wisatawan dapat melihat gemerlap lampu-lampu Kota Balikpapan. Dari pusat pemerintahan Pemerintahan Kabupaten Penajam Paser Utara, Pantai ini hanya berjarak 8 km. Untuk menuju Pantai Sipakario (Nipah-nipah), kamu dapat menggunakan angkot dari Terminal PPU Petung. Namun jika dari Bandara Balikpapan, perjalanan dilanjutkan ke pelabuhan Semayang Balikpapan menggunakan angkot sekitar 30 menit. Kemudian menyeberang menggunakan kapal ke pelabuhan Penajam. Setelah mendarat, dilanjutkan menggunakan angkot lagi menuju Pantai Nipah-nipah sekitar 10 menit.

    Selain terkenal dengan keindahannya, Pantai Nipah-nipah juga terkenal akan pagelaran hiburan rakyat berupa pagelaran seni budaya, Festival Layang- layang serta Festival Miniatur Perahu Layar yang dilaksanakan setiap tahun pada libur Idul Fitri.

  2. Ekowisata Mangrove Penajam

    img: kabupatensolok1997.blogspot.com

    Pulau Kalimantan terkenal dengan kekayaan vegetasinya, salah satunya adalah hutan Mangrove. Dan hutan mangrove di PPU tak hanya sebagai penjaga keseimbangan ekosistem saja, namun dikelola sebagai destinasi wisata menarik. Terletak di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam, Hutan Mangrove ini memiliki sebuah jembatan yang harus dilalui pengunjung jika ingin menikmati keindahan alamnya. Dan jika beruntung, kamu bisa melihat dari dekat hewan-hewan yang hidup di sekitar kawasan mangrove.

  3. Air terjun Tembinus

    img: picgra.com

    Wisata alam lain yang tak kalah eksotis adalah air terjun Tembinus atau biasa disebut juga air terjun Niagara Tembinus. Sobat spaneng akan menikmati sejuknya air pegunungan yang tersembunyi di balik Hutan Kabupaten PPU. Untuk menuju tempat ini, kamu harus menempuh perjalanan selama 3 jam dari Kota Kabupaten, dan hanya ramai pada Sabtu dan Minggu. Selain itu, pengunjung hanya diperbolehkan untuk menikmati pesona Air Terjun Tembinus hanya sampai pukul 16.00.

  4. Penangkaran Rusa Penajam

    img: tribun kaltim

    Masih berupa wisata alam, kali ini adalah destinasi wisata bernama Penangkaran Rusa Penajam, dimana kamu bisa menyentuh dan memberi makan Rusa secara langsung. Rusa-rusa yang berada di penangkaran ini adalah jenis rusa sambar dan rusa timor. Lokasi penangkaran rusa seluas 50 hektare ini, menampung sekitar 200 ekor rusa.

Bagaimana, sobat spaneng siap mengexplore calon Ibukota yang baru ?

Komentar

Hobi

Resep Praktis Membuat Mie Goreng Aceh Di Rumah

Published

on

Begitu luasnya Kepulauan Indonesia menjadikan negara ini kaya akan berbagai macam kuliner. Dari Aceh sampai Papua mempunyai sajian makanan khas yang tentunya unik dan menggugah selera. Dan salah satu kuliner nusantara yang terkenal akan kelezatannya adalah Mie Aceh, sajian berbahan dasar mie yang begitu kaya akan bumbu rempah. Bagaimana cara membuatnya ?

Berikut resepnya

img: bekasi.transjakarta.id

Bahan-bahan:

– 400 gram mi basah/kuning
– 150 gram daging kambing/sapi, potong dadu
– 750 ml kaldu sapi
– 150 gram udang basah
– 1 buah tomat, potong dadu
– 4 siung bawang putih
– 3 siung bawang merah
– 1 sdt cuka
– 2 sdm kecap manis
– 1 batang daun bawang
– 60 gram tauge
– 100 gram kol
– 1 sdm seledri
– 2 sdt garam.
– 3 sdm makan minyak goreng.

Bumbu halus:

– 5 buah bawang merah
– 3 siung bawang putih
– 4 buah cabai merah
– 1 sdt jinten
– 4 butir kapulaga
– 1/2 sdm bubuk kunyit
– 1 sdt lada butir

Pelengkap:

– Kerupuk Udang
– Acar mentimun

img: craftlog

Cara membuat:

– Siapkan wajan dan panaskan sedikit minyak. Tumis bawang merah, bawang putih, dan bumbu halus lainnya hingga baunya harum.
– Masukkan daging kambing/sapi. Masak hingga berubah warna. Baru kemudian masukkan udang dan tomat. Aduk hingga rata.
– Masukkan kaldu, seledri, daun bawang, garam, dan cuka.
– Masukkan kol dan tauge. Aduk hingga rata. Lalu masukkan mie dan kecap manis.
– Aduk semuanya hingga mie matang sempurna.

Dan voillaaa !! Mi aceh sudah siap disajikan di atas piring. Selamat mencoba, ya!

Komentar
Continue Reading

Hobi

Harga Mobil Esemka Terbaru 2019. Siap Meminangnya ?

Published

on

Kabar gembira datang dari dunia otomotif tanah air, bahwasanya mobil karya anak bangsa Esemka telah resmi diluncurkan dan dilepas ke pasaran. Mobil dengan nama Bima 1.2 dan Bima 1.3 ini diproduksi oleh PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) yang berada di Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Boyolali, Jawa Tengah.

img: jawapos

Jika diperhatikan, perjalanan mobil Esemka hingga akhirnya bisa dilepas ke pasaran sangat panjang dan berliku. Pada Februari 2012, Esemka belum lolos uji emisi oleh Kementerian Perhubungan karena hasil uji kendaraan tersebut ternyata CO sebesar 11.63 gram/kilometer dan HC+NOx 2,69 gram/kilometer dimana seharusnya maksimum CO 5,0 gram/kilometer dan HC+NOx 0,70 gram/kilometer. Hingga pada akhirnya, pada Bulan Agustus 2012, setelah melalui proses perbaikan, akhirnya Esemka Rajawali I, Esemka Rajawali R2 dan Esemka Bima 1.1 berhasil melampaui nilai ambang batas Euro 2 dengan hasil CO = 1.544 g/km dan NOx+HC = 0,598 g/km. Namun kala itu belum diproduksi secara massal, hanya berupa prototype saja.

Berbagai tantangan pun dihadapi, salah satunya belum adanya legalitas pengadaan barang dan jasa di pemerintahan. Karena sesuai dengan aturan yang berlaku, pengadaan barang dan jasa pemerintahan di atas harga Rp 100 juta harus melalui proses lelang. Hal ini, dianggap hambatan baru bagi PT SMK.

Hingga akhirnya pada 2018, mobil Esemka menjalani uji emisi dan lolos uji tipe kendaraan. Mobil yang lolos yakni tipe Bima 1.0 dan 1.3 L untuk mobil barang, serta tipe Garuda I 2.0 untuk mobil penumpang.

Untuk tahap awal Esemka akan fokus pada untuk memproduksi kendaraan niaga ringan, dan model pertama yang akan dilepas ke pasar adalah Bima 1.2 dan 1.3. Bukan tanpa alasan mengapa kendaraan model pick-up yg pertama dilepas ke pasar, karena sesuai dengan visi dan misi Esemka bahwa Kementerian Perindustrian ingin fokus terlebih dulu menggerakkan perekonomian di daerah-daerah melalui angkutan pertanian dan pedesaan. Konsumen yang akan disasar adalah yang berada di pedesaan, karena secara harga dan spesifikasi sangat cocok digunakan untuk menunjang kebutuhan bisnis sehari-hari.

Untuk harga, Esemka Bima dibanderol dengan harga 95jutaan sedangkan Esemka Garuda berkisar 200jutaan. Bagaimana, siap untuk meminang mobil karya anak bangsa ?

Komentar
Continue Reading

Kuliner

Tips Agar Adonan Donat Cepat Kalis

Published

on

Buat kamu yang pernah membuat adonan donat pasti merasa jika proses menguleni adalah bagian terberat. Ya, agar donat bisa empuk maksimal maka kamu harus menguleni adonan donat hingga kalis/ tidak lengket. Menguleni adonan sampai kalis kadang cukup bikin tangan kita pegal, namun ternyata ada teknik mudah yang bisa dicoba lho ! Berikut beberapa tipsnya

img: resepkoki.id

  1. Tuangkan air sedikit demi sedikit pada adonan agar hasilnya tidak terlalu lembek.
  2. Gunakan teknik seperti mencuci baju setelah semua adonan tercampur rata. Layaknya seperti sedang mencuci baju dengan menggunakan tangan, kamu bisa menarik adonan lalu lipat ke arah kita beberapa kali.
  3. Selain itu adonan bisa juga dibanting-banting atau ditonjok-tonjok. Membuat adonan donat dengan teknik seperti ini cukup populer dalam membantu proses adonan bisa cepat kalis dan mulus.

Setelah adonan kalis, kamu bisa mendiamkannya untuk proses fermentasi. Saat adonan sudah mengembang sekitar dua kali lipat besar semula, adonan bisa dibagi jadi beberapa bagian kemudian diamkan lagi sekitar 10 menit. Baru setelah itu dicetak dan digoreng.

Bagaimana, mudah sekali bukan ? Selamat mencoba !

Komentar
Continue Reading

Trending